NovelToon NovelToon
Cinta Yang Dikubur Bersama Dia

Cinta Yang Dikubur Bersama Dia

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / CEO / Diam-Diam Cinta / Teman lama bertemu kembali / Cintapertama
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Pasaribu

Seorang laki-laki yang sudah lama mencintai seseorang dalam diam, berhasil menikahinya tapi bukan dengan hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasaribu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diskusi Di Tengah Makan Malam

"Nay...." panggil Nadira.

"Kenapa?"

"Nanti setelah pulang kantor kita nongkrong, yuk. Kemaren kan gak jadi,"

Naya terdiam, melihat ke arah jendela. Matahari sudah mulai turun. Dia mengingat sesuatu.

"Nay..... haloo, dengar nggak sih?" Nadira melambaikan tangan di depan wajahnya.

Naya terlihat ragu sejenak sebelum akhirnya menjawab, "Aku.... aku itu.... Hari ini pulang agak telat."

Nadira mendekat, "Loh, kenapa? Ada urusan?"

Naya mengangguk pelan, "iya, ada sedikit acara."

Nadira tidak langsung bertanya lagi, meskipun rasa penasaran itu muncul di wajahnya. Ia sadar, mereka baru saja baikan.

"Ya sudah," katanya akhirnya sambil tersenyum. "Tapi lain kali harus ya...."

Naya menanggapi dengan senyuman.

Karyawan satu per satu meninggalkan ruangan.

Nadira merapikan mejanya, memasukkan ponselnya ke dalam tas. Suasana ruangan kerja itu sedikit berubah. CEO berjalan menuju meja mereka.

Berhenti tepat di depan meja Naya.

"Sudah selesai?" tanyanya singkat.

Naya terlihat sedikit terkejut, namun segera berdiri dari kursinya.

"Sudah, Pak."

CEO itu mengangguk tipis, "Kalau begitu, kita pergi sekarang."

Beberapa orang di ruangan itu saling melirik, mencoba memahami situasi yang sangat jarang itu.

Nadira hanya bisa terdiam.

Naya mengambil tasnya dengan cepat, "Aku pamit dulu, ya." katanya kepada Nadira.

Nadira hanya mengangguk, tetapi matanya mengikuti langkah Naya yang berjalan keluar bersama ceo itu.

Nadira berdiri di tempatnya masih tetap melihat ke arah sahabatnya yang sudah tidak terlihat itu, ada sesuatu yang terasa aneh di dalam hatinya.

Di sampingnya, asisten CEO berdiri sambil memeriksa sesuatu di tabletnya. Ia tampaknya juga bersiap untuk pergi. Ketika asisten itu hendak melangkah keluar, Nadira tiba-tiba memanggilnya.

"Pak....." panggil Nadira agak lebih kuat.

Asisten itu berhenti dan menoleh, "iya?"

Nadira terlihat sedikit ragu, tapi rasa penasarannya membuat dia tetap bertanya.

"Naya sama pak CEO tadi.... mereka itu mau kemana?"

Asisten itu menatap Nadira sebentar, lalu sudut bibirnya terangkat seperti menahan senyum.

"Ke tempat yang tenang," jawabnya santai.

Nadira mengernyit, "tempat yang tenang?"

Asisten itu mengangkat bahu ringan.

"Tempat yang cocok untuk...... Ngobrol lama," katanya dengan nada sedikit menggoda.

Nadira menatapnya semakin bingung.

"Bagaimana maksudnya, Pak?"

Candra tertawa kecil. "Saya itu cuma diminta carikan tempatnya, lagian kenapa?"

" Maaf, Pak" Nadira menunduk.

Lalu tiba-tiba ia sedikit mencondongkan tubuhnya, mendekatkan wajahnya ke arah Nadira.

"Penasaran, ya?" katanya dengan nada sedikit jengkel.

Nadira langsung mundur sedikit, kaget dengan jarak yang tiba-tiba menjadi begitu dekat.

"Saya cuma nanya, Pak." balas Nadira cepat.

Candra tersenyum tipis, lalu kembali tegak.

"Tenang saja," katanya santai. "Pak CEO sekalian mau bahas pekerjaan juga." jelasnya sambil mulai melangkah pergi.

Nadira masih berdiri di tempatnya, kata-kata itu berputar di kepalanya.

"Sekalian?" pikirnya.

Dia mengambil ponselnya, ingin mengirim chat kepada Naya. 'Nay, kalian kemana?'. Chat itu tertahan lalu dihapusnya. Kejadian kemarin menghantui pikiran Nadira, takut berlebihan membuat Naya tidak nyaman.

Entah kenapa rasa curiga, penasaran, dan sesuatu yang bahkan ia sendiri masih sulit menjelaskan itu sebenarnya apa.

Mobil yang membawa Naya dan CEO itu akhirnya berhenti di depan sebuah restoran. Dari luar saja tempat itu sudah terlihat mewah. Seorang pelayan sudah berdiri di depan pintu seolah memang menunggu kedatangan mereka.

Naya sempat melirik ke arah CEO itu sebelum turun dari mobil.

Mereka masuk ke dalam restoran bersama-sama. Namun begitu melangkah ke dalam, Naya sedikit terkejut. Restoran itu terasa sangat tenang. Bahkan itu terlalu tenang untuk ukuran tempat semewah itu.

Beberapa meja sudah tertata rapi dengan lilin kecil di atasnya, tetapi tidak ada pengunjung lain yang terlihat.

Hanya mereka.

Naya mengamati sekeliling ruangan, ke kiri, ke kanan bahkan ke belakangnya beberapa kali.

Naya duduk di kursi yang sudah disiapkan pelayan.

"Restorannya..... " Naya berhenti sebentar, mencoba memilih kata.

"Tenang sekali," lanjutnya pelan.

CEO itu duduk di seberangnya dengan ekspresi santai, tersenyum kecil. Dia berusaha mencari cara untuk mencairkan suasana canggung itu.

"Ini kita lanjut bahas restrukturisasi distribusi keputusan kemaren."

Naya mengangguk, dia lebih menyukai pembahasan yang membahas pekerjaan, karna ketika masuk pembahasan itu rasa canggung di antara mereka bisa dihilangkan.

Naya langsung sedikit menegakkan punggungnya.

"Saya akan membentuk tim kecil untuk evaluasi distribusi, masih ingat itu, kan?" tanya ceo itu.

Ceo itu menyilangkan tangannya di atas meja.

"Ingat, Pak." Naya memperhatikan dengan sangat serius.

"Tim itu akan memeriksa ulang jalur logistik, biaya distribusi, dan hubungan dengan klien utama."

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "kamu bersedia kan untuk ikut di dalamnya?".

Pembicaraan mereka mulai semakin dalam.

CEO itu memastikan Naya mau ikut campur. Dia sangat jarang menanyakan seperti itu kepada karyawan-karyawan lain saat berbicara pekerjaan. Biasanya dia akan langsung memberikan perintah bukan pertanyaan.

Naya terdiam. Keraguan kemaren masih sama, tetap muncul.

Ceo itu bersandar sedikit di kursinya.

"Perusahaan butuh kemampuan analisis itu, dan saya pikir kamu tepat."

Naya memikirkan kata-kata itu sebelum berkata pelan, "saya belum pernah ikut tim evaluasi seperti itu, Pak."

"Tidak ada yang langsung berpengalaman sejak awal," jawabnya.

Wajah Naya masih menunjukkan keraguan akan dirinya sendiri.

Ceo memahami itu, dan melanjutkan dengan nada lebih tenang.

"Yang saya butuhkan bukan seseorang dengan jabatan tinggi. Saya butuh seseorang yang melihat angka tanpa asumsi."

Restoran mewah itu masih tetap terasa sunyi. Lampu-lampu hangat memantul di permukaan meja mereka.

Naya menarik napas pelan, "Bagaimana dengan pekerjaan saya? Bagaimana jika nanti banyak laporan yang terkendala, Pak?"

"Candra akan mengatur penyesuaiannya," jawab CEO tenang dan meyakinkan.

Ia mencondongkan wajahnya lebih dekat ke arah Naya, menatap Naya lebih lama dari biasanya.

"Saya tidak akan meminta ini jika saya tidak yakin."

Kalimat itu membuat Naya akhirnya mengangguk pelan.

"Baik, Pak. Saya akan mencoba."

Percakapan di antara mereka justru berubah menjadi diskusi kerja yang serius. Meja makan itu tiba-tiba menjadi ruang rapat kecil yang sangat privat.

Seorang pelayan datang mendekat sambil mendorong troli kecil. Aroma makanan hangat langsung menyebar lembut di udara.

Pelayan itu mulai meletakkan satu per satu hidangan di atas meja mereka. Piring-piring besar dengan penyajian yang terlihat sangat rapi dan mewah.

Naya memperhatikan hidangan itu, sementara tatapan Ceo itu tak terlepas dari Naya.

Pelayan itu tersenyum sopan sebelum berkata, "silahkan dinikmati."

Pelayan itu kembali menjauh, meninggalkan mereka berdua.

Suasana menjadi hening, diskusi mereka berhenti.

Naya mengangkat wajahnya, menyadari CEO itu menatapnya.

"Pak?" panggil Naya.

CEO itu tersadar dari pandangannya, menghela napas pelan.

"Sepertinya kita terlalu serius untuk sebuah makan malam," katanya dengan nada ringan.

Naya tersenyum kecil, rasa canggungnya kembali lagi.

"Tidak masalah, Pak."

CEO itu mengambil sendoknya, "untuk sementara, kita istirahat dulu dari pembicaraan kantor."

Naya mengangguk pelan.

1
kurniasih kurniasih
lanjut dong ceritanya bagus
Pasaribu: Ditunggu yaa
total 1 replies
kurniasih kurniasih
ceritanya bagus banget lanjut dong
Pasaribu: Ditunggu yaaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!