NovelToon NovelToon
Mas Bule Kekasihku

Mas Bule Kekasihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: xeynica_10

Merasa kesal karena ada yang mengatakan bahwa dirinya tidak akan laku bahkan akan terus menjomblo seumur hidup, tidak ada satu pun pria yang tertarik padanya.

"Enak aja dia bilang begitu padaku! Awas saja kau! Akan aku buktikan diriku ini bisa memiliki seorang kekasih dan layak untuk dicintai!" geramnya wanita cantik itu.

Ia bersumpah pada dirinya sendiri, setelah mendapatkan kekasih justru ia akan langsung memamerkan kemesraannya terhadap orang yang telah berani berkata seperti itu.

"Tapi tunggu! Dari mana aku akan mendapatkan seorang kekasih!?" ia gelisah dan mondar-mandir.

"Astaga..." dirinya mengusap wajah dengan kasar.

"Hah, semoga dapat ya?" batinnya berdoa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xeynica_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode Tigapuluhdua

"Aku tak akan pernah meninggalkanmu, dan setia padamu" Aren berkata.

Lalu setelah dirinya berkata seperti itu, tiba-tiba saja ia mengeluarkan air mata lalu menetes ke pipinya.

"Hik...hiks..aku mencintaimu saja" kemudian pria itu mengeratkan pelukan tersebut.

"Aku tidak ingin ditinggalkan olehmu, Sayang. Dalam prinsipku, diriku mencintai satu orang wanita, menyayangi dirinya, dan kalau pun tidak ada yang merestui kita. Aku akan mengadakan pernikahan denganmu tanpa sepengetahuan mereka, termasuk orang tuaku sendiri"

"Maafkan diriku, Sayang. Telah membentak hiks..mu"

"Dilahirkan kembali aku akan tetap memilihmu, Cintaku"

***

"Sayang..." Aren, dirinya menguraikan pelukannya.

"Sini lihatlah kekasihmu ini" pintanya Aren dengan suara yang serak parau.

Lalu Cellsyia mengangkat kepalanya, dan tatapan dingin menghunus ke ulu hatinya.

"Sayang, kamu dengarkan? Apa yang aku katakan tadi? Kamu percaya kan sama aku? Aku akan setia sama kamu, tidak akan menduakan kamu, tidak akan selingkuhi kamu atau mengkhianati cinta kamu, diriku akan selalu mencintaimu, dan bahkan aku tidak malu sama sekali jika kekasihku ini seorang pemilik toko bunga. Apalagi toko bungamu itu sangat terkenal di kota Sagha ini, itu adalah pencapaian terbesar kamu. Dan tidak ada siapapun yang dapat menandinginya, kamu itu milikku, Sayang, dan aku milikmu. Kamu bebas mau melakukan apa saja terhadap diriku, akan tetapi please jangan putuskan hubungan kita ini ya, Cintaku Sayang" kata pria bule itu.

"Kalau menginginkan aku berada di dalam ruang lingkup sekitar kamu, aku akan usahakan agar selalu menemanimu di kala kesepian, ketika kamu sedih aku akan menghibur kamu agar tak sedih lagi, jika kamu sedang ada masalah cerita langsung sama aku jangan dipendam sendiri, kalau kamu lagi marah ayo lampiaskan amarahmu itu terhadapku, aku akan menjagamu selalu, dan menjadi pelindungmu dari orang-orang yang berusaha akan menyakitimu. Aku tidak bisa membiarkan mereka menyakiti kekasihku ini, kamu hidupku tanpa kamu hidupku tawar tanpa tambahan gula manismu di dalam sana. Kalau kamu keberatan dengan pekerjaanku sebagai pengusaha disana, aku akan turun dari jabatan itu, dan aku rela turun ke kehidupan kelas rendah" ujarnya Aren dengan panjang lebar.

Cellsyia, wanita itu mencari kebohongan di kedua mata Aren, namun tidak ada hanya ketulusan yang terpatri disana.

Aren..." kekasihnya memanggil dirinya dengan namanya bukan panggilan 'Sayang' lagi.

"Jangan terlalu baik padaku, dan kamu kenapa baik padaku?" ucap Cellsyia.

"Aku baik padamu karena kau adalah orang yang spesial bagiku" balas pria bule itu.

"Spesial katanya?" pikirnya Cellsyia.

"Spesial, dalam artian apa?" Cellsyia bertanya demikian.

"....." pria itu terdiam tanpa menjawab pertanyaan darinya.

Aren mendekap wanita itu, sehingga tubuh keduanya menempel seperti hewan cicak yang tengah menempel lekat pada dinding rumah.

"Gula Aren...jangan seperti ini!" Cellsyia memberontak dalam pelukan itu, dirinya berusaha melepaskan dari jeratan menggelikan tetapi tak mematikan.

"Hei, Aren! Sadarlah!" wanita itu berkata sambil sekuat mendorong tubuh besar, tegap, nan kekarnya,

Tenaga wanita itu tak cukup dibanding tenaga Aren, si pria bule.

Lalu entah dari mana tenaga sekuat baja berasal, Cellsyia berhasil mendorongnya lalu berjalan mundur dan berhenti.

"Sayang? Mengapa dirimu setega itu mendorongku? Lalu kenapa menolakku untuk dipeluk, hm?" pria tampan itu menghampirinya, akan tetapi Cellsyia langsung berlari ketakutan.

"Kau berlari, hm?"

1
bila la
bagus ceritanya menarikkk, rekomendasi guys untuk dibaca🥰🥰🥰
xeynica_10: terima kasih sudah mampir☺️...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!