Karena tak kunjung hamil, Sekar Arunika- wanita muda berusia 25 tahun, harus mendapati kenyataan pahit suaminya menikah lagi. karena tidak ingin di madu, Sekar memilih mundur dan merantau.
namun sepertinya Tuhan masih belum ingin membuatnya tenang. karena saat sudah bahagia, Sekar justru di pertemukan kembali dengan orang-orang yang menyakitinya.
bagaimana langkah selanjutnya yang akan di ambil Sekar? memaafkan atau memilih menyimpan dendam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhevy Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
" Bagaimana apakah dia setuju? "
Sesaat mobil Rangga sampai di depan rumah ibunya, laki-laki itu sudah disambut oleh pertanyaan yang terlontar dari mulut Bu Risty.
Rangga menghembuskan nafasnya lelah dan mendudukkan tubuhnya di depan sang ibu.
" Sekar menolak. " sahut Rangga dengan nada suara lesu.
Bu Risty, Ayu, dan Gendis, yang mendengar itu seketika mendengus kasar.
" Dasar perempuan tidak tahu diri, berani-beraninya dia menolak keinginanmu?! " geram wanita paruh baya itu dengan wajah merah padam.
" tapi kamu tenang aja, walaupun tanpa restu istri kamu itu kamu masih bisa menikahi Rinjani. " sambung Bu Risty dengan tersenyum lebar.
Rangga hanya mengangguk sebagai jawaban dan memilih untuk segera beranjak dari tempat duduknya.
" kalau begitu aku mau langsung pergi ke kantor aja, " pamit Rangga mencium tangan ketiga perempuan yang sangat dihormati.
" Apa kamu tidak mau resign saja dari pekerjaanmu itu? Bukankah penghasilanmu sudah lebih dari cukup untuk membiayai kami? " Bu Risty tiba-tiba bertanya.
"bener juga apa yang ibu bilang Rangga, penghasilan cafe yang kamu kelola selama 3 bulan ini selalu melebihi omset biasanya, jadi tidak ada salahnya buat kamu resign dari pekerjaan lamamu, " Timpal Gendis pada sang adik.
"hm, nanti aku bakalan pikir-pikir lagi. " sahut Rangga, " kalau begitu aku pamit, "
Setelahnya, Rangga benar-benar pergi dari rumah sang ibu untuk menuju kantor tempat dia bekerja.
" dasar wanita tidak tahu diri, berani-beraninya dia menolak keinginan Rangga untuk menikahi Rinjani! Dia pikir dia siapa sampai melakukan hal itu? "
Bu Risty terlihat begitu marah saat mendengar penuturan putranya.
" kita harus datang ke sana dan beri dia pelajaran Bu, supaya dia tahu posisinya di keluarga ini seperti apa, " usul Ayu menatap ke arah sang ibu.
" benar apa yang dikatakan oleh Ayu, kita harus memberikan dia pelajaran supaya dia tahu posisinya. " tambah Gendis dengan menggebu-gebu.
Bu Risty langsung berdiri membuat Ayu dan Gendis juga ikut melakukan hal yang sama.
Diam-diam mereka berdua bersorak gembira saat mendapati sebuah tontonan gratis yang akan terjadi sebentar lagi.
****
Sementara itu di rumah Sekar masih saja termenung setelah mendengar ucapan sang suami yang menginginkan Rinjani menjadi istrinya.
Bohong Jika hati Sekar tidak merasa sakit saat mendengar ucapan lantang itu keluar dari mulut suaminya.
" apa yang harus aku lakukan sekarang? apa aku harus merestui hubungan mereka? " tanya Sekar dengan nada merintih.
Tak lama, pandangan Sekar teralihkan setelah mendengar sebuah ketukan yang tidak biasa dari pintu rumahnya.
Dengan gerakan cepat Sekar menghapus air matanya sendiri dan segera beranjak dari kursi.
Saat Sekar membuka pintu terpampang lah tiga wajah yang diam-diam sangat dihindari oleh Sekar.
" Ibu Mbak Ayu Mbak Gendis, ada apa? " tanpa terasa tubuh Sekar bergetar hebat saat bertanya seperti itu.
Tanpa basa-basi tiga perempuan itu langsung masuk ke dalam rumah Sekar dan duduk di kursi ruang tengah.
" Kenapa kamu menolak keinginan Rangga untuk menikah lagi? " tembak Bu Risti langsung to the point.
Sekar terperanjat kaget sebelum akhirnya kembali menundukkan kepala.
"a-aku tidak mau dimadu Bu, " cicit Sekar dengan suara yang sangat kecil.
" Apa kamu sudah merasa paling sempurna sampai kamu tidak mau dimadu? " Bu Risty semakin memandang rendah ke arah sang menantu.
"a-apa maksud ibu? "