NovelToon NovelToon
Rahasia Yang Kau Bawa

Rahasia Yang Kau Bawa

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Bad Boy / Cintamanis
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Keisha lari membawa rahasia hidupnya. Lima tahun ia bersembunyi, berpikir tak ada yang akan tahu. Tapi Arsen tidak pernah berhenti mencari. Ketika mereka bertemu kembali, dunia Keisha gemetar. Pria itu datang bukan untuk membenci, tapi untuk menuntut haknya sebagai seorang ayah dan ingin memiliki Keisha sepenuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEDATANGAN TAK TERDUGA

Hidup kembali berjalan tenang dan damai setelah insiden mengerikan dengan Kevin berlalu. Luka fisik di tubuh Keisha dan Arsen sudah sembuh, dan yang paling penting, kepercayaan di antara mereka kembali utuh bahkan lebih kuat dari sebelumnya.

Arsen menjadi suami yang jauh lebih perhatian, lebih lembut, dan tidak pernah lagi membiarkan istri dan anaknya merasa sendirian. Keisha pun semakin cantik dan bersinar, kini dia benar-benar merasa menjadi ratu di rumahnya sendiri.

Suatu siang yang cerah, saat mereka bertiga sedang asyik makan siang bersama di teras belakang sambil tertawa-tawa, suara ketukan pintu utama terdengar.

Tok... tok... tok...

"Siapa yang datang siang-siang begini ya?" gumam Keisha sambil mengelap mulut Leo. "Sayang, kamu ada undang teman kantor?"

Arsen menggeleng bingung. "Enggak. Aku cek dulu ya."

Arsen berjalan menuju pintu depan dengan wajah penasaran. Saat dia membuka pintu, dia langsung tertegun kaku di tempatnya. Wajahnya berubah datar dan dingin seketika.

Di depan pintu, berdiri sepasang suami istri yang sudah lama tidak pernah dia temui. Wajah mereka terlihat tua, lelah, dan sangat memelas. Itu adalah Ayah dan Ibu Arsen!

"Arsen... Nak..." suara Ibu Arsen bergetar, matanya berkaca-kaca. "Akhirnya kami bisa ketemu kamu lagi."

Arsen tidak menyapa. Dia hanya bersedekap dada, menatap mereka dengan tatapan dingin nan tajam. "Apa yang kalian lakukan di sini? Bukankah kalian sudah tidak mengakui aku sebagai anak? Bukankah kalian lebih memilih Natasha dan perusahaan itu daripada aku?"

Suara Arsen dingin dan tajam. Luka lama memang sudah sembuh, tapi bekasnya masih terasa perih.

Ayah Arsen menunduk malu, wajahnya terlihat sangat sedih. "Kami tahu... kami tahu kami salah besar, Nak. Kami buta karena uang dan gengsi. Kami tidak menyadari betapa berharganya kamu sampai kami kehilangan segalanya."

"Jadi maksud kalian datang ke sini apa?"

"Arsen Group milik Bapak... sudah benar-benar bangkrut, Nak. Hutang menumpuk, dan kami... kami sudah tidak punya tempat tinggal. Rumah dijual untuk bayar hutang," cerita Ibu Arsen mulai menangis. "Kami tahu kami jahat pernah menolak dan menghina Keisha. Tapi tolong... beri kami kesempatan untuk meminta maaf secara langsung padanya. Dan tolong... bantu kami sekali ini saja."

Arsen terdiam. Hatinya sebenarnya lembut, tapi dia ingat betapa sakitnya saat orang tuanya membiarkan Keisha dihina oleh Natasha dulu.

Di belakang Arsen, Keisha sudah berdiri mematung sambil memegang bahu suaminya. Dia mendengar semua percakapan itu.

Melihat Keisha muncul, Ayah dan Ibu Arsen langsung berlutut di depan pintu!

BRUK!

"NYONYA KEISHA!!" teriak mereka serentak. "TOLONG MAAF KAMI! KAMI SALAH BESAR PERNAH MENYAKITI HATI ANDA DAN LEO! KAMI TIDAK TAHU DIRI! TOLONG BERI KAMI KESEMPATAN UNTUK MEMBUKTIKAN KALAU KAMI BISA JADI KELUARGA YANG BAIK!"

Keisha terkejut setengah mati. "Eh! Om, Tante! Bangunlah! Jangan seperti ini!"

"TIDAK! KAMI TIDAK AKAN BANGUN SEBELUM ANDA MEMAERKAN KAMI DAN MENERIMA KAMI KEMBALI!" rengek Ibu Arsen.

Arsen ingin menolong mengangkat mereka, tapi Keisha menahan tangan suaminya. Gadis itu menarik napas panjang, lalu menatap kedua orang tua suaminya itu dengan tatapan yang sangat dewasa dan tegas.

 

Di dalam ruang tamu, suasana hening dan mencekam.

Ayah dan Ibu Arsen duduk dengan sangat sopan dan takut di ujung sofa, sementara Arsen dan Keisha duduk bersandar dengan wajah tenang namun berwibawa.

"Jadi... Bapak dan Ibu datang karena sedang susah dan butuh pertolongan ya?" tanya Keisha memecahkan keheningan, suaranya lembut tapi tegas.

Ibu Arsen mengangguk takut-takut. "Iya, Nak. Kami tahu kami tidak pantas. Tapi kalian satu-satunya harapan kami. Arsen sekarang sukses besar, pasti bisa bantu kami kan?"

Keisha tersenyum tipis, senyum yang membuat jantung orang tua Arsen berdegup kencang.

"Dulu... saat aku dan Arsen susah payah bangun bisnis dari nol, saat aku dihina Natasha, saat kalian menganggap aku cuma wanita simpanan... di mana kalian saat itu?" tanya Keisha pelan.

Wajah mereka pucat. "Kami... kami malu..."

"Malu atau memang tidak peduli?" potong Keisha lagi. "Saya tidak pelit hati kok. Justru saya orangnya sangat pemaaf. Tapi saya ingin kalian tahu satu hal. Rumah ini, kemewahan ini, dan kesuksesan Arsen sekarang... itu didapat bukan karena nama keluarga kalian. Itu didapat karena keringat Arsen dan doa saya."

Keisha mendekat sedikit, menatap mereka tajam.

"Kalau kalian mau tinggal di sini, mau makan di sini, mau hidup tenang di sini... syaratnya cuma satu. Mulai detik ini, kalian harus mengakui saya sebagai Ibu dari keluarga ini. Kalian harus memperlakukan Leo sebagai cucu kesayangan. Dan kalian harus tunduk pada aturan rumah ini. Saya yang jadi nyonya rumah di sini. Paham?"

Ayah dan Ibu Arsen langsung mengangguk cepat seperti anak kecil. "PAHAM! PAHAM BANGET! KAMI AKU PATUH! KAMI AKU HORMAT KAMU SEBAGAI RATU KELUARGA INI!"

Arsen yang duduk di sampingnya tersenyum bangga melihat istrinya. Wah, istriku galak tapi bijak banget ya.

"Bagus," Keisha tersenyum lebar, wajahnya berubah ramah seketika. "Kalau gitu... ayo makan siang. Masakan hari ini enak lho. Besok kita urus tempat tinggal dan pekerjaan baru buat Bapak. Tapi ingat ya... tidak ada lagi rahasia, tidak ada lagi pembedaan. Kita keluarga."

Mata Ibu Arsen berkaca-kaca. "Terima kasih... terima kasih Nak Keisha. Kamu wanita hebat. Kami berjanji akan menebus kesalahan kami."

 

Tapi... di tengah suasana haru itu, tiba-tiba ponsel Arsen berbunyi pesan masuk lagi.

Arsen membukanya, dan wajahnya yang tadi senang langsung berubah kaget dan pucat.

[Halo Tuan Arsen. Selamat ya keluarga kalian rukun lagi. Oh iya, lupa bilang. Di penjara, Kevin ketemu sama teman lama lho. Teman yang juga punya dendam sama kamu. Mereka sekarang bersekutu. Hati-hati... mereka bilang mau ambil sesuatu yang paling berharga dari kamu. Sesuatu yang lebih berharga dari perusahaan atau istri. 😈]

Arsen menatap layar ponsel itu gemetar.

Sesuatu yang lebih berharga... LEO?!

Dia menoleh cepat ke arah ruang bermain.

Leo tidak ada di sana!

"LEO?!" teriak Arsen panik. "KEISHA! LEO HILANG LAGI!"

Keisha yang sedang menuang air langsung menjatuhkan gelasnya. PRANG! Gelas pecah berkeping-keping.

"APA?! TADI KAN DIA DI SINI?!"

"Kevin... dia kirim orang lagi... mereka mau ambil Leo..." bisik Arsen pucat. "Mereka mau balas dendam lewat anak kita..."

1
Erna Wati
ayolah keisha masak kamu LBH percaya sama org lain dari pada suami mu buka mata kamu keisa KLO Kevin itu org jahat
wiwi: iyaa nih kak, padahal kan kita harus lebih percaya suami😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!