NovelToon NovelToon
PEMBALASAN KETURUNAN DEWA ALKEMIS

PEMBALASAN KETURUNAN DEWA ALKEMIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Action
Popularitas:553
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di benua Azure, kekuatan adalah segalanya. Namun, ada satu profesi yang paling dihormati dan ditakuti: Alkemis. Mereka yang bisa menciptakan pil roh, obat mujarab, dan racun mematikan.

Raymond adalah cucu dari Alkemis Legendaris yang pernah menyelamatkan dunia, Dewa Alkemis Zhuo Yi. Namun, sejak kakeknya menghilang secara misterius dan klan keluarga mereka dihancurkan oleh aliansi kekuatan jahat, Raymond hidup sebagai orang buangan yang menderita dan dipandang rendah.

Suatu hari, saat hampir dibunuh oleh musuh bebuyutannya, Raymond menemukan sebuah cincin batu giok peninggalan kakeknya. Di dalamnya tersembunyi jiwa sang Dewa Alkemis dan sebuah kitab suci "Formula Penciptaan Semesta".

Dengan warisan ilahi itu, Raymond bangkit dari lumpur. Ia mulai mencium bau bahan-bahan, meramu pil tingkat dewa, dan menumbuhkan kekuatan yang mengguncang langit. Ia berjanji pada dirinya sendiri: Semua yang pernah menginjak-injak martabatnya, semua yang membunuh keluarganya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4: UJIAN TAHUNAN DAN TANTANGAN MEMATIKAN

Pagi hari menyapa dengan cerah. Aula Utama Klan Ye dipenuhi ratusan murid dan tetua. Suasana sangat meriah karena hari ini adalah penentuan peringkat dan pembagian sumber daya tahunan.

Di panggung utama, duduk Kepala Klan dan para tetua. Di sisi lain, Victor duduk dengan gagah, dikelilingi pengikutnya. Matanya terus melirik ke arah pintu masuk, mencari sosok Raymond.

"Di mana si sampah itu? Takut kah dia?" cibir Victor. "Kalau dia tidak muncul, aku akan menyeretnya keluar dari lubang tikus itu!"

Tepat saat itu, pintu aula terbuka lebar.

Semua mata tertuju ke sana.

Raymond berjalan masuk. Ia tidak lagi mengenakan pakaian compang-camping. Ia memakai jubah bersih sederhana, namun postur tubuhnya berbeda. Pundaknya tegak, tatapannya tajam, dan ada aura dingin yang mengelilinginya.

"Itu... Raymond?"

"Kenapa dia berani datang? Kemarin dia habis dipukuli kan?"

"Lihat langkahnya, sepertinya ada yang berbeda..."

Raymond berjalan melewati kerumunan tanpa menoleh sedikitpun. Ia berdiri di barisan paling belakang, tempat biasanya murid-murid terbuang berkumpul.

"Huh! Berani juga kau," Victor berdiri dan berteriak agar semua orang mendengar. "Tapi ingat, di ujian ini tidak ada ampun. Siapapun yang terluka atau bahkan tewas... itu dianggap nasib buruk!"

Ancaman itu sangat jelas. Victor berniat membunuh Raymond secara sah di atas arena.

Upacara pun dimulai. Ujian dibagi menjadi dua: Tes Pengukuran Batu Roh, dan Duel Praktik.

Satu per satu murid maju. Ketika mereka meletakkan tangan di atas Batu Pengukur, batu itu akan bersinar sesuai tingkat kekuatan mereka. Kebanyakan bersinar biru lemah (Tahap 2-4).

Giliran Victor maju. Dengan bangga ia menempelkan tangannya.

Wush!

Cahaya hijau terang meledak! Batu itu bersinar sangat kuat hingga membuat orang lain menyipitkan mata.

Tahap 6 Dasar!

"Wow! Tuan Muda Victor jenius benar!"

"Hanya dalam setahun naik dua tingkat! Hebat!"

Victor tersenyum sombong sambil memelototi Raymond. "Lihat itu! Inilah perbedaan antara aku dan sampah sepertimu!"

Akhirnya, giliran Raymond.

Suasana menjadi hening. Semua orang menahan napas. Selama bertahun-tahun, tangan Raymond menyentuh batu itu, batu itu tidak pernah bersinar sama sekali, atau hanya berkedip redup sekali.

Raymond melangkah maju ke panggung. Ia berdiri di hadapan Batu Roh Raksasa.

"Ayo, tunjukkan! Mungkin tahun ini batu itu bisa sedikit berkedip," ejek seseorang.

Raymond menghela napas. Ia tidak menggunakan kekuatan penuhnya, ia hanya ingin sedikit mengejutkan mereka. Ia meletakkan tangan kanannya perlahan di permukaan batu.

Satu detik... dua detik...

Tidak ada apa-apa.

"Hahaha! Masih sama saja! Batu itu bahkan malas menyala untuknya!" tawa meledak kembali.

Tapi Victor mengerutkan kening. Ia merasa ada yang tidak beres. Tiba-tiba...

DUNG!

Suara gemuruh rendah terdengar.

Sebuah cahaya Merah Darah mulai menjalar dari telapak tangan Raymond!

Cahaya itu bukan cahaya biasa, terasa panas dan berat! Dengan cepat, seluruh batu raksasa itu berubah menjadi merah menyala seperti bara api!

Tahap 3 Dasar!

Hening total. Seluruh orang ternganga.

"Gila... Tahap 3?!"

"Dia yang kemarin masih tahap 1, bagaimana bisa?!"

Kepala Klan pun mencondongkan tubuhnya dengan kaget. Victor memucat, tangannya mengepal kuat hingga memutih.

"Mustahil! Kau pasti curang!" teriak Victor tak terima.

Raymond menarik tangannya, menatap Victor dengan tatapan dingin. "Siapa yang curang? Atau... kau yang takut?"

"AKU TAKUT?!" Victor melompat naik ke arena duel. "Ayo! Masuk ke sini! Aku akan menghancurkanmu sekarang juga! Aku tantang kau dalam duel sampai salah satu menyerah... atau mati!"

Mata Zhuo Yi di dalam cincin berkilat tajam. "Nak, ini kesempatan bagus. Hancurkan kebanggaannya sekaligus. Gunakan teknik yang kau pelajari semalam."

Raymond melangkah naik ke atas arena kayu yang tinggi. Angin berhembus kencang mengibaskan jubahnya.

"Baik. Aku terima tantanganmu. Tapi ingat... nanti jangan menangis."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!