NovelToon NovelToon
Pernikahan Paksa Dengan Pembullyku Di Masa Lalu

Pernikahan Paksa Dengan Pembullyku Di Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Rania Wiratama seorang gadis yang dipaksa menikahi pembully-nya di Masa lalu atas keinginan terakhir Eyang Kartika, Rania bekerja sebagai Photography dan penjual foto lewat website.
Arga Prananda seorang pria yang bekerja di anjungan laut lepas, nampak menyesali perbuatannya pada Rania. Rasa bersalah selama bertahun-tahun mengubahnya menjadi obsesi sekaligus cinta. Rania yang sudah memendam rasa benci dan trauma tak mampu menatap apalagi bersama Arga. Tapi Arga selaku suami dan Imam bagi Rania berjanji untuk membimbing dan menuntun istrinya ke jalan agama, sekaligus mencintai Rania. Bagaimana akhir pernikahan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Malam dengan desiran angin laut yang asin, tengah berhembus tajam menemani aktivitas para pekerja tambang.

Lampu-lampu industri menyala terang, memantul di pipa-pipa baja yang membentang di atas anjungan laut lepas.

Arga berdiri beberapa langkah dari titik permainkan, helm keselamatan terpasang, dengan sorot mata yang serius.

Matanya tak lepas mengawasi dua teknisi wanita yang sibuk membenarkan pipa penghubung yang sempat bermasalah.

Di sela pekerjaannya, suara bisik-bisik terdengar pelan, tapi cukup jelas di telinga Arga.

Tangan Arga memegang walkie-talkie untuk mengabarkan tentang kondisi pipa gas yang sedang di perbaiki.

"Eh sil? Tahu kabar terbaru soal Karin?" bisik Hulya, kepada Sesilia rekan kerjanya, yang sesama teknisi.

Mata Hulya melirik sekeliling memastikan tak ada orang yang menguping gossip ini.

"Kenapalah Ko? Tahu aku Karin yang jadi LC itu kan??" tanya Sesilia, matanya menatap rekan kerjanya dengan gelagat aneh.

"Biasalah itu dia nyanyi, memang di undang Ama Pak Aram," ujar Sesilia, yang di maksud salah satu investor dan pemilik saham di anjungan laut lepas ini.

"Bukan, itu aja masa dia jua jadi simpenan pejabat tambang loh," bisik Hulya memelankan suaranya.

Mendengar itu semua Sesilia langsung membulatkan matanya, nampak tak percaya.

"Ah yang bener lah Ko?" tanya Sesilia dengan mata membulat.

"Seriusan," sahut Hulya lagi dengan nada suara penuh keyakinan.

"Lah kalo nggak percaya dengerin aja di ruangan Pak Aram, suara desahan suka terdengar."

Salah satu rekan kerja lainnya menimpali, "sayang banget sih, badannya bagus, tapi malah jadi enong-enong."

Para pekerja teknisi yang sudah mengerjakan pekerjaannya dan sambil memantau mereka nampak bergosip.

"Tapi ada gossip lagi, katanya Karin Pricisila dulu mantan Pak Arga waktu SMA loh," ujar Anna.

"Hah seriusan?" tanya Sesilia.

"Alah, aku denger kok percakapan Pak Arga Ama Karin kemarin malam," ucap Anna.

Anna saat itu mau buang air kecil malam hari, saat itu dirinya tanpa sadar mendengar percakapan antara Arga dan Karin.

Sungguh tak menyadari saat kemarin mereka merayakan pesta, masih ada pekerja perempuan yang keluar kamar.

Karin pun menggoda Arga, tapi Arga malah pergi dan memilih minum saja.

Arga yang tanpa sengaja mendengar percakapan itu akhirnya berdehem keran.

"Ehem."

Para pekerja wanita itu berdiri melihat Arga, "Pak Arga, ini pekerjaan sudah teratasi dan pipa sudah kembali bisa berfungsi."

Sesilia nampak kikuk, karena dirinya yang banyak bergosip mengenai Karin dan Arga.

Terlihat wajah para teknisi perempuan itu nampak menegang, lali buru-buru mereka mengerjakan pekerjaan yang lain.

"Sesil pastikan sambungan pipa aman," pinta Arga dengan tegas.

"Baik Pak," jawab Sesilia.

"Dan kamu Hulya, pastikan juga karena tekanan malam ini tinggi dan tak boleh ada celah."

Arga bicara kepada staffnya, sambil memeriksa indikator aliran minyak di panel portabel.

Secara teknis semuanya berjalan normal, dan minyak kembali mengalir ke kilang dengan stabil.

Arga menghela napas lega.

Gossip murahan seperti itu di tempat kerja yang mempertaruhkan nyawa dan tanggung jawab besar.

Anjungan laut lepas ini dengan desiran ombak laut, membawa Arga ke masa lalu yang seharusnya di lupakannya.

"Karin...kenapa sekarang kau harus kembali," suara Arga nampak lirih, dengan desiran ombak malam.

Jujur saja, waktu dulu masa SMA Arga selalu berkelahi dengan Karin.

Topiknya yang tak lain selalu membahas soal Rania, padahal Rania sendiri tak pernah terlibat dalam masalah keduanya.

"Aku bodoh sekali dulu, tak menyadari perasaanku pada Rania."

Arga keluar dari pipa yang sudah di benarkan, dirinya menatap langit malam, suasana nampak hening menyisakan deburan ombak.

Anjungan laut lepas ini, adalah tempat dimana dirinya melakukan pekerjaannya.

Pria itu tak peduli yang terpenting hanyalah pekerjaan selesai, dan dirinya bisa pulang menghabiskan waktu bersama Rania.

Tiba-tiba.

Pikirannya melayang pada Rania, tingkah lucu gadis berambut ikal itu seolah membuat Arga nyaman.

Dan jiwa petualang sekaligus, hal yang sederhana membuat Arga perlahan semakin mencintai gadis itu.

Angin malam perlahan akan merusak pikirannya, Arga memutuskan melangkahkan kakinya menuju kamarnya.

Kamar yang di sediakan oleh perusahan minyak bumi Artha untuk para pekerja, karena Arga supervisor yang mengawasi semuanya.

Arga membersihkan diri sebelum tidur, mencuci wajah, mandi dan menyikat gigi----Lalu kembali ke kamarnya.

Kamarnya sangat pribadi, disana Arga duduk sambil melihat foto-foto dirinya bersama Rania lewat ponsel.

Foto pernikahan dimana senyum Rania di paksakan, hanya ada foto akad saja.

Dan foto lainnya---Arga tak punya, karena Rania pingsan saat sesudah melakukan akad nikah.

"Kamu sengaja buat pernikahan ini buat jebak aku."

Tuduhan tanpa bukti masih terngiang jelas di pikiran Arga, dirinya kembali melihat foto-foto bersama Rania saat di Bandung.

Foto-foto yang paling banyak hanya saat keduanya bulan madu di Bandung, untuk momen sakral seperti pernikahan hanya ada sepuluh foto saja.

"Rania, apa saat aku pulang kamu sudah siap melakukan hubungan badan?" tanya Arga sambil tersenyum menatap fotonya bersama sang istri.

"Yah, aku dulu salah...Bully kamu, tapi aku sekarang suami kamu."

Arga mengingat saat dirinya mau berhubungan badan dengan Rania, tubuh wanita itu langsung bergetar selayaknya mau di p*rkosa.

"Rania, aku merasa merindukanmu...," ungkap Arga dengan lirih sambil menatap foto istrinya.

Bahkan Arga secara diam-diam mengambil foto Rania saat tengah makan es krim di Paris Van Java.

Arga terus tersenyum sambil menatap foto sang istri, di ponselnya.

Arga melepas seragam biru tuanya, dan menaruh helm pelindung di meja lalu tidur sambil menatap foto Rania.

"Selamat tidur sayangku, aku harap kamu bermimpi aku," ungkap Arga.

Hal yang Arga tak tahu, malam ini Rania tengah mendapatkan masalah---Dari eyang Kartika yang malah di suruh minum jamu kuat.

Jamu agar bertahan lama dalam hubungan badan, jika Rania menolak titah dari eyangnya---maka hukuman akan di terimanya.

*

*

*

1
Dias Larasss
kok lama bgt Thor up nya, kangen rania😌
Putri Sabina: maaf ya kemarin lagi renov rumah🤭 ttp komen ya kak biar author update sehari satu bab, janji dehh🙏
total 1 replies
DewiKar72501823
kak putri cerita mu bagus sekali..the best 👍🏻🥰
Putri Sabina: makasih kakak udah mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!