NovelToon NovelToon
Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Astrid mengorbankan segalanya untuk keluarga. Namun, pengorbanannya justru dibalas dengan hinaan.

Setelah melahirkan, tubuh Astrid berat badannya naik drastis hingga membuat Lucas, suaminya yang seorang dokter, merasa malu memiliki istri sepertinya. Tak hanya itu, Marta, sang mertua, juga menganggap Astrid sebagai wanita tidak berguna karena tidak memiliki pekerjaan maupun prestasi yang bisa dibanggakan.

Puncaknya terjadi saat Lucas dan Marta mempermalukannya di depan banyak tamu undangan. Harga dirinya diinjak-injak tanpa belas kasihan, seolah seluruh pengorbanannya selama ini tidak pernah berarti. Hari itu, Astrid memutuskan untuk berhenti menangis.

Dengan bantuan Mateo, Astrid bangkit dan mengubah hidupnya. Saat satu per satu kesuksesan berhasil diraihnya, orang-orang yang dulu merendahkan mulai menyadari kesalahan mereka.

Kini giliran mereka yang memohon, sementara Astrid tak lagi peduli. Karena ada penghinaan yang bisa dimaafkan, tetapi tidak pernah bisa dilupakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Tubuh Starla bergetar dan matanya yang basah mengisyaratkan keterkejutan bercampur ketakutan. Dia baru tahu kalau selama ini ikut menikmati uang Lucas dari hasil penggelapan dana.

"Jadi, aku di panggil ke sini karena ini?" tanya Starla dengan suara bergetar dan pelan.

"Iya." Penyidik mengangguk pelan. "Itulah yang sedang kami buktikan."

Air mata Starla akhirnya jatuh. Selama ini ia selalu menganggap dirinya perempuan yang beruntung. Memiliki kekasih yang sukses. Pria yang rela memanjakannya dengan berbagai kemewahan. Kini semuanya berubah hanya dalam hitungan menit. Kemewahan itu ternyata bukan lambang cinta, melainkan hasil dari kejahatan.

Starla merasa dadanya terasa sesak. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan. Tangisnya pecah. Isaknya terdengar memenuhi ruangan.

"Aku benar-benar tidak tahu. Aku berani bersumpah, aku tidak tahu itu!"

Salah seorang penyidik menyodorkan kotak tisu. "Kami memahami posisi Anda. Tetapi kami tetap harus memastikan apakah Anda benar-benar tidak mengetahui asal-usul seluruh aset tersebut."

Starla mengangguk berkali-kali sambil menangis. "Aku tidak pernah bertanya uang itu dari mana kepadanya. Karena aku percaya sama dia. Itu kesalahanku!"

Penyidik kembali membuka satu berkas terakhir. "Bu Starla. Ada satu hal lagi yang perlu Anda ketahui."

Starla mengangkat wajahnya perlahan. Matanya sembap. "Ada apa lagi?"

Penyidik menatapnya serius. "Apabila nantinya terbukti bahwa barang-barang tersebut dibeli menggunakan hasil tindak pidana, besar kemungkinan aset-aset itu akan disita negara sebagai barang bukti."

Starla langsung membeku. "Apa?!"

"Termasuk apartemen yang Anda tempati. Mobil. Perhiasan. Dan aset lain yang berasal dari aliran dana tersebut."

Dunia Starla benar-benar runtuh. Selama ini ia mengejar kehidupan mewah. Mengorbankan harga diri. Menunggu kepastian dari pria yang berjanji akan menikahinya.

Kini Starla baru menyadari kenyataan yang begitu kejam. Ia bukan sedang membangun masa depan. Ia sedang menikmati kehidupan yang dibiayai oleh uang hasil kejahatan. Lalu, yang lebih menakutkan lagi, namanya kini ikut tercatat dalam berkas penyelidikan yang sama dengan nama Lucas.

Di luar ruang pemeriksaan, lorong kantor kepolisian tetap dipenuhi lalu-lalang petugas. Namun bagi Starla, dunia seolah berhenti berputar. Untuk pertama kalinya sejak mengenal Lucas, ia benar-benar takut.

Bukan kehilangan lelaki itu, melainkan kehilangan seluruh hidup yang selama ini ia banggakan, karena ternyata semua kemewahan yang ia miliki berdiri di atas fondasi kebohongan yang akhirnya runtuh.

***

Sudah hampir dua minggu Astrid tinggal di apartemen milik Mateo. Perlahan, tempat yang semula terasa asing itu mulai berubah menjadi rumah yang nyaman bagi dirinya dan Ariana.

Setiap pagi, sinar matahari menembus jendela besar ruang keluarga, menghangatkan ruangan yang didominasi warna putih dan krem. Astrid sengaja menambahkan beberapa tanaman hijau di dekat balkon. Ia juga meletakkan beberapa lukisan kecil hasil karyanya sendiri di dinding agar suasana apartemen terasa lebih hidup.

Ariana tampaknya menjadi orang yang paling cepat beradaptasi. Begitu bangun tidur, gadis kecil itu akan berlari kecil sambil membawa boneka kelincinya.

"Mama ... Ana uda bangun."

Astrid yang sedang menyiapkan sarapan langsung menoleh sambil tersenyum. "Iya, Putri Mama hebat! Bangun sendiri dan tidak nangis."

Ariana mengangguk kecil. "Lapal, mau bubul"

Astrid tertawa pelan. "Iya, sebentar. Mama lagi buat bubur kesukaan Ariana."

Gadis kecil itu kemudian memeluk kaki ibunya. Pelukan sederhana itu selalu berhasil membuat hati Astrid terasa hangat.

Dulu, setiap pagi Astrid selalu memulai hari dengan rasa cemas. Takut Lucas marah jika ada hal yang tak sesuai dengan keinginannya. Takut Marta datang bersama teman-teman sosialitanya, lalu mencibir dan menyindir dirinya.

Kini, yang terdengar hanyalah suara tawa Ariana. Dan ketenangan yang sudah lama hilang dari hidupnya.

Setelah mengantar Ariana ke tempat penitipan anak yang berada tidak jauh dari apartemen, Astrid berangkat menuju kantornya. Perusahaan desain interior yang ia bangun mulai berkembang jauh lebih cepat daripada perkiraannya.

Di ruang rapat, beberapa klien tampak antusias melihat presentasi yang ia tampilkan.

"Saya suka konsep ini," ujar salah seorang klien sambil menunjuk layar.

"Rumahnya terlihat hangat, tapi tetap elegan."

Astrid tersenyum ramah.

"Itu memang konsep yang saya usulkan. Saya ingin rumah ini terasa nyaman untuk keluarga, bukan hanya indah dipandang."

Beberapa orang langsung mengangguk setuju. "Kalau begitu kita lanjut memakai desain Bu Astrid."

Kalimat itu membuat seluruh tim tersenyum lega. Begitu rapat selesai, salah seorang staf menghampirinya.

"Bu Astrid."

"Iya?"

"Ini ada tiga calon klien baru."

Astrid tampak terkejut. "Tiga?"

"Iya."

"Mereka datang setelah melihat proyek rumah yang Ibu unggah minggu lalu."

Astrid menerima map itu. Dadanya dipenuhi rasa syukur. Perlahan hidupnya benar-benar mulai berubah. Tanpa Lucas dan tanpa bergantung kepada siapa pun. Astrid mampu berdiri dengan kemampuannya sendiri.

Sore harinya, ponsel Astrid bergetar. Di layar ada nama Mateo.

Astrid langsung mengangkat panggilan itu. "Halo?"

"Masih di kantor?"

"Iya," balas Astrid. "Ada apa?"

"Jangan pulang dulu."

1
Sri Yekti
cerita ini kayaknya menarik.
👍👍👍
Sri Yekti
👍👍👍 Aku suka....endingnya semua bahagia.
Terima ksh thor.....🙏🙏
Sri Yekti
Mereka bertemu kembali stl 13th. akankah cinta mereka bersemi kembali?
Sri Yekti
Cinta mmg membingungkan.
Dulu Ariana bingung, mengapa Noel menjauh.
Kini noel sendiri yg kelabakan.
Sri Yekti
Langkahmu msh panjang Ariana....g usah kau pikirkan cowok dulu.
fokus pd cita² besarmu
Sri Yekti
thor....bukankah wkt itu Noel masih kecil....mungkinkah ank seusia 3th sdh bs tau sifat orng dewasa....
yg bnr dong....atau mungkin ia mendengar sifat lucas dr org tuanya?
Sri Yekti
masa lalu ttp masa lalu Noel.....mungkin kembaranmu sdh takdirnya tiada.
dr juga manusia, tempat salah dan lupa.
Sri Yekti
Wadhuh...kl kayak gini yg salah siapa?
😄😄😄 ruweeet thor....
Sri Yekti
Cari tau dong Noel....bagaimana kehidupan Ariana dulu ktk masih hdp bersama ayah kandungnya.
Pasti kamu akn berpikir lain utk menilai kepribadian Ariana
Sri Yekti
nah...nah...bagimana Noel? masihkah kamu mencintai Ariana, stl tau bhw Ariana adalah putrinya Lucas?
lanjut thor.....
Sri Yekti
lagi² hanya bisa bilang kasihan..
Lucas menuai hasil perbuatannya dulu.
Sri Yekti
Kasihan si Lucas, bahkan pintu pagarpun tak dibuka.Hingga ia tak bs memeluk putrinya. mdh²an ia bs hidup layak dgn uang peninggalan ibunya
Sri Yekti
akankah Noel ttp menyayangi Ariana bila tau bhw org yg menyebabkan kematian saudaranya adalah ayah Aruana?
Lanjut thor ......
Sri Yekti
Apa yg akn dilakukan lucas pd keluarga Astrid?
Sri Yekti
Mungkinkah Ariana mengenal ayah kandungnya?
Lanjut thor....
Sri Yekti
Eh...tau² Ariana dah dewasa.
Astrid dan mateo dah punya ank 2.
Sri Yekti
slmt ya.... Mateo, Astrid....atas kelahiran putra kalian....👍👍👍
Netty Netty
syafakillah thorr
Ila Lee
kesan asid trauma masa lalu
Sri Yekti
Ariana mau melahirkan rupanya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!