Bai Qing membuka mata dan mendapati bahawa dirinya telah kembali ke sebulan sebelum bencana alam dan kiamat datang,saat ia berfikir untuk mengumpulkan persediaan malah ia mendapatkan sistem Ruang Super market tanpa batas,setelah sebulan ia mendapati dirinya hamil dan sekarang bukan hanya dia perlu makan tapi bayi yang ia kandung saat ini juga memerlukan nya.
Perkenalan nya dengan beberapa teman membuat kehidupan nya dikehidupan kali ini berubah,apa dirinya bisa bertahan hidup di kehidupan kali ini yang telah banyak berubah dari kehidupan terakhir kali?Siapa saja teman yang bersama dengannya menghadapi dunia yang telah berubah ini?
Di tengah-tengah kiamat akan kah ia dapat membesarkan bayinya dengan baik?sistem kiamat Ruang Super Market akankah dapat membawa keberuntungan buatnya?
Jangan lupa untuk Like dan komentar Author ya..(θ‿θ)
Yuk penasan lanjut ya Like and komentar Author selalu jika mahu Author terus update..hanya itu pinta Author..maaf jika ada tersalah ketik makl
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shuhajar@24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 22
Cheng Ya keluar dari apartment sang gege,ia berjalan sendirian di malam hari entah apa yang difikirkan nya ia berjalan hingga tiba di sebuah bar dan mula minum-minum sendirian di malam hari.
'aku ingin minum..huh..'batin Cheng meneguk cangkir di cangkir minuman keras sendirian.
Sang pelayan bar sedikit Khawatir Kerna di bar mereka sebahagian pelanggan sudah pulang hanya meninggalkan Cheng Ya di sini tetap minum tanpa berhenti sedari tadi,pelayan itu cukup Khawatir.
"Nona..anda sepertinya sudah mabuk"jelas pelayan bar itu takut-takut Kerna melihat wajah Cheng Ya yang tidak tergolong seperti Gadis polos pada umumnya.
"Berikan aku minum..jika tidak aku akan menghancurkan tempat ini"teriak Cheng Ya Kerna telah mabuk ia menjadi sangat agresif sangat berbeza dengan malam itu.
Sang Pelayan tidak bisa hanya diam jadi ia memberikan beberapa cangkir minuman keras kepada Cheng Ya yang dengan sigap meminumnya.
...
Di dalam ruangan Bar di bahagian atas sosok Dai Hua Bin terlihat berbicara santai dengan sosok lelaki paruh baya itu dengan begitu akrab.
"Guru.. seperti nya aku pernah bilang aku tidak akan menikah sebelum aku menemukan takdirku sendiri,wanita yang tertarik pada ku banyak tapi yang membuat ku tertarik langsung tidak bisa dibilang dengan jari"jelas Dai Hua Bin meminum Anggur merah dengan alegan.
pria paruh baya itu hanya mampu menatap kearah nya dengan menghembuskan asap rokok ke luar jendela samping.
"oh,wanita akan begitu kesulitan hanya dengan memuaskan keinginan MU..kau tahu tahun ini kau akan genap usia 39 tahun lihat aku yang berusia 50 tahun ini sekurang-kurangnya aku pernah menikah dan punya seorang putri..aku beberapa kali ingin menjodohkan kalian tapi kau sering menolak sekarang bagus putri ku sudah menikah tapi malah cowok itu pula menghilang entah Kemana"jelas sosok paruh Baya itu denagn helaan nafas berat terkandung nada Khawatir dan kekecewaan.
"Ning Zhi..aku tidak tahu kapan dia akan kembali sejak misinya di Pulau Angeles saat itu radar tidak menunjukkan keberadaannya selain di Pulau itu sudah 19 tahun berlalu selama pencarian..putrinya saja sudah SMA"jelas Dai Hua Bin mula menghisap sebatang rokok dengan perasaan gundah gulana.
"Kerna itu BinBin kau juga harus memulakan kehidupan baru tinggalkan saja perkerjaaan itu jika sulit aku akan bantu,pekerjaan ini cukup berisiko kadang bisa menbahayakan keluarga,aku tahu Kerna aku juga pernah merasakan bagaimana perasaan saat hilang orang yang berharga di hidupku hanya kerna lebih mementingkan pekerjaan"jelas Sosok pria paruh baya itu lagi mula mematikan rokoknya di bekas abu rokok.
"Guru,pekerjaan ini bukan saja untuk kelangsungan hidup kita tapi juga untuk masyarakat,kau tahu Kerna alasan itu juga aku tidak berani menjalin hubungan asmara lebih jauh dengan sesiapa wanita yang anda kenalkan atau tidak"jelas Dai HuaBin mula menghisap habis rokoknya hanya dalam hitungan minit sahaja.
"Huft..aku tak bisa memaksanya melakukan hal yang kau tidak ingin dan itu hanya sia-sia Kerna kau tidak melakukan nya"jelas Sosok pria paruh baya yang dipanggil Guru sedari tadi.
Bersambung...
Ini Author Coba luangkan sedikit masa untuk update.. seterusnya juga kalian harus tunggu ya.. tunggu update seterusnya ya thanks maaf jika ada tersalah ketik maklum mahu cepat ngejar masa gitu<( ̄︶ ̄)>