NovelToon NovelToon
SUAMIKU TERNYATA CEO

SUAMIKU TERNYATA CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari dari Pernikahan / Percintaan Konglomerat / Cinta Beda Dunia
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nana Bear

Siska menikahi Kevin karena cinta, meski harus hidup dalam kesederhanaan. Ia percaya kebahagiaan tidak diukur dari harta.

Namun ketika himpitan ekonomi semakin berat dan harapan terasa semakin jauh, Siska memilih pergi.

Ia tidak tahu bahwa Kevin bukan pria miskin seperti yang ia kira.

Saat takdir mempertemukan mereka kembali, rahasia terungkap—dan cinta diuji oleh penyesalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Bear, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kalau Ini Namanya Pulang

Sudah hampir sebulan sejak pertemuan pertama di Taman Kota.

Dan anehnya…

Semuanya pelan-pelan jadi rutinitas.

Siska datang tiap Sabtu sore.

Kadang ke taman.

Kadang cuma duduk di teras rumah Kevin, nemenin Cantika gambar atau nonton kartun.

Awalnya tetangga mulai kepo.

“Saudaranya ya, Pak Kevin?” tanya Bu Rini suatu sore.

Kevin cuma senyum tipis.

“Teman lama.”

Siska dengar itu.

Teman lama.

Statusnya masih begitu.

Belum lebih.

Belum kurang.

Tapi yang berubah adalah Cantika.

Sekarang nggak ada lagi “tante rumah sakit”.

Yang ada cuma—

“TANTE SISKA!!!”

Dan setiap kali nama itu diteriakkan, Siska selalu datang dengan wajah campur aduk.

Senang.

Hangat.

Dan… takut.

Takut kalau suatu hari panggilan itu berhenti.

Sore itu hujan deras.

Cantika nggak bisa main di luar.

Jadilah ruang tengah berubah jadi dunia kecil mereka.

Cantika bikin “rumah” dari bantal dan selimut.

“Ayah jadi ayah-ayah. Tante jadi ibu-ibu,” katanya serius.

Kevin langsung batuk kecil.

“Hah?”

Siska hampir tersedak minum.

“Cantik, itu cuma permainan ya,” Kevin buru-buru bilang.

“Iya tahu,” jawab Cantika santai. “Masa Ayah nggak ngerti sih.”

Siska ketawa kecil.

Akhirnya mereka masuk ke “rumah bantal” itu.

Pura-pura makan.

Pura-pura ngobrol.

“Tante masak apa hari ini?” Cantika tanya.

“Sayur bayam sama telur dadar,” jawab Siska cepat.

Kevin nyeletuk,

“Telurnya jangan gosong.”

Siska melotot kecil.

“Sekali aja aku gosongin telur, kamu nggak lupa ya?”

Cantika langsung nengok.

“Tante pernah gosongin telur?”

Kevin dan Siska saling lihat.

“Iya,” jawab Kevin santai. “Dulu.”

Siska buang muka, tapi senyum.

Momen kecil itu terasa…

Normal.

Dan justru itu yang bikin Kevin waspada.

Karena kenyamanan itu berbahaya.

Kalau nanti runtuh lagi…

yang paling sakit bukan dia.

Cantika.

Malamnya, Cantika sudah tidur.

Hujan masih turun.

Siska duduk di sofa. Nggak langsung pulang.

“Udah malam,” kata Kevin pelan.

“Iya,” jawab Siska. Tapi dia tetap duduk.

Sunyi beberapa detik.

“Aku mau ngomong.”

Kevin duduk di kursi seberangnya.

“Ngomong.”

“Aku udah cari kos dekat sini.”

Kevin langsung menegang.

“Dekat sini?”

“Iya. Lima menit jalan kaki.”

Sunyi.

“Aku nggak mau cuma datang Sabtu terus hilang lagi seminggu,” lanjut Siska.

“Kalau kamu izinin… aku mau lebih sering ada.”

Kevin menatapnya lama.

“Kamu sadar nggak konsekuensinya?”

“Sadar.”

“Kalau kamu pindah dekat sini, Cantika bakal makin nempel.”

“Aku tahu.”

“Dan kalau suatu hari kamu berubah pikiran—”

“Aku nggak akan.”

Kevin langsung potong,

“Jangan jawab cepat.”

Siska terdiam.

“Aku butuh bukti, Sis. Bukan semangat sesaat.”

Siska tarik napas panjang.

“Ini bukan sesaat.”

“Kenapa sekarang?” Kevin tanya pelan.

“Kenapa nggak dulu waktu semuanya masih bisa diselamatkan?”

Hujan makin deras.

Jawaban itu berat.

“Aku dulu egois,” Siska akhirnya jujur.

“Aku cuma mikirin takutku. Sekarang… aku mikirin kehilangan.”

Kevin diam.

“Aku kehilangan kamu. Aku kehilangan dia. Aku nggak mau kehilangan lagi.”

Kevin berdiri, jalan ke jendela.

“Kamu tahu yang paling susah itu apa?” katanya pelan.

“Apa?”

“Percaya lagi.”

Sunyi.

“Setiap kali Cantika ketawa bareng kamu, aku senang,” lanjut Kevin.

“Tapi di kepala aku selalu ada suara bilang, ‘Hati-hati. Jangan terlalu jauh.’”

Siska menunduk.

“Aku nggak minta kamu langsung percaya,” katanya lirih.

“Aku cuma minta kesempatan buat buktiin.”

Kevin balik menghadapnya.

“Kalau kamu mau pulang,” suaranya serius,

“jangan setengah-setengah.”

Siska angkat kepala.

“Aku nggak mau kamu cuma numpang hadir. Kalau kamu di sini, kamu tanggung jawab. Emosinya. Waktunya. Semuanya.”

Air mata Siska turun.

“Aku siap.”

Kevin melangkah satu langkah lebih dekat.

“Kalau suatu hari Cantika panggil kamu ‘Ibu’…”

Napas Siska tercekat.

“…kamu nggak boleh lari.”

Tangis Siska pecah.

“Aku nggak akan lari lagi.”

Kevin nggak peluk.

Masih ada jarak.

Tapi jarak itu bukan tembok lagi.

Cuma ruang yang lagi belajar dibuka.

Beberapa minggu kemudian…

Siska benar-benar pindah.

Kos kecil. Sederhana. Rapi.

Cantika heboh banget.

“Kita bisa main tiap hari?!”

“Nggak tiap hari juga,” Siska ketawa. “Nanti Ayah bosan.”

Kevin nyeletuk,

“Iya, nanti Ayah diganti.”

Cantika langsung jawab polos,

“Ayah nggak bisa diganti.”

Kevin dan Siska saling pandang.

Kalimat sederhana.

Tapi dalam.

Di kamar kos itu, Cantika duduk di kasur.

“Ini rumah Tante?”

“Iya.”

“Kapan jadi rumah kita?”

Kevin langsung batuk keras.

Siska ketawa gugup.

“Cantik, pelan-pelan ya.”

Cantika cuma nyengir.

Malamnya, di mobil.

“Ayah…”

“Iya?”

“Cantika nggak mau Tante pergi lagi.”

Kevin genggam setir lebih erat.

“Ayah juga nggak mau.”

“Berarti Ayah sayang?”

Kevin tersenyum tipis.

“Iya.”

Dan untuk pertama kalinya…

Kata itu nggak terasa berat.

Di kamarnya, Kevin duduk sendirian lagi.

Tapi malam ini nggak sesunyi biasanya.

Ia sadar satu hal.

Memaafkan bukan berarti lupa.

Menerima kembali bukan berarti naif.

Tapi kalau seseorang benar-benar berusaha pulang…

Kadang kita cuma perlu berhenti mengunci pintu.

Dan kali ini—

Kalau Siska benar-benar mau pulang…

Kevin nggak akan biarkan dia cuma berdiri di depan rumah.

Karena mungkin…

Ini bukan lagi tentang masa lalu.

Tapi tentang keluarga yang pelan-pelan dibangun ulang.

Dari nol.

Dengan hati yang lebih hati-hati.

Tapi juga… lebih berani.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!