Follow IG mommy : @Mommy_Ar29
Daniella Larasati, seorang gadis cantik yang terpaksa harus menikah dengan seorang psychopat.
Mampukah Ella bertahan hidup dengan penuh ketakutan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meminta izin sekolah
“Jadi, nona Jasmine sudah pergi dari sini? Apakah karena aku?” tanya Ella begitu lirih, saat Stive sudah menceritakan semuanya padanya.
Saat ini, keduanya tengah berada di dalam kamar sambil menikmati langit yang begitu indah dengan gemerlap bintang yang menghiasi nya.
“Bukan Sayang, biarkan dia mandiri. Lagipula dia pergi bersama ayah nya, biarkan saja,” kata Stive kembali mengeratkan pelukan nya.
“Tapi kenapa? Kenapa kamu biarkan dia pergi? Bukan kah dia adik mu?”
“Karena dia sudah menyakiti kamu, dan kepergian nya dari rumah adalah jalan terbaik. Aku tidak ingin dia menyakiti kamu lagi, yang maka akan semakin membuatku marah. Aku tidak bisa mengontrol emosi ku, kamu lihat sendiri bagaimana aku semalam hem? Aku marah membayangkan kamu kesulitan mengangkat pot besar itu, aku gak mau kamu kelelahan.” Jelas Stive panjang lebar.
“Maaf sudah menyakiti kamu,’ imbuh nya mencium kening Ella dengan lembut.
“Kenapa kamu tidak mau menyakiti ku?” tanya Ella mengumpulkan keberanian nya.
“Apakah aku harus mengatakan nya padamu?” tanya Stive mengerutkan dahinya menatap Ella dnegan tatapan yang sulit di artikan.
“Hem, tentu saja. Kamu harus memberikan alasan yang tepat, saat kamu tidak bisa menyakiti ku namun kamu begitu sadis menyakiti semua orang!”
“Because i love you, and i don’t want to see you hurt, sudah cukup luka yang selama ini kamu rasakan karena keluarga kamu. Aku hanya ingin melindungi kamu dan selalu membahagiakan kamu.”
“Bisakah aku meminta satu hal?” tanya Ella sedikit ragu, “Ah tidak jadi, aku mau mandi dulu.” Ella mengurungkan niatnya untuk bertanya kepada Stive, sesungguhnya ia ingin meminta penjelasan akan suatu hal, namun ia urungkan saat ia takut merasa bahwa permintaan nya hanya akan menjadi beban untuk Stive.
“Apa yang mau kau minta hem? Apapun akan aku berikan asal itu bisa membuatmu bahagia,” kata Stive mencekal pergelangan tangan Ella.
“A— aku ingin kembali sekolah. Tapi bila tidak bisa tak apa, setidak nya aku masih bisa membiayai pengobatan bapak ku, aku rasa itu sudah cukup, maaf karena aku lancang meminta lebih padamu,” ucap Ella merasa tak enak, membuat Stive tersenyum tipis dan ia pun menghela napas nya dalam.
“Baiklah, mulai besok kamu akan kembali sekolah,” kata Stive sukses membuat mata Ella langsung membola dengan sempurna, benarkah Stive akan mengizinkan nya sekolah? Batin nya bersorak riang.
“Jhon akan mengurus kepindahan kamu di tempat yang baru. Dan aku akan memilihkan sekolah yang dekat dengan kantor ku,”
“Dimana pun, asal aku bisa menuntut ilmu. Aku ingin belajar dan seperti yang lain, memiliki ijazah dan bisa kuliah, agar aku bisa bekerja di gedung yang tinggi seperti kamu,” kata Ella tersenyum lebar dan begitu bersemangat.
Ella yang merasa sangat bahagia pun akhirnya langsung berjingkrak dan menghambur ke pelukan Stive, tanpa sadar Ella berkali kali mencium wajah Stive sebagai ucapan terimakasih, namun sangat berbeda dengan apa yang di pikirkan oleh Stive, ia berfikir ahwa Ella sedang menggodanya.
“Jangan menggoda ku Baby,” kata Stive menelan saliva nya dengan susah.
“Aku hanya mencium mu, bukan menggoda kok,” jawab Ella polos.
“Justru karena kamu mencium ku, kau membangunkan nya,” bisik nya tepat di telinga Ella.
“Membangun kan siapa? Bukankah Jasmine sudah tidak ada disini, lalu siapa yang aku bangunkan?”
“Kau membangunkan ini,” Stive langsung menghempaskan Ella ke tempat tidur dan ia kembali menyerang Ella dengan penuh cinta.
wah Ella terancam ini