NovelToon NovelToon
Duda Gunung Es Dan Gadis Kecil Kesayangan

Duda Gunung Es Dan Gadis Kecil Kesayangan

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Pena_Senja🧚‍♀️

Setelah istrinya meninggal karena sebuah kecelakaan mobil, Alkha Kim Junno seorang lelaki keturunan Korea Selatan, menjadi seorang yang sangat dingin kepada semua wanita. Sampai akhirnya dia dijodohkan dengan seorang wanita oleh mamanya, karena mamanya takut anaknya akan selamanya sendiri.

"Aku nggak mau nikah sama duda!!!" teriak Arabella Putri Jovanka, seorang gadis yang baru lulus kuliah, bahkan belum dapat pekerjaan. Dia adalah wanita yang akan dijodohkan dengan Alkha. Seorang gadis ceria, optimis, dan memiliki rasa percaya diri diatas rata-rata, juga keras kepala.

Akan tetapi, setelah melihat ketampanan Alkha. Gadis kecil itu langsung berubah pikiran. Pasalnya, Alkha adalah lelaki yang dia cintai setelah pertemuannya di sebuah club malam.
Ara jatuh cinta pada Alkha, pada pandangan pertama. Alkha adalah tipe lelaki idaman Ara.

Akankah Ara bisa mencairkan gunung es yang bisa bernafas itu?

Terus dukung author ya 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Senja🧚‍♀️, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Pertunangan Batal

"Kamu bisa nggak lebih dewasa sedikit?" tanya Alkha dan tentunya membuat Ara tersentak.

"Dia yang mulai duluan, aku cuma balas aja," Ara sedikit kecewa kepada Alkha.

Alasan Alkha kenapa dia menolong Vanya ialah, karena dia tahu seperti apa calon istrinya itu. Alkha tidak ingin Ara akan selalu bertingkah barbar hanya karena cemburu.

Alkha memapah Vanya ke sofa, Alkha juga memijit kaki Vanya yang katanya sakit. Dan itu membuat Ara kesal, dia lalu keluar gitu aja dari ruangan Alkha tanpa pamit. Ara yang kesal lalu pergi sendiri makan siang. Niat awal dia ingin ngajak Alkha tapi akhirnya dia memilih pergi sendiri.

Setelah beberapa menit Alkha menyadari kalau Ara sudah tidak ada di ruangannya. Alkha pun beranjak dan mencari-cari keberadaan Ara tapi dia tidak dapat menemukan Ara. Dia pergi ke parkiran dan tidak melihat mobil Ara. Alkha yakin kalau Ara sedang makan di luar.

"Van, kamu mending pulang dan istirahat!!" pinta Alkha, dia tidak mau Vanya terus-terusan ada kantornya. Selain menimbulkan gosip, itu juga akan membuat Ara semakin salah paham.

Vanya beralasan kalau dia tidak bisa jalan karena kakinya sakit. Alkha lalu meminta Yekti untuk memapah Vanya sampai ke mobil Vanya. Meskipun Alkha kasihan tapi dia tidak mau membuat keributan.

Alkha berkali-kali menelepon Ara tapi tidak dijawab oleh Ara, membuat Alkha semakin khawatir. Selama hampir sejam Alkha mondar mandir di depan kantornya. Dia terlihat sangat khawatir dan sesekali melihat ponselnya. Alkha masih berusaha menelepon Ara tapi masih belum diangkat juga oleh Ara.

"Kenapa bro gelisah amat?" tanya Reska yang baru balik ke kantor, dari makan siang di luar.

"Nunggu Arabella gue, dia pergi tanpa pamit tadi.." jawab Alkha masih fokus dengan ponselnya.

"Ah, kemana sih?" keluhnya setelah beberapa kali panggilannya tidak dijawab oleh Ara.

Tak lama kemudian sebuah mobil mewah berhenti di depan kantornya. Seorang lelaki keluar dari mobil itu dengan memapah seorang wanita yang tak lain adalah Ara. Alkha yang melihat bahwa lelaki itu adalah Barra maka kesal-lah dia. Dengan marah Alkha menarik tangan Ara yang sedang dipapah oleh Barra.

"Makasih pak Barra karena udah nganterin tunangan saya.." ucap Alkha dengan kesal. Alkha sengaja menyebut Ara tunangannya supaya Barra sadar diri kalau wanita itu sudah ada yang punya.

"Nggak masalah pak Alkha, tadi Ara ham-"

"Sekali lagi makasih," Alkha memotong ucapan Barra lalu dengan sedikit marah dia menarik Ara masuk ke kantor. Alkha menarik Ara dengan sedikit kasar membuat kaki Ara kesakitan.

"Pelan-pelan om, kaki aku sakit!" erang Ara merasakan kakinya sangat sakit.

"Kamu darimana?" tanya Alkha sedikit marah.

"Makan. Kenapa nanya-nanya?" Ara yang masih kesal karena kejadian tadi bertanya dengan sewot.

"Kamu harus minta maaf sama Vanya!"

"Nggak akan!" Ara bersikeras menolak permintaan Alkha.

"Tolong dewasalah sedikit! Kalau kamu salah kamu harus mau mengakuinya dan minta maaf!"

"Tahu darimana kalau aku salah? Dari tante girang itu?" Ara tak habis pikir kenapa Alkha bisa lebih percaya kepada Vanya dibanding dirinya.

"Kalau kamu masih kayak gini, mendingan kita tunda aja pertunangan kita!" ucap Alkha, dan tentu saja membuat Ara tersentak. Seketika Ara menatap Alkha dengan amarah.

"Jadi kamu mau batalin pertunangan kita hanya demi mantan kamu?" Ara mulai marah

"Bukan gitu maksud aku, tapi karena kamu yang belum bisa berubah! Hanya karena cemburu kamu sampai lukai orang, setiap kali kamu marah kamu juga selalu pergi ke laki-laki lain. Aku butuh seorang istri yang setiap punya masalah dia akan bertahan dan cari solusi bersama, bukannya malah pergi ke laki-laki lain."

Ara kembali tersentak dengan ucapan Alkha. Dia mengakui kalau dia memang menjegal Vanya, tapi semua itu Vanya yang mulai duluan. Tapi Ara tidak bisa terima tuduhan Alkha, tentang dia yang mencari laki-laki lain saat ada masalah.

Faktanya, dia tidak sengaja bertemu dengan Barra. Tadi sewaktu Ara hendak menyebrang saat dia ingin ke taman, dari arah berlawanan melaju sebuah mobil dengan sangat kencang, dan hampir saja menabrak Ara. Beruntung Ara bisa cepat menghindar meskipun akhirnya terjatuh dan membuat lututnya terluka.

Ketika banyak orang yang sedang menolong Ara, diantaranya ada Barra yang saat itu penasaran dengan keramaian itu. Begitu melihat Ara yang kesakitan, Barra tentu saja secara refleks menolong Ara. Barra mengantar Ara ke rumah sakit dan ke kantor, meninggalkan mobilnya di parkiran dekat taman.

"Dan wanita itu bukan aku, gitu kan maksud kamu?" ucap Ara dengan hati yang kecewa, bahkan Ara hampir tidak bisa menahan air matanya.

"Oke, kalau itu memang mau kamu, mulai saat ini, jangan pernah ganggu satu sama lain. Hubungan antara kita hanya sebatas atasan dan bawahan. Sesuai keinginan kamu, kita batalin pertunangan kita, karena aku nggak akan pernah minta maaf sama tante itu." ucap Ara dengan air mata yang hampir saja tidak bisa di bendung. Ara dengan langkah berat masuk ke dalam ruangannya, dan berusaha menahan air matanya.

Alkha yang saat itu memang sedang cemburu dan marah membiarkan Ara begitu saja. Apa yang membuat Alkha marah ialah, karena dia cemburu kepada Barra. Alkha kecewa, karena sebelumnya dia sangat khawatir dengan Ara, tapi ternyata orang yang dia khawatirin justru bersama pria lain.

Semenatara setelah sampai di ruangannya, barulah Ara menangis tanpa kendali. Dia tidak menyangka kalau Alkha akan berkata seperti tadi. Bukankah seharusnya yang marah itu Ara, karena Alkha lebih percaya dengan Vanya sebelumnya, dibanding dengan dirinya.

"Kenapa sakit banget yak?" gumam Ara seorang diri sembari memegangi dadanya yang terasa sangat sakit.

Ara lalu menghubungi orang tuanya, untuk membatalkan acara pertunangannya. Ara juga bilang kalau itu semua sudah di sepakati oleh dirinya dan Alkha. Meskipun mamanya sangat terkejut dengan keputusan yang mendadak itu, sementara semua sudah disiapkan.

Baru sejak saat itu, Ara sadar kalau dia dan Alkha, adalah sesuatu hal yang tidak akan pernah bisa bersatu. Ara menyadari jika ternyata selama ini cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.

"Harusnya dari awal gue sadar, kalau cinta tidak akan pernah bisa dipaksa." gumamnya bersamaan dengan air matanya yang jatuh.

"Dan kali ini, gue harus benar-benar lupain dia. Gue memang cinta sama dia, tapi bukan berarti dia bisa sakitin hati gue berkali-kali."

"Semangat Arabella, lo pasti bisa." Ara menyoba menyemangati dirinya sendiri.

1
Sandrina Dalila
suka
hanhan
kalo gue jd Ara mending cari yg lain.. drpd SM Alkha.. udh jelas jelas punya penyakit itu,kalo marah g bs ngendaliin..gmn nti udh jd bininya dy
Siti Mariyam
keren
🌻Ruby Kejora
Karyanya bagus kak, ⭐⭐⭐⭐⭐
Erlinda
aq pikir si Ara pintar dan punya sikap .ternyata goblok. muak aq membacanya
Erlinda
lagi lagi alkha bikin kesalan gara gara mantan nya udah Ara tinggalin aja tuh si duda ngapain mau sama lelaki yg ga punya sikap dan plin plan kayak alkha
Eli Martini
kalau hanya temen kenapa sampai ngabaikan istri ,
Raning Raning
bagus keren
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "benih yang tak dianggap" makasih kak🙏
total 1 replies
Lina Maulina Bintang Libra
dasar goblok so Reska mlh ngundang vanca bodoh loh reska
Lina Maulina Bintang Libra
harusnya kmu cari tau dulu n knp g crga am mntn kmu itu
Lina Maulina Bintang Libra
hmm berarti yg buat si Adele meninggal si vanya
Lina Maulina Bintang Libra
🤣🤣🤣 cocok panggilan nya
Lina Maulina Bintang Libra
bagus LBH baik ngmng jujur ktmbng d pendam aplg maluw meong
Lina Maulina Bintang Libra
anak kecil awas bucin entar
Lina Maulina Bintang Libra
ini yg g ska am cwe yg ska ngejulitin tanpa alasan yg jelas
Ninih Setianih
Ara gemesin ...
Defi
keren
HARTIN MARLIN
Good Alfa 👍👍 kamu cerdik,selamat ya pernikahan kalian
HARTIN MARLIN
jangan mau bekerja sama dengan Vanya nanti kamu akan menyesal
HARTIN MARLIN
jangan gengsi kalau masih cinta lebih baik,baikkan aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!