cerita ini tentang dua remaja di bangku kuliah yang saling mengenal, saling memberi masukan, saling berbagi tawa dan canda, tapi semuanya hanya sebatas teman entah apa tapi semua orang disana tau apa yang mereka saling beri bukan berada pada batasan teman tapi “dua orang yang saling menaruh harapan”. kisah tentang seorang pria perantau dan gadis tuan rumah dengan bahasa, watak, kebiasaan yang berbeda tapi bisa saling terikat karena ketidak sengajaan mungkin bisa di sebut cinta di waktu yang tidak tepat kisah mereka tak salah yang salah dari semua ini hanya satu yaitu waktu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon starygf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 6
hari ini adalah hari ulang tahun richel dan mereka akan di adakan acara party kali ini partynya di salah satu villa semua sudah di rencanakannn aura dan semua teman temannya datang termasuk harry dia sudah pasti datang.
semua acara berjalan lancar acaranya di mulai dari sore hari dan sekarang waktu menunjukan pukul 19.31 semuanya sudah berkumpul di tepi kolam berenang akan ada penampilan dj yang di pimpin oleh rizki sebagai dj dan tentunya dengan minum minum jugaa.
semua orang sudah tak karuan aura sibuk membopong richel dan selfi agar mereka tak berniat menyeburkan dirinya ke kolam berenang sedangkan rizki dan ihksan membantu walaupun tidak terlalu membantu karena mereka berdua juga sama sama mabuk.
“kalian nyusain banget sih, rese bangettt arghhhh” aura bergumam terus terusan sambil membopong semua temannya satu persatu.
tak lama harry datang membantu rasanya di tempat ini yang sadar hanya dia dan harry bukan karena mereka tidak ikut minum tapi karena mereka tidak mabuk seperti yang lain.
“har sumpah deh kamar mereka pada dimana bawa ke kamar aja deh gakan benerr mau nyebur mulu mereka”.
“di atas aku bantu bentar ” harry memanggul temannya yang lain
setelah richel selfi ihksan rizki indri di aman di kamar masing - masing harry dan aura kembali turun tapi saat sedang menuruni tangga aura kehilangan keseimbangan untung harry cepat tangkap.
“kamu mabuk juga”. tanya harry
“enak aja darah rendah ini”. aura tak terima dirinya di sebut mabuk juga masa hanya karena minuman murahan itu mabuk harry tak tau saja kalau “toleransi aku sama alcohol sangat kuat tau”.
harry hanya tersenyum sudah jelas aura sedikt mabuk tapi masih tidak mau mengakui harry mengendong aura sampi bawah lalu menaruhnya di meja dapur sedangkan harry sibuk merebuh air hangat untuknya.
“harr turunin harr gabisa turun ini” aura berusaha untuk turun bukan karena mejanya tinggal sebenarnya mejanya tak terlalu tinggi hany saja dia terlalu pusing untuk melihat kebawah dia merasa itu seperti setinggi gedung tertinggi di dunia.
“minum dulu inii” harry memberi aing hangat yang baru dia buat
setelah meminumnya haura kembali merengek “turunnnn harrr”
“katanya ga mabuk kalo engga harusnya bisa turun sendiri dong”. kata harry sarkas
aura bergerutu sambil menatap harry tajam, harry yang melihatnya tersenyum kecil di matanya tatapan tajam itu sangat lucu, harry lalu menghampiri haura jarak di antara mereka hanya sekitar 5inch haura bahkan bisa merasakan hembusan nafas harry dan bau alcohol dari mulut nya.
jantung mereka berdua berdetak lebih kencang dari semestinya mata mereka saling bertemu, kali ini detak jantung harry terdengar kencang bahkan aura bisa mendengarnya tanpa harry sadari tangannya sudah memeluk pinggang ramping aura pemandangan seperti ini jika richel melihatnya dia akan secepat kilat membuka handphonenya dan memviralkan adegan ini.
aura bisa merasakan tubuh harry makin mendekat padanya di barengi dengan pelukan yang makin kencang sampai harry benar benar memeluknya,
“har?”
“ada satu kamar kosong kita tidur disana malem ini, kamar sebelumnya penuh kamu gabakal nyaman” harry bicara dengan nada berat masih dengan posisi memeluk aura erat.
aura terdiam beberapa detik di kepalanya banyak pertanyaan apa jangan jangan dia juga mabuk? tapi dia tak begitu perduli aura memeluk harry tak kalah erat untuk beberapa waktu mereka berpelukan dengan posisi harry berdiri dan aura duduk di meja dapur itu.
“bawa aku”.
setelah kata itu terucap harry langsung mengendong aura untuk masuk ke kamar.
jngn lupa mmpir ke karya ku juga minn🫣