NovelToon NovelToon
Penerus Warisan Dewa Season 2

Penerus Warisan Dewa Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:27.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

(PENERUS WARISAN DEWA SEASON 2)

Tiga Tahun Kemudian.
Dunia Tianyun, Alam Fana. Kerajaan Zhao.

Ini adalah sebuah dunia yang tidak memiliki konsep Qi, tidak ada kultivator yang membelah gunung, dan tidak ada dewa yang menginjak-injak langit. Ini adalah alam yang murni fana, di mana baja dan kuda adalah senjata tertinggi, dan umur seratus tahun adalah sebuah mukjizat.

Di halaman belakang Istana Kerajaan Zhao, bunga persik sedang bermekaran dengan indahnya. Angin musim semi berhembus sejuk.

Di atas hamparan tikar bambu yang mewah, seorang anak laki-laki berusia tiga tahun sedang duduk diam menatap kelopak bunga yang jatuh. Wajahnya sangat tampan namun memancarkan ketenangan yang tidak wajar untuk anak seusianya. Matanya hitam pekat, sedalam lautan malam.

Ia adalah Zhao Xuan, Pangeran Ketiga dari Kerajaan Zhao.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 105: Kebangkitan Spiritual

Ketegangan akibat insiden utusan Kerajaan Yan masih menyelimuti Ibukota Kerajaan Zhao. Namun, seminggu setelah malam perjamuan berdarah itu, deklarasi perang dari perbatasan utara tak kunjung datang. Sebaliknya, laporan yang membanjiri meja kerja Raja Zhao jauh lebih mengerikan dan tidak masuk akal.

Di dalam Aula Utama istana, Zhao Tian berdiri dengan zirah peraknya yang dipenuhi noda darah kehitaman. Napas Kakak Sulung itu memburu, wajahnya memancarkan kelelahan yang luar biasa.

"Ayahanda, ini bukan ulah pasukan Yan!" lapor Zhao Tian dengan suara serak. "Desa-desa di pinggiran Hutan Barat hancur lebur. Penyerangnya adalah... binatang buas. Tapi ukurannya tidak wajar! Serigala sebesar kuda perang, dan babi hutan yang kulitnya memantulkan pedang baja seolah itu hanya ranting kayu. Pasukan kavaleri kita kehilangan lima puluh prajurit hanya untuk membunuh tiga ekor serigala raksasa itu!"

Raja Zhao memijat pelipisnya, wajahnya pucat pasi. "Binatang buas yang kebal pedang? Apakah kutukan sedang menimpa tanah kita?"

Di sudut Aula, Zhao Xuan yang kini berusia dua belas tahun duduk diam memutar cincin giok fana di jarinya. Wajahnya tetap sedingin air danau yang membeku. Namun, telinganya menangkap setiap detail laporan Kakak Sulungnya dengan presisi mematikan.

Kulit yang memantulkan baja? Kekuatan yang melampaui hewan liar biasa? batin Zhao Xuan.

Malam harinya, saat seluruh istana tertidur karena kelelahan, sesosok bayangan kecil melesat menembus atap-atap paviliun. Zhao Xuan menyelinap masuk ke barak militer tempat bangkai serigala raksasa yang berhasil dibunuh oleh pasukan Zhao Tian disembunyikan untuk diteliti.

Zhao Xuan berdiri di depan bangkai serigala berbulu abu-abu pekat yang ukurannya memang sebesar kuda dewasa. Bau amis darah memenuhi ruangan.

Tanpa ragu, Zhao Xuan meletakkan telapak tangannya di atas dahi serigala yang sudah mati itu. Ia memejamkan mata dan mengatur ritme napasnya, mencoba merasakan residu energi di dalam mayat tersebut.

Tiba-tiba, mata hitam Zhao Xuan terbuka lebar.

Fluktuasi ini... Jantung mantan Asura itu berdegup kencang. Ia tidak mungkin salah mengenalinya. Ini adalah Qi! Energi spiritual!

Zhao Xuan menarik tangannya. Pikirannya bekerja dengan kecepatan kilat. Dunia Tianyun dulunya adalah alam fana yang tersegel mutlak dari energi spiritual. Tidak ada Qi, tidak ada kultivator. Namun, keberadaan Qi di dalam bangkai binatang ini membuktikan satu hal mengerikan: segel dunia ini sedang retak.

"Jika binatang buas mulai menyerap Qi dan bermutasi menjadi Binatang Iblis tingkat rendah, maka manusia fana di dunia ini tidak akan lama lagi menemukan cara untuk berkultivasi," gumam Zhao Xuan dalam kegelapan. "Atau yang lebih buruk... Kerajaan Yan mendadak berani mengirim pembunuh karena mereka telah didukung oleh kultivator yang baru bangkit."

Zhao Xuan menatap telapak tangannya sendiri. Jika Qi mulai mengalir ke dunia ini, ia bisa memulai kembali kultivasinya. Ia bisa membangun kembali Embrio Asura-nya. Namun, proses itu membutuhkan waktu bertahun-tahun. Prajurit fana Kerajaan Zhao tidak akan sanggup menahan invasi Binatang Iblis yang mengamuk saat ini, apalagi jika ada kultivator musuh yang ikut campur.

Aku tidak bisa berada di semua tempat untuk melindungi Ayah, Ibu, Kak Tian, dan Kak Ling secara bersamaan, batin Zhao Xuan, Niat Membunuhnya perlahan bangkit dari masa tidurnya yang panjang. Aku membutuhkan mata di setiap sudut. Aku membutuhkan pisau yang bergerak di dalam bayangan.

Malam itu juga, Zhao Xuan tidak kembali ke istana. Ia melesat menggunakan Langkah Bayangan Berat menuju distrik paling kumuh di Ibukota Zhao: Lorong Tikus Hitam.

Di sinilah hukum kerajaan tidak berlaku. Tempat di mana sampah masyarakat, pengemis, dan anak-anak yatim piatu yang terbuang berjuang hidup layaknya anjing liar berebut tulang.

Di ujung lorong yang becek dan bau, belasan anak berpakaian compang-camping berusia antara sepuluh hingga lima belas tahun sedang mengepung tiga anak lain demi merebut separuh roti keras. Pemimpin mereka, seorang remaja berwajah beringas dengan bekas luka sayatan di pipi, mengangkat tongkat kayunya tinggi-tinggi.

"Serahkan rotinya, atau kupatahkan kaki kalian!" ancam remaja beringas itu.

Sebelum tongkat itu turun, sebuah batu kerikil melesat menembus udara malam dengan kecepatan peluru.

TUK.

Batu kerikil itu menghantam tepat di saraf pergelangan tangan remaja tersebut. Ia menjerit kesakitan, tongkat kayunya terlepas dan jatuh bergemerincing ke tanah.

Belasan anak pengemis itu serentak menoleh.

Dari balik bayangan kabut malam, seorang remaja berpakaian sutra biru gelap melangkah maju. Pakaiannya terlalu mewah untuk tempat kotor ini, namun aura yang memancar darinya begitu dingin dan menindas hingga membuat insting liar anak-anak jalanan itu menjerit ketakutan.

Zhao Xuan menatap wajah-wajah kotor dan putus asa di sekelilingnya. Mereka tidak punya keluarga, tidak punya rasa takut akan kematian karena hidup mereka sendiri sudah seperti neraka. Mereka adalah kanvas kosong yang sempurna.

"Siapa kau?!" bentak remaja berbekas luka itu, memegangi tangannya yang lumpuh sementara teman-temannya mulai menghunus pisau karatan. "Bangsawan sombong sepertimu mencari mati datang ke sini sendirian!"

"Aku mencari anjing-anjing liar yang bersedia mengubah nasib mereka," suara Zhao Xuan sedingin es abadi. "Kalian bisa terus memperebutkan roti berjamur dan mati kedinginan di selokan ini... atau kalian bisa mengikutiku, dan aku akan mengajari kalian cara merobek tenggorokan monster."

Tiga anak jalanan yang lebih tua dan bertubuh besar merasa terhina. Mereka menerjang maju secara serentak, mencoba menikam Zhao Xuan.

Zhao Xuan bahkan tidak berkedip. Ia melangkah satu kali. Gerakannya sangat sederhana, namun efisiensinya menentang nalar fana. Ia memiringkan bahunya menghindari tusukan pertama, menggunakan sikunya untuk menghantam rahang anak kedua hingga pingsan, lalu menangkap pergelangan tangan anak ketiga dan membantingnya ke tanah hanya dengan satu putaran pergelangan tangan.

Dalam hitungan tiga detik, ketiga penyerang itu terkapar tak berdaya di lumpur tanpa Zhao Xuan mengeluarkan setetes pun keringat.

Sisa anak-anak pengemis itu mundur dengan kaki bergetar hebat. Mereka menyadari bahwa remaja sebaya mereka ini bukanlah bangsawan biasa; ia adalah monster berwujud manusia.

"Bangun," perintah Zhao Xuan datar.

Remaja berbekas luka dan anak-anak lainnya perlahan berlutut. Mata mereka yang tadinya penuh keputusasaan kini memancarkan secercah kekaguman yang buas.

"Mulai malam ini, kalian bukan lagi sampah Ibukota," Zhao Xuan menatap mereka satu per satu. Ia mengangkat tangannya, dan seberkas kecil Qi energi alam yang baru mulai ia serap kembali dari udara dunia yang bermutasi ini berpendar redup di ujung jarinya. "Dunia ini sedang berubah. Binatang buas akan menjadi iblis, dan manusia fana akan dibantai. Aku akan memberi kalian kekuatan, makanan, dan tujuan."

Zhao Xuan membalikkan badannya, menatap bulan purnama yang bersinar menembus kabut Ibukota.

"Nama kalian yang dulu telah mati di lorong ini. Kita adalah bayangan yang akan menelan kegilaan dunia ini. Kita adalah Sekte Langit Asura."

Malam itu, di bawah sumpah darah di lorong kumuh Ibukota, fondasi dari sekte paling menakutkan yang kelak akan mengguncang kebangkitan spiritual Dunia Tianyun resmi didirikan oleh seorang pangeran berusia dua belas tahun.

Di hari-hari berikutnya, sementara Kakak Sulungnya sibuk menahan serangan gelombang serigala raksasa di perbatasan hutan dengan korban jiwa yang terus berjatuhan, Zhao Xuan bergerak di balik layar.

Ia membeli sebuah lahan perkebunan tua di pinggiran kota menggunakan uang sakunya yang tidak pernah ia pakai, mengubahnya menjadi markas rahasia. Tiga puluh anak yatim piatu gelombang pertama mulai menjalani latihan neraka. Zhao Xuan mengajari mereka Seni Pembongkar Tulang Asura, memodifikasi meridian rapuh mereka secara brutal agar bisa menyerap partikel Qi pertama yang mulai mencemari udara Dunia Tianyun.

Sekte Langit Asura mulai menyebar seperti jaring laba-laba. Jika ada desa yang diserang oleh Binatang Iblis tingkat rendah dan prajurit kerajaan belum tiba, monster-monster itu akan ditemukan tewas keesokan paginya dengan tenggorokan terkoyak dan leher patah secara tidak wajar.

Cahaya di dalam istana Kerajaan Zhao tetap hangat dan penuh tawa bagi keluarga kerajaan, karena di luar sana, dalam kegelapan mutlak, pangeran bungsu mereka telah kembali duduk di atas takhta bayangannya, memastikan tidak ada satu monster pun yang berani mengusik kedamaian keluarganya.

1
Yanka Raga
😎🤩
Yanka Raga
🤩😎
Yanka Raga
😎🤩
alexander
bagus ceritanya
Yanka Raga
🤩😎
saniscara patriawuha.
gasssdd deuiiii manggg minnnn
saniscara patriawuha.
sikatttttt sudahhhhh
abyman😊😊😊
Hahahah🤣
saniscara patriawuha.
gassssdddd...
Rinaldi Sigar
lnjut
abyman😊😊😊
Bantaiiiiiiiiiiii 💪💪💪
saniscara patriawuha.
wadohhhhhh wadohhhhh
Rinaldi Sigar
lanjut
Yanka Raga
😎🤩
Rinaldi Sigar
lnjut
saniscara patriawuha.
ohh yessss
Yanka Raga
🤩😎
saniscara patriawuha.
bantaiiii habisssd manggg suannnn
saniscara patriawuha.
apa nggak terkencing kencing itu...
Yanka Raga
😎🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!