Aleta merasa dunia tidak berpihak padanya. Banyak masalah terus menimpanya, dari kehilangan sang Ayah tercinta hingga kehilangan tunangannya , yang direbut oleh orang terdekatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. Pengakuan Kartika
Kartika kini terduduk di sofa yang ada di ruang tamu seperti terdakwa. Di hadapannya ada suaminya, Bastian yang memandangnya dengan penuh amarah bercampur kecewa.
Sementara itu , Bu Erna juga terlihat kecewa , tapi ia dan Pak Arpan masih menunggu kejelasan dari menantunya itu .
" Katakan yang sebenarnya Tika, kamu tidak usah berbohong lagi ". Bastian bertanya sambil menahan amarahnya.
" Aku tidak ber.....". Kartika tidak berani mengangkat wajahnya, kedua tangannya saling meremas , ia sendirian di hakimi oleh tiga orang yang membuat nyalinya bertambah ciut , di tambah kebohongannya yang sudah terbongkar. Rasanya Kartika ingin kabur saja dari rumah itu.
" Bukti sudah ada pun kamu masih mau menyangkal Tik ?". Bastian mengeram...suaranya meninggi.
" Sabar Bas ". ucap Bu Erna menenangkan putranya .ia takut Bastian akan kalap dan melukai Kartika.
" Sabar apanya Bu , aku sudah kasih kesempatan dia buat jujur , tapi apa ....dia malah mau mencoba berbohong lagi , bagaimana aku tidak marah Bu ".
" Ma....maaf Mas ". cicit Kartika.
" Maaf ???". ucap Bastian , mengulang perkataan Kartika. " Kamu minta maaf atas kesalahan yang mana Kartika ?". Karena menurut Bastian , kesalahan Kartika itu banyak sekali.
Dari merayunya , menjebaknya sampai berbohong tentang kehamilannya. Bastian merasa dirinya adalah korban, padahal imannya yang lemah , ia pun menyambut godaan dari Kartika bahkan menikmatinya.
" Maaf karena aku telah berbohong , aku memang tidak sedang hamil....tapi semua ide dari Mama , Mas ".
" Hah ". Bu Erna sampai menutup mulutnya, sedangkan Pak Arpan hanya menggelengkan kepalanya, mereka berdua tak habis pikir , kok ada seorang ibu yang menjerumuskan anaknya seperti itu.
Bastian meraup mukanya dengan kasar , " Jadi benar kamu tidak hamil Tik ?".
Kartika menggelengkan kepalanya, " Iya Mas , itu aku lakukan agar Mas Bastian mau menikahi aku ".
Bukan hanya Bastian , kedua orang tuanya juga ikut bersyukur , setidaknya tidak ada anak di luar nikah di antara Bastian dan Kartika.
" Apa menggodaku juga atas saran Mama Nur , Tik ?". Bastian akan memastikan
" Iya Mas , tapi awalnya aku memang sudah menyukai kamu Mas Bas , Mama hanya membantu memberikan ide saja Mas ". Kali ini Kartika sudah berani mengangkat wajahnya.
" Tetap saja itu salah Tika , aku tunangan adik kamu ".
" Tapi kan Mas Bastiannya tidak menolak aku ".
" Arrrgggghhhh ". Ucapan Kartika memang benar, Bastian menyambut kehadiran Kartika dengan tangan terbuka.
" Maaf, aku juga bersalah, tapi namanya kucing di sodori ikan terus ya tidak bisa tahan ". ucap Bastian lirih , seakan masih menyalahkan Kartika.
Tiba - tiba Kartika bangun dari duduknya, ia bersimpuh di kaki Bastian dengan memeluk kaki suaminya itu.
" Tolong jangan ceraikan aku Mas , aku benar - benar mencintai kamu, aku janji akan jadi istri yang baik buat kamu Mas , Bu....Pak....tolongin Tika ". Kartika memelas , menangis tersedu.
" Tidak, aku akan tetap ..." ucapan Bastian langsung di potong oleh Pak Arpan.
" Bastian !!!!..... jangan ambil keputusan ketika kamu sedang marah , mau bagaimanapun Kartika sudah menjadi istri kamu Bas , pernikahan bukan untuk main - main ". Pak Arpan yang sedari tadi diam akhirnya bersuara....beliau tidak ingin anaknya mengucapkan kata cerai dengan mudahnya tanpa berfikir dengan matang.
Pak Arpan kembali melanjutkan ucapannya , " Di sini bukan hanya Kartika yang salah , tapi kalian bedua ....jadi bertanggung jawablah , jangan menambah dosa kalian ".
" Kamu Bas , sebagai suami.. bimbinglah istri kamu agar menjadi istri yang baik , jika kamu sudah tidak sanggup atau Kartika nya yang tidak bisa di tuntun, maka baru kamu kembalikan ke orang tuanya secara baik - baik pula , seperti saat kamu meminangnya ".
" Benar kata kata Bapak kamu Bas , apa kamu pikir dengan menceraikan Kartika, kamu bisa kembali pada Aleta , tidak Bas.....gadis itu terlalu dalam kamu lukai ". tambah Bu Erna.
Bastian terdiam, semua ucapan kedua orang tuanya memang benar .
" Massssss , jangan ya Mas ".
" Baiklah , kita mulai dari awal , tapi kamu jangan berulah lagi atau sampai mengganggu Aleta , cukup sudah kita menyakitinya ".
" Iya Mas , aku janji ".
Malam ini entah mengapa hati Bastian merasa lega....amarahnya pun mereda , beruntung kedua orang tuanya menghentikan dirinya mengucapkan kata cerai pada istrinya.
*
*
" Et dah , main masuk aja nih bocah...kamu datang kemari berarti sudah dapat informasinya kan Bi ?". Elang menatap remeh pada Bian , detektif yang ia bayar untuk mencari informasi tentang Aleta, dan laki - laki itu adalah sahabat baiknya.
" Sudah dong, begitu aja mah kecil buat aku.....Bian itu bukan detektif kaleng - kaleng....makanya bayarannya harus tinggi loh El ". Bian duduk di sofa dengan menyilangkan kakinya.
Elang mendekat lalu menendang kaki Bian. " Kalau aku enggak mau bayar gimana, utang kamu sama aku masih banyak Bi ".
" Dih , Bos kok perhitungan banget sama rakyat jelata , masa mau gratisan , jangan kaya Bos kere dong El ".
" Iya iya aku bayar , mana laporannya , sini !".
" Sabar apa , itu ....apa enggak sekalian saja hutang aku di anggap lunas El , sedekah buat anak yatim pahalanya besar loh El ".
" Maunya.....utang itu di bayar Bi , jangan buat alesan anak yatim , harta kamu melimpah, kamu juga bukan detektif kere kan Bi ". Elang membalas ucapan Bian.
" Sialan kamu El ". " Nih kamu lihat sendiri, semuanya ada di situ ".
" Tunggu , kamu mau minum apa Bi ?".
" Minuman yang dingin, sekalian makan juga ya ".
" Iya ".
Elang menelpon Aleta untuk membawakan minuman dan makanan buat Bian.
Dengan telaten, Elang membaca semua informasi yang di berikan oleh Bian. sedangkan Bian asik bermain Hp.....hingga.....
Aleta masuk, setelah mengetuk pintu.
" Pak Elang , ini pesanannya ".
" Busyet.....bidadari ya ?". Bian langsung berdiri menghampiri Aleta , tadi dia tidak melihat Aleta di meja kerjanya karena sedang berada di ruangan Bayu...makanya tadi Bian main nyelonong saja.
" Apa ?" ucap Aleta kaget.
" Keluar Aleta, jangan hiraukan orang gila satu ini ".
Karena takut , Aleta pun langsung keluar setelah meletakkan yang dia pegang tadi.
Bian berusaha mengejar , tapi Elang menarik baju Bian dengan kuat .
Bersambung....
********