NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Fan Yang Jenius

Reinkarnasi Fan Yang Jenius

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Anak Genius
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bahari

Dikhianati saudari angkatnya sendiri, Su Fan — sang jenius fana pemegang rahasia Sembilan Dao Hukum Tertinggi memilih mati daripada menyerah. Namun, maut justru menjadi pintu reinkarnasi. Ia terbangun di tubuh pemuda bernama Li Fan di alam fana yang terpencil.
Ironisnya, Li Fan hanyalah pemuda biasa dengan akar spiritual normal. Bagi orang lain, itu hal biasa. Tapi bagi Su Fan yang dulu terkutuk 10.000 akar spiritual, tubuh ini adalah anugerah termurni untuk mulai berkultivasi. Berbekal wawasan hukum tertinggi dan pengetahuannya yang melimpah, Li Fan memulai pendakian berdarah dari titik nol.
“Surga sebelumnya tidak adil bagiku. Tapi sekarang, Aku sendiri yang mengadili Surga!”

Dari manusia fana yang dianggap sampah hingga menjadi penguasa hukum yang menggetarkan semesta. Inilah kisah perjalanan Su Fan ditubuh Li Fan untuk pendakian menuju puncak agung yang mustahil. Sang jenius yang dulu terbelenggu, kini telah lepas dari rantai takdirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Skenario Menjadi Tuan Muda

Di dalam kereta kuda yang bergerak perlahan menembus rimbunnya hutan, suasana terasa kontras dengan ketegangan yang terjadi di luar beberapa saat lalu. Bau harum daging asap memenuhi ruangan sempit yang dilapisi kain beludru memudar.

Li Fan dan Jin Tianyu duduk berhadapan, menikmati potongan daging kambing yang telah diasap. Meskipun teksturnya agak keras dan seratnya menuntut kunyahan ekstra, bumbu garam serta rempah-rempah hutan yang meresap memberikan sensasi gurih yang meledak di lidah. Bagi dua bocah yang selama beberapa hari terakhir hanya mengonsumsi daging kelinci hambar hasil buruan darurat, ini adalah kemewahan yang tak terlukiskan.

Jin Tianyu makan dengan rakus. Wajahnya yang semula tegang kini sedikit merona, tangannya dengan cekatan menyambar potongan kelima seolah-olah takut makanan itu akan menghilang jika ia berkedip. Sementara itu, Li Fan mengunyah dengan tenang, gerakannya teratur dan matanya tetap jernih, mencerminkan jiwa seorang dewa yang terperangkap dalam raga mungil.

Namun, di balik kunyahan tenangnya, batin Li Fan terus bergejolak. Daging yang gurih itu perlahan terasa hambar di lidahnya saat firasat buruk mulai menyeruak. Indra penciumannya, yang telah terasah melalui ribuan pertempuran di kehidupan sebelumnya, menangkap sesuatu yang tidak beres.

Bau darah.

Meskipun sangat tipis dan hampir tersamarkan oleh aroma daging asap, bau darah segar tetap tercium olehnya. Bau itu bukan berasal dari makanan mereka, melainkan dari luar, dari arah di mana kedua pria itu tadi "membereskan" sesuatu.

’Orang normal mungkin hanya akan melihat keramahan mereka sebagai pertolongan dewa, tapi di dunia ini, tidak ada makan siang yang benar-benar gratis,’ batin Li Fan. Jantungnya berdebar kencang, bukan karena takut, melainkan karena kewaspadaan. Ia tahu pasti bahwa di balik kedok 'paman yang baik hati' ini, ada agenda tersembunyi yang melibatkan nyawa.

Beberapa menit kemudian, pintu gerbong terbuka. Guan Lao Da masuk terlebih dahulu, diikuti oleh Lu Lao San yang tampak sudah lebih tenang.

“Kalian makan dengan lahap. Bagus kalau begitu,” ucap Guan Lao Da sambil menatap Jin Tianyu yang mulutnya masih penuh dengan daging.

Jin Tianyu tersedak kecil karena malu, ia segera menelan makanannya dan menggaruk kepala yang tidak gatal. “Maafkan saya, Tuan... tapi daging kambing asap ini sungguh lezat. Ini jauh lebih baik dari daging kelinci yang saya tangkap kemarin, jadi saya makan terlalu banyak tanpa sadar.”

Guan Lao Da tertawa kecil, suara tawanya terdengar hangat namun tidak mencapai matanya. Ia duduk di sisi lain gerbong, berhadapan dengan kedua bocah itu. “Tidak masalah. Selagi kalian tidak kelaparan, itu adalah hal yang baik.”

Melihat keramahan yang terasa dibuat-buat itu, alis Li Fan sedikit mengerut. Ia meletakkan sisa dagingnya di atas bakul bambu kecil dan menatap lurus ke arah Guan Lao Da.

“Tuan, saya tahu tidak ada yang benar-benar gratis di dunia ini,” ucap Li Fan dengan nada suara yang terlalu tenang untuk anak seusianya. “Jadi saya ingin bertanya secara langsung, apa maksud Anda sebenarnya berbuat baik kepada kami?”

Pertanyaan itu seketika memecah suasana santai di dalam kereta. Lu Lao San tampak terkejut, sementara Guan Lao Da sedikit tertegun. Namun, senyuman di wajah pria tinggi itu justru semakin lebar.

“Saya tahu saat pertama kali melihatmu, kau adalah bocah yang cerdas, Li Fan. Kau sangat berhati-hati dan memperhitungkan risiko yang ada,” puji Guan Lao Da. Ia mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan. “Memang, saya memiliki rencana untuk kalian berdua, terutama kamu. Jika kalian bersedia mendengarkan dan menerima saran saya, ini akan menjadi peluang yang bisa mengubah nasib kalian selamanya.”

“Kedengarannya menarik. Baiklah, saya mendengarkan,” jawab Li Fan, memasang ekspresi ingin tahu yang terkendali.

Guan Lao Da kemudian mengeluarkan sepasang sarung tangan hijau yang sebelumnya ia gunakan. Benda itu memancarkan kilau redup yang aneh. “Apakah kalian tahu apa ini?”

“Bukankah itu hanya sarung tangan?” celetuk Jin Tianyu polos.

“Benar, ini memang sarung tangan. Tapi bukan barang biasa yang bisa kau temukan di pasar fana. Ini adalah sejenis senjata roh, meskipun tingkatnya rendah, ia tetaplah alat yang hanya bisa dimiliki sepenuhnya oleh seorang kultivator,” jelas Guan Lao Da.

Li Fan menatap sarung tangan itu dengan pandangan kontemplasi. Di matanya yang dulu merupakan putra seorang Leluhur Dao, benda itu tak lebih dari "sampah" yang bahkan tidak layak dijadikan ganjal meja di Alam Dewa. Senjata roh sejati haruslah memiliki jiwa dan mampu membelah gunung. Namun, ia menyadari satu hal penting: di dunia fana ini, standar kekuatannya jauh berbeda.

Li Fan mulai membedah ingatannya tentang tingkatan kultivasi di dunia bawah. Secara umum, para fana yang memulai perjalanan menuju keabadian harus melewati enam gerbang besar:

Qi Gathering: Tahap di mana seseorang mulai merasakan dan mengumpulkan Qi ke dalam tubuh.

Spiritual Foundation: Membangun fondasi yang kokoh agar tubuh sanggup menampung energi yang lebih masif.

Core Formation: Memadatkan energi menjadi inti emas di dalam dantian.

Nascent Soul: Melahirkan janin spiritual yang menjadi sumber kehidupan kedua.

Soul Transformation: Mengubah jiwa menjadi entitas yang lebih murni dan kuat.

Void Refinement: Tahap puncak di mana seseorang mulai memahami kekosongan sebelum menyentuh ambang keabadian.

‘Setiap tingkatan ini biasanya dibagi menjadi tiga bagian: Awal, Tengah, dan Puncak,’ renung Li Fan dalam hati. ‘Namun, sistem ini seringkali berubah tergantung pada siapa 'Dewa Bumi' atau Earth God yang memimpin wilayah tersebut. Jika seorang dewa menguasai Hukum Dao Pedang, maka seluruh dunia di bawahnya akan menjadi pemuja pedang dengan sistem kultivasi yang berpusat pada energi bilah. Jika dewa itu menguasai Hukum Dao Roh, maka kekuatan mental dan jiwa akan menjadi prioritas utama. Di tempat ini... sepertinya sistemnya cukup standar, namun sulit bagi orang biasa tanpa akses.’

Memasang wajah bingung yang meyakinkan, Li Fan bertanya, “Senjata Roh? Apa itu? Dan kenapa hanya bisa dimiliki kultivator? Kami... kami hanyalah anak desa, kami tidak tahu siapa sebenarnya para kultivator itu.”

Lu Lao San, yang baru saja duduk di sebelah Guan Lao Da, mengambil alih pembicaraan dengan nada bersemangat. “Kultivator adalah manusia yang dicintai surga karena mereka bisa menembus batas kematian! Berbeda dengan kami para pendekar yang hanya mengandalkan seni bela diri murni dan energi dalam yang terbatas, kultivator menyerap Qi spiritual alam semesta untuk umur panjang dan kekuatan sihir yang bisa memindahkan gunung!”

Penjelasan Lu Lao San cukup sederhana namun efektif bagi Jin Tianyu yang kini matanya berbinar-binar. Baginya, itu terdengar seperti dongeng yang menjadi nyata.

Li Fan mengangguk-angguk seolah baru paham. “Saya mengerti sekarang. Tapi, apa hubungannya dengan kami? Apa 'manfaat besar' yang Anda janjikan?”

Guan Lao Da dan Lu Lao San saling pandang, lalu menghela napas panjang seolah sedang memikul beban berat.

“Sebenarnya, alasan kami ingin menjaga kalian adalah karena kami ingin kalian—terutama kamu, Li Fan—menggantikan posisi tuan muda kami yang tewas tiga hari lalu dalam sebuah serangan,” ungkap Guan Lao Da dengan ekspresi yang dibuat semirip mungkin dengan kejujuran. “Tuan muda kami seharusnya mengikuti Upacara Penerimaan Murid di sebuah sekte besar. Berhubung kalian memiliki potensi yang terlihat dari cara kalian bertahan hidup di hutan, dan mungkin memiliki Spiritual Root, ini adalah kesempatan emas. Kalian tidak punya rumah untuk pulang, jadi kenapa tidak mencari masa depan di sekte kultivasi?”

Li Fan tertegun sejenak. Pikirannya berputar cepat. “Menggantikannya? Menjadi orang lain untuk masuk ke sekte?”

Ini adalah tawaran yang sangat berisiko, namun Li Fan tahu bahwa ini adalah batu loncatan tercepat. Tanpa sumber daya, pengetahuan hebatnya dari kehidupan sebelumnya tidak akan berguna. Ia butuh akses ke ramuan, batu roh, dan perpustakaan sekte.

“Tawaran Anda sangat menarik, Tuan. Namun, bolehkah saya tahu sekte apa yang Anda maksud?” tanya Li Fan.

“Sekte Awan Azure atau Azure Cloud Sect,” jawab Guan Lao Da. “Itu adalah salah satu dari tujuh sekte besar di wilayah Tujuh Negara. Meskipun hanya menempati posisi keempat, ilmu pedangnya sangat terkenal, bahkan dikatakan tidak kalah dari Sekte Bulan Misterius yang berada di peringkat pertama.”

Guan Lao Da melanjutkan penjelasannya tentang mekanisme penerimaan murid. “Sekte menerima ratusan murid setiap tahun, namun hanya sedikit yang lolos menjadi Murid Dalam. Sisanya, jika beruntung, akan menjadi Murid Luar yang bekerja sebagai buruh sekte selama 20 tahun. Tapi ada risiko besar... saat upacara pembukaan nadi spiritual, tubuh yang tidak kuat bisa saja meledak atau mati.”

“Nadi spiritual?” tanya Jin Tianyu dengan wajah pucat.

“Benar,” Guan Lao Da mengangguk. “Saat seseorang mencapai usia lima belas tahun, Spiritual Root mereka dianggap matang. Upacara itu adalah proses memicu akar tersebut agar aktif menggunakan teknik pernapasan khusus. Jika kau gagal namun selamat, kau hanya menjadi manusia biasa selamanya. Jika kau berhasil, kau adalah seorang kultivator tahap Qi Gathering tingkat pertama.”

Li Fan terdiam, meresapi setiap informasi. Ia tahu lebih banyak dari yang dikatakan Guan Lao Da, namun ia harus tetap berperan sebagai bocah desa. Di dalam hatinya, sebuah rencana mulai terbentuk.

“Jadi, kalian ingin aku menyamar sebagai tuan muda kalian agar kalian tidak dihukum oleh klan kalian karena kematiannya, kan?” tanya Li Fan dengan senyum tipis yang membuat Guan Lao Da sedikit merinding.

Guan Lao Da terbatuk, merasa tertangkap basah oleh ketajaman bocah itu. “Yah... bisa dikatakan begitu. Tapi ini adalah situasi yang saling menguntungkan. Kami selamat dari amarah pemimpin klan, dan kalian mendapatkan identitas serta akses ke jalan keabadian. Bagaimana, Li Fan?”

Li Fan menoleh ke arah Jin Tianyu yang tampak ragu namun juga penuh harap. Sebagai jiwa yang pernah berdiri di puncak dewa, Li Fan tahu bahwa jalan menuju kekuatan selalu dipenuhi dengan kebohongan. Jika ia harus menggunakan identitas orang mati untuk bangkit kembali, maka biarlah begitu adanya.

“Baiklah,” ucap Li Fan tegas. “Saya akan menerima tawaran ini. Saya akan menjadi 'tuan muda' kalian.”

Guan Lao Da tertawa puas, menepuk bahu Li Fan dengan keras. “Pilihan yang sangat cerdas! Mulai sekarang, lupakan nama Li Fan. Di hadapan dunia, kau adalah tuan muda dari Klan Ma!”

Di bawah langit yang mulai menggelap, kereta kuda itu terus melaju. Li Fan menatap keluar jendela, melihat pepohonan yang berlari menjauh. Ia tahu, langkah pertamanya di dunia fana ini dimulai dengan sebuah penipuan besar, namun baginya, itu hanyalah awal dari tarian kematian yang akan ia pimpin menuju puncak langit sekali lagi.

1
dinozzo
tokoh yg menggemparkan dunia, dapat menghancurkan musuh yg menghalangi jalannya dan membalas kembalikan dengan kebaikan.
Jojo Shua
gasss
Jojo Shua
🔥👍
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
👍
Jojo Shua
🔥
RisOne Harahap
mantap,lanjut,thor
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
Hasss 🔥
Dian Pravita Sari
gak TST lagi smjong
Dian Pravita Sari
memang novelmtoon gal kompeten dikelilingi prketks yg makan gaji buta semua depstyrmrnnys lah
Bahari: gk ngerti ngomong apa ka🙏
total 1 replies
Jojo Shua
👍
RisOne Harahap: joss,lanjut jangan kasih kendor
total 1 replies
Jojo Shua
Menghibur....
Cerdas...
Lucu...
Bahari: Xie xie🤭
total 1 replies
gempi
j
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!