NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Berondong

Terjerat Cinta Berondong

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Berondong / Crazy Rich/Konglomerat / Keluarga / Komedi
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Noorinor

Lydia tidak pernah menyangka, setelah dipecat dan membatalkan petunangan, ia dicintai ugal-ugalan oleh keponakan mantan bosnya.

Rico Arion Wijaya, keturunan dari dua keluarga kaya, yang mencintainya dengan cara istimewa.

Apakah mereka akan bersama, atau berpisah karena status di antara mereka? ikuti terus kisahnya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noorinor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Pintu lift hampir tertutup ketika Arion refleks mengulurkan tangan sambil menekan tombol buka di dalam lift. Lydia masih berdiri di depan, dan ia tanpa sadar menahan pintu lift untuk perempuan itu.

“Tidak mau masuk?” tanya Arion, nadanya lebih terdengar seperti perintah daripada pertanyaan.

Seharusnya ia tidak peduli jika Lydia tertinggal, mereka tidak dikejar waktu untuk segera sampai di lantai yang dituju. Namun, lagi dan lagi, sesuatu dalam dirinya mendorongnya untuk peduli.

"Iya," sahut Lydia, buru-buru masuk ke dalam lift.

Tadinya, ia berniat menunggu lift berikutnya agar tidak perlu berhadapan dengan Arion yang tampak sedang dalam suasana hati yang tidak bagus. Tapi Arion justru menyuruhnya masuk.

"Kenapa aku jadi gugup sekarang?" gumamnya dalam hati.

Biasanya ia tidak merasa gugup saat berada di dekat laki-laki. Sebagai mantan sekretaris pribadi Calvin, ia sering berbincang dengan banyak laki-laki, baik karyawan maupun klien. Namun, ia tidak pernah merasa segugup sekarang.

"Jadi, duda yang kamu bicarakan itu Paman Jevan?" tanya Arion tiba-tiba.

Lydia hampir tersedak ludahnya sendiri. Tidak disangka ternyata Arion menganggap serius ucapannya waktu itu. Padahal, ia hanya asal bicara.

"Mana mungkin Pak Jevan," sangkalnya cepat.

"Pak Jevan memang duda kaya, dia juga tampan dan memiliki senyuman yang membuat siapapun yang melihatnya ikut tersenyum. Tapi mana mungkin saya menyukai Pak Jevan," jelasnya sambil tertawa, meski sebenarnya tidak ada hal lucu.

Arion mendecih pelan mendengar kalimat-kalimat pujian Lydia untuk Jevan. Entah kenapa ia tidak suka mendengarnya.

Ia tidak tahu bahwa pujian Lydia sebenarnya belum selesai. Perempuan itu masih terus memuji Jevan dalam hati, mulai dari bentuk tubuh, sifat family man-nya, dan masih banyak lagi.

"Tidak suka tapi kamu tersenyum seperti itu sekarang, hoh?" tanya Arion mencibir melihat Lydia tersenyum.

Lydia berdeham pelan, lalu berusaha menghilangkan senyuman dari wajahnya. Namun, ia masih memikirkan tentang Jevan. Perempuan yang nanti mendapatkan laki-laki itu pasti merasa beruntung.

"Tapi saya benar-benar tidak menyukai Pak Jevan. Lagipula, saya baru mengakhiri pertunangan saya, tidak mungkin berpaling secepat itu," jelasnya setelah puas memuji Jevan.

Arion menoleh cepat ke arah Lydia saat ucapan Lydia selesai, lalu bertanya spontan, "Kamu belum move on dari Marvin?"

Tepat saat itu, pintu lift terbuka, menandakan mereka sudah tiba di lantai apartemen yang dituju. Lydia jadi bingung antara menjawab pertanyaan Arion, atau keluar dari lift terlebih dahulu.

Ketika Lydia masih dilema, Arion tiba-tiba saja menarik tangannya, dan membuatnya ikut melangkah keluar dari lift.

"Kamu tidak perlu menjawab pertanyaan saya," ujar Arion sebelum pergi menuju apartemennya, seolah tidak terjadi apa-apa.

Lydia terdiam menatap punggung Arion, lalu ia memutuskan berjalan ke arah lain dan masuk ke dalam apartemennya.

Momen kecil itu tanpa sengaja terlihat oleh tiga orang yang sedang melakukan pengamatan perasaan Arion terhadap Lydia.

"Mirip pasangan yang lagi berantem gak sih?" tanya Hiro pada kedua sahabatnya.

Alasan mereka tahu banyak tentang Arion dan perasaan yang mulai tumbuh di hatinya adalah karena mereka sering berkumpul di apartemen Liam, yang bertetangga dengan apartemen Arion dan Lydia. Bisa dibilang, di sana markas mereka.

Dareen mengangguk setuju, lalu nyeletuk, "Kalau para bapak tahu, bakal heboh jagat raya."

"Kalau gitu, ayo kita bikin heboh," ucap Liam, tersenyum penuh arti.

Hiro dan Dareen menatap Liam secara bersamaan, dan keduanya langsung mengangguk seolah mengerti apa yang akan Liam lakukan.

***

Arion mengacak-acak rambutnya sendiri. Ia tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya, yang jelas hatinya tidak baik-baik saja sekarang.

Ia terganggu melihat kedekatan Lydia dan Jevan di coffeeshop. Di rumah, Airin membuatnya kesal karena mengira ia menyukai Lydia. Lalu di lift, kekesalannya bertambah mengetahui Lydia belum move on dari laki-laki brengsek seperti Marvin.

Lydia memang belum menjawab pertanyaannya tadi, tapi melihat perempuan itu terdiam sudah menjelaskan semuanya. Lydia tidak menyangkal dirinya belum move on.

"Tidak mungkin aku menyukai Lydia," gumamnya menyangkal hal itu.

Tidak ada yang salah dengan Lydia. Perempuan itu memiliki hal yang membuatnya layak untuk disukai siapapun. Masalahnya, Arion tidak percaya dirinya menyukai mantan sekretaris pamannya.

"Lagipula, kenapa juga aku harus kesal hanya karena dia belum move on dari Marvin?" gumamnya lagi.

Ia masih berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa perasaannya terhadap Lydia tidak lebih dari rasa bersalahnya karena telah membuat perempuan itu kehilangan pekerjaan.

"Lebih baik aku mencari udara segar," Arion meraih jaket kulit yang sempat ia lepas, sebelum berjalan keluar dari apartemennya.

Ini bukan pertama kalinya ia meninggalkan apartemennya karena terlalu memikirkan Lydia. Alasannya lebih sering ke rumah orang tuanya juga salah satunya karena itu.

Ia merasa pikirannya terganggu oleh Lydia sebab mereka bertetangga, jadi ia kadang pergi ke rumah orang tuanya, meski akhirnya ia akan tetap kembali ke apartemennya.

Pergi dari apartemen untuk menghindar, lalu kembali karena ingin melihat Lydia. Begitulah yang terjadi pada Arion akhir-akhir ini.

Ketika Arion membuka pintu apartemen, ia tiba-tiba dikejutkan dengan kehadiran orang di depan pintu apartemennya.

"Kamu baik-baik saja, kak? Liam bilang kamu berantem," tanya Calvin khawatir ada orang yang melukai keponakannya.

Tidak hanya Calvin, kedua sahabatnya, Haikal dan Nathan juga ikut datang ke sana. Ketiganya datang karena ulah anak-anak mereka.

"Siapa yang berani sama kamu? Nanti paman hajar orangnya," ujar Haikal, bersiap memberi pelajaran pada orang yang berani menggangu Arion.

Tidak ada yang akan percaya bahwa orang seperti Haikal adalah pengacara yang telah menangani banyak kasus. Tingkahnya di depan Arion berbeda jauh dibandingkan saat ia berada di ruang sidang.

Bukan sengaja berubah. Justru di depan Arion adalah Haikal yang asli. Di persidangan, ia hanya bersikap profesional, bukan menjadi dirinya sendiri.

"Aku baik-baik saja. Tidak ada yang bertengkar di sini," kata Arion cepat, sebelum ketiga orang di depannya mulai rusuh.

Calvin, Haikal, dan Nathan saling menatap. Mereka sadar telah dibohongi oleh anak-anak mereka, karena Arion terlihat serius dengan perkataannya dan tidak mungkin juga Arion berbohong.

"Tapi Liam bilang kamu berantem," ucap Calvin bingung, masih berusaha mempercayai pesan yang dikirim oleh putranya.

Ia langsung datang ke apartemen Arion setelah mendapat pesan dari Liam, yang mengatakan bahkan Arion bertengkar di apartemen. Ia sudah berusaha menghubungi Liam untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, tapi nomor putranya itu mendadak tidak aktif.

"Iya, tadi berantem sama gebetannya," sahut Liam, menjawab kebingungan dari para ayah.

Ia dari tadi berada di sana bersama Hiro dan juga Dareen.

"Gebetan? Siapa?" tanya Calvin, Haikal dan Nathan nyaris bersamaan.

Arion hendak protes, karena ia tidak merasa memiliki gebetan. Namun, suara pintu terbuka menghentikannya. Ia menoleh ke arah apartemen Lydia dan melihat perempuan itu keluar sambil membawa kantung plastik hitam.

Calvin, Haikal, dan Nathan kompak mengikuti arah pandangan Arion dan melihat Lydia berdiri di sana. Sekarang, kebingungan mereka semakin bertambah.

Liam, Hiro dan Dareen saling melempar pandangannya dan tersenyum, lalu...

"Nah, itu gebetan Arion," ucap Liam menunjuk Lydia, sebelum kabur bersama Hiro dan Dareen.

Seketika mata Arion membulat, "Apa-apaan mereka?!"

1
Resa05
ditunggu up nya kak
Resa05
wah makin penasaran nih
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Resa05
semangat up-nya thor!
Reverie Noor: terimakasih ❤
total 1 replies
Resa05
sayang banget cerita bagus kayak gini ga rame, semangat up terus thor!
Resa05: bakal jadi pembaca setia, semoga ceritanya seru terus ya thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!