NovelToon NovelToon
Mawar Indah Tuan Ferguson

Mawar Indah Tuan Ferguson

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Sabrina Rasmah

Di bawah langit London yang selalu mendung, Alex Ferguson berdiri sebagai predator puncak di dunia bawah tanah Inggris. Baginya, kematian Brandon Warming karena sakit jantung adalah sebuah "penghinaan"—ia kehilangan kesempatan untuk membalas nyawa ibunya dengan tangannya sendiri.
Namun, Brandon meninggalkan satu-satunya harta yang tersisa: Tiana Luxemburg Warming. Gadis berusia 18 tahun yang masih memiliki binar polos di matanya, sama sekali tidak tahu bahwa seluruh hidupnya kini telah beralih menjadi milik Alex sebagai pelampiasan dendam yang belum tuntas. Bagi Alex, Tiana bukan sekadar mangsa, melainkan mahakarya yang akan ia hancurkan perlahan di balik dinding kastelnya yang dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Sabrina Rasmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mawar indah di kegelapan

Begitu mereka sampai di kediaman utama klan Ferguson yang megah dan kuno, semua mata langsung tertuju pada mereka. Andriana yang juga hadir di sana tampak hampir meledak karena cemburu melihat Tiana yang begitu cantik bersanding dengan Alex.

Suasana di kediaman utama klan Ferguson yang megah itu seketika menjadi pusat perhatian saat Alex melangkah masuk. Lampu kristal raksasa yang menggantung di plafon memantulkan cahaya pada lantai marmer, menciptakan atmosfer yang mewah sekaligus mengintimidasi.

"Hey, Bro! Siapa gadis cantik ini?" tanya Alen, adik sepupu Alex yang dikenal sebagai playboy klan Ferguson. Ia menghampiri mereka dengan seringai nakal, matanya menyisir penampilan Tiana yang tampak begitu murni dan kontras di antara kerumunan orang-orang berbaju gelap.

Alex tidak berhenti melangkah, ia justru semakin mempererat rangkulannya di pinggang Tiana, seolah sedang menegaskan kepemilikannya. "Tidak perlu tahu kau, Bocah," jawab Alex dengan nada bariton yang dingin dan mematikan.

Alen tertawa renyah, namun matanya melirik ke arah sudut ruangan di mana Andriana berdiri mematung. "Galak sekali. Tapi lihat itu... Andriana sudah siap untuk marah. Kau membawa 'mainan' baru ke kandang singa betina, Alex. Berani juga nyalimu."

Tiana menoleh ke arah pandangan Alen. Di sana, Andriana berdiri dengan gaun hitam seksinya, memegang gelas sampanye dengan cengkeraman yang begitu kuat hingga buku-bukunya memutih. Tatapan matanya yang tajam seolah ingin menguliti Tiana hidup-hidup di depan seluruh anggota klan Ferguson.

"T-tuan... wanita itu menatapku seolah ingin membunuhku," bisik Tiana lirih, ia refleks merapat ke tubuh tegap Alex karena merasa sangat tidak aman.

Alex menunduk, bibirnya hampir menyentuh telinga Tiana—sebuah gerakan yang sengaja ia lakukan untuk memanaskan suasana. "Tetaplah di sampingku, Tiana. Di sini, kau adalah tanggung jawabku. Selama kau tidak melepaskan tanganku, tidak akan ada satu pun serigala yang berani menyentuhmu, termasuk Andriana."

Tiba-tiba, suara dentuman tongkat kayu di atas lantai marmer membungkam seluruh ruangan. Di ujung aula, seorang pria tua dengan rambut putih yang tertata rapi dan aura kekuasaan yang luar biasa muncul. Kakek Ferguson, sang patriark klan.

"Alex... bawa gadismu kemari. Aku ingin melihat siapa yang sudah membuat cucu kesayanganku mengabaikan tunangannya sendiri," suara berat sang Kakek menggema, membuat detak jantung Tiana seolah berhenti seketika.

Suasana di aula besar itu mendadak sunyi senyap, seolah detak jarum jam pun bisa terdengar. Tatapan tajam Kakek Ferguson terkunci rapat pada manik mata Tiana. Pria tua itu berdiri tegak dengan tongkat berkepala singa emas di tangannya, memancarkan wibawa yang membuat siapa pun ingin berlutut.

"Siapa namamu?" tanya Kakek Alex dengan suara bariton yang serak namun menggelegar, menembus keheningan pesta.

"Tiana Bernadette..." jawab Alex cepat, mencoba menutupi identitas asli Tiana. Ia mengeratkan rangkulannya di pinggang Tiana, seolah memberikan peringatan tersembunyi agar gadis itu tetap diam.

Kakek Ferguson tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun. Ia justru mengetukkan tongkatnya ke lantai marmer dengan satu hentakan keras. TAK!

"Aku tanya pada dia, Alex. Bukan padamu," desis sang Kakek dengan nada yang tak terbantahkan. Ia melangkah satu tindak mendekati Tiana, membuat Tiana merasa seperti kancil yang sedang diendus oleh singa tua yang lapar.

"Katakan sendiri, Gadis Kecil. Siapa namamu yang sebenarnya? Wajahmu... mengingatkanku pada seseorang yang seharusnya sudah membusuk di neraka," lanjut Kakek Ferguson, matanya menyipit penuh selidik.

Tiana gemetar hebat. Ia bisa merasakan telapak tangan Alex yang dingin di pinggangnya, seolah menyuruhnya untuk berbohong. Namun, di sisi lain, ia melihat Andriana yang berdiri tak jauh dari sana dengan senyum licik, seolah sedang menunggu Tiana melakukan kesalahan fatal.

Tiana menarik napas panjang, mencoba menenangkan jantungnya yang berpacu liar. Jika ia berbohong, Kakek Ferguson pasti tahu. Tapi jika ia jujur, nyawanya mungkin berakhir malam ini juga di tangan klan musuh ayahnya.

"Nama saya..." Tiana menggantung kalimatnya, matanya melirik Alex yang tampak sangat tegang.

------------------------------

Ketegangan di aula besar itu seolah bisa diiris dengan pisau. Tiana merasa ribuan pasang mata anggota klan Ferguson tertuju padanya, menanti satu kata salah yang keluar dari bibirnya. Dengan jemari yang gemetar hebat, ia menjawil ujung jas hitam Alex, mencari perlindungan di balik tubuh tegap pria itu.

"Aku takut..." cicit Tiana, suaranya hampir hilang tertelan musik klasik yang mengalun rendah di latar belakang. Ia menunduk, tak berani membalas tatapan tajam sang kakek yang seolah bisa menembus jantungnya.

Alex merasakan getaran tubuh Tiana di sampingnya. Sesuatu yang asing bergejolak di dadanya—rasa ingin melindungi yang tidak seharusnya ia miliki untuk putri musuhnya. Ia menunduk, membisikkan kata-kata yang hanya bisa didengar oleh Tiana di tengah keramaian.

"Jawablah, baby... Kau tidak perlu takut. Selama kau di sampingku, tidak ada yang bisa menyentuhmu," bisik Alex, suaranya berat dan penuh otoritas yang menenangkan.

Tiana menarik napas panjang, mencoba mengumpulkan sisa-sisa keberaniannya. Ia mendongak, menatap mata keriput namun tajam milik Kakek Ferguson.

"Tiana Bernadette, Kakek..." jawab Tiana akhirnya, mengikuti skenario nama yang diberikan Alex tadi. Suaranya sedikit bergetar, namun ia berusaha tetap tegak.

Kakek Ferguson terdiam sejenak, memutar-mutar tongkat kepala singa emasnya. Matanya menyipit, menyisir setiap inci wajah Tiana yang tampak murni dengan gaun off-shoulder pastelnya.

"Bernadette?" ulang sang Kakek dengan nada sangsi yang kental. "Nama yang indah. Tapi auramu... kau punya tatapan mata yang sama dengan pria yang pernah berkhianat pada klan ini puluhan tahun lalu."

Andriana yang berdiri tidak jauh dari sana, meremas gelas sampanyenya hingga urat-urat di tangannya menonjol. Ia tidak tahan melihat perhatian kakek tertuju pada Tiana.

"Mungkin dia hanya gadis jalanan yang beruntung ditemukan Alex, Kakek," sela Andriana dengan suara manis yang berbisa. Ia melangkah maju, mencoba memecah ketegangan. "Wajar jika dia takut melihat kemegahan klan kita."

Kakek Ferguson tidak memedulikan Andriana. Ia justru meraih tangan Tiana, menariknya pelan untuk melihat cincin atau tanda apa pun di jemari gadis itu. "Alex, pastikan 'peliharaanmu' ini tidak membawa sial ke dalam rumahku. Aku tidak suka ada darah asing yang mencemari pesta ini."

1
partini
don't worry uncle,,tuan Alex nanti dia sendiri yg masuk ke permainan nya sendiri bucin akut
partini: okeh Thor lnajut
total 2 replies
partini
good story
partini
lanjut Thor ceritanya bagus 👍
Nur Sabrina Rasmah: makasih kak support nya😍🙏
total 1 replies
partini
aduh paman masa langsung percaya aja
partini
visual keren ,tapi ceweknya rada kurang pas Thor cari yg cewek latin mata biru
Nur Sabrina Rasmah: kamu bayangin sendri aja ya ..maaf 🙏
total 1 replies
Mia Camelia
tahan ya alex🤣🤣🤣
Mia Camelia
jahat banget alex, aduh kasian dikit dong🤣
Mia Camelia
lanjut thor👍👍cerita nya keren🥰🥰🥰
Wayan Sucani
Ayok dong up lg
Nur Sabrina Rasmah: siap🫡
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!