seorang anak kecil yang baru berusia 5tahun, ia ingin melakukan dendam akibat tantenya meninggal karna menyelamat kan nya. setelah ia beranjak remaja ia memulai melakukan dendam tersebut, dan rencananya ia akan bikin anak dari sang pembunuh jatuh cinta padanya dan meninggalkan nya. tetapi ia malah jatuh cinta pada gadis itu, dan siapa sangka ia tidak bisa melanjutkan balas dendam tersebut. tetapi karna permintaan sang mamah dan tidak akan membuat mamahnya kecewa ia akan melakukan balas dendam itu, walaupun harus merelakan orang yang ia cintai. namun ia tidak bisa untuk menyakiti hati orang yang ia cintai tapi apalah dayanya mamahnya selalu memaksa ia untuk melakukan balas dendam. dan ia semakin di buat bingung oleh keadaan, ia harus memilih salah satu ANTARA CINTA ATAU BALAS DENDAM.
penasaran sama ceritanya? sini dibacaa
jangan lupa follow dan vote di setiap bab nya ya gayss
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7 | dasar nenek lampir
happy reading
sesampainya afan dirumah ia di panggil mamahnya. "afan"ucap mamah voke lalu Afan pun menoleh ke arah mamahnya "ada apa mah?"tanya nya
"seru banget yah berduaan dari anak sang pembunuh Tante kamu" ucap mamah voke sambil tersenyum miring
"aku nggak berduaan mah"
"enggak berduaan?, lalu apa?"
"aku hanya ingin bikin dia jatuh cinta
dengan Afan lalu aku tinggal bukankah itu bagian dari rencana kita?"
"ya, kau benar afan, itu salah satu bagian dari rencana kita, tapi bukankah kamu jatuh cinta pada gadis itu?"
afan tidak bisa menjawab ucapan mamahnya ia hanya diam. voke yang tau anaknya terdiam ia kembali berbicara.
"bener kan afan?, kamu tidak bisa membuang perasaan kamu kepada gadis itu?"
lagi dan lagi afan hanya diam
"kamu tau sendiri kan? jika kamu tidak bisa ngelakuin balas dendam itu biarin mamah yang akan melakukan semuanya sendiri"
"kalo mamah yang lakuin gampang langsung satset tidak seperti kamu, kelamaan Afan"
"aku nggak akan biarin mamah celakain cewek itu"
"oh ya? jika kamu tidak mau gadis itu kenapa Napa, cepat lakuin balas dendam itu"
"mah, dia aja belom cinta sama Afan gimana caranya?"
"itu urusan kamu bukan urusan mamah"
"dan yang pasti jika kamu tidak segera melakukan itu semua biarkan mamah yang turun tangan sendiri"
"pilihan ada di tangan kamu afan kamu pilih lakuin balas dendam itu atau mamah yang akan turun tangan"
"aku bisa sendiri mah"
"bagus lah, mamah harap kamu secepatnya lakuin itu semua" ucap voke lalu pergi meninggalkan afan
"apa yang harus gue lakuin?"batin Afan
"gue gabisa nyakitin Lo Dev"
"tapi mau gimana lagi"
disisi lain tepatnya di keluarga devia
"bunda ayah" panggilnya
"ada apa devia?" ucap bunda Salma
"tadi seru banget tau bundaa,"
"emangnya devi habis darimana bun?"tanya Fathir
"oh tadi devi diajakin kepasar malam sama Afan katanya"jawab bunda salma
"afan?"
"iya yahh Afan yang sempet aku ceritain itu lohh"jawab devi antusias
"kamu dekat dengan Afan?" ucap Fathir
"eum cuman temen aja kok yah"
"kenapa saya punya firasat buruk jika keluarga baskara bakalan lakuin sesuatu kepada devia"batin ayah Fathir
"pahh, kenapa kok bengong"
"enggak papa"
"Afan itu baik kan dev?"
"baik banget malahan yah"
"ngomong ngomong kenapa ayah bilang gitu"
"ayah cuman nanya"
"tidak ada yang ayah sembunyiin kan?"
"tidak Dev"
"okedeh, aku mau cerita nih tentang tadi di pasar malam pokonya seru banget apalagi pas di bagian rumah hantu tadi malu banget devi"
ayah dan bunda saling melirik dan mengerutkan keningnya bingung
"kamu masuk kerumah hantu?" ucap bunda dan ayah bersamaan
"aduhh, ayah bunda bisa nggak si biasa aja nanya nya"
"kamu serius masuk kerumah hantu?"ucap salma
"diajakin si afan afan itu?" ucap Fathir
"enggak, aku yang ngajakin afan eh malah akunya yang takut"
Salma dan Fathir hanya menggelengkan kepalanya. devi pun menceritakan semuanya tentang kejadian di rumah hantu tadi kepada kedua orang tuanya. setelah bercerita devi ke kamar terlebih dahulu, karna perintah sang ayah lagi pula ini juga sudah terlalu malam. jadi
waktunya devi tidur, besok devi juga harus pergi ke sekolah.
hari sudah semakin larut malam, jam juga kini sudah menunjukkan pukul 23.50. tetapi Afan masih saja membolak balikan badannya ke kanan dan kiri saking tidak bisa tidurnya. ia memutuskan untuk menelfon seseorang dan ia mengambil handphone nya yang berada di nakas lalu menekan nomor gadis yang tak lain adalah devi. ia menelfon devi tengah malam? yang benar saja afann, author gahabis fikir ama noh anak bisa bisanya nelfon org tengah malem wkwk. oke lanjut ke cerita aja.
devi terbangun dari tidur nya, karna mendengar suara handphone nya berbunyi. ia melirik ke handphone nya dan tertera nama Afan yang sedang menelfon dirinya. devi buru buru mengangkat nya, walaupun ia ngantuk. percayalah rasa kantuk itu tiba tiba menghilang, ketika melihat nama afan.
\di telfon
"hai fan, ngapain kok nelfon gue malem malem?" tanya nya
"gue gabisa tidur dev, btw sorry kalo gue ganggu tidur Lo"
"sans aja Lo fan"
"Lo nggak ngantuk?"
"ngantuk si, tapi ngantuk gue hilang perkara Lo nelfon gue"
"haha, ada ada aja Lo"
"btw Lo nggak tidur?"
"gabisa tidur dev"
"huft andai aja Lo itu suami gue pasti kalo Lo tiap malem gabisa tidur gue peluk deh" celetuk devi
"hah?, nggak salah denger nih?"
"eh salah ngomong gue"
"masa sih?"
"gengsinya diturunin dikit neng"
"apaan sih"
"gausah gengsi gitulah"
"udah ah males gue matiin nih telfon nya"
"eh jangan, gue bercanda dev"
"nggak lucu bercanda nya"
"iya iya sorry"
"hm"
"fan ini udah malem gue matiin aja yah"
"iya dev, pasti Lo ngantuk yah?"
"nggak terlalu"
"okeh bye afann ketemu lagi besok kalo sekarang gue mau tidur dulu bye, Lo juga jangan lupa tidur ye"
"iya iya devii"
"okey bye gue matiin"
"iya"
devi mematikan telfon nya. setelah telfonan dengan Afan,ndevi langsung tidur lagi begitu pula dengan Afan. afan setelah mendengar suara devi ia jadi bisa tertidur dengan nyenyak.
keesokan harinya, afan baru saja keluar
dari rumahnya untuk menjemput devi. terlebih dahulu tetapi ada Clarissa yang datang kerumah Afan "hai fan kesekolah bareng yuk" ucap Clarissa "nggak" mamah voke yang baru saja keluar dari rumah ia langsung menghampiri Clarissa "eh Clarissa kamu ngapain kesini pagi pagi?" tanya mamah voke
"eum aku mau ngajak afan berangkat kesekolah tan, tapi Afan nya gamau" ucap Clarissa sambil memasangkan muka cemberut
"fan, kenapa gamau?" tanya mamah voke
"aku mau jemput devi mah"
"devi devi devi Mulu"
"emang kenapa sih mah?"
mamah voke langsung mendekat ke arah afan dan membisikkan sesuatu "kamu berangkat bareng Clarissa atau..."
"oke aku berangkat bareng Clarissa"
"gitu dong, baru anak mamah"
"Clarissa kamu berangkat bareng Afan ya"ucap mamah voke
"emang boleh tan?"
"boleh dong"
"okey, makasih Tante"
"iya"
sebelum berangkat, afan menyempatkan diri untuk mengechat devi. bahwa ia tidak bisa menjemput devi, devi yang mendapatkan pesan dari Afan wajahnya langsung berubah menjadi cemberut. yang tadi wajahnya ceria kini berubah menjadi cemberut.
"yahh Afan gajadi jemput" ucap devi lesu
"ayahh, aku berangkat kesekolah bareng ayah ya"
"loh kenapa sayang?, katanya sama Afan"ucap bunda Salma
"Afan gabisa jemput katanya"
"yaudah nanti bareng ayah aja yah, gausah cemberut gitu mukanya"
"iya yah"
Baru saja sampai disekolah, devi melihat Afan di parkiran lagi boncengin cewek yang tak lain adalah Clarissa. devi langsung nyamperin afan di parkiran .
"afann"
afan menoleh "dev?"
"cih devi lagi, ganggu aja deh"batin Clarissa
"Lo kenapa gabisa jemput?, bukannya kemaren udah janji?"
"sorry dev, gue disuruh berangkat bareng Clarissa"
"hm yaudah deh, ayo ke kelas bareng"
"ayo" mereka menuju ke kelas berdua dan meninggalkan Clarissa sendirian di parkiran
"apa apaan ini, kenapa gue di tinggal" ucap Clarissa
"woyy tunggu" teriak Clarissa kepada Afan dan devi tetapi mereka tidak memperdulikan teriakan Clarissa keduanya kini fokus untuk menuju ke kelas
sesampainya di kelas mereka langsung duduk di meja masing masing. btw tempat duduk nya dua dua ya, afan sama devi kalo kalian nanya Mala sama vio sekelas sama devi atau nggak jawaban nya, enggak ya gays. Mala sekelas sama Rakha eby dan vio sementara Afan sekelas bersama devi dan Clarissa.
guru memasuki ruang kelas, dan memulai pelajaran nya, semua siswa menyimak nya dengan fokus agar mereka paham. tapi tetap saja mereka memperhatikan penjelasan guru dengan fokus tapi masih saja tidak paham bagaimana mau paham kalo ini pelajaran matematika, ilmu yang mematikan bagi semua murid. devi yang sudah pusing mengerjakan tugas mtk, akhirnya menyerah dan menaruh kepalanya di atas meja.
"kenapa dev?"tanya afan karna melihat devi
"puyeng pala gue"
"perkara ngerjain mtk?"
"iya"
"Lo gapaham?"
"gimana mau paham org susah banget"
"sini gue ajarin caranya"
"Lo bisa?"
"iya, menurut gua mtk nggak sesulit orang pikirkan"
"jago MTK ya Lo"
"nggak terlalu"
"katanya mau ngejelasin lagi jadi ini gimana ngerjainnya"
"jadi gini.." afan menjelaskan pada devi dengan hati hati supaya devi paham
"paham?"
"okeh paham"
"thanks fan"
"iya"
mereka berdua kembali mengerjakan tugas masing masing