NovelToon NovelToon
ASTRALAKSANA

ASTRALAKSANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy
Popularitas:200
Nilai: 5
Nama Author: Im Astiyy_12

Sedikit tentang Arderos, geng motor dengan 172 kepala di dalamnya. Geng yang menjunjung tinggi solidaritas, pertemanan, dan persaudaraan di atas segalanya. Sama seperti slogan mereka yang berbunyi "Life in solidarity, solidarity for life." Kuat dan tangguh itulah mereka. Selain itu makna logo Arderos juga tak kalah keren dari slogannya.

• Sayap, yang memiliki simbol kebebasan, kekuatan, dan kecepatan. Bisa juga mewakili perlindungan atau penjagaan.
• Pedang, simbol kekuatan, keberanian, dan ketegasan.

Semua elemen itu saling melengkapi, dan tak akan lengkap jika salah satunya hilang. Sama halnya dengan Arderos yang tidak akan lengkap jika tak bersama.

"Solidaritas tanpa syarat, persaudaraan tanpa batas!"

"Riding bebas, tapi jangan kebablasan!"

Dengan lima pilar utama yang menjadikan pondasi itu kokoh. Guna mempertahankan rumah mereka dari segala macam badai.

Akankah lima pilar itu bisa bertahan hingga akhir tanpa luka atau kehilangan?.

~novel yang ku pindah dari wp ke sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Im Astiyy_12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia

THE ETERNALLY : our home

Happy reading...

...Semua yang ada di dunia ini tak bisa bertahan hidup sendiri. Lantas, bagaimana dengan diriku yang kau tinggalkan bersama luka?....

...~Astralaksana~...

.......

.......

.......

...⭐🎻🎻⭐...

Sore harinya hujan mulai turun, membasahi permukaan bumi yang kering. Langit biru cerah yang sebelumnya menghiasi cakrawala kini perlahan tertutup oleh lapisan awan hitam yang mengumpul.

Awan gelap itu akhirnya melepaskan beban yang telah mereka kumpulkan sejak lama, bersama hujan yang mulai turun dengan derasnya.

Aroma petrikor yang khas tercium di udara, membawa ketenangan dan kesegaran. Bau tanah yang basah serta daun-daun yang menari dalam hujan menciptakan suasana yang damai. Suara tetesan air hujan yang jatuh ke tanah dan atap rumah menambah kesan yang menenangkan.

Hujan sore ini membawa perubahan pada kota, membersihkan udara dan memberikan kesejukan. Di tengah hiruk pikuk kehidupan, hujan ini menjadi pengingat akan keindahan alam yang sederhana namun penuh makna.

Seorang pemuda duduk di teras dengan wajah datar, menatap rintik hujan tanpa minat.

Jaya datang lalu duduk di sebelahnya, meletakkan secangkir teh hangat di meja. "Maaf soal tadi siang," ucapnya memulai pembicaraan.

Pemuda itu hanya mengangguk kecil, keduanya sama sama membisu , menikmati rintik hujan yang turun perlahan dari sang cakrawala.

"Bukanya Lo nggak suka hujan?"

"Nggak suka bukan berarti benci," balas Astra.

"Jadi lo suka hujan?"

"Nggak benci bukan berarti suka."

"Teruss? Apa dong?"

"Hanya sebagai penikmat," balas Astra singkat, sedangkan Jaya hanya menganggukan kepalanya.

"Penikmat hujan.." gumam Jaya mengulangi, sambil menyeruput teh hangatnya.

" WOYY TRA, JAY. MASUK, MIE NYA UDAH MATENG INI," seru Arka dari dalam markas, mau tak mau mereka beranjak dari halaman belakang masuk kedalam markas.

...⭐🎻🎻⭐...

"Bang, anterin gue ke minimarket yukk," ucap Calya menarik narik lengan baju yang dikenakan abangnya.

"Hmm, bentar," balasnya masih sibuk dengan game onlinenya.

"Ayoo, bangg! cemilan Cal udah habis, terus di kulkas juga nggak ada apa apa. Calya laper taukk!" ujar Calya mulai kesal karena abangnya itu tak kunjung bergerak dari tempatnya duduk.

Pemuda tampan itu menarik nafas dalam, "Iya, iya, Bawell," ucapnya mengacak rambut Calya. Membuat sang adik menggeram kesal. "ABANGGGG!!"

Astra tertawa di dalam mobilnya, setelah berhasil menjahili adiknya. Menurutnya itu adalah hal yang paling menyenangkan.

Calya masuk kedalam mobil dengan ekspresi kesal yang masih ketara di wajahnya, tangan menyilang di dada dengan Pipi yang menggembung. "Dasar abang reseeee!!. " serunya menaboki lengan Astra dengan kekuatan penuh.

plakk..plak..plak

"A... a... udah-udah lengan gue mati rasa Call."

"Buruu cari makan, Calya laperr!"

"Iya, ya tuan Putri," ucapnya lalu mulai menjalankan mobilnya.

Astra si pemuda dingin dan irit bicara itu juga seorang abang. Dia tak ingin karena sifatnya itu dapat membuat sang adik kehilangan sosok abang impiannya.

Banyak di luar sana para kaka laki laki yang tidak bisa mengungkapkan rasa sayangnya pada sang adik, karena terhalang gengsi yang besar. Berakhir sang adik hanya memiliki kakak tapi tidak dengan sosok dan perannya. Karena terlalu asing.

Setelah kenyang dengan urusan perut, dan camilan juga susah di dapat. Astra melajukan mobilnya kembali ke rumah, "Masuk sana, gue mau ke markas."

"Hoammm...okeyy," balasnya, rasa kantuk sudah menyerang gadis cantik itu.

"Jangan begadang," peringatnya sebelum keluar lagi dari gerbang, Calya hanya menunjukkan jempol tangannya sebelum masuk ke dalam rumah.

...****************...

Astra sampai ke sebuah kontrakan minimalis.

Seseorang yang tadi menelfonnya sedang duduk di teras dengan nikotin di tangannya. "Tumben lo nyebat? Ada masalah?" tanya Astra todo point, lalu duduk di sebelahnya, mengambil sebatang nikotin dan menyalakannya.

Bumi menghembuskan asap dari mulutnya, matanya sedikit terpejam menikmati sensasi nikotin. "Nggak, cuma lagi pengen aja," jawabnya datar.

Astra mengangkat alis, tidak percaya. "Gak percaya gue, pasti gara-gara si tua bangka itu kan?" tuduhnya.

Bumi hanya menggelengkan kepala, panggilan temannya itu tak pernah berubah sejak dulu, "Bokap gue itu."

"Mana gue peduli," Astra menggedikan bahunya acuh lalu menghembuskan asap rokoknya, " Btw Lo mau tidur di sini?" Sambungnya.

"Nggak tra, gue tidur di kolong jembatan!" balasnya dengan nada sarkas.

"Haha... lawakan lo nggak lucu."

"Udah tau gue di sini, ya tidur di sini lah," katanya malas.

"Basa basi dikit, anjimm!"

Percakapan Ketika dua orang yang sama-sama datar dan irit bicara bertemu, sama sama tak ada ekspresi di wajah mereka.

...⭐🎻🎻⭐...

Seperti hari hari biasanya, Astra melajukan motornya dengan sang adik yang berada di boncengan motornya.

"Bang, Vio nggak lo jemput?" ucap Calya sedikit keras agar Astra bisa mendengar suaranya.

"Sama supir," balasnya, lalu tak ada lagi perbincangan sampai mereka tiba di parkiran Asa Buana. Di sana juga para inti Arderos sudah menunggu mereka.

"Pagi boss, neng Calyaa yang cantiknya nggak ada obat," ucap Satya sedikit menggoda adik Sang ketua.

Astra menatap tajam satya, "Berani Lo goda adik gue?

"E-eh, nggak bos, kelepasan hehe," ucapnya sedikit merinding. "Kaga lagi-lagi gue goda Calya, pawangnya serem euyy." gumamnya lirih namun masih terdengar oleh Arka dan Jaya.

"Makanya, lihat dulu siapa yg Lo goda bego!" balas Jaya sedikit berbisik.

"Salah dikit aja, pala lo langsung pisah dari tubuh," imbuh Arka yang di benarkan oleh mereka berdua.

" Haii, maaf, agak lama. Soalnya macet dikit tadi," ucap Vio sedikit terengah-engah karena berlari dari gerbang.

"Hai, Vi, nggak papa. Santai aja, lagipula belum bell." balas Kirana.

Calya dan Kirana langsung pergi ke kelasnya, begitu juga dengan kelima inti Arderos plus Vio.

"Pagi anak anak, eh- wahh ada angin apa nih? Tumben kalian masuk jam pelajaran saya?" ungkap Bu Zaya sedikit terkejut melihat keempat brandal Asa Buana masuk di jam pelajarannya. Biasanya mereka hanya masuk jika ketahuan bolos pak Nurdin.

"Lagi kangen sama Bu zaya soalnya," ujar Satya pada guru paling muda di Asa Buana.

"Dasar kamu, tugas dari ibu udah kalian kerjakan?

"Kalau sudah, silahkan kumpulkan. Dan yang belum silahkan berdiri di depan papan tulis," sambung Bu Zaya menatap seluruh anak muridnya.

Satu persatu mereka mulai mengumpulkan tugasnya di meja, dan kini hanya tersisa empat muridnya yang belum mengumpulkan tugas.

"Astraa, Satyaa, Arkaa, dan Jayaa, mana tugas kalian?" Bu Zaya memanggil nama mereka dengan nada, lalu tersenyum menyeramkan kalau kata Arka haha.

"Eemm..lupa bu hehe," cicit Astra, membuat Bu Zaya memejamkan matanya menahan amarah.

Bu zaya memejamkan matanya menahan amarah, lalu tersenyum paksa, "Cepat berdiri di depan, tangan di telinga, kaki kanan di angkat. Sampai!, jam pelajaran saya selesai!" ucapnya mengarahkan mereka berempat dengan isyarat matanya.

Mungkin bagi mereka berempat ini adalah hal yang sial. Tapi untuk para siswi yang berada si kelas itu, ini merupakan sesuatu yang selalu mereka tunggu tunggu.

Memandang wajah rupawan para inti Arderos meski minus Bumi sudah membuat mata mereka melek tak mengantuk saat Bu Zaya menjelaskan.

Bell istirahat menggema ke seluruh penjuru SMA Asa Buana. Bertepatan dengan selesainya hukuman keempat pemuda tampan itu.

"Anjim, pegel banget tangan gue," keluh Arka memijat lenganya yang pegal.

"Bu Zaya ngasih hukuman nggak main main, meding lari keliling lapangan sumpah. Daripada berdiri di sono 2jm," imbuh Satya yang sedang meluruskan kakinya.

"Makanya kalo ada tugas di kerjain," ujar Bumi tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang berada di tangannya.

.......

........

.........

...⭐🎻🎻⭐...

...Maaf ya segini dulu lagi buntu banget otak ayii😭...

...Love ayii yang mau makan ^~^...

...Jangan lupa makan dan bahagia ya kalian. Kata Bumi gitu tapi dia gengsi, makanya Ayii yang sampein....

1
KHAI SENPAI
sok cantik 😭
Nischaaa_
lu belum muncul lu bukan ubi kan??!
Nischaaa_: biasa ... trauma
total 2 replies
Nischaaa_
Gue kira Taehyun ternyata Soobin tohhh😭
ChocoMint!: samaaa aku jugaaaa😭
total 3 replies
Nischaaa_
astaga ... Sagara dan Aksara. Dua nama itu ....
Nischaaa_
INI NYELEKIT NYA YANG LANGSUNG BIKIN SEMUA BADAN GUE MERINDING ANJING😭
Nischaaa_: ohh enggak-enggak, aku cuma iya sedikit ... hehe, tapi aku memaklumi jika sudah lulus kontrak
total 6 replies
Nischaaa_
suka banget narasi kamu 😭
ChocoMint!: terimakasih, aku seneng dengernya 😭💞
total 1 replies
Nischaaa_
namanya agak sulit dibaca yah ...
ChocoMint!: kalo sering di baca pasti nanti terbiasa, mudah kok😊🙄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!