Wang Ryu, seorang pria modern, tiba-tiba menemukan dirinya terlempar ke masa lampau, lengkap dengan status setengah dewa yang misterius.
Di dunia yang asing ini, di mana kelangsungan hidup adalah prioritas utama, Wang Ryu memutuskan untuk menggunakan pengetahuannya dari masa depan untuk membangun sebuah bisnis.
Dengan kecerdikan dan sedikit sentuhan magisnya sebagai setengah dewa, dia berusaha keras untuk tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga menciptakan jejaknya sendiri di zaman kuno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Idintitas Dewa
Kaki semua orang terasa lemas ,namun mereka Bahkan tak bisa berdiri dari kursi mereka untuk berlutut pada Wang Ryu.
"... Di keluarga ku, memberikan cincin pada pasangan yg dicintainya mewakili kisah cinta yg setia dan abadi,tak ada selir tak ada cinta yg terbagi hidup dan mati hanya untuk satu sama lain.....aku harap begitu pula dengan kalian..."
Wang Ryu yg masih duduk dengan posisi agung mengangkat satu jarinya ke udara,dan dua cincin itu terangkat dari tangan Jendral tua dan istrinya.
"....Nama Suami akan dipakai oleh Istrinya Agar mengingatkan nya setiap saat.. saat dia mengangkat tangannya untuk melakukan sesuatu,dimana pun dia berada dia akan ingat suaminya akan selalu mengingatnya ..."
Di udara Cincin bertuliskan nama Jendral tua bergerak sendiri dan terpasang lembut pada jari manis tangan Wanita tua itu.
Wanita tua itu mengangguk dengan bibir bergetar terharu, melihat pada cincin giok di jarinya."Tentu saja tuan..."
"....Lalu nama Istri akan dipakai oleh Suami agar mengingatkan nya setiap saat bahwa saat dia mengangkat tangannya untuk melakukan apapun dimana pun dia akan ingat Istrinya akan selalu menunggu nya pulang......."
Cincin bertuliskan nama Nyonya tua terpasang dengan sendirinya pada jari manis Jendral tua.
Wajah pria itu memerah bahagia dan terharu menoleh ke arah istrinya."...saya tak pernah melupakanmu, hingga 100 tahun'...."
Wanita tua itu tertawa,dengan mata berkaca-kaca,dia memegang tangan suaminya."...kamu harus menepati janjimu..."
Semua orang diam-diam mengusap mata merah mereka, Bahkan Wang Ryu sendiri tak tahan untuk tidak merasa beruntung bisa menyaksikan kisah cinta keduanya.
"Saya juga ingin...."bisik Para menantu merasa iri pada cinta keduanya dan cincin pasangan itu benar-benar memiliki anti yg bagus."..ibu sangat beruntung..."
Zhang Peng dan Zhang Ling menggenggam tangan istri mereka dengan wajah tegas. Mereka mungkin akan membuatnya nanti sebagai tanda cinta untuk istri-istri mereka.
"Saya juga akan memberikannya pada pengantin saya dikemudian hari....!" Teriak Zhang xixi dengan semangat wajah memerah dengan mata yg hidup.
"Hei setidaknya biarkan paman ke 3 menikah dulu...."Sudut mulut Zhang Fei berkedut.
kenapa kau begitu terburu-buru.
"Paman Ning juga ..." Sahut Zhang xixi dengan wajah polosnya. Ning Zao melihat mereka dengan wajah bau."Kenapa kalian membawa-bawa namaku...."
"Kalian bisa memberikan pada pasangan kalian nanti, tapi ingat satu hal ,Cincin pasang ini melambangkan Kesetiaan tanpa selir dan cinta yg terbagi jadi selagi kalian belum menemukan simpan saja dulu....."Nasehat Wanita tua dengan serius pada mereka.
"Benar jangan mengotori Kebiasaan Keluarga Tuan Muda Wang jika kalian tak bisa melakukannya...!" Tegas Jenderal tua dengan wajah tak kalah serius.
"Kami mengerti.....!"jawab mereka dengan kompak.
Lalu Wang Ryu dengan murah hati berkata pada mereka."....Jika kalian bisa menemukan pasangan yg cocok kalian bisa mencariku untuk menjadi pembawa cincin....."
"Pembawa cincin....?" Zhang Fei melihat terkejut.
Dia mengangguk." Seperti yg baru saja aku lakukan pada nenek dan kakek mu...jika kalian sudah siap datang lah padaku..."
"Kami...." Ibu Xixi melihat ke arah suaminya, mengigit bibirnya dengan gugup.
Zhang Ling melihat Istrinya mengangguk,lalu bertanya pada Wang Ryu."..tuan bisakah anda menjadi pembawa cincin untuk kami?"
"Berapa usia pernikahan kalian...?"tanya Wang Ryu sambil meminum teh di cangkir nya. Zhang Ling menjawab dengan yakin."Sudah 14 tahun...."
"...tak mengambil selir?"tanyanya lagi,keduanya menggelengkan kepalanya. Keluarga Zhang sepertinya tak memiliki kebiasaan mengambil selir.
Dia mengangguk,menaruh tehnya dimeja.lalu melihat pada pasangan lainnya yg nampaknya juga bersemangat."....apa kalian juga?"
Zhang Peng dan istrinya mengangguk serius."Tuan tolong jadilah pembawa cincin untuk kami....!"
"...Ada hal yg belum ku jelaskan pada kalian....."Wang Ryu melambai tangannya dengan hitungan detik mengubah tampilan kembali seperti semula.
Dan hal ini masih mengejutkan beberapa orang terutama Ning Zao. Dia benar-benar merasa mental' nya dibuat naik turun.
"Apa itu tuan muda....?"tanya Zhang Peng hati-hati. Istrinya menggenggam erat tangan nya.
".....Cincin ini akan terus terikat dan tak bisa dilepaskan siapapun bahkan untuk ku sendiri....."Wang Ryu sebenarnya hanya iseng membuat cincin ini.
Karena tiba-tiba ingat bahwa diera ini banyak pria yg tak setia dan mengambil puluhan selir dan memiliki anak haram. Banyak yg berujung pada kekerasan, penelantaran anak dan pembunuhan.
Karena hal ini dia ingin membuat Cincin pasang sebagai simbol Cinta dan kesetiaan yg diwakili oleh para dewa yg hanya hidup dengan satu pasangan setia sampai ajal menjemput.
Walaupun dia tak yakin akan bisa membantu banyak orang atau tidak.tapi setidaknya dia ingin mencobanya.
Karena itu dia memilih Jenderal tua sebagai contoh pertama.
Tapi walaupun tanpa cincin pria ini sudah terlihat dia memiliki cinta dan kesetiaan besar pada Nyonya Tua begitu sebaliknya.
" Lalu apa yg bisa membuatnya lepas...?"Tanya Ning Zao padanya dengan penasaran.
Wang Ryu tersenyum kecil."........Saat salah satu pihak lain mulai kehilangan cinta pada pasangannya cincin itu akan hancur dengan sendirinya.... Ke dua saat salah satu pasangan itu meninggal....."
Semua orang melihat pada cincin dua Lansia itu.
".....Lalu kenapa mereka memakai cincin dengan nama yg tertukar?"tanya Zhang xixi dengan wajah mengerut.
"Cincin ini seperti mata-mata...jika kakek mu selingkuh,tak mencintai nenekmu lagi cincin di tangan nenek mu akan hancur begitu dengan sebaliknya..." Jelasnya pada Zhang xixi dengan tenang.
Itu seperti memberi mereka tanda.Zhang xixi melihat kakeknya dengan alis terangkat dengan tatapan menggoda." Oh kakek~"
"Bocah tengik masih bernai. Mengoda kakekmu!" Jenderal Tua segera memelototi cucu kecilnya,lalu melihat pada Wang Ryu dengan tak berdaya." Tuan muda saya tak akan begitu......."
Nyonya tua menggelengkan kepalanya , tersenyum tak berdaya.Wang Ryu tertawa kecil, senang melihatnya gugup.
".....Karena inilah cincin pasangan itu dibuat, dia mewakili cinta dan kesetiaan...."ucap Ning Zao dengan nada pelan.
Saat mendengar semua persyaratan itu anak ke dua dan pertama Zhang masih ingin memakai cincin pasangan itu.
Wang Ryu menyanggupi mereka,namun mereka harus menunggu sampai hari ulang tahun mereka atau perayaan pernikahan mereka.
Cincin pasangan tak bisa dipakai begitu saja.jika sudah saat nya mereka bisa menemui nya.
Kedua pasangan itu mengangguk mengerti. Karena hari sudah malam Jenderal tua meminta mereka kembali ke kediaman masing-masing untuk istirahat.
Wang Ryu dan paman Feng diantar ke kamar tamu yg sudah disiapkan. Saat sampai Dia langsung berganti pakaian dan tidur begitu pula dengan paman Feng.
Suasana kediaman Zhang menjadi tenang.namun di istana terang benderang.
Di istana Kaisar duduk diruang belajarnya dengan kepala pusing,dia merasa kondisi kerajaan terlalu banyak masalah,dia harap dia bisa bersantai sedikit saja.
Kaisar Ning membalik balikan buku-buku dimeja dan mendapati surat dari Keluarga Zhang dikota Wu. Dia segera mengambil dan membukanya.
Ini undangan ulang tahun Jenderal Tua.
Mata Kaisar segera memerah. Dia berteriak ke arah luar kamar belajar."Pelayan Ming!"
"Ya yang mulia..." Pelayan Ming segera masuk ke dalam ruang dengan panaik dia, membungkuk dengan ketakutan."..ada apa yang mulia?"
"Kenapa kau menaruh undang dari paman Zhang di bawah sana...!" Dia benar-benar marah. Jika dia tak membuka tumpuk -cetakan itu mungkin Kaisar Ning tak akan pernah tau hari jadi Jendral tua.
"Maafkan saya yg mulia tapi anda pasti tak bisa datang karena masalah istana lebih penting jadi saya...."jelasnya dengan wajah pucat.
" Lancang....!" Bentak Kaisar dengan marah membanting undangan pasa pelayan itu.
Bang!-Wajah pria itu memerah terpukul gulung undang,Pelayan Ming menggigil ketakutan berlutut dilantai." Maaf Yang mulia...!"
Pintu terbuka dan pria dengan jangut diwajahnya masuk dengan sembrono. melihat keponakannya yg berwajah masam Menteri Yun mengerutkan keningnya."Ada apa ...?"
"Paman...."sapa Kaisar Ning dengan wajah tertahan,dia menunduk untuk melihat pelayan Ming."Kau keluar lah ! Pergi ke ruangan hukum,kau akan dihukum 10 cambukan!"
"Ba..baik yang mulia...." Pelayan Ming membungkuk hormat dan berbalik pergi dari sana dengan wajah pucat.
Setelah pelayan itu pergi Kaisar Ning duduk di kursinya dengan wajah lesu."...saya melewatkan hari jadi Jendral tua lagi,pelayan itu sengaja menaruh undang dibagian paling bawah agar saya tak melihatnya......"
"Ah! Apa hari ini?" Menteri Yun terkejut, pasalnya dia tak menerima undangan, tunggu apa dia melewatkan nya juga."... tunggu apa pelayan ku juga melakukan hal yg sama?"
Keduanya saling melirik dengan alis mengerut.
Keduanya nyatanya sama-sama sibuk mengurus keperluan istana. Hanya saja ini ulang tahun pria itu itu.
"Paman ini sudah 10 tahun'...aku benar-benar berharap bisa bertemu Guru..." Jendral Tua adalah Pahlawan serta guru dan senior mereka,dari kecil sampai remaja mereka semua diawasi oleh Jendral Zhang.
"Saya juga berharap bisa melakukannya.."
Pria Tua itu juga kesayangan Kaisar Tua selama masih hidup. Mereka rekan seperjuangan bersama, Jenderal tua juga sosok yg setia. Jika bukan karena keinginan pensiun Pria tua itu.
Kaisar Ning berharap keluarga Zhang bisa tinggal dia ibu kota,dia akan berusaha merawat mereka dengan baik.
Tapi Jenderal tua menolaknya mentah-mentah.
Pria tua itu ingin hidup bebas ,dia tak ingin membahayakan keluarganya dihari tuanya dan tak ingin mengundang konflik pada siapapun.
Kaisar Ning menghormati keputusan nya dan membiarkan pria Tua itu pergi,dan 10 tahun' berlalu dia tak pernah sekalipun bertemu dengan nya lagi ,hanya saat ada acara Pria tua itu tak pernah melewatkan mengirimkan surat padanya.
Hanya sesekali adik ke 3 yg akan bercerita soal kondisi Jendral tua selama ini,pria tua itu bahagia dikota Wu,dia bermain gu dan bersenang-senang dengan cucu-cucunya.
Hidupnya telah bahagia.
Tahun' ini Kaisar Ning dengan niat berencana pergi ke kota Wu namun hari ini seperti tahun-tahun sebelumnya dia gagal lagi.