NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Agen Bayaran

Terjerat Cinta Agen Bayaran

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:636.3k
Nilai: 5
Nama Author: Desi Manik

Spin Off dari novel Pernikahan Paksa Sang Pewaris. Visual berada di part 14.

Angel dihantui oleh rasa penasaran saat menerima surat dan paket dari seseorang yang misterius. Namun dia tak bisa menemukan petunjuk apapun tentang orang tersebut. Dan akhirnya mau tidak mau Angel mengabaikannya saja.

Hingga suatu malam dia ditolong oleh seorang pria yang dia yakini adalah sosok misterius itu. Benarkah itu adalah pria yang selama ini Angel sebut sebagai peneror dirinya?

Temukan semua jawaban atas pertanyaan dalam benak kalian di sini.

Diusahakan update setiap hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desi Manik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 31 - Tak Akan Pergi

Takdir kan membawamu kembali ke tempatmu yang seharusnya. Tak peduli sejauh apa kau ingin pergi.

🌷Happy Reading🌷

Angel menatap Jeremy dan Ben yang tengah menyantap makanan mereka secara bergantian. Sedikit banyak dia semakin dapat menyimpulkan bahwa sifat keduanya bertolak belakang. Ben yang cenderung suka berbicara sementara Jeremy yang lebih irit bicara. Ben yang hyper active sementara Jeremy terkesan kalem.

"Memandangi kami seperti itu tak akan membuatmu kenyang."

Angel tersentak saat Jeremy berkata seperti itu tanpa melihat ke arahnya. Matanya jeli sekali. Bagaimana dia sadar kalau sedang aku perhatikan?

Angel berdehem. "Ini aku makan, Tuan." Ditariknya sendok untuk lebih mendekat ke hadapannya. Dengan perlahan, steak yang dia pesan dia potong menjadi lebih kecil lalu dia masukkan ke dalam mulutnya.

Jeremy, Angel dan Ben makan ditemani oleh semilir angin malam. Pemandangan kota dan kolam renang out door ikut serta memanjakan mata mereka.

"Aku sudah selesai makan. Kalian lanjutkan saja." Jeremy menggeser kursinya. Dia putuskan untuk berjalan-jalan di tepi kolam renang setelah merasa cukup kenyang.

"Aku juga sudah selesai." Angel ikut-ikutan setelah Jeremy berlalu dari meja mereka.

Ben masih sibuk mengunyah makanan. "Ya sudah biar aku yang habiskan semua," ujarnya dengan mulut yang penuh.

"Tuan..." panggil Angel pelan.

Jeremy menoleh sekilas. "Mau apa kau ke sini?"

"Mencari angin malam."

Jeremy berdecak. "Kenapa harus di sini? Kita tidak sedekat itu untuk mengobrol berdua."

Angel sedikit terkekeh pelan. "Tuan, ini kolam renang bebas untuk tamu hotel bukan? Jadi suka-suka mau berada di sini atau tidak, bukan?"

Jeremy menarik sudut bibirnya. Senyuman sinis dia sunggingkan. "Begitukah? Kau lupa kalau kau menumpang di kamar hotel kami sepertinya. Bisa dikatakan kalau kau ini tamu tak diundang, Nona."

Jawaban yang sangat menohok. Namun Angel anehnya tak merasa begitu sakit hati dengan apa yang dikatakan oleh Jeremy. Dia seperti sudah maklum saja.

"Anggap saja begitu. Lalu kau bisa apa Tuan? Mengusirku?"

Jeremy menarik napas. "Kurasa mengusirmu pun tidak akan ada gunanya."

"Ya. Karena aku akan tetap di sini sampai aku mendapatkan apa yang aku mau."

Angel mengitari kolam setelah Jeremy tak lagi merespon perkataannya. Namun sepasang mata indahnya masih saja mengamati gerak-gerik Jeremy sampai dia tak begitu memperhatikan langkah kakinya sendiri.

Byur. Air beriak. Angel yang terjatuh ke dalam kolam renang membuat air menciprat ke luar.

Jeremy langsung menoleh cepat ke arah asalnya suara. Sama halnya dengan Ben yang sudah berlari dengan kecepatan kilat untuk menuju ke kolam renang.

"Bos, tolong dia." Ben berteriak lumayan kencang membuat Jeremy tersentak kaget.

Jeremy mengangguk singkat. Dia tanggalkan sendal hotel yang dia pakai dan langsung melompat ke dalam kolam renang. Di dalam sana Angel sudah tersengal-sengal karena menelan air. Tangannya dia gerak-gerakkan ke atas.

"Bos, ayo tarik nona Angel ke tepi." Ben kembali berteriak membuat beberapa pasang mata mendekat ke arah mereka. Hanya ada beberapa orang karena rooftop memang cukul sepi saat itu.

Jeremy yang sudah meraih tubuh Angel dengan tangan kirinya, menggeser tubuh mereka menuju ke tepi kolam renang. Orang-orang langsung membantu untuk mengangkat tubuh Angel naik. Lalu Jeremy pun ikut naik.

"Nona ini pingsan. Sepertinya dia menelan cukup banyak air."

"Dia butuh napas buatan."

Jeremy tetap tenang. Otaknya yang sibuk berpikir. Dengan yakin, dia meletakkan kedua tangannya di atas dada Angel lalu menekan-nekan bagian itu secara perlahan.

Ayolah bangun, Angel. Buka matamu.

Nihil. Angel tak menunjukkan reaksi apa pun. Jeremy berubah menjadi sedikit panik.

"Bos, napas buatan." Ben kembali memberi perintah. Kalau ini bukan dalam situasi genting, bisa Jeremy pastikan kalau dia sudah memotong lidah Ben yang begitu lancang sejak tadi.

Jeremy mendekatkan wajahnya pada wajah Angel. Napasnya sedikit tercekat saat jarak di antara mereka semakin terkikis. Matanya bahkan tanpa sadar dia pejamkan saat mulutnya bertemu dengan mulut Angel.

Degdegdeg. Jantung Jeremy berdetak tak karuan. Hanya sebentar dia memberikan napas buatan, dia langsung menarik wajahnya menjauh. Sepertinya Jeremy pun jadi lupa bernapas sekarang ini.

"Uhuk uhuk." Angel terbatuk sambil mengeluarkan air dari dalam mulutnya. Terdengar helaan napas penuh kelegaan dari orang-orang yang berada di sana.

"Syukurlah Anda selamat, Nona. Tuan tampan itu sangat berbaik hati untuk menolong Anda." Seorang wanita paruh baya tersenyum ramah menatap Angel dan Jeremy secara bergantian.

"Terima kasih kalian sudah ikut membantu, Bapak dan Ibu." Ben menunduk hormat pada beberapa orang tersebut yang dibalas dengan senyuman ikhlas dari mereka.

"Kau hobi sekali merepotkan orang ya." Jeremy menggerutu kesal lalu pergi dari sana.

Angel menggigit bibir dalam bagian bawahnya. "Maaf sudah merepotkan kalian, Tuan." Angel berkata dengan kepala tertunduk. Dia merasa tidak enak hati karena sudah membuat orang repot karena dirinya.

"Sudahlah. Tak apa-apa Nona. Apa kau memang tidak bisa berenang atau karena kakimu mengalami kram?"

"Kram. Aku tiba-tiba saja tak bisa menggerakkan kakiku."

"Ah itu hal yang wajar. Bahkan perenang profesional pun pasti pernah mengalaminya."

"Hmm. Jadi kenapa dia tadi mau menyelamatkanku Tuan?"

"Bosku?"

"Ya."

"Karena pria itu tidak mungkin membiarkan orang meregang nyawa di hadapannya. Walau dia terlihat dingin dan mungkin sedikit menyeramkan di luar, namun dia adalah pribadi yang lumayan baik."

Ternyata dia adalah pria yang baik walau terlihat seperti tak punya hati. Angel hanya mangut-mangut saja.

"Bos juga sering bersedekah pada orang-orang tuna wisma, Nona. Tapi biasanya dia menyuruh aku untuk melakukan hal itu. Dia memberikan uang padaku atau membeli nasi kotak untuk dibagikan di jalanan."

"Ohh begitu." Angel mengatur ekspresi wajahnya agar terlihat biasa saja. Padahal dia sudah tidak sabar untuk mendengar lebih banyak lagi tentang Jeremy.

"Ya. Nona, ayo kita kembali ke kamar. Baju Nona sudah basah kuyup semua."

Angel merutuki dirinya sendiri. Karena begitu penasaran dengan Jeremy, dia sampai lupa kalau dia basah kuyup di malam hari begini.

"Hmm. Kurasa aku harus mandi sekali lagi. Hehe."

Ben berjalan ke sisi lain kolam renang. Terdapat rak kecil di sana. Dia ambil salah satu pool towel berwarna biru lalu dia berikan pada Angel.

"Lapiskan pakai ini dulu, Nona. Biar tidak terlalu dingin."

Angel menerima handuk lalu dia lilitkan di tubuhnya. "Terima kasih." Ben menanggapi dengan senyuman.

🍀🍀🍀

Begitu Angel dan Ben kembali ke kamar, mereka mendengar suara percikan shower dari dalam kamar mandi. Pasti Jeremy yang kembali mandi karena sudah terlanjur basah kuyup, batin Angel.

Lima menit berlalu, Jeremy membuka pintu kamar mandi. Pria itu tampak terkejut dengan kehadiran Angel yang tiba-tiba . Kakinya sampai mundur sedikit ke belakang.

"Terima kasih, Tuan. Dan maaf sudah membuatmu basah kuyup."

"Hmm."

"Bos, ini bungkusan apa?" tanya Ben sembari mengacung-acungkan plastik dengan tangan kanannya.

"Baju ganti untuk gadis ini." Jeremy berlalu dari hadapan Angel. Bahu mereka sedikit bersentuhan. Angel tersenyum kecil.

Pria dingin yang cukup perhatian. Ini kedua kalinya dia membelikan aku pakaian dalam satu hari ini.

"Sekali lagi terima kasih, Tuan."

"Ya. Kalau kau merasa sangat berterima kasih, cepat-cepatlah pergi dari kamar hotel kami."

"Oh tenang saja Tuan."

Jeremy berbalik. "Kau serius mau pergi?"

"Memangnya aku ada bilang seperti itu, Tuan? Aku hanya bilang tenang saja. Tenang saja, aku takkan pergi sebelum apa yang kucari tahu dapat aku temukan."

"Ahh sial." Jeremy menggeram. Sementara Angel masuk ke dalam kamar mandi.

--- TBC ---

1
Ana Al Sapri
haduh endingnya sedih bgt
Ana Al Sapri
semangat thor..mungkin byk yg Lom Baca novelmu...jgn patah semangat tuk berkarya
Ana Al Sapri
semangat ya othor..utk selalu berkarya walaupun sedikit yg kasih like..mungkin Lom baca karyamu....tp aku akan setiap baca novelmu ini..hehe
Hesti Pramuni
mmm...
udah tah kek?
Hesti Pramuni
hi thor...
salken from me..
Apri Yanie
pnasarann sama mr.j,sbnernya siapa.
Muliana Ana
curiga am opa opa de
Lilisdayanti
beni2 jangankan jremyi sedangkan aqu saja kaya mau jitak kepalamu pake panci dan belanga🤦🤦🤦🤦
Lilisdayanti
gatal tanganqu untuk ga koment,,,,,, kalau yg sewa itu memeng papanya angel,,astaga naga perdana pejarakan saja,,dan kasih keluar dari KK,,,pecat jadi orang tua,,dan di blexit dari dunia 😡😡😡😡
sasip
Keren.. 👍🏻
Yanti Jambi
wow keren thorr ingat Jermy dan Angel mati beneran ,untung gk.oohh Good ending yg hebat makasih thorr selamat berkarya moga sukses sll..di tunggu karya mu selanjut nya .😍😘
Yanti Jambi
sedih la thorr ko ending nya jd gini,bukan nya bahagia
Yanti Jambi
akhirnya sekian lama menunggu ,makasih lanjut
ayani
aku suka endingnya...walaupun aku udah baca sampai habis tp aku baca lagi critanya bagus...semangat author
Sekar Zua
suka binggo
Bhiwie
Kelanjutannya ada di Nov*lm*🤭
Samsuna
lega😧
Farrah
pasti iti bapaknya angel.... ckckckck....
Farrah
bgus say... aq dah ksih vote yah....👍🏻
Meta Lia
semangat,,,sukses,,,dan sehat sllu thooooor,,,!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!