Perjodohan Dengan Pria Arogan

Perjodohan Dengan Pria Arogan

BAB 1 Perjodohan Dengan Pria Arogan

Lily menerobos masuk ke dalam ruangan kerja Daddy-nya untuk komplain begitu tahu pria yang akan dijodohkan dengannya adalah Lucas.

Pria arogan, dingin, dan tidak punya belas kasih!

"Daddy, bagaimana bisa menjodohkan Lily dengan pria arogan itu?" tanya Lily meronta-ronta di hadapan Daddy-nya sambil menunjuk Lucas yang duduk di sofa dengan wajah datarnya.

"Lucas itu pria yang baik. Daddy sudah menjodohkan kalian sejak kecil," kata Daddy menatap Lucas yang sejak kecilnya sudah dia anggap seperti anak sendiri.

"Sejak kecil apanya? Lily baru lahir dia sudah tua," komplain Lily. Selain terkenal arogan, Lucas juga beda 8 tahun darinya.

"Lily menolak perjodohan dengan pria arogan itu," kata Lily.

"Berani kamu menolak saya?" tanya Lucas dengan suara beratnya.

"Berani, terus kenapa?" tanya Lily langsung menghampiri dan berdiri di hadapan Lucas yang duduk di sofa itu.

"Blokir semua kartu kreditnya, Pi," kata Lucas yang membuat Lily langsung lemas sampai persendiannya.

"Ehhh, jangan manggil-manggil Daddy-ku dengan sebutan Papi, dia cuma Ayahku," kata Ara.

"Mmmmh, bahkan kamu belum lahir saja saya sudah memanggilnya Papi," tegas Lucas.

Di masa kecilnya, Lucas sangat dekat dengan Daddy dan Mommy Lily bahkan serasa orang tuanya sendiri, tapi begitu Lily lahir semua berubah sampai kasih sayang orang tua Lucas pun direbutnya.

Sejak kecil Lucas jengkel sekali melihat Lily yang sangat manja dan juga nakal, namun sejak SMA sampai tamat kuliah Lucas menetap di London serta juga bekerja beberapa tahun di sana.

Setelah 14 tahun tidak bertemu, gadis itu masih sama saja menjengkelkannya.

"Panggil Papi saja bangga," ketus Lily memangku tangannya dengan kesal.

"Lucas, Lily, duduklah," kata Mommy menatap mereka berdua yang sejak kecil tidak begitu akur padahal kasih sayang untuk mereka itu setara dalam hati keluarga.

"Lucas, kenapa Papi melihatmu masih bersikap sama seperti 14 tahun yang lalu, masih cemburuan pada Lily?" kata Papa Lucas sampai nostalgia melihatnya.

"Untuk apa aku cemburu pada gadis jelek itu?" kata Lucas melirik Lily dengan tatapan remeh.

Dari semua gadis yang ada di muka bumi ini, Lily adalah gadis yang paling tidak Lucas sukai.

"Papi, dia bilang Lily jelek," rengek Lily yang tersakiti jiwa Miss Queen-nya dikatai jelek oleh pria arogan itu.

"Lucas!" Kali ini Papi menampar lengan putranya yang sudah dewasa bahkan menjadi pria matang selama beberapa tahun terakhir ini, tapi begitu bertemu Lily dia kembali seperti dulu.

Lucas merapikan dasinya dan duduk dengan baik sambil menahan tawa melihat Lily yang sebentar lagi akan menangis sepertinya.

"Lucas minta maaf pada Lily," kata Mami yang masih mengatakan hal yang sama setiap kali mereka bermasalah walaupun 14 tahun sudah berlalu.

"Tidak, aku tidak akan minta maaf padanya," kata Lucas kali ini menolak tidak harus menurut seperti waktu dulu.

......

"Daddy, Lily tidak mau dijodohkan dengan pria arogan itu," komplain Lily menunjuk Lucas bahkan memohon pada Daddy-nya.

"Jika tidak mau menerima perjodohan ini, maka tidak dapat harta warisan, sudah jelek masa miskin pula," kata Lucas duduk memangku tangannya menatap Lily.

Lucas sudah tahu semua konsekuensi dari perjodohan ini, mereka dijodohkan karena sejak dulunya orang tua mereka sudah bersahabat, atas dasar menyambung tali silaturahmi maka mereka merencanakan perjodohan ini.

"Lebih baik miskin daripada nikah dengan pria miskin, mending cari suami kaya," kata Lily yang benar-benar menyentil ego seorang pria Lucas.

"Berani kamu mengatakan aku miskin? Seisi bumi pun aku sanggup membelinya," tegas Lucas yang tersinggung sekali dikatai pria miskin oleh Lily.

"Mmmmh, sombong!" kata Lily yang tidak bisa membantah karena pria itu memang kaya.

"Tidak punya celah untuk menghujatku jadi mengatakan aku sombong," kata Lucas dengan tatapan tajamnya.

"Sudah-sudah, kalian tidak bertemu 14 tahun sekalipun tetap saja bertengkar," kata Daddy yang lelah mendengarnya.

"Jika Daddy tahu seperti itu kenapa menjodohkan kami?" tanya Lily.

"Lily, kalian itu bukan dijodohkan secara kebetulan atau karena kepentingan bisnis tapi memang sejak kamu masih dalam kandungan," jelas Daddy.

"Dihhh, sekarang zaman sudah modern, Daddy, tidak ada lagi tradisi perjodohan semacam itu, setiap anak berhak memilih pasangannya masing-masing," kata Lily dengan logis.

"Ya sudah, bawa pasangan pilihan kamu dalam 5 menit dari sekarang," kata Daddy.

"Mmmh," Lily langsung cemberut, bagaimana bisa dia bawa pasangan pilihannya sekarang bahkan pacar pun belum ada.

"Mana ada pria yang mau sama gadis cerewet, yang ada pusing," kata Lucas melirik Lily dengan tatapan miris.

"Kau bilang aku cerewet? Baiklah, aku menerima perjodohan ini biar kau yang bernasib sial punya istri cerewet," kata Lily setelah beberapa saat berpikir.

Jika menikah dengan Lucas maka dia bisa membalaskan semua dendam masa kecilnya, yang sering dibully pria arogan itu.

"Coba saja cerewet, akan aku bungkam," kata Lucas yang membuat keempat orang tua mereka langsung menutup mulut mendengar pernyataan Lucas.

"Daddy, dengarkan, kalau dia bakalan menindas Lily," rengek Lily bersembunyi di balik lengan Daddy-nya.

"Kamu takut padanya?" tanya Daddy yang membuat Lily langsung stay cool.

"Berani menindas, awas saja, Lily lawan," kata Lily yang kini merasa tidak harus takut.

"Coba saja melawanku kalau berani?" tantang Lucas dengan begitu angkuh.

Jika tidak permintaan orang tuanya, demi Tuhan Lucas amit-amit menikahi gadis manja dan nakal itu.

"Hehhh, kalian ini akan menikah jadi harus mulai akur, pergilah untuk fitting gaun pengantin serta baju prewedding," kata Mami memberikan secarik kertas berisi alamat butik pada Lucas.

"Nggak mau," cemberut Lily tetap duduk sekalipun Lucas sudah berdiri.

"Ya sudah, aku pilihkan baju warna norak agar kamu semakin jelek," kata Lucas dengan senyum penuh kemenangannya berjalan duluan.

"Hwaaa, kalau selera kau norak, norak sendiri saja, jangan buat aku pakai baju norak juga," teriak Lily mengejar Lucas yang sangat menyebalkan itu.

Keempat orang tua mereka tertawa melihat anak mereka yang sudah sama-sama dewasa tapi masih bermusuhan seperti dulu.

"Kita harus memperbaiki kesalahpahaman antara mereka, ternyata walaupun sudah dewasa mereka masih bermusuhan," kata Mommy yang menyadari itu.

Kesalahan pemikiran sejak kecil perihal siapa yang merebut kasih sayang rupanya masih berlanjut sampai mereka dewasa, padahal mereka adalah dua insan yang sejak awal sudah dijodohkan untuk saling mendampingi di masa depan.

......

Cerita ini dimulai ketika Papinya membawa Lucas yang baru pulang dari London, setelah menetap hampir 14 tahun di luar negeri ke perusahaan utama keluarga Brisbane.

Tujuan utama mereka adalah membicarakan pernikahan Lucas dan putri atasan Papinya yang sejak dulunya sudah seperti keluarga.

Mami Lucas adalah sahabat istri atasan Papinya!

"Lucas, kamu sudah berjanji akan menurut jadi jangan sampai sikap kamu membuat Lily berubah pikiran," tegas Papinya.

"Baiklah, Papi," patuh Lucas yang memang selalu patuh pada Papinya bahkan tidak pernah membantah.

Terpopuler

Comments

Yel

Yel

Tumben thor udah bikin cerita anak nya ara dan sean.. S2 nya masih berlanjut kan ya

2026-09-26

1

falea sezi

falea sezi

lah di sebelah lily aja belom nongol🤣

2026-09-27

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!