NovelToon NovelToon
Istri 150 Juta Tuan Mafia.

Istri 150 Juta Tuan Mafia.

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Mafia / Cintapertama
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: liyana

harap bijak memilih bacaan.



Di jadikan babu oleh sang bibik, di bully oleh warga desa sebab bau badannya.

Ia begitu patuh, namun berkahir di jual oleh Bibiknya pada Tuan Mafia kejam yang menjadikannya budak nafsu menggunakan status istri yang di sembunyikan dari dunia.

ikuti ceritanya disini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon liyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27.Kasta kita berbeda.

Hazard terdiam mendengar penuturan Anggi yang lebih jelasnya adalah isi hati wanita itu.

Lama mereka diam tak ada suara selain suara binatang-binatang kecil yang saling bersahutan.

"Tapi kamu sekarang adalah Nyonya Darkizan Anggi, jadi sudah tugasmu menjaga keturunan saya kalau tumbuh di rahimmu,"kata Hazard membuka suara.

Anggi memainkan ujung selimut yang ia pakai." Sekalipun aku adalah istri, Nyonya di kastil ini, tapi pada kenyataannya, aku hanyalah wanita desa yang dibesarkan dengan rasa kasihan dan diasingkan."

Mengatakannya saja membuat hati Anggi terasa sesak, mengingat masa lalu dan masa depan yang menyakitkan ini. air mata mulai mengenang di pelupuk matanya."kita beda kasta Tuan,aku membayar semua yang ku pakai menggunakan tubuhku, hanya ini yang berharga,hanya tubuh ini yang di inginkan setiap pria."

Hazard yang menunduk menegakkan kepalanya menatap Anggi yang menunduk, setetes air mata Anggi yang jatuh membasahi selimut tertangkap olehnya.

Hazard mendekat dan memeluk Anggi, menaruh kepala Anggi di dadanya."Anggi, kamu sangat berharga, maaf, saya mendapatkan mu dengan cara yang salah, maafkan perlakuan saya yang semena-semena."

Anggi dapat mendengar jantung pria itu berdetak begitu kencang, ia tak tahu artinya apa, mungkin karena pria itu masih marah, karena keguguran yang ia alami.

"Sudah sepatutnya Tuan, karena Tuan adalah seorang majikan yang harus saya layani untuk membayar setiap yang saya pakai dan makan."

Hazard memejamkan mata mendengar ucapan Anggi, Anggi melepaskan pelukannya.

"Jangan mengatakan itu, semua yang saya punya adalah milikmu."

"Tapi, setelah dia datang, Tuan akan meninggalkan aku."

Hazard menatap Anggi dengan bingung."Tuan pernah mengatakan bukan, kalau di suruh memilih, Tuan akan memilih dia yang hidupnya tuan jaga sejak lama."

Rasa delima langsung hinggap di kepala Hazard, ia diam, membisu.

"Ternyata, selain aku dan Shara, ada seseorang yang lebih penting untuk Tuan, maka dari itu, Aku mohon, jangan pernah menjajikan apapun, jika bukan aku yang pertama."

Hazard tak dapat membalas, ia hanya menatap mata yang berkaca-kaca dengan napas patah-patah, suara serak dan rendah.

Tangan Hazard sangat ingin menghapus air mata Anggi, tapi ia tahu, ia akan menerima penolakan, dan pada Akhirnya Hazard keluar meninggalkan Anggi yang menangis tersedu-sedu.

Meratapi takdir yang tak pernah memihak padanya."Aku sangat ingin meninggalkan dunia ini, tapi aku sudah hidup sejauh ini, apa aku tak pantas menerima sedikit kebahagiaan."

Hazard ternyata tidak pergi, ia masih di balik pintu yang tak tertutup rapat. Hazard menghapus air mata yang berusaha jatuh.

Hazard masuk ke ruang kerjanya, duduk di kursi sambil bersandar dan menatap kosong langit-langit ruangan itu, cahaya temaram menemani Hazard yang sibuk berpikir.

Hingga suara telepon terdengar, Hazard mengangkatnya tanpa melihat nama yang tertera di handphone.

Setelah mendengar suara di seberang sana, Hazard menatap datar tembok yang begitu terang dari yang lain.

"Awasi terus, jangan sampai lengah," setelah mengatakan itu barulah Hazard mematikkan handphone nya.

"Jika dia selamat, maka kita juga bisa bersama Anggi."

Hazard terus memandang kosong jendela, hingga cahaya terlihat orange, mulai menguning, dan abu-abu, wajah Hazard yang hanya di sinari cahaya lampu temaram, kini terlihat berwarna biru bercampur kuning.

di bawah mata Hazard terlihat berkantung dan agak hitam.

Di sisi lain, Anggi pun tidak tidur, ia juga menatap jendela yang memperlihatkan cahaya pagi yang segar.

Dan di sebuah kamar, Davin sudah selesai mandi bahkan sudah rapi dan bersiap menemui kakak Hazard nya tercinta.

Saat akan ke dapur, Davin bertemu dengan Zuma yang baru pulang, senyum tengil Davin tunjukkan pada Anak angkat omnya itu.

"Wah! anak pungut baru pulang ya! kerja bagus, kamu belum makan pastikan, ayo kita makan, ettss, kamu mandi dulu, saya takut kuman kamu akan hinggap di makanan saya nanti."

Zuma hanya menatap datar Davin yang selalu membullynya selama akademi bahkan pria itu akan ada di manapun ia berada, ia sangat suka membully Zuma.

Davin tertawa."Dia masih bisu seperti biasa,"Davin langsung ke meja makan.

Dan ternyata ada sepasang suami istri yang hubungannya begitu privasi sampai hanya beberapa orang yang tahu.

"Selamat pagi kakak ipar!"

Anggi menoleh dengan bingung. Davin mengulurkan tangannya, Davin menaikkan satu alisnya, senyumnya begitu lebar, karena Anggi tak kunjung menyambut uluran tangannya yang menggantung meraih paksa tangan Anggi dan menggerakkannya dengan cepat.

"Perkenalkan Davinos Ardakizan, sepupu satu-satunya kak Hazard dari saudara Mama Helena Bunda Hema."

Hazard melepaskan paksa tangan Davin dari Anggi yang diam saja dan terlihat tak nyaman.

Semuanya datang barulah Davin duduk di tempatnya.

"Pagi kakak ipar,"sapa Zuma seraya melirik Hazard yang diam saja.

Anggi menyahuti dengan senyuman tipis dan anggukan pelan.

Makanan sudah tersaji, tapi pasangan ini tak kunjung menyentuhnya hanya melihat nya tanpa selera.

Mengundang perhatian dari semua yang di meja makan.

"Apa kalian tidak lapar," Helena bersuara sambil memberikan secangkir teh pada suaminya.

"Kakak habis berantem?"tanya Zuma sambil mengunyah.

"Dasar anak pungut yang tidak tahu tata krama,bicara kalau mulut tidak sedang mengunyah,"tegur Davin.

Kunyahan Zuma langsung terasa hambar."Davin, jangan pernah mengatakan anak pungut pada anak tante,kalian sudah bersama sejak lama, kenapa kamu masih menggunakan sebutan tak sopan seperti itu,"tegur Helena pada keponakannya yang hanya nyengir.

Hal yang paling Helena benci responnya kalau di tegur, ia hanya bisa menghela napas.

Helena beralih pada pasangan yang diam saja."Anggi, Hazard, itu kecelakaan, sangat wajar untuk pertama kali hamil harus keguguran."

Tuan Azam langsung berdehem, mendengar ucapan sang istri."Dia hamil?"

"Iya pa, tapi udah keguguran,"kata Helena santai.

"Hazard,syukur-syukur wanita itu keguguran,mau di taruh dimana wajah kami, memiliki menantu yang kastanya di bawah kami,bahkan dia tidak punya apa-apa, selain tubuhnya molek."

Anggi meremas gaun yang ia gunakan di bawah meja, ia menunduk diam, tak bereaksi apapun saat Tuan Azam berkata demikian.

lagi pula ada benarnya juga.

"Syukuri apa yang kami berikan padamu, makan, jangan mubazir, pasti saat bersama bibikmu kamu jarang makan, lihat sekarang, kamu terlihat berisi, itu karena kami jadi–"

Hazard langsung berdiri, menarik tangan Anggi untuk langsung pergi, tak sanggup mendengar ucapan yang merendahkan sang istri.

Hazard membawanya ke Taman, memetik buah yang di tanam sang kakek dulu masih berbuah, di ambilnya apel, mangga, strawberry, lalu membersihkannya di kolam air yang jernih tanpa ikan.

"Mulai sekarang, kamu tidak perlu makan di meja itu lagi,akan saya stok makanan di kamar."

Anggi hanya menatap Hazard dengan mata berkaca-kaca, Hazard sibuk membersihkan buah-buahan itu.

"ini, makan lah," Hazard menaruh strawberry yang lumayan besar dari ukuran biasanya di dekat bibir Anggi.

Anggi memakannya,mengunyah dengan pelan, Hazard memeluk Anggi begitu hangat dan erat."Kamu sangat berharga Anggi, kamu adalah wanita yang sangat istimewa, kamu, adalah salah satu doa yang di kabulkan yang maha kuasa yang di berikan pada saya."Tangan Hazard membelai rambut Anggi.

Udah Update ya, yang minta update, Terima kasih loh buat yang like, tapi yang belum ada kendala apasih, kalau ada yang salah silahkan komentar yah,aku menerima setiap kritik kalian, meskipun nyelekit, nggak papa😌

Karena udah update, boleh dong bintang limanya, sekalian sama mawarnya😅

1
Micheil gendox
sesama wanita kok meleceh kan wanita.
Micheil gendox
gk masuk ceritanya. masa ceritanya pelecehan terhadap wanita
Micheil gendox: tpi ya masuk akal dong. semut ke injak aja masih mau menggigit apalagi manusia.
lo kan wanita? masa lo juga mau dilecehin kaya cerita lo
total 2 replies
merry
pedes bgt mulut tuan azan tar di kerekn sm Tuhan br nyahok kmu tuu
Micheil gendox
cerita kok isiny pelecehan sama wanita yang tk punya
Micheil gendox
cerita busuk merendahkan martabat wanita aja.
farik muhammad
Masih banyak tulisan typonya
liyana;IG. Studio liyana: Terima kasih, nanti aku revisi🙏🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!