"Daddy, bagaimana bisa menjodohkan Lily dengan pria Arogan itu?" pertanyaan Lily meronta-ronta di hadapan Daddy-nya menunjuk Lucas yang duduk disofa dengan wajah datarnya.
"Lucas itu pria yang baik, Daddy sudah menjodohkan kalian sejak kecil" pernyataan Daddy menatap Lucas yang sejak kecilnya sudah dia anggap seperti anak sendiri.
"Sejak kecil apanya, Lily baru lahir dia sudah tua" komplen Lily, selain terkenal arogan Lucas juga beda 8 tahun darinya.
"Lily menolak perjodohan dengan pria Arogan itu" pernyataan Lily.
"Berani kamu menolak saya?" pertanyaan Lucas dengan suara beratnya.
Yuk baca cerita Lily.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33 Dansa
"Bu, bukan begitu Kak, karena Kakak beda banget, jadi kami mikir gitu" kata mereka takut sekali membuat Lucas marah.
Pria Arogan itu bisa membuat keluarga mereka miskin dalam sekejap!.
"Ya bedalah, dia harus ikutin Lily jadi muda masa Lily yang jadi kayak tante-tante" ucap Lily yang membuat kelima temannya langsung tertawa.
"Kak Lucas terimakasih sudah datang, Lily, ajaklah Kak Lucas makan dulu" kata Tata dengan sungkan.
Tidak lama kemudian Ayah Tata yang merasa familiar dengan wajah seseorang menghampiri mereka.
"Tuan Lucas" ucap Ayah Tata dengan sedikit ragu.
"Beneran Tuan Lucas" ucap Ayah Tata mengulurkan tangan begitu Lucas mengangguk.
"Hai Om, ini suami Lily" kata Lily memperkenalkan Lucas pada setiap orang yang dia temui.
Flash Off.
Diperjalanan Lucas memegang dagu Lily yang duduk disebelahnya.
"Lily, aku tidak akan pernah bisa menerima jika kamu tidak mengakui aku di hadapan seseorang nantinya" ucap Lucas dengan sangat tegas.
"Kalau itu terjadi, bagaimana?" pertanyaan Lily yang berencana akan memperkenalkan Lucas sebagai teman nya saja.
"Aku hukum" pernyataan Lucas memegang tengkuk Lily.
Lucas itu seperti dewa yang bisa membaca pikiran bahkan Lily baru berniat saja, dia sudah mengetahui rencana Lily.
"Apa hukuman nya?" Lily dengan mental baja berani bertanya perihal hukuman pada Lucas.
"Hukuman yang dulu pernah kamu pikirkan kalau aku menghukum pelayan" pernyataan Lucas yang membuat Lily sampai kaget mendengar nya.
"Aku buat kamu hamil hingga itu akan membuat statusku jelas dengan sendirinya" ucap Lucas
"Hubby kok gitu kali sih" merinding Lily jadi keringatan.
"Makanya jangan pernah mencoba untuk berpikir seperti itu" tegas Lucas, walaupun tidak tau pasti niat Lily tapi Lucas merasa Lily akan melakukan itu nanti.
"Tidak, tidak, Lily bakalan perkenalkan Hubby sebagai suami, Okay" kata Lily
Flash On.
..........
Lucas duduk bersama Ayah Tata untuk mengobrol karena mereka juga adalah rekan bisnis, sedangkan Lily sibuk bercengkrama dengan teman-temannya.
"Aku tidak melihat seorangpun rekan bisnis di pesta ini?" pertanyaan Lucas, kebanyakan pebisnis akan memanfaatkan momen ulang tahun anaknya untuk menambah relasi bisnis mereka dengan mengundang banyak pebisnis.
Pernikahan aliansi bisnis salah satunya, merupakan hal dominan yang banyak di lakukan pebisnis!.
"Tuan, dalam pesta ini hanya dihadiri oleh teman-teman putriku, mereka ingin bersenang-senang selayaknya remaja, akan sangat merusak kebahagian bagi nya jika ini dicampur dengan iming-iming bisnis" ucap Ayah Tata.
"Mmmm, pendapat yang cukup rasional" ucap Lucas yang baru kali ini bertemu orang seperti Ayah Tata.
...........
Setelah beberapa saat Lily kembali menghampiri Lucas dan mengajaknya berjalan.
"By, nanti kita ikut dansa ya" kata Lily mengajak Lucas duduk disalah satu meja.
"Kamu ingin berdansa?" pertanyaan Lucas yang diangguki Lily.
"Tapi Lily nggak pandai By, nggak pernah coba juga" pengakuan Lily dengan wajah sedih.
"Aku bisa menuntun kamu, ikuti saja aku nanti" kata Lucas yang diangguki Lily.
Lily mengambil sepiring kue dan mengajak Lucas menikmati nya bersama.
"Kuenya enak" senang Lily yang membuat Lucas tersenyum lebar, Lily itu selalu bersemangat jika melihat makanan.
"Hubby, sebelum ini pernah jalan berdua saja sama wanita?" pertanyaan Lily, jika memperhatikan Lucas dia bukanlah orang yang canggung seolah ini bukan kali pertama.
"Sering" jawab Lucas.
"Dihhh,,, katanya nggak suka wanita" cibir Lily.
"Jadi kamu ingin aku tidak menyukai wanita seumur hidupku?" pertanyaan Lucas meminum beberapa teguk jus nya.
"Mmmmh" Lily hanya bergumam memangku kedua tangannya.
"Sejak menikah kamu kan lumayan sering ngajak aku jalan berdua" ucap Lucas setelah beberapa saat.
"Hubby, maksud Lily itu, jalan sama wanita lain bukan sama Lily" jelas Lily yang ingin tau, rupanya Lucas bilang sering jalan padahal itu bersama Lily.
"Tidak, aku jalan berdua sama kamu saja" pengakuan Lucas.
"Beneran, nggak bohong?" tanya Lily.
"Lily, aku sering menghadiri jamuan makan itu semata-mata hanya untuk kepentingan bisnis, selebihnya kalaupun pernah makan berdua dengan seorang wanita itu untuk membahas sebuah proyek atau misi" jawab Lucas.
"Kalau dalam kamar sama Alena pernah?" tanya Lily rada berbisik mengangkat sebelah alisnya.
"Kamu pikir aku serendah itu, jangankan menyentuh pelayan bahkan istri sendiri belum aku sentuh jika dia belum rela" pernyataan Lucas.
"Tapikan Alena rela, dia mau By apain aja," kata Lily yang melihat Alena memang menyukai Lucas.
"Lily cukup, aku tidak ingin berdebat dengan kamu" pernyataan Lucas langsung diam begitu menyadari Lily sedang mencari-cari masalah agar mereka bertengkar.
"Tapi Lily mau berdebat sama Hubby" kata Lily yang akhir-akhir ini merasa hubungan nya dengan Lucas cukup baik.
Pria Arogan itu tidak lagi cuek dan ketus pada Lily seperti biasanya!.
"Aku tidak mau berdebat" ucap Lucas dengan wajah cool nya.
" Mmmh" cemberut Lily menyenggol kaki Lucas dibawah meja berkali-kali tapi pria itu diam saja tidak marah seperti biasanya.
Senggol dikit, bacok.
"Ayo berdansa" kata Lucas berdiri memegang tangan Lily dan membawanya ketengah perayaan saat musik dansa mulai di putarkan.
Lukas meletakkan tangan Lily di pundaknya dan memegang sebelah lagi.
"Lebih dekat" ucap Lucas memegang pinggul Lily dan merapatkan ke tubuhnya.
Lily perlahan melangkah dan mengikuti gerakan Lucas dengan ekspresi yang berubah senang saat perlahan Lily bisa melakukan nya.
"Wahhhh"
Lily merasakan sensasi tidak biasa lewat gerakan dansa yang teratur dan menenangkan, namun perlahan kehilangan ketenangan saat Lucas mulai menciumnya.
Muachhh
Muachhh
"Lily, bergerak kok malah mematung" bisik Lucas setelah mencium lalu mengecup bibir Lily seolah tanpa dosa.
" Mmmmh, nggak mau dansa lagi" rengek Lily membenamkan wajahnya didada Lucas ketika beberapa temannya tertawa.
Seperti nya banyak orang memperhatikan saat Lucas mencium Lily.
"Mau pulang" rengek Lily melingkarkan tangannya di pinggang Lucas.
Lucas mengulum senyum begitu melonggarkan pelukannya, melihat wajah Lily yang saking meronanya sudah seperti kepiting rebus.
"Baiklah kita pulang" ucap Lucas meminta tas genggam Lily yang dipegang temannya.
Di lorong menuju pintu keluar Lily mengeluhkan kakinya sakit karena pakai high heels terlalu lama.
Lucas berjongkok melepas high heels Lily "terus Lily jalannya gimana?" tanya Lily yang berdiri tanpa alas kaki.
"Pegang ini" kata Lucas memberikan tas genggam Lily.
Lucas membawa high heels Lily dengan sebelah tangan lalu menggendong Lily layaknya anak kecil dengan sebelah tangan saja.
"Hubby," Lily yang takut jatuh melingkarkan kedua tangannya dileher Lucas ketika mereka melewati lorong menuju ke parkiran.
"Hubby, kuat banget" kata Lily yang masih terpana melihat Lucas yang berjalan santai menggendong Lily dengan sebelah tangan saja.
"Kecup aku sebagai bayarannya" ucap Lucas.