NovelToon NovelToon
Sistem Penebusan Hantu

Sistem Penebusan Hantu

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horror Thriller-Horror / Hantu
Popularitas:467
Nilai: 5
Nama Author: Lady Y

Terbangun tanpa ingatan dan identitas yang tercatat, Ezra mengandalkan sistem aneh untuk beradaptasi dengan kehidupan barunya. Sejak saat itu dia mulai berinteraksi dengan hantu, melakukan penebusan untuk mereka, dan menciptakan berbagai kisah aneh yang abadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26 - Moonlight Sonata

Sebenarnya dengan mengandalkan kemampuan Cermin Karma, Ezra dapat langsung menghubungkan hantu mahasiswa itu ke dalam mimpi dosennya di malam hari. Namun dia tetap mendatangi serah sekitar tempat tinggal dosen hantu itu, lalu meminta hantu itu mencari tahu apakah skripsi yang belum jadi dan buku perpustakaan yang belum dia kembalikan memang ada di rumah dosennya.

Setelah hantu itu mencari, dia menemukan bahwa barang-barangnya di letakkan di kamar kosong, masih utuh dan tidak tersentuh, dan di tumpukan barang itu, dia menemukan dua barang yang menjadi obsesinya.

Ezra menghela nafas dengan lega, dia memberitahu hantu mahasiswa itu rencananya, yakni membiarkan hantu berbicara sendiri dengan dosennya, memberitahu dosen keberadaan skripsi yang belum jadi itu, dan meminta bantuan dosen untuk mengembalikan buku.

Setelah memberikan beberapa tindakan pencegahan, Ezra pergi, berkeliaran di kota manusia hidup.

Dia tidak menemukan hantu lain yang dapat ditebus seharian itu, pada malam harinya, Ezra kembali mengunjungi teater dan mulai mendiskusikan karya piano dengan hantu Leonardo.

Kali ini dia datang sendiri, dia merasa bahwa suasana dalam ruangan itu menjadi lebih suram.

Hantu Leonardo berkata padanya, "Lain kali aku sepertinya harus mengurangi memainkan karya itu, kekuatan yang terus meningkat justru membuat kesadaranku sedikit kabur."

Ternyata kesuraman itu memang bukan perasaannya saja.

[Itu wajar, umumnya semakin kuat hantu, semakin jahat hantu. Jarang sekali ada hantu biasa atau hantu baik yang bisa menjadi kuat]

Ezra mengangguk paham, ini bukan kali pertama sistem memberitahunya.

Jadi, Ezra mulai memainkan piano mengikuti arahan hantu Leonardo, selama memainkan karya itu, Ezra terkadang menggelengkan kepalanya karena karya itu tetap memiliki pengaruh padanya.

[Ini... Setelah mendengarkan beberapa kali lagi, ini mirip dengan karya piano yang pernah sistem dengar]

Ezra tanpa sadar mendongak, "Karya seperti apa?"

[Piano Sonata no.14 dalam C minor, juga dikenal sebagai 'Moonlight Sonata' karya seorang komposer dari dunia yang sama dengan Van Gogh]

Dunia itu lagi? Ezra menjadi sedikit tertarik dengan dunia itu.

[Tunggu sebentar, biarkan sistem mengingatnya, lagipula sudah lama sekali]

Ezra menunggu dengan sabar, dalam penantian ini, dia terus memainkan karya piano mengikuti arahan hantu Leonardo.

Entah berapa lama waktu berlalu, tiba-tiba sebuah pengetahuan tentang piano merasuki pikirannya, dia tahu itu adalah pengetahuan tentang karya piano yang dianggap mirip oleh sistem.

Setelah mencernanya, meskipun terasa agak mirip, tetap saja sedikit berbeda. Karya Leonardo adalah kesedihan tanpa alasan, seperti panggilan dalam mimpi yang membuat pikiran kosong. Karya piano yang diperkenalkan sistem, meskipun juga terasa sedih, emosinya lebih kaya dan meledak-ledak, rasanya juga membawa semacam nuansa romantis yang melankolis.

"Ada apa?" Leonardo bertanya, menyadari bahwa Ezra sedikit terganggu saat ini.

Ezra mendongak, ekspresinya menunjukkan sedikit keraguan, dia mengambil nafas dalam-dalam seolah mengambil keputusan, "Dengarkan."

Ya, Ezra mulai meniru karya yang diberikan sistem. Meskipun berbeda, tetap saja memang mirip, biarkan Leonardo yang memutuskan apakah akan mengadopsi karya ini.

Leonardo mendengarkan karya yang familiar tetapi juga asing itu, ekspresinya menunjukkan keterkejutan, bahkan tubuh hantunya sedikit bergetar seolah-olah ia akan menghilang dalam sesaat.

Piano Adagio yang sunyi dan melamun, Allegretto yang tiba-tiba membawa sedikit keceriaan, serta Agitato yang penuh ledakan emosi.

Karya piano itu sangat indah, sedih dan romantis, seolah-olah seperti cinta tak terbalas atau semacam ketidakpuasan terhadap takdir.

.

Beralih ke sisi lain, hantu mahasiswa itu akhirnya berhasil memasuki mimpi dosennya.

Dunia mimpi itu adalah rumah pedesaan yang tenang, dosennya sedang duduk di halaman, menyeruput secangkir teh hangat ditemani kicauan bahagia burung-burung yang beterbangan.

"Pak."

Hantu mahasiswa itu mendekat dan menyapa, tubuhnya sedikit gemetar, menunjukkan harapan dan ketegangan.

Dosen itu adalah seorang pria tua, rambutnya telah banyak memutih, kerutan di wajahnya juga mulai nampak, terutama di sekitar matanya.

Namun, dia terlihat seperti pria tua yang sehat, profesinya sebagai dosen membuat dia memiliki aura antara ketegasan dan kelembutan yang kontradiktif .

Pria tua itu menoleh cepat pada panggilan dari suara yang familiar itu.

"Nak, apakah kamu menjadi hantu?" Canda sang dosen.

Pria tua itu menganggap dirinya mengalami semacam lucid dream, karena dia sadar dalam mimpinya, dia bahkan memunculkan sosok mahasiswa yang dia rindukan beberapa hari terakhir ini.

"Ya." Bibir hantu mahasiswa itu bergetar, bahkan suaranya bergetar, dia nampak memiliki semacam ketakutan pada dosen tersebut, bukan ketakutan pada umumnya, tetapi ketakutan yang berasal dari rasa hormat.

Dosen tua itu menggelengkan kepalanya, "Ayo ke sini, duduk, dan temani aku menikmati teh."

Hantu mahasiswa itu segera duduk di sisi dosennya, ekspresinya sedikit panik dan bingung, dia tidak tahu harus melakukan apa atau mengatakan apa.

"Bagaimana kehidupan di alam sana?" Tanya dosen, dia sejujurnya agak penasaran tentang mimpi ini.

Hantu itu menggelengkan kepalanya, "Aku belum pergi kesana karena masih terikat dengan dunia ini. Pak, kata sandi lebih topku adalah tanggal lahirku, disana, folder paling baru adalah skripsiku yang belum selesai, aku berharap bapak bisa membacanya. Dan bolehkah aku meminta bantuan?"

Sang dosen meletakkan cangkir teh di atas meja, dia menatap mahasiswa bimbingannya dengan semacam keseriusan dan kebingungan, jangan-jangan sosok ini benar-benar hantu mahasiswanya?

"Bantuan apa?" Bagaimanapun dia seorang dosen tua, dia tetap tenang menghadapi mimpi aneh ini.

Mahasiswa itu menundukkan kepalanya seolah mengakui kesalahan, "Di salah satu barangku, ada sebuah buku yang aku pinjam dari perpustakaan kota, buku itu sudah lama tidak dicetak dan sangat langka, aku berharap bapak bisa membantuku mengembalikan buku itu. Jika... Jika perlu membayar denda karena keterlambatan mengembalikan buku, gunakan saja uangku, meskipun aku miskin, uang yang aku tinggalkan pasti masih cukup untuk membayar denda."

Sang dosen tiba-tiba tertawa, "Baiklah, aku akan mengembalikan buku itu setelah matahari terbit besok hari."

Keduanya kemudian duduk dalam diam untuk waktu yang lama. Mahasiswa itu dipenuhi kebingungan dan rasa bersalah, sementara dosen itu mencerna apa yang sedang terjadi.

"Nak, apakah kamu menyalahkanku atas kematianmu?" Tanya dosen tersebut memecah keheningan diantara keduanya.

"Tidak, tidak pernah." Mahasiswa itu menjawab hampir tanpa sadar.

"Baguslah. Setelah aku membantumu melepaskan keinginan yang menahanmu di dunia ini, segeralah pergi ke tempat yang seharusnya." Ucap sang dosen dengan senyum lembutnya yang jarang.

Tangan dosen tua itu terulur, menepuk ringan kepala mahasiswanya, terlihat penuh bekas kasih dan rasa sayang, "Seandainya aku lebih memperhatikan, aku seharusnya mencegahmu terlalu lelah, mungkin kamu masih bisa hidup lebih lama."

"Tidak perlu menyalahkan diri, pak. Justru bapak sudah banyak memberikan perhatian padaku, terima kasih telah membuatku bisa merasakan kasih sayang seperti memiliki keluarga."

"Haha, nak, kamu juga membuatku merasakan punya anak lagi. Aku hanya seorang pria tua yang kesepian, anakku meninggal lebih dulu dariku. Bahkan sekarang, kamu, mahasiswa yang kuanggap sebagai anak, juga pergi lebih dulu dariku yang sudah tua ini."

Ternyata keduanya telah kehilangan keluarga dan menganggap satu sama lain sebagai pengganti keluarga yang telah pergi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!