NovelToon NovelToon
Nero Vano

Nero Vano

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Crazy Rich/Konglomerat / Teen
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: BiMO33

Di buang ke Desa Kenangan, tempat Oma-nya menghabiskan sisa umur. Nero Vano Christian malah tidak sengaja bertemu dengan seorang gadis manis bernama Ainun Salsabila Adiakara. Gadis yang awalnya hanya sekedar mengusik hati.. Lalu menjadi alasan untuk Nero mulai mengenal Tuhan.

Ikuti kisahnya~

Happy Reading ><

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BiMO33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 8: MISI PENYUSUPAN & SKAKMAT SANG PAMAN (NERO POV)

Sore itu, rasa penasaran gue udah di tahap unhealthy. Gue butuh asupan visual si Ainun buat recharge mental gue yang makin kering di desa ini. Dengan modal nekat dan kaos polo yang gue kancingin sampe atas (biar kelihatan agak anak baik dikit) gue jalan kaki ke arah masjid.

Suara merdu itu kedengeran lagi. Ainun lagi ngajar anak-anak kecil baca Iqra. Gue nggak masuk lewat pintu depan, takut bikin skandal. Gue milih muter ke arah samping, lewat jendela kayu yang kebuka lebar. Gue sembunyi di balik pohon kamboja, ngintip tipis-tipis.

Di sana, Ainun duduk di lantai beralas karpet hijau. Dia lagi benerin bacaan seorang bocah ingusan. Wajahnya yang chubby kelihatan fokus banget, tangannya yang kecil megang lidi buat nunjuk huruf-huruf hijaiyah. Sumpah, aura dia pas lagi ngajar itu... heavenly. Cantiknya naik 2000%.

"Fatha, kasrah, dhommah... pinter," suara Ainun lembut banget, bikin hati gue yang keras ini berasa kayak marshmallow dipanggang.

Gue saking asyiknya ngintip sampe nggak sadar kalau ada orang yang berdiri tepat di belakang gue.

"Lagi nyari sinyal 5G di balik pohon kamboja, Mas?"

Anjir! Gue hampir loncat ke dalem sumur masjid. Gue langsung balik badan dengan muka merah panas. Di depan gue berdiri seorang cowok pake koko kasual, celana gantung, dan senyum yang... ngeledek banget. Gayanya nggak sekaku Ustadz Davi, tapi tetep ada wibawanya.

"Eh... itu... anu, Mas," gue gagap parah. King of Night Jakarta mendadak jadi King of Salting.

"Gue Ikdam. Pamannya Ainun," katanya sambil nyodorin tangan. Gue liat mukanya, lah... ini mah seumuran gue. Paling beda setahun dua tahun.

"Nero," jawab gue sambil jabat tangannya. "Eh, paman? Serius, Mas? Kelihatan masih sebaya sama gue."

Ikdam ketawa, suaranya renyah banget. Dia nyender di tembok masjid, natap gue dengan mata yang seolah bisa baca pikiran kotor gue. "Iya, gue adek bungsunya ibunya Ainun. Emang sering dikira kakaknya sih. Lo cucunya Bu Thalita yang lagi dikarantina itu kan? Berita soal cowok kota yang hobi balap liar udah nyampe ke telinga gue, Bro."

Gue cuma bisa nyengir kecut. "Kabar buruk emang jalannya lebih cepet daripada knalpot racing ya."

Ikdam ngelirik ke arah jendela tempat gue ngintip tadi, terus balik natap gue. "Nggak usah ngintip-ngintip gitu. Kalau mau dengerin, masuk aja. Masjid ini punya Tuhan, bukan punya keluarga gue doang. Tapi ya itu... kalau mau deketin Ainun lewat jalur belakang kayak gini, mending lo puter balik deh."

"Gue nggak ada maksud jahat, Mas," bela gue.

"Gue tau. Lo cuma lagi crush kan?" Ikdam nepuk bahu gue, gayanya asik banget kayak temen tongkrongan, tapi omongannya dalem. "Masalahnya, ponakan gue itu barang pecah belah. Sekali lo sentuh tanpa niat serius, lo urusannya sama satu desa. Apalagi lo tahu kan... server kita beda?"

Gue diem. Lagi-lagi diingetin soal itu.

"Gue panggilnya Ikdam aja ya? Lo asik juga soalnya," kata gue nyoba cairin suasana.

"Santai aja, Nero. Gue mah toleran. Tapi inget, Mas Davi yang tadi lo temuin itu ibarat pintu depan, sedangkan gue ini satpam yang bakal jagain Ainun dari cowok-cowok yang cuma modal penasaran," Ikdam ngomong gitu sambil senyum, tapi tatapannya serius. "Udah, mending lo masuk. Duduk di pojokan, dengerin Ainun ngaji. Siapa tau hati lo dapet hidayah, bukan cuma dapet baper."

Gue akhirnya ngekor Ikdam masuk ke teras masjid. Gue duduk di pojokan, jauh dari kerumunan anak-anak. Gue liat Ainun sempet ngelirik ke arah gue pas gue masuk. Dia kaget, langsung nunduk dalem banget sampe jidatnya hampir kena meja kecilnya. Pipinya yang chubby langsung berubah jadi warna pink, persis warna hijabnya.

Gue senyum tipis. Ternyata deketin bidadari desa itu butuh mental yang lebih kuat daripada start di garis grid balapan.

1
한스Hans
semangat ya ☕
Thinker Bell ><: yetts, thanks😄👍
total 1 replies
Jeje Bobo
Nama neneknya keren pasti funky bebs
Thinker Bell ><: kan mantan sosialita kota, yang sengaja tinggal di kampung buat ngabisin sisa umur. biasa orang kaya.... 😄
total 1 replies
Jeje Bobo
Turun kasta 🫠 sedihnya untuk cm di novel yh say
Thinker Bell ><: nanti juga balik lagi kok ke kota/Shhh/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!