NovelToon NovelToon
Salah Pilih Pengawal Tiga Nona Muda Tak Tahu Siapa Jarot Sebenarnya

Salah Pilih Pengawal Tiga Nona Muda Tak Tahu Siapa Jarot Sebenarnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Mafia / Penyelamat
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Jarot, sang penguasa dunia bawah tanah yang sedang menyamar untuk menikmati masa pensiun santainya, tanpa sengaja terseret ke dalam masalah saat ia menyelamatkan seorang pengusaha wanita bernama Nisa dari kepungan preman. Terkesima oleh kemampuan bertarung Jarot, Nisa langsung menyewanya dengan bayaran fantastis untuk menjadi pengawal pribadi tiga putri angkatnya—Lyly, Tata, dan Melly—gadis-gadis keras kepala yang selalu sukses mengusir pengawal mana pun dalam hitungan jam. Di balik kemewahan rumah tersebut, sebuah permainan rahasia yang konyol namun mematikan dimulai; ketiga nona muda itu berusaha menggunakan kemampuan rahasia mereka sebagai ratu Wall Street, master bela diri, dan peretas dewa untuk mengerjai Jarot, tanpa sadar bahwa pria santai yang sedang mereka hadapi adalah monster paling ditakuti di dunia bawah. Kini, sambil meladeni tingkah laku mereka, Jarot harus menggunakan insting pembunuhnya untuk membantai ancaman nyata dari rival bisnis Nisa yang mulai mendekat dari balik

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Ia sadar bahwa seluruh harta kekayaan dan kepintaran otaknya sama sekali tidak berguna di hadapan peluru tajam.

"Aturan pertama, tidak ada yang boleh keluar dari gerbang rumah ini tanpa pengawalan langsung dariku," perintah Jarot memulai daftar aturannya.

Ketiga gadis itu hanya mengangguk pelan tanda mengerti dan setuju.

"Aturan kedua, kalau kalian melihat atau mendengar sesuatu yang mencurigakan, segera laporkan padaku dan jangan bertindak sendiri," lanjut Jarot sambil melirik ke arah Tata.

Tata menundukkan kepalanya karena merasa sindiran itu ditujukan langsung pada tindakan nekatnya di mall tadi.

"Aku mengerti, Jarot. Aku janji tidak akan bertindak gegabah lagi," ucap Tata patuh.

"Bagus. Dan aturan ketiga, kalian harus membantuku mengamankan rumah ini dari serangan luar," kata Jarot mengejutkan mereka.

Melly mengerutkan dahi kebingungan mendengar aturan terakhir tersebut.

"Membantu bagaimana? Kami kan tidak bisa berkelahi melawan orang bersenjata," tanya Melly polos.

Jarot tersenyum tipis ke arah gadis berjaket hoodie yang semalaman menangis karena komputernya dikunci itu.

"Mbak Melly, kamu itu peretas yang lumayan pintar, kan?" pancing Jarot memuji sedikit.

Mata Melly langsung berbinar mendengarnya karena keahliannya akhirnya diakui.

"Tentu saja! Aku bisa meretas sistem apa pun di kota ini," jawab Melly kembali menyombongkan diri.

"Kalau begitu, aku akan membuka kunci komputermu sekarang juga," kata Jarot sambil mengeluarkan ponsel bututnya.

Jarot menekan satu tombol di layar ponselnya dan dalam hitungan detik, layar monitor Melly di lantai dua kembali menyala.

"Wah, komputermu sudah hidup lagi! Terima kasih banyak!" sorak Melly sangat gembira.

"Tapi tugasmu sekarang adalah meretas semua kamera CCTV jalanan di radius dua kilometer dari rumah ini," perintah Jarot memberikan misi.

Melly tertegun sejenak mendengar permintaan peretasan skala besar yang berani itu.

"Kamu harus memantau setiap kendaraan mencurigakan yang berhenti terlalu lama di dekat area perumahan kita," jelas Jarot menambahkan instruksinya.

"Ini pekerjaan yang sangat menantang, aku pasti bisa melakukannya!" jawab Melly sangat antusias mendapat tugas dari Jarot.

Jarot lalu menoleh ke arah Tata yang sedari tadi diam mendengarkan.

"Mbak Tata, kamu bertugas melatih fisik Mbak Lyly dan Mbak Melly setiap pagi di ruang latihan," perintah Jarot lagi.

"Melatih mereka berdua? Untuk apa? Mereka kan tidak suka olahraga," tanya Tata heran.

"Setidaknya mereka harus punya stamina yang cukup untuk berlari kencang kalau rumah ini diserang secara mendadak," jawab Jarot logis.

Lyly memijat pelipisnya karena tidak menyangka ia akan disuruh berolahraga setiap hari.

"Lalu apa tugas utamamu kalau kami semua disuruh bekerja?" tanya Lyly mencoba mencari celah.

"Tugasku adalah menyiapkan jebakan mematikan di seluruh area halaman rumah ini," jawab Jarot dengan wajah datar yang mengerikan.

"Jebakan mematikan? Kamu mau mengubah rumah kami jadi medan perang?" tanya Lyly terkejut.

"Kalau mereka berani datang ke sini, rumah ini memang akan menjadi kuburan mereka," desis Jarot dengan nada mematikan.

Hawa dingin kembali menyelimuti ruang keluarga itu membuat ketiga gadis tersebut bergidik ngeri.

Mereka baru menyadari bahwa pria yang selalu bersikap malas ini memiliki sisi gelap yang sangat haus darah.

"Baiklah, aku akan pergi ke halaman depan untuk memasang beberapa hadiah kecil buat tamu tak diundang," kata Jarot berbalik badan menuju pintu.

"Kalian bereskan saja barang belanjaan ini dan istirahatlah di kamar," pesan Jarot sebelum keluar dari rumah.

Kriet. Blam.

Pintu tertutup rapat meninggalkan Lyly, Tata, dan Melly yang masih berdiri mencerna semua kejadian hari ini.

"Kak, menurutmu dia ini sebenarnya siapa?" bisik Melly menatap pintu utama yang tertutup.

Lyly menggelengkan kepalanya pelan dengan raut wajah yang sangat serius dan penuh tanda tanya.

"Aku tidak tahu, tapi aku sangat yakin dia bukan pengawal biasa yang disewa dari agensi keamanan," jawab Lyly menganalisis.

"Gerakannya saat melumpuhkan orang tadi terlalu efisien, seperti orang yang sudah terbiasa mencabut nyawa," tambah Tata dengan pandangan kosong.

"Yang jelas, Mama telah membawa seorang monster ke dalam rumah ini," simpul Lyly membetulkan kacamatanya.

"Tapi monster itu ada di pihak kita, kan Kak?" tanya Melly mencari kepastian untuk menenangkan dirinya sendiri.

Lyly terdiam sejenak lalu mengangguk pelan mengiyakan pertanyaan adiknya.

"Ya, untuk saat ini dia adalah satu-satunya pelindung yang bisa kita andalkan," jawab Lyly akhirnya mengakui posisi Jarot.

Di luar rumah, Jarot sedang berjongkok di balik semak-semak taman depan dekat pagar besi.

Ia merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah kawat baja yang sangat tipis dan kuat.

"Dua anak buahnya gagal pulang, Bos Naga yang bodoh itu pasti akan mengirim tim yang lebih besar malam ini atau besok," batin Jarot menganalisis pergerakan musuh.

Jarot melilitkan kawat baja itu di antara dua batang pohon dengan simpul jebakan leher yang mematikan.

Srek. Srek.

Ia bekerja dengan sangat cepat dan teliti tanpa meninggalkan jejak atau tanda sedikit pun di atas tanah.

Tit. Tit.

Ponsel butut Jarot bergetar kembali di dalam sakunya.

Jarot menghentikan pekerjaannya sejenak dan membaca pesan baru yang masuk ke layarnya.

"Bos, kelompok Bos Naga sedang mengumpulkan senjata api laras panjang dari pasar gelap," isi pesan dari informan bawah tanah Jarot.

Jarot hanya tersenyum tipis melihat informasi basi tersebut.

"Mau pakai laras panjang atau laras pendek, mereka semua cuma mainan rapuh yang gampang dipatahkan," gumam Jarot sangat meremehkan.

Jarot membalas pesan itu dengan cepat menggunakan satu jarinya.

"Jangan ada yang ikut campur, biar aku saja yang membereskan sampah-sampah ini sebagai olahraga ringan," ketik Jarot mengirimkan perintah pada anak buahnya.

Ia lalu menyimpan kembali ponselnya dan melanjutkan memasang jebakan di area titik buta kamera CCTV rumah.

Sore itu, suasana rumah mewah Nisa terasa jauh lebih tenang dari hari-hari sebelumnya.

Tidak ada lagi teriakan marah, tidak ada lagi suara barang pecah, dan tidak ada lagi jebakan konyol untuk mengusir Jarot.

Ketiga nona muda itu akhirnya patuh dan mulai menjalankan tugas mereka masing-masing seperti yang diperintahkan sang pengawal.

Melly mengurung diri di kamar untuk meretas sistem lalu lintas jalanan.

Tata mulai menyiapkan peralatan latihan fisik untuk kakak dan adiknya besok pagi.

Sedangkan Lyly duduk di ruang kerjanya sambil memikirkan bagaimana caranya ia bisa mengendalikan aset perusahaannya dari jarak jauh jika terjadi krisis.

Jarot benar-benar telah mengambil alih kendali rumah itu seutuhnya hanya dalam waktu dua hari.

"Istirahatlah dengan tenang, anak-anak manis. Karena besok langit di atas rumah ini mungkin akan berubah menjadi merah," batin Jarot menatap langit senja dari halaman depan.

Masa pensiun sementaranya resmi berakhir, dan kini ia kembali menjadi sang penguasa bawah tanah yang siap membantai siapa pun yang berani mengganggu ketenangannya.

1
Eko🍤
cerdik 👍😀
Eko🍤
hehehehe...aroma pembantaian nih
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii kasih paham mereka🤣🤣👍
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii
Eko🍤
hehehehe... bantaaaaaaaiiiiii
Eko🍤
hahahahaha🤣🤣
Eko🍤
🤣🤣🤣👍
Eko🍤
hehehehe...baru datang udh pemanasan 👍🤣🤣
Eko🍤
bermain petak umpet semua nya😀🤣👍
Eko🍤
alur ceritanya bagus
Eko🍤: insya Allah suka Thor ..lanjut terus semangat 👍👍
total 2 replies
Hendra Saja
semangat thor
kiyoe: Terimakasih kak Hendra Saja atas dukungan 🥰
total 1 replies
Inez Putri
critanya lama² membosankan thour. maaf seblmnya🙏🙏 dr awal kanyak nya menarik. tp smpe sni mlh kurang menarik.
kiyoe: sekali lagi othor ucapkan terimakasih banyak kak dan semoga kaka selalu 🥰
total 3 replies
lili Permatasari
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
kiyoe: wah terimakasih kaka atas Bintang Lima nya semoga sehat selalu yaa kak 🙏
total 1 replies
Hendra Saja
gazzzzzz 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!