Apa yang kamu pikirkan pertama kali jika mendengar nama mertua namun, masih perjaka?
Arabella, menjadi menantu dari keluarga terpandang bahkan memiliki aset terbesar sejagat raya. Namun, entah kenapa dirinya merasa penasaran dengan keluarga dari pihak suaminya.
Aland, sosok ayah mertua bagi Arabella. Ia mempertahankan keperjakaan demi sebuah alasan.
Aland selalu menatap Arabella dengan tatapan yang sulit di pahami, entah itu suka atau benci. Tatapan tajam dari Aland begitu membuat Arabella salah tingkah.
Benny, sosok orang yang paling setia yang selalu ada buat Arabella namun, sebuah kekecewaan membawa malapetaka hingga dirinya ikut-ikutan perjaka!
Hingga pada akhirnya semua rasa penasaran terjawab bahkan cinta membawa Aland untuk ingin selalu berdekatan dengan Arabella. Bagaimana kisah dari mereka semua?
S2 Kisah Arelia - Saudara Kembarnya
Terdapat rasa candu yang begitu dalam, dendam yang membara, cinta di atas ranjang yang indah menggoda.
Ig: meldy_ta29
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meldy ta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maafkan
H A P P Y R E A D I N G
Ditengah malam duduk berduaan, berjalan ditempat gelap rasanya ada Aland di sampingku. Apa dia memang sedang melihatku atau perasaanku saja? Aland pergi jauh dibunuh oleh Benny tapi, kenapa rasanya aku tidak bisa lagi marah padanya padahal jelas-jelas Benny telah membuat hidupku berantakan, batin Arabella.
Pikirannya masih melayang memikirkan Aland namun, dirinya ada dalam rangkulan orang lain. Tatapan yang kosong, pandangan yang tidak tertuju kearah Benny hingga membuat pria itu curiga dengan tingkahnya Arabella.
“ Bella, kamu tidak apa-apa?” tanya Benny sembari memicingkan matanya dengan curiga.
“ Ah tidak apa-apa. Oh ya tolong lepaskan tanganmu,” sahut Arabella sambil mencoba menjauhkan tubuhnya.
Harusnya aku tidak perlu begitu dekat dengan Benny apalagi sampai harus bermalam di villa ini tapi, lain kali ku pastikan ini yang terakhir. Tapi, aku bingung saat ini aku sedang merindukan Aland namun, aku juga nyaman berada di tempat gelap bersama Benny. Mungkinkah aku merasa nyaman karena suasananya begitu mirip saat aku bersama dengan Aland? Huuf entahlah hatiku bahkan tidak tahu harus menjawab apa, batin Arabella sambil memandang jauh kedepan menatap bintang-bintang.
Mereka saling terdiam dengan pikiran masing-masing bahkan sama-sama saling menatap jauh kedepan. Saat keduanya sedang fokus menatap langit tiba-tiba sebuah cahaya perlahan jatuh hingga akhirnya dapat mereka sadari bahwa bintang jatuh diwaktu yang tepat. Pemandangan alam itu begitu cepat hingga membuat Arabella melirik kearah Benny dengan cepat.
“ Hey! Lihat bintangnya jatuh! Kata orang kita harus membuat tiga permohonan saat ini,” ucap Arabella dengan ceria sembari menyatukan kedua tangannya sambil menutup mata untuk meminta permohonan.
Aku tahu bahwa kamu ada di atas sana, juga sedang menatapku, Aland. Semoga kelak di kehidupan selanjutnya kita dipertemukan kembali. Aku juga berharap bisa mencintai seorang pria seperti aku bisa mencintai Aland bahkan lebih dari itu namun, kalian berdua tetap akan ada di hatiku ditempat yang berbeda, dan yang terakhir aku tidak berharap banyak hanya ingin bisa hidup bahagia dengan orang yang kucintai, batin Arabella yang sedang memanjatkan doa.
Benny yang tidak ingin ketinggalan, ia juga ingin ikut-ikutan seperti yang Arabella lakukan. Sisakan satu ruang untukku agar ada di hatimu, Bella. Sisakan satu cinta untukku agar bisa memilikimu, dan kita bisa kembali menyatu dalam satu ikatan pernikahan.
Mereka berdua saling menatap setelah mengucapkan permintaan masing-masing. Lalu Benny yang sedikit penasaran hingga ia ingin tahu apa yang Arabella inginkan.
“ Hey! Tiga permintaan apa yang kamu inginkan, Bella?"
“ Aku tidak sedang meminta permintaan padamu jadi, kamu tidak perlu tahu,” ketus Arabella sembari tersenyum.
“ Ya ampun ... sombong sekali,” sahut Benny sambil menggelengkan kepalanya dan membalas senyuman Arabella dengan begitu manis.
“ Oh ya, Ben. Apa menurutmu Aland saat ini sedang melihatku?” tanya Arabella dengan tiba-tiba sambil menatap jauh keatas langit.
“ Ehem! Y-ya dia pasti sedang menatap kita saat ini. Memangnya kenapa, apa kamu sedang merindukan dia?” sahut Benny gelagapan sembari dengan sengaja bertanya.
“ Tentu saja aku rindu tapi, semuanya sudah takdir. Mungkin memang ini jalan yang harus ku lalui. Oh ya, Ben. Aku tahu mungkin kamu tidak terlalu suka jika aku membicarakan Aland namun, semua yang kamu lakukan justru atas nama dendam sama seperti Aland. Tapi, sudahlah semuanya sudah terjadi bahkan keluargamu juga hancur karena kami. Ben, aku tidak bisa terus-menerus merasa bersalah atau terus menyalahi mu jadi sebaiknya sekarang kita lupakan semua yang sudah terjadi. Aku juga sudah ikhlas dengan semua takdir Tuhan,” ucap Arabella dengan bersungguh-sungguh sambil menatap wajah Benny.
Maafkan aku, Bella. Sudah menghancurkan harapanmu tapi, mulai sekarang aku berjanji akan selalu ada untukmu bahkan melindungi mu meskipun jika nantinya mungkin Aland kembali untuk merebut mu tapi, aku akan berusaha semampuku sampai titik darah penghabisan, batin Benny sambil menatap Arabella dengan penuh kasih sayang.
“ Ya aku tahu, Bella. Aku juga minta maaf. Meskipun kita sudah melupakan semuanya tapi, kamu harus ingat surat perjanjian masih tetap berlaku,” sahut Benny tanpa banyak bicara sambil terkekeh.