AK 47, senjata laras panjang yang kini diarahkannya pada leher suaminya.
"Tambah satu wanita lagi, bangunlah Harem hingga kamu kenyang oleh darah." Sebuah sindiran dari wanita yang tersenyum menyeringai.
Dirinya bereinkarnasi sebagai istri jahat dalam novel pria bertema sistem dan kiamat. Dengan ending kematian tragis.
Sedangkan suaminya hidup bahagia dengan 9 wanita cantik di haremnya.
Berusaha bersikap baik, tidak seperti dalam alur cerita novel. Berharap suaminya tidak akan membangun harem seperti dalam cerita novel.
Tapi tetap saja susu besar membuat pria ini tertarik, paha mulus menggetarkan hatinya.
Daripada menunggu kematian, lebih baik, dirinya menggunakan rudal balistik untuk menghancurkan suaminya.
Dalam dunia kiamat diantara hidup dan mati, dimana makanan adalah lebih berharga daripada emas. Hukum tidak berlaku lagi.
Dunia dimana dirinya dapat membantai pria ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
"Ti... tidak ada apa-apa, aku hanya penasaran kamu akan memasak apa untuk hari ini." Sarah berusaha keras untuk tersenyum, menyembunyikan rasa gugupnya dibalik senyuman dipaksakan.
"Rencananya sup... aku juga bingung karena terlalu banyak bahan yang kurang. Tapi ini akan menjadi spesial untuk Nona Sarah." Pemuda yang menusuk relung hatinya paling dalam menggunakan wajahnya yang luar biasa rupawan.
Tapi dengan cepat juga Sarah menggeleng, dirinya tidak boleh dengan mudah tergoda oleh pria tampan. Ren adalah temannya...
"Spesial untuk Nona Sarah...?" Marina menatap penuh senyuman mencurigakan.
Sedangkan Sarah mengangkat sebelah alisnya. Ibunya menggoda lagi, benar-benar amat sangat menyebalkan.
"Benar! Aku sudah sering menyusahkan Nona Sarah, karena itu aku harus banyak-banyak membalas budi padanya. Karena aku hanya bisa memasak, jadi membuat masakan spesial untuk Nona Sarah adalah pilihan yang terbaik. Makanan spesial untuk wanita yang paling spesial." Kalimat yang diucapkan oleh Ren, membuat dirinya terdiam dan tertegun.
Entah kenapa ada yang terasa aneh. Ren memang tidak sekuat Kelvin, begitu polos penakut dan penuh dengan keragu-raguan, sama sekali tidak memiliki ambisi. Tapi senyumannya begitu tulus, tutur katanya halus, seseorang yang dapat membuatnya nyaman.
Melirik ke arah ibunya, mungkin apa yang dikatakan ibunya adalah kebenaran. Jika sudah sedikit lebih banyak saling mengenal lagi, mungkin dirinya tidak akan ragu untuk menjalin hubungan baru.
Sedangkan Miau-miau, Tengah membersihkan tubuhnya dengan menjilat bagian punggung tangannya. Matanya sesekali melirik ke arah Sarah. Wanita yang terus-menerus menatap ke arah majikannya. Ini sulit jika manusia ini jatuh cinta pada majikannya.
Padahal majikannya terlihat tidak memesona saat ini. Kurus, lemah, cengeng, ditambah perilakunya yang aneh. Seharusnya manusia ini tidak menyukai majikannya. Tapi mau bagaimana lagi sudah diturunkan pesonanya pun, masih saja menjadi incaran wanita.
Namun, majikannya yang super duper dingin, sama sekali tidak mungkin jatuh cinta pada manusia rendah ini.
***
Pria yang begitu pandai memasak, beberapa jenis makanan terhidang di atas meja. Terdapat sup daging beruang, serta beberapa olahan sayur dan daging lainnya.
Semuanya dimasak dengan benar-benar sempurna.
"Ini untuk Nona Sarah." Seorang pria rela mengambilkan makanan untuk seorang wanita? Untuk pertama kalinya dirinya diperlakukan seperti ini oleh seorang pria.
Suwandi dan Marina saling melirik, mereka benar-benar memahami sifat Putri mereka. Seseorang yang lebih cocok dengan Putri mereka yang berkemauan keras, adalah pria yang menghormati wanita. Bukan hanya pria yang menjadikan wanita sebagai alat. Atau pria yang ingin hidup tenang, dan dihormati namun tidak bersedia berusaha.
"Ren, Apa kamu sudah memiliki seorang kekasih?" pertanyaan dari Suwandi pada akhirnya.
"Tidak, kebetulan aku tidak memilikinya. Sebelum dunia ini mengalami bencana besar, Aku hanya berkonsentrasi mengelola restoran ayam goreng milik keluargaku. Sama sekali tidak terpikirkan hal lain." Jawaban jujur darinya penuh senyuman.
"Apa kamu tidak terpikirkan untuk memiliki keluarga? Misalnya punya istri dan anak?" Pertanyaan yang diucapkan oleh Marina, membuat Sarah yang tengah meminum air putih terbatuk batuk.
"Ibu!" Sarah meninggikan nada bicaranya, pertanda meminta ibunya untuk berhenti bicara. Bagaimana bisa di dunia yang bahkan belum jelas akan selamat atau tidak ini, malah memikirkan tentang pernikahan. Sedangkan dirinya baru saja berpisah dengan Kelvin.
"Jika aku belum bisa membahagiakan orang yang akan menjadi pendampingku, dan anakku. Aku tidak akan berpikiran untuk menikah." Sebuah jawaban yang benar benar bertanggung jawab. Bertambah meluluhkan hati Marina dan Suwandi.
Pria ini tidak mengucapkan 1000 janji seperti apa yang dilakukan oleh Kelvin. Tapi berani mengambil komitmen jika memang mampu.
"Makan yang banyak!" Sarah merungut, menyumpal mulut Ren menggunakan daging. Ya... dirinya cukup malu dengan jawaban orang ini, ditambah lagi dengan pertanyaan ibunya yang sama memalukannya.
Ren yang tidak mengerti, hanya kembali mengunyah makanannya. Dirinya menjawab dengan jujur, ada banyak tugas yang harus dilakukannya. Pria yang belum terpikirkan untuk membangun sebuah keluarga.
Tapi.
Entah kenapa pandangan matanya selalu tertuju pada wanita ini, wajah galaknya sama sekali tidak membosankan untuk dilihat.
***
Mereka hanya beristirahat di sana sehari semalam saja, mengingat banyak hal yang harus mereka lakukan.
Bungker bawah tanah di mana tanaman dapat hidup. Butuh lebih banyak lagi pengembangan, barulah mulai dapat membawa beberapa orang ke dalam bunker.
Semua persiapannya, masih diberikan kepada Suwandi dan Marina untuk mengembangkannya. Sementara dirinya, untuk sementara waktu akan berada di luar bungker mengikuti Kelvin.
Tentu saja tujuannya hanya satu, menemukan final boss.
"Ayo Ren! Kita harus kembali mengikuti Kelvin!" ucapnya penuh semangat.
Sementara Ren, yang membawa tas ransel besar menguap beberapa kali."Ini melelahkan, Sarah selalu mengikutinya, pasti karena lebih menyukainya daripada menyukai rentan?"
"Mana ada!" Sarah menyipitkan mata menatap ke arahnya."Aku baru menyadari, ada seseorang yang lebih baik daripada Kelvin."
"Siapa?" tanya Ren berusaha keras untuk tersenyum. Entah kenapa dirinya cukup kesal mendengar wanita ini memuji pria lain.
"Rahasia...!" jawaban dari Sarah, menghela napas kasar, kemudian pergi melarikan diri mendahului Ren. Ya... dirinya memang mulai menyukai seseorang, seseorang yang tidak peduli dengan nyawanya terancam. Terluka untuk melindunginya dari monster laba-laba.
Seseorang yang pandai memasak, senyuman yang membuatnya nyaman. Sulit dipercaya, dalam waktu singkat dirinya dapat jatuh cinta pada Ren.
"Ra... rahasia...?" kala Sarah telah pergi, pemuda itu menghafalkan tangannya. Seseorang yang lebih baik darinya, benar! wanita sialan itu mengatakan seseorang yang lebih Kelvin.
"Tuan, sepertinya Sarah menyukai pejantan lainnya. Semua betina sama saja, saat musim kawin akan memilih pasangan yang lebih kuat. Sebaiknya, tuan segera meninggalkan tempat ini. Lagi pula pengujian sudah selesai, Nona Sarah sama sekali berbeda dengan manusia lain yang jika tentang kepedulian... Miau..." kalimat yang diucapkan oleh sang kucing kepada majikannya. Sembari berguling-guling di atas tanah, bagaikan kucing kecil tidak bersalah.
"Aku tidak menyukai manusia itu. Aku hanya merasa dia tidak membosankan, menyenangkan untuk bicara dengannya, begitu menyebalkan jika dia kagum atau dekat dengan orang lain. Juga... entah kenapa terkadang aku ingin menggigitnya." kalimat yang diucapkan oleh Ren, merasa ada yang aneh dengan dirinya.
Sedangkan sang kucing, menghela napas kasar."Itu namanya... tuan mungkin mengidap virus berbahaya, karena terlalu lama dekat dengan manusia. Karena itu jangan terlalu banyak bergaul dengan manusia, lebih baik kita pergi ke neraka."
"Aku tidak bisa sakit atau mati, tidak mungkin terkena virus. Dasar kucing sial..." Ren berusaha keras untuk tersenyum, memegang bagian tengkuk kucingnya, kemudian mengangkatnya, hendak melemparkannya.
"Tuan! Tunggu! Tunggu! Anda tidak mengidap virus, itu terjadi secara alami jika....
Hayu Miau...terus provokasi Ren biar panas
up nya udah ada aja nih,thor.
Kamu kalau menilai suka sesukamu aja sih,Miau
Lempar nih...