Ricky Airlangga Hartama adalah anak kelima dari pengusaha sukses keluarga Hartama. Dia adalah Leader dari geng punk yg memiliki lima anggota dan ditakuti di seluruh kalangan baik pengusaha ataupun anggota gangster dan mafia di seluruh dunia. Dia tidak pernah memandang status dan usia pada orang yang akan dibunuh jika mereka mengusik dan mengganggu apa yang menjadi milik dan kesenangannya
Yuli Ramadhani adalah cewek humoris yang pandai bergaul dan memiliki banyak teman dia anak dari keluarga sederhana yang memiliki pekerjaan paruh waktu disebuah restoran .
Hingga akhirnya pertemuan yang tak terduga antara mereka pun terjadi
akankah tumbuh rasa cinta diantara keduanya?
Jangan lupa follow Ig author @wachyuni_17
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cewek Pemberani
Bryan Masih berada di rumah Yuli dan melihat ekspresi sahabatnya itu sedih ketika bundanya bilang kecewa padanya. dia memang selalu ingin membuat bunda bahagia dengan cara apapun dan akan menuruti semua keinginannya tapi untuk pekerjaan paruh waktu itu Yuli tidak bisa mengabulkan permintaan nya.
"Gak apa-apa Bun bekerja sambil sekolah kan dia juga bisa dapat pengalaman nanti juga kalau dia kuliah akan magang juga jadi dia tidak akan bingung ketika itu". kata Bryan menenangkan nya sambil tersenyum
"ya sudah bunda mengizinkan kami tapi ingat harus jaga diri jangan sampai kamu melakukan hal yang bisa merugikan diri kamu sendiri". kata bunda menasihati anaknya itu
"iya Bun Yuli akan jaga diri dan jaga jarak sama lelaki yang berusaha mendekati". kata nya sambil mengedipkan matanya
"ya bukan gitu juga Yul. Kalau seperti itu kamu bisa jadi jomblo seumur hidup dong". kata bunda
mereka pun tertawa mendengar perkataan itu dan suasana rumah itu menjadi penuh dengan canda tawa mereka bertiga.
"bunda tentang kalau gak ada yang mau sama Yuli kan masih ada Bryan dan Galang. iya kan Bray?". tanya Yuli sambil senyum-senyum menggoda
"gue mana mau sama Lo cewek yang gak suka dandan dan belanja tapi sukanya berkelahi Mulu". celoteh Bryan menggodanya
"yakin Lo gak mau sama gue Bray. Awas menyesal Lo nanti". jawab Yuli dengan menaik turun kan alisnya
"gue yakin sejuta persen". kata Bryan dan mereka pun tertawa mendengar nya.
"gue pulang dulu Yul besok sekolah gue antar jemput Lo sesuai kata Galang tadi dan Lo dilarang untuk menolaknya"kata Bryan
dan Yuli menjawab Hanya dengan anggukan dia tidak bisa membantah karena takut sudah mendapatkan ancaman kalau Bryan bisa bilang ke bunda nya kalau dia sedang berurusan dengan leader gila itu bisa khawatir bunda.
Bryan sudah pergi meninggalkan rumah Yuli dan sekarang Yuli sedang berada di kamarnya untuk belajar supaya bisa tetap mempertahankan nilai nya walaupun Yuli tergolong murid yang biasa saja namun dia tidak ingin mengecewakan bundanya itu.
"Si biang kerok bikin gue gak bisa bebas sekarang karena harus di antar jemput Sam Bryan. Tapi pasti gak mungkin juga kali ketemu dengan nya secara dia kan orang yang sibuk membunuh". gumam Yuli
******
rumah Rere hari ini ramai sekali karena para sahabatnya memilih menginap disana.
para pelayan pun sibuk mempersiapkan makan malam untuk mereka.
"Jangan sampai ada kesalahan sedikit pun dalam hidangan makanan kita karena ini pertama kalinya tuan Ricky makan malam di sini". kata sang kepala pelayan
kehadiran Ricky membuat orang yang berada di sekitar nya merasa tegang apalagi Aura mematikan yang dia bawah sungguh kuat sekali.
mereka sudah berada di meja makan menunggu hidangan yang sedang dipersiapkan untuk makan malam hari ini.
"Re Lo gak panggil Kikan untuk makan malam bersama kita". tanya Ken
"bibik sudah memanggil nya tadi". jawab Rere singkat
"mungkin dia sedang berdandan karena di sini ada Ipank cowok yang dia sukai". kata Ricky dengan seringai tipisnya
mereka memang tahu kalau Kikan suka dengan Ipank tapi sepertinya dia menutup perasaannya itu dan bertingkah biasa saja. Dan itu membuat ketiga anggota kagum padanya termasuk Ricky
"Kan lama benar Lo turunnya sudah lapar banget ini kita". kata Ken mencoba menggoda dengan menunjukkan wajah kesalnya
"iya ma'af kak tadi harus mengerjakan tugas dulu nanggung juga kalau ditinggal". jawab Kikan dengan tersenyum
"Lo gak dandan Kan ?". tanya Arok dan langsung disenggol oleh Ricky tangan nya.
Kikan bingung dengan pertanyaan Arok barusan kenapa juga dia harus berdandan
"ya gak dong kak cuma makan dirumah ngapain dandan segala coba". kata Kikan dengan bingung nya
"sudah jangan godain Kikan Mulu kalian". kata Rere membela
"gue cuma tanya bukan menggoda kali Re apa Lo gak bisa bedain kalimat gue hah". kata Arok
"sudahlah kak Rere lagian gak apa-apa kali digodain juga biar bisa akrab sama kalian". kata Kikan
"sudah Kita makan saja. Oh ya Kikan jangan berbicara ketika makan karena Ricky tidak suka". kata Rere memberi tahu dan Kikan pun mengangguk tanda mengerti.
mereka makan dengan tenang namun berbeda dengan Ricky dia tidak makan hanya minum saja dan itulah kebiasaan nya jarang makan namun fisiknya tetap kuat.
setelah selesai makan mereka belum beranjak dari tempat duduknya. Masih menunggu sang leader yang belum menghabiskan minuman nya.
"Kita ke ruang tamu untuk bersantai sebentar dan Lo juga harus ikut Kikan". perintah Ricky
mereka duduk diruang tamu dengan santainya sambil memainkan handphonenya masing-masing
"Apa ada pergerakan lagi dari anggota lainnya?". tanya Ricky yang mulai membuka suara
"sejauh ini masih belum ada Rick karena apa yang sudah kita lakukan tadi terdengar oleh banyak orang dan sudah menyebar beritanya jadi mereka yang sudah membentuk kelompok dan bersiap menyerang sudah mundur teratur semua". jelas Ken
"Mereka yang berusaha menyerang kita dengan membentuk aliansi hancur kan saja sebelum memulai pergerakan". kata Ricky
Kikan tidak perduli dengan obrolan mereka karena dia sedang sibuk membalas chat grup kedua temannya sambil tersenyum
" Re apa sepupu Lo itu sehat dari tadi gue perhatikan dia senyum sendiri". kata Ken
"Lo gak lihat apa dia sedang main handphone ya otomatis dia senyum melihat pesan di handphone nya itu lah". jelas Rere
"Kikan Lo kok senyuman sendiri sih apa perkataan Ricky ada yang lucu?" tanya Ken menggoda nya
"hah gak kok kak aku gak bermaksud menertawakan kak Ricky sumpah. Aku hanya sedang chatting bareng teman aku saja". jelas Kikan dengan gugupnya dia takut Ricky marah dan tersinggung dengan ucapan Ken barusan.
"Apa kamu berkirim pesan dengan cewek pemberani itu Kikan". tanya Ken
"Cewek Pemberani maksudnya apa ya kak Ken". tanya Kikan tidak faham
"itu cewek yang berani berantem sama Ipank waktu itu apa Lo Lupa?". kata Ken lagi
"oh iya kak bukan cuma sama Yuli saja Rachel juga karena grup chat kita ya isinya cuma kita bertiga doang". kata Kikan
"kalau gitu boleh dong masukkan kita biar grup Lo makin rame. Ya gak pank?". goda Ken
Kikan tersenyum canggung mendengar candaan Ken padanya. " Lo jangan sembarang bicara Ken apa Lo gak lihat kalau Kikan sedang takut". kata Arok
dan mereka mulai memperhatikan Kikan yang memang terlihat sedikit takut.
"gak usah takut pada kita. Lo juga bagian dari kita Kikan karena Lo itu adalah sepupunya Rere anggota geng ini". kata Ricky memberitahu agar Kikan bersikap biasa saja.
bagi mereka orang yang disayangi oleh anggotanya itu akan menjadi anggota mereka juga yang harus dilindungi.
" iya kak. Aku cuma tidak terbiasa saja berada di tengah-tengah kalian semua biasanya hanya bertemu kak Rere, kak Ipank dan kak Ken saja". jelas Kikan
disela-sela pembicaraan mereka terdengar bunyi handphone Kikan dan itu adalah panggilan video call dari kedua temannya itu.
"angkat saja siapa tahu penting". Kata Ricky
memang jika mereka anggota geng berkumpul tidak ad yang berani memainkan ponselnya jika Ricky sedang mengajak bicara karena itu dianggap olehnya menyepelekan apa yang sedang mereka bicarakan.
"ngapain saja woy tumben lama sekali ente". kata Yuli yang mulai cerewet
"Mungkin dia lagi sibuk kali Yul kan habis dapat traktiran belanja". goda Rachel dan mereka berdua tertawa kecuali Kikan dia hanya senyum dengan canggung
sementara mereka berlima terlihat fokus mendengar pembicaraan para wanita itu.
"Apa an sih Rachel gak usah di bahas deh". kata Kikan agar mereka tidak membahas tentang traktiran Ricky karena dia ada di dekatnya Kikan takut Ricky akan marah
"Memangnya siapa si Hel yang traktir ratu kita ini? apa pangeran pujaan hati nya?". tanya Yuli menggoda
"Siapa ya Yul aku juga gak tahu. Siapa Kan yang traktir kamu tadi?". tanya Rachel ikut menggodanya
"Aku tahu pasti si manusia kardus iya gak Kan?". kata Yuli sambil tertawa terbahak-bahak
"Yuli jangan sembarang kalau ngomong. Aku bilangin bunda nih kamu godain aku terus". kata Kikan dengan kesalnya
"Wih lihat muka dia Hel cantik nya luntur gara-gara kesal". kata Yuli sambil tertawa dan diikuti Rachel
"Kalian berdua memang benar-benar kompak ya kalau menjahili aku". kesalnya lagi
"Hahaha muka kamu itu menggemaskan kalau lagi kesal makanya kita suka godain". jelas Yuli sambil tersenyum dan diangguki oleh Rachel
"Sudahlah Yul jangan menggodanya lagi nanti dia malah menangis dan kamu akan dapat masalah dari Rere". celetuk Rachel
"Gak takut aku kalau sama Rere. Ngomong-ngomong kalau Rere sama Arok berantem siapa ya yang menang jiwa kepo ku meronta-ronta ini". Kata Yuli dan mereka bertiga langsung tertawa
"Yang pasti paling kuat ya kak Ricky lah Yuli". kata Kikan dan membuat Yuli melotot
"Kenapa dengan ekspresi wajah kamu itu Yul. Awas nanti matanya copot". kata Rachel dan sekarang gantian Kikan yang tertawa
"Ricky si biang kerok itu lebih kuat dari Arok?". tanya Yuli lagi memastikan
mereka yang mendengar julukan Ricky yang diberikan oleh Yuli langsung menatap orangnya sambil menahan tawa dan Ricky hanya diam dengan ekspresi datarnya itu.
"Wah berani sekali Lo bilang kalau Ricky biang kerok". kata Rere menyahuti omongan Yuli
"Wah Lo jahat banget ya Kikan ada dia Lo gak ngomong. Apa jangan-jangan di samping Lo juga ada Arok si pangeran es?". tanya Yuli sambil tertawa
"Memang benar-benar kurang ajar cewek satu ini. Apa perlu kita beri dia pelajaran Rick". kata Ipank yang hanya menggoda saja.
"widih si manusia kardus nongol. Gak usah dikasih pelajaran nanti tambah pinter dong guenya mending kasih kerjaan saja biar cepat kaya". kata Yuli dengan tawa khasnya
" Lo benar-benar cewek Pemberani ya. Gak takut banget kayaknya Lo sama kita". kata Rere
"hey bro kita sama-sama makan nasi jadi kenapa gue mesti takut sama kalian. apalagi sama di biang kerok yang suka menghajar orang se enak jidatnya itu". jelas Yuli
"Dan Lo cewek bodoh yang sudah mengganggu gue menghajar penghianat itu hingga mereka bisa lolos dari gue". kata Ricky
mereka dibuat kaget dengan perkataan sang leader ternyata Yuli cewek yang sedang ingin dia cari karena mengganggu kesenangannya dan mereka merasa khawatir apa yang akan dilakukan Ricky pada gadis itu