NovelToon NovelToon
NISKALA

NISKALA

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Action / Persahabatan / Light Novel / Sci-Fi
Popularitas:90
Nilai: 5
Nama Author: Kazennn

Bercerita tentang mahasiswa yang melakukan KKN disebuah desa dengan banyak keanehan. Banyak hal yang terjadi sampai membuat kami mendapatkan banyak masalah yang tidak masuk akal. Namun perlahan kami beradaptasi dan nantinya membongkar misteri dari desa tersebut. Kira-kira misteri apa saja itu. Ini adalah cerita fantasy persahabatan yang menakjukan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kazennn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akhir Permainan & Mimpi Aneh

Permainan jadi semakin seru, para penonton semakin meriah, mereka benar-benar menikmatinya tapi tidak dengan ku yang khawatir lalu saat itu lah aku melihat beberapa teman-teman ku begitu senang. Aku tidak paham dengan mereka, padahal bagiku ini adalah sesuatu yang aneh dan diluar nalar tapi mereka biasa saja—seperti tidak terjadi apa-apa.

“Ayo kita lanjut pada permainan selanjutnya” bicara Fatin lalu teman-teman ku menaggapinya dengan semangat.

Beberapa saat kemudian arena pun kembali berubah, artinya permainan selanjutnya akan segera dimulai. Deta pun mengumumkannya dengan lantang.

“Permainan selanjutnya adalah Lomba Bola Gotong” ucapnya. Karena kemenangan sebelumnya akhirnya teman-teman ku pun makin bersemangat dan percaya diri. Mereka langsung mengajukan diri untuk ikut bermain.

“Zee, bagaimana keadaanmu?” tanya Putra

“Aman kok, sudah lebih baik” jawab Zee yang baru kembali bersama Dila dan Sri.

“Baiklah teman-teman, mari lakukan ini” ucap Fatin lalu berjalan memasuki arena memimpin teman-temanya. Namun karena pemainya itu hanya perempuan sehingga aku gak ikut

“Ayo kamu juga ikut” ucap Putra

“Eh, tapi bukanya perempuan aj—“ balas ku tapi Putr menarik tangan ku

“Jangan diam-diam aja, dukung teman-teman kita” katanya lalu aku pun sempat merenung. Saat itu aku melihat mereka begitu gigih dan antusias sehingga membuat ku jadi sadar bahwa aku juga harus seperti itu. Aku pun tersenyum kembali lalu mendukung teman-teman ku yang sedang berlomba.

“Semangat!!!” teriak Anwar lalu Zee yang sedang merekam jadi terkejut

“Hhehe” Anwar cengir

Beralih kelapangan dimana permainannya akan segera dimulai, penonton pun tegang, Fatin, Eni, Wati, Tian, Sulis, Dila, dan Ruka—mereka lah yang mengikuti lombanya. Ketika hitungan mundur dimulai, Eni pun berlari sangat kencang mengambil bolanya.

“Enii”

“Semangat teman-teman”

“STT jangan mau kalah”

“Yaahh...lariii”

Teriakan dan sorakan penonton membuat seluruh arena bergemuruh. Kebetulan ada 5 tim sekaligus yang berlomba sehingga arena pun kelihatan lebih padat. Permainan kali ini mungkin adalah permainan yang paling adil bagi kami karena murni memerlukan kemampuan dan keterampilan setiap pemain. Selain itu tidak akan ada celah untuk bermain curang karena banyak pasang mata yang melihat kedalam arena.

Beberapa saat kemudian permainan pun berakhir dengan kemenangan Tim STT, sementara itu kami hanya berhasil mendapatkan peringkat ketiga. Tapi meskipun begitu teman-teman ku sama sekali tidak sedih ataupun kecewa. Justru sebaliknya mereka sangat senang dan merayakanya bersama-sama. Orang-orang yang melihatnya pun merasa heran, bahkan Agus juga kebingungan kenapa Ruka tersenyum dengan hangat kearahnya. Hal yang sama juga dialami oleh Deta, pemuda tersebut terdiam memperhatikan suasana yang penuh kehangatan itu.

Kemudian tibalah pada permainan terakhir yaitu tiup gelas. Ini adalah lomba penentuan, siapapun yang berhasil menjadi pemenangnya maka permainan akan selesai. Dengan begitu perhitungan point akhir antara Tim STT vs Tim Mahasiswa akan dilakukan untuk menentukan juara yang sesungguhnya. Saat itu semua tim sudah bersiap untuk melakukan lombanya lalu ketika hitungan mundur selesai, Ruka dan teman-temannya sama sekali tidak bergerak. Mereka  diam digaris start sementara itu tim yang lain sudah bergerak jauh meninggalkan mereka.

“Hahah aku menang” seru Deta

“Sudah ku duga, kami jauh lebih hebat dari kalian”

“Aku lebih hebat dari teman-teman kakak” ucapnya kepada Fatin namun gadis itu hanya diam saja. Deta pun bersama tim STT bersorak merayakan kemenangan mereka namun tiba-tiba saja arena berubah. Sebuah layar besar muncul lalu dari layar itu muncul gambar-gambar dan rekaman Tim STT yang melakukan kecurangan hampir disetiap permainan, seperti memakai alat bantu, mengubah juknis ditengah permainan, dan berkomunikasi dengan orang luar ketika permainan sedang berlangsung. Tim STT pun seketika terdiam melihat semua itu, mereka tidak bisa mengelak karena semuanya sangat jelas. Beberapa penonton juga melihatnya sehingga mereka jadi malu.

“B-bagaimana caranya” gagap Agus lalu Anwar pun berteriak kencang

“Curang...curang...STT curang” suaranya makin keras dibarengi dengan Eni lalu seluruh arena pun menghilang dan sekitar mereka kembali seperti semula.

“Batal...semua permainannya batal” kata Ikon

“Woohhh...” sahur Tian lalu Fatin yang melihat itu pun berlari memeluk teman-temanya.

“Berhasil ka, kamu berhasil” ucapnya setelah memeluk Ruka

“Heheh iyah dong” balas Ruka

“Jadi semua ini karena kamu yah Ruka, wah hebat banget” puji Tian

“Jangan-jangan pas kamu diam tadi yah”

“Yaps betul sekali, dari awal aku sudah curiga dan sadar kalau Tim STT melakukan kecurangan, namun aku menunggu waktu yang tepat untuk membongkarnya” tutur Ruka

“Hee jadi karena itu lah diakhir-akhir permainan kalian jadi lebih happy yah”  ujar Tian

“Umm” balas Ruka mengangguk lalu pandangan mereka menuju Tim STT yang hanya bisa diam dan tertunduk malu dihadapan banyak orang.

“Haha, kalah telak yah—lebih tepatnya ketahuan” bicara seorang pemuda sudah tak asing, dia adalah Dirga.

“T-tidak mungkin, a-aku kalah—” ucap Deta yang sedikit tidak terima namun Dirga segera merangkul bahunya dan mengatakan “Sudah lah, ini bukan kekalahmu saja tapi kekalahan kita semua Tim STT” sambil melihat teman-temannya

Tapi tiba-tiba air mata pemuda itu terjatuh, dia menangis tersendu-sendu lalu Fatin yang melihatnya pun berjalan menghampirinya.

“Yah harus aku akui, kamu memang hebat Deta” ucapnya

“Tapi teman-teman ku lebih hebat, alasanya karena pengalaman. Kami lebih senior darimu” lanjutnya namun ucapan keren itu hanya membuat Deta jadi merengek

“Curang ah, kakak curang banget. Aku tetap tidak bisa menerimanya” gerutunya

“Eh ehh” Fatin sampai heran melihat sifat kekanak-kanaknya itu

“Padahal aku cuman ingin membuktikan pada kakak loh, kalau aku itu bisa—aku—aku menyukai kakak” ungkap Deta sehingga membuat banyak orang terkejut.

“Aku sangat mengagumi sifat kakak yang berani dan hebat mengatasi berbagai situasi” lanjutnya memuji Fatin tapi tiba-tiba Agus menariknya dan membawanya pergi.

“Makasih yah kak” ucap Deta berhenti sejenak tanpa menoleh lalu setelah itu kembali berjalan.

“Um sama-sama” balas Fatin lalu berbalik badan dan kembali kepada teman-temanya tapi tiba-tiba sesuatu terjadi. Seketika keadaan sekitar kami berubah, orang-orang berhenti bergerak dan udara diam seperti terkurung dalam sebuah ruangan. Saat itu seseorang berjalan dengan bebas, dia tak lain adalah Dirga.

“Selamat, sekali lagi kalian berhasil membuat ku kagum” ucapnya memuji kami

“Terima kasih pujiannya” balas Ruka

“Aku benar-benar tidak menyangka kalau kejadianya akan seperti ini tapi semuanya sudah terjadi. Sebagai ketua umum STT aku jadi merasa gak enak pada kalian” tutur pemuda itu

“Iyah, jadi terus terang aja apa yang ingin kamu bicarakan” celetuk Zee

Dirga tersenyum lalu mengucapkan permohonan maafnya kepada kami mahasiswa KKN. Lalu menyuruh temannya Agus juga melakukan hal yang sama.

“A-aku juga minta maaf karena sudah membuat kalian jadi—“ ucap Agus namun ucapanya itu dipotong oleh Ruka

“Kami memaafkan kalian kok, tapi tolong jangan meremehkan kami lagi yah” tukasnya sambil memejamkan satu matanya sehingga membuat Agus sempat tersipu malu.

Dan begitulah, permainan jayalah pun selesai dan kami berhasil melaluinya dengan baik. Walau sempat beberapa kejadian yang tak diinginkan terjadi seperti Nadin yang terluka tapi beruntung dia baik-baik saja karena Sulis cepat mengobatinya. Setelah itu kami semuanya pun kembali normal dan sepertinya tak ada warga yang menyadari kejadian aneh hari itu. Aku tidak tau, padahal sebenarnya jelas mereka juga ikut terbawa dan nonton langsung permainannya tapi ketika semuanya selesai—mereka sama sekali tidak mengingatnya.

Hal yang sama juga terjadi pada teman-teman ku, Anwar, Ikon, Dani, Eni, Sulis, dan Wati—mereka tidak mengingat kejadian dalam permainan. Bahkan saat ku ceritakan mereka sama sekali tidak mengerti. Aku tidak tau, kenapa hanya aku yang tidak melupakanya. Apa mungkin ada kekuatan aneh lain yang bisa menghapus ingatan seseorang tapi kenapa ingatan ku tidak ikut terhapus. Aku benar-benar masih belum paham dengan apa yang terjadi didesa ini. Untuk apa sebenarnya hal-hal aneh ini. Saat itu lah aku kembali mencatatnya melalui ponsel ku.

“Aku punya banyak pertanyaan tapi suatu saat nanti semua ini satu persatu akan terjawab” gumam ku

Kemudian setelah itu kami melanjutkan kegiatanya dengan pembagian hadiah dan juga kupon keberuntungan. Waktu itu aku kami sangat berharap bisa memenangkan satu saja hadiah yang ada didepan tapi ternyata tidak—diantara kami berlima belas yang memegang kupon tidak ada satupun yang beruntung nomornya disebut. Ternyata terlalu berharap itu lumayan sakit juga yah apalagi kalau harapanya gagal. Tapi yah mau bagaimana lagi. Mungkin memang bukan hari keberuntungan kami, ada orang lain yang lebih membutuhkan hadiahnya daripada kami.

Kemudian setelah itu teman-teman ku perempuan pulang kembali keposko lebih duluan. Sementara itu kami laki-lakinya masih harus merapikan kursi dan membersihkan sampah yang ada didalam tenda. Sebenarnya kami berniat untuk langsung membongkarnya tapi kepala desa melarang kami dan menyuruh kami untuk istirahat saja dulu. Beliau tau kalau kami pasti capek setelah melalui hari ini. Lalu kami pun juga pulang kembali ke posko.

“Huff” aku tidak tau tapi entah kenapa perasaan ku jadi sedikit lega namun tak lama. Aku pikir hal aneh untuk hari itu sudah berakhir tapi ternyata belum. Saat itu kami melihat sebuah mobil putih terparkir didepan posko.

“Mobil siapa itu?” tanya Anwar

“Maka ku tau, kan tadi kita sama-sama dilapangan jadi belum ada yang  kembali keposko” jawab Dani

“Mobil ku itu” bicara Ikon lalu Putra menepuk bahunya

“Sembarang aja kamu” ujarnya

Sementara itu aku hanya diam memperhatikannya dari jauh, namun karena penasaran kami pun tetap melanjutkan perjalanan lalu melihat seseorang yang bercahaya sedang duduk didepan posko kami. Cahaya itu begitu hangat dan seperti menarik kami untuk mendekatinya—lalu cahayanya terang dan makin terang sampai menyelimuti kami semua dan ketika membuka mata kembali kami sudah berada ditempat yang berbeda. Lagi dan lagi dunia lain yang aneh, namun kali ini berbeda. Perasaan ku bukan takut, kaget, khawatir atau perasaan-perasaan buruk lainnya melainkan perasaan yang aku rasakan adalah hangat dan tenang. Disekitar ku kosong, sejauh mata memandang tidak ada apapun, diatas hanya ada langit yang bersih dan dibawah kami air jernih yang tenang. Saat itu aku tidak bisa berkata-kata, semuanya begitu indah—pemandangan yang aku lihat sangat luar biasa sampai membuat kami hanya bisa kagum menikmatinya bahkan Ikon sampai ketiduran saking nyamanya.

Setelah itu aku melihat seorang pria dewasa berpakaian cerah yang sedang duduk disebuah bangku kecil lalu dihadapanya ada beberapa orang yang juga sedang duduk seperti memperhatikan pria tersebut dan selanjutnya beliau berdiri melihat lalu menghampiri kami. Dia lalu menyapa kami dengan senyuman yang sangat ramah, aku tidak tau tapi senyuman aneh itu membuat hati kami jadi tenang seperti air yang mengalir atau angin sepoi-sepoi ringan. Aku tidak terlalu ingat apa yang terjadi tapi aku ingat pria tersebut memberitahukan sesuatu, ilmu pengetahuan dan juga nasehat kepada kami lalu terakhir memberiku sebuah buku aneh yang bergambar dunia. Aku tidak terlalu paham tapi tetap menerimanya.

“Aku berikan buku ini padamu sebagai amanah, semoga kamu dan kalian semua jadi orang yang berhasil dimasa depan” ucap beliau lalu semuanya pun menghilang karena cahaya putih yang bersinar sangat terang. Ketika membuka mata kembali aku sudah berada ditempat yang berbeda yaitu didalam posko.

“Nal...Enal” panggil teman ku Sri dan Dila

“Bangun, sholat..” sambungnya lalu aku pun bangun dari tidur ku dan melihat teman-teman ku yang sedang berkumpul. Aku mencoba mengingat apa yang terjadi, namun sepertinya itu cuman mimpi lalu aku beranjak dari kasur ku dan pergi mencuci muka dan setelah itu melaksanakan sholat shubuh.

“Mimpi yang aneh” gumam ku lalu melihat sebuah buku yang sama seperti yang aku dapatkan dalam mimpi ku.

“Huh?” aku sempat terkejut lalu mengambil buku tersebut dan selanjutnya tersenyum. Aku lalu bergumam, “Aku tidak tau mimpi kah atau kenyataan tapi rasanya merepotkan—atau mimpi yang jadi kenyataan” aku diam termenung dan memikirkannya.

 

***

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!