"Menikah tentulah merupakan hal yang sangat didambakan seseorang. Apalagi menikah dengan orang yang kita inginkan dan kita cintai."
" Namun, bagaimana jika kamu menikah atas dasar keterpaksaan? Disisi lain, kamu ingin melihat orang tua mu bahagia, tapi disisi lain kamu masih terjebak dimasa lalu. Seolah cintamu sudah habis dimasa itu."
"Menjalani semuanya tanpa perasaan cinta. Akankah berakhir bahagia? Atau justru malah menambah masalah baru untuk aku... dan juga dia..."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evelyn12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apakah Semua ini?
Mobil Dimas masuk ke sebuah perkarangan rumah seseorang yang kebetulan saat itu pagarnya tidak tertutup. Dengan ragu Dimas berjalan menuju pintu. Sayup-sayup dari dalam rumah ia mendengar suara yang ia dengarkan dengan seksama.
"No, Baby! Hari ini tidak ada menginap di rumah Oma. Oma pasti capek seharian ngurusin kerjaan. Kamu di rumah aja sama Mama."
"Tapi kan aku bosen, Ma. Mama juga lagi sibuk, aku selalu main sendirian."
"Sekali Mama bilang tidak, ya tidak. Besok besok bisa kesana kenapa harus sekarang? Tolong dengerin apa kata Mama. Jangan bandel."
Gadis kecil itu memasang wajah cemberut, kekecewaan terpancar di sana. Ia lantas berjalan meninggalkan Mamanya yang sedang sibuk di depan komputer menuju pintu utama. Saat membuka pintu, ia kaget mendapati Dimas sedang berdiri di sana. Begitu juga Dimas yang terdiam melihat gadis kecil itu. Mata cantik yang sangat tidak asing di pengelihatan Dimas.
"Om siapa?" Tanya anak kecil itu heran. Matanya masih menatap ke arah Dimas.
"Hai. Kamu pasti anaknya mama Sarah. Nama kamu siapa?" Dimas berjongkok di depan anak kecil itu.
"Nama aku Kimmy."
"Nama yang cantik, sama seperti orangnya." Dimas tersenyum. Wajah gadis kecil di depannya ini sangat mirip dengan Sarah.
Sarah yang keheranan karena anaknya yang seperti mengobrol dengan seseorang lantas menghampiri. Ia memicingkan alis, karena sejak pindah ke sini dirinya sama sekali belum pernah kedatangan tamu. Apalagi perumahan mereka yang memang didominasi oleh para pekerja yang semua orang pasti sibuk dengan urusan masing-masing.
"Kamu ngobrol sama siapa, Kim?" Tanya Sarah yang menghampiri. Ia lebih kaget saat mendapati Dimas yang berada di sana. "Di-Dimas?"
***
"Kenapa datangnya sore-sore begini." Tanya Sarah meletakkan kopi di atas meja yang saat ini ada Dimas sedang duduk di sofa.
"Sengaja mampir."
"Kamu tau rumah ku dari mana?"
"Cuma alamat mah gampang."
"Ih. Kamu selalu mencari tau tentang aku, ya?" Tanya Sarah dengan senyum kecil dan nada bercanda.
"Apa salahnya bersilaturahmi ke rumah temen."
"Ya ya ya... dan sekarang aku seperti di terror oleh seorang Dimas."
Dimas menatap Kimmy yang sedang asik bermain boneka. Beberapa boneka ia susun di depannya seolah sedang bermain peran.
"Cantik kaya mamanya." Ucap Dimas membuat Sarah tersipu. Tapi wanita itu tetap berusaha menyembunyikannya.
"Tapi kasian dia. Gak di akui sama ayahnya, sampai minta tes DNA segala." Kali ini Sarah menyunggingkan senyum sinis.
Dimas menatap Sarah lekat.
"Gak usah liat aku kaya gitu, Dim. Tatapan kamu seolah merasa kasian sekali sama nasib ku. Aku gak perlu dikasihani."
"Kenapa dulu kamu memilihnya?"
"Aku terlalu cepat mengambil keputusan tanpa mengenalnya dengan baik. Baik selama pacaran, belum tentu baik pas udah nikah."
"Aku kira kamu bahagia dengan pernikahan mu, Sar."
"Bahagia gak akan sampai bercerai, kan?"
Dimas diam. Rasanya ia sudah tidak sanggup untuk menanyai Sarah dengan banyak hal apalagi melihat mata Sarah yang kini berkaca-kaca.
Dimas bangkit dari duduknya dan mendekati Kimmy.
"Om boleh ikut main?" Tanya Dimas.
"Boleh." Jawab Kimmy kegirangan. Ia lantas memberikan Dimas sebuah boneka berbentuk kelinci berwarna cokelat dan memakai dasi. "Ini namanya Rocky."
"Oke, baiklah."
Sarah menyeka air matanya yang jatuh melihat kedekatan Kimmy dan Dimas. Dalam tangis itu, ia menyunggingkan senyum kecil, bahagia melihat Kimmy yang tertawa lepas saat bermain bersama Dimas.
*
Langit sudah mulai menujukan warna kekuningan. Berada di rumah itu seolah membuat Dimas terlupa akan waktu.
"Om izin pulang dulu ya." Ucap Dimas pada Kimmy.
"Yah! Padahal Kimmy masih mau main."
"Udah jam lima sore. Sebentar lagi malam. Om harus pulang."
"Tapi besok Om kesini lagi, kan?" Tanya Kimmy penuh harap. Dimas lantas menoleh ke arah Sarah. Sarah menghampiri mereka berdua, dan kemudian ia mengelus kepala Kimmy lembut.
"Omnya harus pulang dulu, ya. Besok Om nya juga sibuk. Nanti kapan-kapan kalo Om nya udah gak sibuk kesini lagi." Sarah mencoba memberikan pengertian.
Kimmy cemberut sembari memeluk boneka Rockynya. "Yah..."
"Besok hari minggu. Kimmy mau jalan-jalan?" Tanya Dimas yang membuat Kimmy seketika kegirangan.
"Mau, Om!"
Sarah mencoba untuk berbicara, tapi Dimas mencegahnya.
"Yaudah. Besok Om jemput Kimmy dan Mama jam sembilan, oke? Kita ke playground."
"Hore!" Teriak Kimmy lompat kegirangan.
"Sekarang Om pulang dulu. Kimmy istrirahat."
"Okay! Siap!" Kimmy memberikan gerakan hormat pada Dimas.
*
Sarah mengantar Dimas menuju mobilnya. Perasaannya campur aduk.
"Apa yang kamu lakuin ini, Dim?" Tanya Sarah, sebelum Dimas masuk ke dalam mobil.
"Aku hanya ingin membahagiakan anak kecil."
"Sadar posisi kamu sekarang, Dim. Gimana istri kamu?"
Dimas memegang kedua pundak Sarah.
"Ini keputusan ku. Dan kamu jangan merasa terbebankan."
"Aku hanya tidak ingin menyakiti siapapun."
Dimas meletakkan jari telunjuknya di bibir Sarah.
"Jangan bicara menyakiti atau tersakiti. Cukup jalani saja semua ini, Sar. Tolong jangan membahas apapun saat aku sedang bersama kamu."
Sarah hanya diam tak menjawab. Sementara Dimas masuk ke dalam mobil dan perlahan meninggalkan rumah itu.
"Astaga! Aku tidak ingin ini semua terlanjur jauh. Tapi aku, aku sangat senang Dimas ada di dekatku. Ia seperti menjadi obat." Benak Sarah yang memperhatikan mobil Dimas perlahan hilang dari pandangannya.
udah muak gw di otak nya sarah mulu, kasian naina,,
sarah jga udah tau dimas laki orang, malah di biarin anak nya deket sma si dimas, kan cari masalah pusing sndri krna udah terlanjur deket,,
kasih dia cwok gih biar gak recokin rumah tangga orang mulu,,,
kalau Dimas masih datangin sarah dan Kimmy,,buat naina pergi jauh dan Dimas nangis darah..