Ryan Putra Wijaya dan Kiara Putri Wibowo dipertemukan dengan tidak sengaja.
Ryan Seorang Dokter yang sudah menikah, tapi pernikahan nya tidak bahagia, sang dokter mempunyai seorang istri yang tidak perduli dengan nya, dan selalu menghamburkan uang suaminya. Ryan yang merasa terabaikan dan dibuat emosi terhadap istrinya, dipertemukan dengan seorang gadis cantik bernama Kiara.
Apakah cinta mereka akan bersatu ??
ikuti kisah nya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poetri YaNiie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32
Rasanya sudah lama sekali Ryan tidak menikmati bibir merah istrinya. Dengan lembutnya Ryan mencium bibir istrinya. Ciuman itu membuat Ryan yang sudah lama tidak menikmati Kiara kemudia mereka melakukan hubungan intim. Ryan melakukannya dengan penuh kelembutan. Kiara menikmati setiap sentuhan yang diberikan suaminya. Erangan dan desahan pun tak terelakan.
Ryan tak ingin membuat istri dan bayinya terlalu lelah. Ia bergerak cepat dan menekan miliknya masuk lebih dalam lalu mengeluarkan benih cintanya kedalam sana. Keduanya menikmati pelepasan tersebut. Ryan memeluk istrinya dari belakang tanpa melepaskan miliknya yang sedang asyik di jepit kuat."Mas sayang kamu dan dedek" bisik Ryan membuat Kiara merona lagi.
"Kia juga sayang sama mas, dedek juga sayang sama mas" kata kata Kiara membuat Ryan tersenyum. Hubungan mereka sudah kembali seperti awal. Ryan sangat bersyukur dengan semua ini. Sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah dari wanita yang sangat ia cintai.
"Boboj yuk yank. Kasian dedeknya kalau di gempur terus." Ucap Ryan sambil mengelus perut istrinya. Kiara mengangguk. Mereka pun terlelap.
...************...
Ryan membawa istrinya ke dokter kandungan. Sudah waktunya Kiara cek kandungan. Ryan sudah tak sabar melihat kondisi bayi di dalam kandungan Kiara. Setelah menunggu satu jam, akhirnya mereka masuk keruangan dokter kandungan.
"Kondisi baby nya semakin hari semakin baik dan sehat bu Kiara. Pertahankan terus ya." Ucap dokter Alfian saat tengah melakukan usg di perut Kiara. "Alhamdulilah dok. Saya sangat khawatir sekali dengan kondisi bayi saya. Mrngingat saya sudah dua kali di rawat dan kontraksi juga. Belum juga berat badan saya turun dok." Keluh Kiara.
"Tapi hasil pemeriksaannya bagus kok. Detak jantungnya juga normal untuk usia kehamilan 16 minggu. Jangan pikirkan yang lain. Pikirkan saja kondisi bayinya ya Bu Kiara." jelas dokter Alfian.
"Baik dok."
Ryan dan Kiara bergantian bertanya tentang kehamilan. Tak lama mereka pun pamit. Ryan mengajak istrinya untuk makan siang bersama di sebuah warung bakso langganan Ryan saat dulu SMA. Kiara memang sangat menginginkan makan bakso langganan suaminya dulu. Dan untungnya penjual baksonya masih berjualan di sekitaran sekoalh Ryan dulu.
Kiara begitu lahap memakan baksonya. Bahkan jatah bakso suaminya pun ia embat juga begitu pun dengan jus jeruk milik suaminya.
"Mas...maaf ya. Bakso punya mas Kia makan juga." Sesal Kiara melihat suaminya tak jadi memakan bakso karena bakso milik suaminya ia makan juga.
"Gak papa sayang. Yang makan kan kamu dengan dedek. Mas senang kamu makannya banyak." Ucap Ryan sambil mengelus perut Kiara.
"Terus mas makan apa dong?" tanya Kiara.
"Mas makan kamu aja nanti dirumah." Bisik Ryan menggoda. Membuat pipi Kiara merona.
"Makan yang banyak Yank. Biar kuat mas ajak Olahraga." Goda Ryan.
"Ih...mas." Kiara memukul dada suaminya.
Ryan tertawa. Setelah kenyang, mereka pun pulang. Ryan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia sudah tidak sabar untuk memakan istrinya di ranjang mereka. Kiara tak bisa menolak keinginan suaminya, ia harus melayani Ryan dengan penuh cinta.
Dua ronde panas pun terjadi di siang itu. Setelah itu mereka terlelap dalam mimpi.
Ditempat mereka makan bakso tadi, Astrid yang juga ingin membeli bakso di tempat itu mengurungkan niatnya. Karena ia melihat Ryan dan Kiara berada di situ. Astrid tidak suka melihatnya. Ryan sangat perhatian dengan Kiara apalagi Astrid melihat perut Kiara yang sudah terlihat buncit.
Astrid sangat kesal dan geram. Ia juga menyesal kenapa ia harus menyia nyiakan suami seperti Ryan. Ryan hanya membutuhkan seorang anak. Kenapa Astrid tidak mengabulkannya. Kalau saja Astrid mau hamil mungkin pernikahan mereka akan masih sampai sekarang.
Tapi Astrid tidak membiarkan kebahagian Ryan dan Kiara bertahan lama. Ia akan menghancurkannya. Ia tak rela Kiara wanita muda itu bahagia. Seharusnya ia yang bahagia bersama Ryan.
Mengingat kisah percintaan Ryan dan Astrid dulu cukup rumit. Sempat di tentang kedua orang tua Ryan. Tapi, dengan kekuatan cinta mereka berdua kedua orang tua Ryan merestui cinta mereka. Dan akhirnya mereka menikah. Awal awal pernikah mereka sangat bahagia. Tapi sayang, Astrid yang silau dengan harta dan uang. Ia melupakan suaminya. Ia hanya butuh uang suaminya. Berjanji ingin memberikan Ryan seorang anak. Tapi, Astrid mengingkarinya. Astrid tidak ingin hamil karena akan merusak tubuhnya.
Timbulah rasa bosan di hati Ryan. Hubungan pernikah mereka mulai retak. Mereka jarang bertemu. Ryan di sibukan dengan pekerjaan dan Astrid sibuk dengan dunianya sendiri.
Mereka masing masing mencari kepuasan sendiri. Pada akhirnya Ryan bertemu dengan Kiara wanita muda yang cantik membuat Ryan menjatuhkan hatinya ke Kiara. Sampai akhirnya mereka terlibat affair.
Sedangkan Astrid ia mencari kepuasan dengan menyewa pria pria muda untuk memuaskan sek nya. Dengan begitu, pernikahan mereka berakhir dengan perceraian. Astrid menyesali perbuatannya.
bersambung....
sedangkan suka janji sama Amira ditepati sebenarnya
perasaan seperti apa itu ?
awas saja lho daf jika menyakiti Rara lagi tak jitak otak mu agar waras 😀
lama ya Thor up nya