Sebuah kisah tentang seorang pria dari masa lalu yang bangkit di masa ini.
Di masa ini, ia bertemu dengan perempuan yang mirip dengan seseorang yang ia cintai di masa lalunya. Seseorang yang tidak berani ia gapai karena kondisi fisiknya yang seperti monster saat itu.
Akankah ia berhasil menyingkirkan kenangan buruk masa lalunya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gagal Mendapatkan Cerita Pengalaman
Orang-orang Keluarga Bao kembali menatap sosok tinggi besar yang baru saja berdiri dari kursinya. Entah mengapa, setelah melihat pria tersebut, firasat mereka tiba-tiba memburuk.
Salah seorang anggota Keluarga Bao akhirnya melangkah maju. Ia belum mengenal siapa Sha Nuo. Baginya, pria itu hanyalah salah satu orang yang berada di meja tersebut.
“Jadi kau juga yang menyerang rekan-rekan kami?”
Sha Nuo menatapnya dengan tenang.
“Mereka semua ikut campur dalam urusan anak muda.”
Tatapan Sha Nuo perlahan menjadi dingin.
“Kalian datang kembali?”
Ia mengepalkan tangannya.
“Menurutku, kalian sudah keterlaluan.”
Begitu tangan Sha Nuo mengepal, suasana di dalam kedai seketika berubah. Tekanan tak terlihat menyebar dari tubuhnya.
Orang-orang Keluarga Bao secara refleks langsung menarik pedang masing-masing.
“Siap!”
“Serang!”
Sha Nuo menatap mereka tanpa ekspresi.
“Aku akan memberikan pelajaran untuk kalian semua.”
Begitu kata-kata itu selesai, tubuh Sha Nuo bergerak.
“Whoosh!”
Kecepatannya begitu tinggi hingga beberapa orang bahkan tidak sempat melihat pergerakannya.
Sha Nuo langsung menerjang ke tengah kerumunan. Ia tidak menggunakan pedang dan tidak menggunakan jurus khusus. Kedua tangannya saja sudah cukup.
“Buk!”
Satu pukulan menghantam dada seorang pengawal. Tubuh pria itu langsung terlempar keluar.
“Brak!”
Ia menghantam dinding kayu kedai hingga dinding tersebut jebol.
Orang kedua baru saja mengangkat pedangnya. Sha Nuo sudah berada di depannya.
“Buk!”
Sebuah pukulan kembali menghantam tubuhnya.
“Brak!”
Tubuhnya terlempar menabrak dinding.
Beberapa orang mencoba menyerang dari arah berbeda. Sha Nuo hanya bergerak di antara mereka.
“Buk!”
“Brak!”
“Buk!”
“Brak!”
Satu demi satu orang Keluarga Bao terlempar keluar dari kedai. Sebagian langsung kehilangan kesadaran setelah tubuh mereka menghantam dinding atau tanah.
Kerumunan di luar kedai langsung panik.
“Lari!”
“Dia terlalu cepat!”
“Kuat sekali!”
“Jangan mendekat!”
Namun Sha Nuo sama sekali tidak berhenti.
Setelah menghabisi orang-orang yang berada di dalam kedai, ia langsung keluar melalui dinding yang telah jebol.
Puluhan anggota Keluarga Bao yang berada di luar langsung mundur. Sayangnya, sudah terlambat.
Sha Nuo bergerak seperti bayangan. Dalam waktu yang sangat singkat, satu demi satu orang terlempar ke segala arah.
“Buk!”
“Brak!”
“Buk!”
Suara benturan terdengar berturut-turut.
Tidak lama kemudian, jalan di depan kedai dipenuhi orang-orang Keluarga Bao yang terkapar. Sebagian besar sudah tidak sadarkan diri. Beberapa lainnya hanya mampu mengerang sambil memegangi tubuh mereka.
Pendekar suci Keluarga Bao yang sejak tadi berdiri di belakang rombongan akhirnya maju. Wajahnya berubah serius.
Ia tidak pernah menyangka seorang pria yang bahkan tidak menggunakan senjata mampu mengalahkan begitu banyak orang dalam waktu sesingkat ini.
“Berhenti!”
Ia mengangkat tangannya.
Aura seorang pendekar suci langsung meledak dari tubuhnya. Beberapa orang yang berada di sekitar langsung mundur.
“Dia akan bergerak!”
“Pendekar suci Keluarga Bao akhirnya turun tangan!”
Pria itu menggenggam pedangnya erat. Tatapannya tertuju pada Sha Nuo.
“Siapa sebenarnya kau?”
Sha Nuo tidak menjawab. Ia hanya melangkah maju.
Pendekar suci tersebut segera mengayunkan pedangnya.
“Wusss!”
Tebasan kuat meluncur ke arah Sha Nuo. Namun Sha Nuo bisa menghindarinya.
Sha Nuo kemudian mengangkat tangannya.
“Buk!”
Satu serangan sederhana menghantam tubuh pendekar Suci tersebut.
“Ugh!”
Mata pria itu langsung membesar. Tubuhnya terlempar jauh.
“Brak!”
Ia jatuh menghantam tanah. Darah keluar dari mulutnya. Pedangnya terlepas dari tangan.
Pendekar Suci tersebut berusaha bangkit, tetapi tubuhnya tidak lagi memiliki kekuatan. Ia menatap Sha Nuo dengan wajah penuh ketakutan.
“Mustahil...”
Dia bahkan tidak menggunakan senjata.
“Orang ini jauh lebih kuat dariku!”
Belum sempat ia berpikir lebih jauh, sebuah bayangan sudah berdiri di hadapannya. Itu adalah Sha Nuo.
Pria itu perlahan menundukkan kepala. Pendekar suci tersebut langsung merasa seluruh tubuhnya menegang.
Sha Nuo kemudian meraih rambutnya.
“Ah!”
Ia mengangkat kepala pria itu dengan kasar. Tatapan Sha Nuo sangat dingin.
“Sekali lagi kau mengganggu Lin Xuan...”
Jarinya mencengkeram rambut pria tersebut lebih kuat.
“Selanjutnya aku akan menghancurkan Keluarga Bao.”
Wajah pendekar suci itu langsung pucat. Ia tidak mengenal siapa pria di hadapannya. Namun setelah merasakan kekuatan pria itu, ia tahu satu hal. Pria ini bukanlah seseorang yang bisa ia Keluarga Bao lawan.
“B-baik, Senior...”
Sha Nuo melepaskan tangannya. Tubuh pendekar suci itu kembali jatuh ke tanah.
Di sisi lain, Gao Rui tertawa melihat pemandangan tersebut.
“Hahaha!”
Ia sama sekali tidak terlihat khawatir.
Lin Xuan justru masih terpaku. Ia menatap jalan di depan kedai yang kini dipenuhi anggota Keluarga Bao yang terkapar.
Puluhan orang Keluarga Bao, semuanya dikalahkan dalam waktu yang sangat singkat. Bahkan pendekar suci yang selama ini cukup terkenal di Kota Wuye juga tidak mampu bertahan dalam satu serangan.
Lin Xuan menelan ludah.
“Ini... kekuatan Hantu Pedang?”
Sha Nuo kemudian berbalik. Ia berjalan kembali menuju kedai.
Orang-orang yang berada di dalam langsung menyingkir. Tidak ada seorang pun yang berani menghalangi jalannya. Tatapan mereka mengikuti setiap langkah Sha Nuo dengan rasa takut.
Sha Nuo kembali ke meja mereka. Ia menarik kursinya lalu duduk seolah tidak terjadi apa-apa.
Lin Xuan masih berdiri kaku. Beberapa saat kemudian ia buru-buru membungkuk.
“Terima kasih, Senior Nuo.”
Sha Nuo menatapnya dalam-dalam. Lin Xuan langsung merasa gugup.
“A-ada apa, Senior?”
Sha Nuo masih menatapnya. Lin Xuan bahkan mulai merasa tidak nyaman.
Namun tiba-tiba Sha Nuo bertanya dengan tenang.
“Coba lanjutkan lagi.”
Lin Xuan berkedip.
“Lanjutkan... apa?”
Sha Nuo masih terus menatapnya dengan serius.
“Bagaimana kau mengutarakan perasaanmu kepada kekasihmu dulu?”
Lin Xuan membeku. Ia benar-benar tidak menyangka Sha Nuo masih mengingat pembicaraan mereka sebelumnya.
“Ah... itu...”
Lin Xuan berdehem.
“Ehem.”
“Baiklah.”
Ia menarik napas dan bersiap menceritakan kisahnya.
Namun sebelum sempat berbicara...
“Paman, gawat!”
Suara Gao Rui tiba-tiba terdengar. Sha Nuo perlahan menoleh.
Gao Rui menunjuk ke arah luar.
“Sepertinya waktu dua jam yang diberikan Bibi Ya sudah terlewat.”
“Kita harus segera kembali.”
Wajah Sha Nuo langsung berubah. Untuk sesaat, ia benar-benar ingin menjambak rambut Gao Rui. Namun pada akhirnya ia menahannya.
Ia menarik napas panjang.
“Bocah ini...”
Gao Rui berdiri dari kursinya.
“Ayo, Paman.”
Sha Nuo hanya bisa menghela napas.
Gao Rui kemudian memanggil pelayan kedai.
“Pelayan.”
Pelayan yang sejak tadi bersembunyi langsung datang dengan wajah gugup.
“Ya... Tuan Muda?”
Gao Rui mengeluarkan sejumlah uang.
“Ini untuk makanan kami.”
Ia kemudian menambahkan beberapa keping uang lagi.
“Yang ini untuk biaya perbaikan kedai.”
Pelayan tersebut melihat jumlah uang yang diberikan dan langsung terdiam.
Gao Rui berdiri. Ia memandang Lin Xuan.
“Saudara Xuan, kami pergi dulu.”
Lin Xuan segera berdiri.
“Baik, Saudara Rui.”
Gao Rui tersenyum.
“Kita bertemu lagi lain waktu.”
Setelah itu, Gao Rui berjalan keluar bersama Sha Nuo. Keduanya meninggalkan kedai dan berjalan kembali menuju toko milik Harta Langit.
Sha Nuo berjalan dalam diam. Namun dalam pikirannya hanya ada satu hal.
“Hampir saja aku mendengar kisah tentang bagaimana seseorang mengutarakan isi hatinya...”
Ia melirik Gao Rui dari samping. Tangannya kembali mengepal.
“Bocah ini menggagalkannya....”
...********...
Terima kasih untuk semua orang yang membaca novel ini.
Yuk selalu support author dengan memberikan like, komen, dan vote cerita-ceritaku ya.
Terima kasih