Valentine dan Valerie, si Twins V, telah tumbuh menjadi dua wanita dewasa dengan kepribadian unik yang selalu membuat orang-orang di sekitar mereka geleng-geleng kepala. Kepolosan, keberanian, dan cara berpikir mereka yang di luar nalar kerap menghadirkan tawa sekaligus kekacauan, terutama bagi kedua orang tua mereka.
Di tengah candaan tentang keinginan cepat menikah, mimpi-mimpi aneh, dan celetukan tak terduga, Twins V terus membawa kejutan baru. Lalu, keseruan dan kekacauan apa lagi yang akan mereka ciptakan selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lab Manusia dan Lab Baju
Semua orang nampak memandangi Meilan yang di giring pergi dari kampus itu. Entah kenapa tim kampus segera mengusut perbuatan Meilan dengan cepat bahkan sudah ada petugas berwajib yang datang kesana. Kiki menatap Meilan kasihan tapi dia tak berani menolong Meilan.
Dari kejauhan pun terlihat kedua orang tua Meilan yang datang dengan tergesa gesa menghampiri Meilan. Mereka menatap anaknya dengan tak percaya karena Meilan termasuk anak yang bisa di andalkan dalam berbagai hal. Meilan juga anak penurut.
"Meilan apa yang membuatmu seperti ini? Kenapa kamu melakukan ini semua?" tanya sang ibu tak percaya dengan keadaan Meilan.
Meilan yang ingin di sentuh sang ibu langsung memalingkan wajahnya ke arah lain. Dan itu membuat Valen mengerutkan keningnya merasa aneh dengan apa yang di lakukan Meilan saat ini.
"Itu kan ibu tirinya Meilan, yang katanya selalu nyuruh Meilan kerja dan bisa kasih uang sama dia."
"Iya, Meilan pernah sampai di maki di depan customernya di resto tempat dia kerja karena dia lama kasih uangnya."
Celetukan para mahasiswa itu membuat Valen serta Dean dan Arlo saling pandang. Mereka tak menyangka jika ada ibu yang seperti itu. Meilan bersalah tapi ternyata ada yang lebih bersalah dari pada sikap Meilan yang seperti itu.
Arlo yang melihat itu berinisiatif mencari tahu tentang Meilan lebih jauh dan benar saja kelaurga Meilan keluarga yang menengah ke bawah dan Meilan bisa masuk sini karena ada nya beasiswa jalur prestasi.
"Lihat? Gue nggak simpatik sama Meilan hanya karena ibunya seperti itu, tapi gue juga nggak benerin apa yang ibu tirinya lakukan!" ucap Arlo sedikit keras agar para mahasiswa yang ada di belakang mereka mendengar apa yang Arlo katakan.
Dean dan Valen melihat semua info yang ada di ponsel Arlo dan jelas terlihat di sana semua mengarah pada semua sikap ibu tirinya yang selalu membandingkannya dengan adiknya dari ibunya yang sekarang. Dan di sana juga ada info jika ayahnya Meilan adalah seorang laki laki yang mempunyai beberapa wanita. Dan ibu kandung Meilan meninggal karena ulah para wanita itu yang nampak iri dengan apa yang ibu Meilan punya.
"Kasihan, tapi bukannya hidup adalah pilihan? Tetap jadi orang yang baik atau berbuat jahat pada orang lain?"
Valen seolah menyadarkan semua orang yang ada di sana karena semua memang adalah jalan yang di berikan semesta, hanya saja setiap orang bebas memilih jalan hidupnya masing masing. Dan ternyata Meilan adalah salah satu orang yang memilih untuk berbuat jahat pada orang lain dan di sinilah akhirnya.
Meilan terus di bawa oleh petugas itu masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu sejak tadi tapi tak lama ada beberapa orang yang juga menangkap ibu Meilan yang membuat kampus kembali gaduh.
Semua mahasiswa di kampus saling tatap karena bingung dengan keadaan yang ada di depan mereka.
Ibu Meilan terus memberontak karena pihak kepolisian itu langsung menyeretnya untuk di bawa pergi dari sana. Tak lama kemudian ada banyak ibu ibu dengan wajah emosi dan garang mendatangi mereka.
"Nah, bawa aja dia pak, dia udah bawa kabur uang kami!!"
"Iya bawa aja pak, penjarain aja. Dia bikin arisan dan nipu kami ratusan juta pak!"
Beberapa ibu ibu berteriak ke arah petugas kepolisian itu dan akhirnya para mahasiswa yang ada di sana paham apa yang terjadi. Dan ini tidak ada hubungannya dengan masalah Meilan yang di tangkap juga.
Ibu Meilan menggeleng keras dan berusaha melarikan diri, dan saat di rasa petugas itu lengah ibu Meilan menggigit lengan petugas. Ibu Meilan lari ke jalan besar dan tanpa menoleh ke kanan dan ke kiri dia terus berlari ke tengah jalan sampai sebuah bel terdengar dan suara benda terbentur memekakkan telinga mereka. Banyak mahasiswi yang berteriak histeris menyaksikan itu semua, tak terkecuali Valen yang memalingkan wajahnya ke Dean.
Arlo segera berlari ke depan dan menyuruh beberapa anggotanya yang memang selalu berada di sekitarnya untuk mengatasi situasi yang mulai tidak kondusif itu.
Arlo juga menyuruh para anggotanya untuk mengamankan para ibu ibu yang bersikap bar bar tadi yang malah ingin kabur dari sana karena tidak ingin di salahkan siapapun atas kejadian yang menimpa ibu Meilan.
Valen yang sudah bisa mengontrol dirinya segera menghampiri para ibu ibu itu dengan wajah datarnya.
"Nggak usah kabur kalau kalian memang nggak bersalah, tapi gue rasa semua ini juga karena ulah kalian yang terlalu barbar langsung menyerangnya seperti ini. Bukannya jika ingin melaporkan di laporkan saja tanpa harus membuat orang itu ketakutan?"
Semua ibu itu saling pandang dan menatap Valen tak suka karena menurut mereka Valen terlalu ikut campur dengan masalah mereka.
"Siapa lo?" tanya salah satu ibu itu dengan geram.
"Gue bukan siapa siapa, tapi kalian juga penipu. Karena ulah kalian juga ibunya Meilan menerima kerugaian yang tak sedikit. Dia harus menjual barang palsu dari arisan berlian yang ternyata itu hanya arisan bodong. Dan kalian juga salah satu kelompok pengedar berlian palsu yang sedang di cari banyak orang dan juga petugas kepolisian. Sudah banyak korban berlian bodong yang kalian edarkan!"
Perkataan Valen membuat semua ibu ibu yang ada di sana tercengang dan ketakutan karena apa yang Valen katakan itu benar semua.
"Lo siapa? Kenapa lo bisa tahu semua itu?"
Mereka mulai gemetaran karena Valen tahu semua dan pihak kepolisian pun segera mengerubungi mereka atas laporan dan bukti yang di berikan oleh Dean barusan. Tak perlu waktu yang lama untuk mencari bukti itu karena memang semua data yang Arlo berikan tadi juga saling terhubung.
"Gue bukan siapa siapa, tapi rasanya nggak adil kalau cuma ibu Meilan yang menerima hukuman atas perbuatannya," sahut Valen santai.
Pihak kepolisian pun sudah di berikan semua bukti dan mereka langsung menangkap beberapa ibu ibu itu yang tadi berkerumun di sana.
Sedangkan Arlo sudah selesai dengan mengurus jenazah ibu Meilan yang sudah hancur tertabrak dua buah truk sekaligus. Tapi dua sopir truck itu selamat dan hanya ada beberapa luka memar saja karena mereka langsung lompat saat mengetahui truck mereka akan bertabrakan.
"Kak Dean lebih baik kita pulang aja, biar semua sisanya mereka yang urus," ajak Arlo pada Dean.
Valen pun setuju dengan apa yang di katakan oleh Arlo dan semua mahasiswa yang ada di sana menyaksikan bagaimana Valen di kawal para laki laki yang memakai pakaian serba hitam. Dan itu membuktikan jika Valen adalah orang yang tidak bisa di sentuh sembarangan.
"Dia memang bukan orang yang bisa di dekati dengan mudah!"batin Kiki.
Kiki terus memerhatikan kepergian Valen serta Dean dan Arlo yang masuk ke dalam mobil mereka masing masing sampai mereka tak terlihat dan sisanya banyak orang laki laki yang mengurus pihak kepolisian itu.
"Ck, baru masuk kampus udah bikin heboh, gimana nanti nanti. Ini yang bikin gue malas masuk kuliah, apa mending gue langsung nikah aja ya sama Ale? Ini lagian kalau ada yang bikin ulah gini jatuhnya ribet," gerutu Arlo pelan.
"Kayaknya enak kan kalau nikah aja, terus bikin lab manusia dan lab baju gitu!"
to be continued...