NovelToon NovelToon
Kontrak Rahim Sang CEO Miliarder

Kontrak Rahim Sang CEO Miliarder

Status: tamat
Genre:CEO / Showbiz / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Alvaraby

"Di dunia para penguasa, segalanya bisa dibeli—termasuk keturunan. Namun, apa jadinya jika rahim yang disewa justru membawa cinta yang tak terduga?"

Adrian Ardilwilaga adalah definisi sempurna dari kekuasaan dan kekayaan. Sebagai CEO Miliarder dari Ardilwilaga Group, ia memiliki segalanya, kecuali satu hal yang sangat dituntut oleh dinasti keluarganya: seorang pewaris. Pernikahannya dengan Maya Zieliński, wanita sosialita kelas atas yang anggun namun menyimpan rahasia kelam tentang kesehatannya, berada di ambang kehancuran karena tekanan sang mertua yang otoriter.

Demi menjaga status dan cinta Adrian, Maya merancang sebuah rencana nekat—sebuah kontrak rahim ilegal. Pilihan jatuh kepada Sasha Vukoja, seorang mahasiswi seni berbakat asal Polandia yang sedang terdesak kesulitan ekonomi. Sasha setuju untuk menjadi ibu pengganti, tanpa pernah menyangka bahwa ia akan jatuh hati pada sang pemberi kontrak.
Ketegangan memuncak saat Arthur, sang pangeran mahkota, lahir.Bagaimana kelanjutannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia yang Terkuak

Suatu sore, Adrian pulang lebih awal dari kantor. Maya sedang berada di luar kota untuk urusan bisnis di Bali. Apartemen itu sunyi, hanya suara sistem filtrasi udara yang mendengung pelan.

Adrian berniat mengambil beberapa dokumen lama di ruang kerja pribadi Maya. Maya jarang mengunci ruang kerjanya, tapi hari itu, pintu tersebut tertutup rapat. Mengira Maya lupa menguncinya, Adrian mencoba memutar kenop. Terkunci.

Rasa penasaran yang kecil muncul. Ia tahu kode brankas kecil di balik lukisan abstrak di ruang kerja itu adalah tanggal pernikahan mereka. Adrian masuk menggunakan kunci cadangan yang ia ambil dari laci dapur.

Di dalam ruang kerja Maya yang rapi dan beraroma lavender, Adrian menemukan brankas itu. Ia tidak mencari uang; ia mencari akta tanah yang sempat Maya bicarakan. Namun, saat pintu brankas terbuka, matanya tertuju pada sebuah map hitam yang tebal dengan label dari sebuah rumah sakit ternama di Jerman.

Adrian membukanya dengan tangan gemetar.

Halaman pertama adalah rekam medis atas nama Maya. Tanggalnya menunjukkan tiga tahun sebelum mereka bertemu. Di sana, tertulis hasil operasi pengangkatan rahim (histerektomi) total akibat komplikasi miom yang parah.

Jantung Adrian seolah berhenti berdetak. Maya mandul. Maya tidak bisa memiliki anak sejak sebelum mereka menikah.

Darah Adrian berdesir panas. Ia membalik halaman demi halaman dengan cepat. Di bagian paling bawah, ia menemukan sesuatu yang lebih mengerikan. Sebuah bundel korespondensi surel yang dicetak antara Maya dan seorang pria bernama Dr. Gunawan—dokter kesuburan Adrian di Klinik Pratama.

Dalam surel itu, Maya mengirimkan instruksi yang sangat jelas:

"Dokter Gunawan, pastikan hasil tes suami saya selalu menunjukkan hasil nol. Berapa pun biaya yang Anda butuhkan untuk memalsukan data laboratorium tersebut, akan saya transfer ke rekening luar negeri Anda seperti biasa. Dia harus percaya bahwa dialah penyebabnya."

Ada satu surel lagi dari Maya, tertanggal dua bulan yang lalu:

"Dia mulai curiga dan ingin ke Singapura. Pastikan rekan Anda di sana memberikan hasil yang sama. Jika Adrian merasa dirinya cacat, dia tidak akan pernah meninggalkan saya. Dia akan merasa berutang budi karena saya mau menerimanya. Dia akan menjadi milikku seutuhnya, selamanya."

Adrian jatuh terduduk di lantai marmer yang dingin. Kertas-kertas itu berserakan di sekitarnya seperti daun-daun kering.

Dunia yang ia bangun bersama Maya runtuh seketika. Kesedihannya selama bertahun-tahun, rasa rendah dirinya, tangisannya di bahu Maya, diet dan olahraganya yang menyiksa—semuanya adalah sebuah pertunjukan teater yang naskahnya ditulis oleh istrinya sendiri.

Maya tidak sedang mengorbankan naluri keibuannya. Maya sedang memanipulasi kelemahannya. Maya tahu bahwa pria sekuat Adrian hanya bisa dijinakkan jika mentalnya dihancurkan dari dalam. Dengan membuat Adrian percaya bahwa dia mandul, Maya memastikan bahwa Adrian tidak akan pernah berpaling ke wanita lain untuk mencari keturunan, dan Adrian akan selalu merasa "kurang" di hadapan Maya yang "sempurna dan menerima".

“Kau jahat sekali,May!” Adrian membanting barang-barang di sekitarnya hingga hancur berantakan!

---

Suara pintu depan terbuka. Langkah kaki ringan itu terdengar lagi.

"Mas? Kamu sudah pulang?" Suara Maya terdengar ceria, membawa aroma udara Bali yang segar.

Adrian tidak bergerak. Ia tetap duduk di lantai ruang kerja yang gelap, memegang hasil laboratorium palsu dan surat pengakuan dosa istrinya.

Maya masuk ke ruangan, melihat suaminya, lalu melihat aneka barang yang berserakan. Wajahnya yang cantik tidak menunjukkan ketakutan. Untuk sesaat, hanya ada keheningan yang mencekam. Kemudian, Maya perlahan menutup pintu di belakangnya dan menguncinya.

Ia berjalan mendekat, berlutut di depan Adrian, dan mengusap pipi suaminya dengan lembut. Ekspresinya bukan ekspresi orang yang tertangkap basah, melainkan ekspresi seorang pemilik yang sedang menenangkan peliharaannya yang bingung.

"Kamu seharusnya tidak membuka ini, Mas," kata Maya dengan nada yang sangat tenang, hampir seperti ibu yang menegur anaknya. "Tapi sekarang kamu tahu. Kamu tahu betapa aku sangat mencintaimu. Aku melakukan ini agar kita tetap bersama. Agar kamu tidak pergi mencari rahim lain."

Adrian menepis tangan Maya dengan kasar. Ia berdiri, menjulang tinggi di atas istrinya. Tubuhnya yang kekar gemetar karena amarah yang meledak-ledak. "Kamu menghancurkan mentalku, May! Kamu membuatku merasa seperti sampah, pria gagal, selama pernikahan kita! Semua air mata itu... semua rasa malu itu... kamu menikmatinya?"

Maya berdiri perlahan, merapikan gaunnya. Ia menatap Adrian dengan mata yang tajam dan dingin. "Aku tidak menikmatinya. Aku mengamankannya. Lihat dirimu, Adrian. Kamu kaya, tampan, dan gagah. Jika kamu tahu kamu sehat, kamu akan meninggalkanku saat tahu aku tidak bisa memberimu anak. Kamu akan mencari wanita muda yang subur untuk meneruskan warisanmu."

Maya melangkah maju, memojokkan Adrian ke dinding kaca. "Sekarang, meskipun kamu tahu kebenarannya, apa yang akan kamu lakukan? Kamu mau menceraikanku? Dan membiarkan dunia tahu bahwa 'Adrian yang Perkasa' selama ini dibodohi oleh istrinya sendiri? Kamu mau kehilangan wanita yang sudah membangun hidup ini bersamamu?"

Adrian menatap pantulan dirinya di kaca. Sosok pria yang tampak seperti raksasa, namun kini ia menyadari bahwa ia hanyalah tawanan dalam sebuah sangkar emas yang sangat indah.

Maya tersenyum manis, senyuman yang kini terlihat seperti seringai predator. Ia meraih tangan Adrian dan meletakkannya di pipinya. "Tenanglah, Sayang. Besok, kita akan tetap menjadi pasangan paling sempurna di negeri ini. Kamu akan tetap menjadi suamiku yang hebat, dan aku akan tetap menjadi istrimu yang setia. Lagipula, bukankah ini yang kamu inginkan? Memiliki seseorang yang mencintaimu begitu besar hingga ia rela melakukan apa saja agar tidak kehilanganmu?"

Di luar sana, Jakarta tetap berdenyut. Dan di lantai 42, Adrian menyadari satu hal yang lebih menyakitkan daripada kemandulan: Ia telah dirantai oleh cinta yang lebih gelap daripada kesedihan itu sendiri.

___

Adrian menatap lengannya yang berotot, hasil dari ribuan jam latihan yang sia-sia untuk membuktikan kejantanannya. Ia memiliki segalanya, namun di kamar yang mewah itu, ia merasa lebih kecil daripada debu. Ia tidak lagi bersedih karena tidak bisa memiliki anak. Ia bersedih karena ia menyadari bahwa ia tidak akan pernah bisa melarikan diri dari wanita yang ia cintai, sekaligus wanita yang telah membunuh jiwanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!