NovelToon NovelToon
WANG SHIN

WANG SHIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengawal / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Magisna

𝘛𝘳𝘢𝘨𝘦𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝙈𝙤𝙧𝙣𝙞𝙣𝙜 𝙂𝙡𝙤𝙧𝙮—𝘖𝘳𝘨𝘢𝘯𝘪𝘴𝘢𝘴𝘪 𝘱𝘳𝘢𝘫𝘶𝘳𝘪𝘵 𝘣𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘞𝘢𝘯𝘨 𝘚𝘩𝘪𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘦𝘭𝘪𝘵𝘦 𝘱𝘳𝘢𝘫𝘶𝘳𝘪𝘵, 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘸𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘳𝘦𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢, 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘵𝘦𝘳𝘱𝘶𝘳𝘶𝘬 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘥𝘪𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢𝘱 𝘴𝘦𝘭𝘦𝘴𝘢𝘪 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘫𝘢.
𝘚𝘩𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯𝘪 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯 𝘳𝘢𝘯𝘥𝘰𝘮 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶— 𝘵𝘦𝘳𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘵𝘶𝘢.
𝘕𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘭𝘪𝘬 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢, 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘦𝘯𝘨𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘨𝘶𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Magisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

왕신 ー 25

...왕신...

ーTentang Mereka.

Berbeda dari Shin ataupun Lee Jay, Alex Xei Ivanov atau Xei, lelaki itu datang dari negeri yang jauhーAngola.

Kulitnya agak pekat, tapi bisa dikatakan paling cerah di antara semua penduduk bumi Afrika. Wajahnya terstruktur lancip dengan hidung kecil dan mata pekat, rambutnya bergelombang sebatas belikat, selalu diikatnya habis sejajar pertengahan kepala belakang. Tingginya sebatas telinga Shin, tapi semua itu tak lagi berarti ketika dia terpaksa harus berpasrah di kursi roda. Tragedi kelam keprajuritan merenggut kenormalan kakinya, tiga tahun lalu.

Shin 22 tahun yang saat itu melaksanakan tugas menjaga perdamaian pasca perang saudara di barat Angola, membawanya ke Seoul bertepatan musim dingin di Korea. Saat kedua orang tua Xei dan adik-adiknya tak bisa diselamatkan dari kekejaman perang di kawasan mereka. Tidak ada keluarga yang bisa menampung Xei remaja yang terkatung-katung sebatang kara.

Mulanya Xei untuk diangkat sebagai adik yang manis dan penurut di rumah, tapi berubah pikiran ketika mengetahui kemampuan anak muda itu dengan sistem komputernya, cukup menakjubkan untuk dibiarkan begitu saja.

Xei menjadi prajurit cyber tingkat satu Morning Glory setelah berhasil meretas data penting perusahaan peluru illegal di Busan di usia 19 tahunnya. Berlanjut pada penguasaan server keamanan organisasi yang dengan mudah dia amankan ketika berpeluang bocor.

Saat ini usianya ada di ujung 26 tahun, lebih tua lima bulan dari Jay.

Lee Jay sendiri, dia anak pengusaha, tapi tak dihargai karena lahir dari rahim seorang gundik.

Memutuskan bergabung karena baginya itu sangat menantang, setidaknya bisa membuatnya melupakan status sebagai anak terbuang, setelah ibunya mati di meja operasi karena penyakit, dan ayahnya tidak peduli.

Memiliki keluarga baru yang hampir kesemua anggotanya merupakan yatim piatu. Morning Glory, merangkul untuk menjadi kuat di saat seluruh dunia menganggap anak-anak muda tanpa orang tua tidak berarti, termasuk Wang Shin.

Dia hidup hingga kini karena seekor kelinci.

Bermodal sebatang panah pemberian ayah, Wang Shin 13 tahun berburu di hutan milik keluarga yang letaknya setengah kilometer dari pekarangan belakang mansion.

Tujuannya hanya untuk kelinci, dan dia berhasil mendapatkannya.

Namun saat pulang, kelinci yang mati di tangan, yang mula akan dia tunjukkan dengan bangga pada ayahnya, merosot dari genggaman bersama batang panah yang masih berlumur darah binatang itu.

Mata nyalak menyaksikan pemandangan paling mencekam.

Aroma darah membuat sesak hingga kaki mudanya tersuruk dengan gemetar di tengah kemegahan mansion tempat tinggalnya. Lebur kekuatan yang sesaat lalu masih terjaga. Keluarganya tewas dibantai tidak bersisa.

Sampai teriakannya membelah langit, mendobrak udara senja.

“IBUUUUU!!! AYAAAAAAHHH!!!”

Sambil mengguncang jasad mereka secara bergilir dengan tangis pecah.

Kalut, dengan suara kacau dia menghubungi kepolisian.

 Lebih dari sekedar sakit, kiamat menerpa tubuh kecilnya.

Dia tak sanggup, matanya tak sanggup. Melihat pisau menancap di tubuh ayahnya, ibunya ditebas bagian leher, tergolek miring, gaun indahnya bermandi darah. Para pelayan tersebar dengan kondisi tak jauh beda.

 Shin muda merasakan kesekaratan.

Beberapa waktu dia membeku, diam seperti patung setelah puas menangis, duduk bersila sambil menatap mayat ibunya dengan mata kosong.

Tidak sesiapa pun tersisa di sana, keadaan hening dan mencekam. Polisi datang setelah semua bangkai mengeras dan gelimang darah hampir mengering.

Siapa pun yang membantai habis keluarganya, sudah pasti adalah binatangーyang serakah.

Keserakahan, menyisakan hanya dirinya sendiri sebagai garis keturunan Aristokrat Wang yang masih hidup.

“Tubuh kecil dan lemahku akan menjadi besar dan kuat. Saat itu terjadi, siapa pun kalian, aku beri waktu untuk bersiap. Tanganku yang tak lagi lemah nanti, akan menggugurkan setiap harapan kalian yang semena-mena. Aku Wang Shin ... akan hidup untuk waktu yang lama, untuk membalas dendam.”

Apakah dia sudah berhasil membalas dendam?

Tentu saja!

Selesai dari wajib militer di usia 20 tahun, keluar dengan jiwa dan tubuh yang lebih kokoh, Shin memulai pembentukan jati diri yang mantap untuk siap memberontak. Dia kuliah dan lulus, hidup sendiri sambil membangun kekuatan mandiri. (Sebelum menjemput Paman Hong dan Bibi Chu yang pada saat pembantaian terjadi, keduanya yang merupakan pengurus kebun, sedang pulang ke kampung halaman mereka di pesisir Changwon).

Sampa di usia ke-21.

Darah dibalas darah, daging dibalas daging.

Tidak! Shin tidak menggunakan konsep itu.

Kematian terlalu bagus untuk mereka yang tidak pantas disebut manusia.

Tidak ditemani siapa pun saat Shin membantai mereka secara verbal. Menghancurkan perlahan melalui taktik matang.

Roh Gu-Jong, manusia yang mengepalai pembantaian keluarganya, berakhir gila. Perusahaan hancur karena anjloknya nilai saham dan terbukti korup, anak gadisnya jadi pelacur lalu mati di tangan pelanggannya karena arogansi, istrinya berselingkuh dan pergi membawa serta anak terakhir mereka, sebelum kemudian terdampar juga setelah dicampakkan selingkuhannya.

Semua tentu saja ulah manipulasi Shin. Hanya butuh waktu dua bulan saja untuknya menuntaskan mereka sampai ke akar.

(Tidak dimasukkan scene, hanya kepentingan pembentukan karakter).

Setelah semua terbalas, tegap kakinya melangkah maju, janjinya pada diri sendiri telah terbayar.

 Dari sana, dia menemukan Morning Glory lalu bergabung, sampai organisasi itu pun kemudian hancur, berakhir Shin yang saat ini.

 **

Sekarang, memanfaatkan sedikit sisa waktu liburnya dari Lim Suyu, setelah mempertemukan dan meninggalkan Lee Jay dengan Xei di kediamannya, Shin mengunjungi sebuah tempat.

Sebuah desa terpencil di tepian gunung ujung barat Daegu.

“Kukira kau tidak akan pernah mengunjungi orang tua ini lagi.”

“Maafkan aku, Paman. Niatku datang kemari selalu terganggu dengan banyak hal urusan pekerjaanku. Aku senang Paman terlihat sangat sehat,” ujar Shin, beralasan.

Adalah Noh Samsik, seorang pria tuaーmantan perwira polisi yang pensiun 12 tahun lalu, orang yang telah merawat Shin setelah kehilangan keluarganya pasca pembantaian, sekaligus sahabat baik mendiang ayahnya ShinーWang Je-sang.

Keduanya kini duduk di beranda rumah yang di depannya terhampar kebun sayuran yang subur, hasil dari kesibukan Paman Noh sejak tak lagi aktif bekerja. Rambutnya sudah memutih dengan kontur wajah masih cukup berisi. Dia sangat sehat di usianya yang menginjak kepala enam.

Itu yang sangat Shin syukuri setelah pertemuan hari ini dengan lelaki tua itu.

“Kau sangat sibuk rupanya,” kata Noh Samsik seraya membetulkan kacamatanya.

"Begitulah," tanggap Shin. “Aku harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.”

Noh Samsik tersenyum, satu anggukan tandanya menyetujui persepsi itu.

“Kau sudah dewasa, urusan uang dan bekerja aku yakin ... sama seperti ayahmu yang hebat, kau juga tidak akan bercela. Yang seharusnya kau lakukan sebagai lelaki dewasa yang hebat itu adalah ... mencari pasangan hidup, menikah dan punya anak. Bukan untuk asal membentuk keluarga demi kesenangan, tapi kau harus meneruskan hierarki keluargamu, agar tak putus hanya sampai di dirimu saja. Aku ingin melihatmu berbahagia sebelum aku mati.”

Pembahasan seperti ini bukan hal tabu antar keduanya, setiap kali berkunjung dan bertemu, wejangan Samsik hampir tidak berubah warna. Pria itu benar-benar ingin menimang cucu dari anak asuh yang sangat disayanginya itu.

“Jangan bahas kematian di depanku, aku sudah cukup pahit tentang itu. Lagipula tidak ada peti mati yang pas untuk ukuran tubuh Paman yang mulai bungkuk.”

Noh Samsik mendelik mendengarnya. “Dasar berandal ini.”

“Soal menikah, berkeluarga dan punya anak ..." Shin menyergah halus. “... Paman akan segera mendengar kabar baik dariku. Tapi sampai itu terjadi ... tetaplah sehat dan baik-baik saja.”

Dia tidak pernah menceritakan pernikahannya dengan Yoo Ana, karena sedari awal sudah bisa menerka hasilnya akhirnya akan seperti itu.

Baginya akan sangat sulit membangun ruang harmonis yang disebut keluarga utuh, yang terdiri dari dirinya, istri dan anak.

“Maaf, Paman. Urusanku masih sangat banyak dan membutuhkan waktu yang panjang untuk selesai. Aku tidak ingin ada yang mencemaskanku saat apa yang akan aku lakukan nanti, mempertaruhkan jiwa dan raga.”

1
chaa
semangat 💪
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: nggak, Kak.
gk semangat aku ... 😭
total 1 replies
Be___Mei
Hemmm, pekerjaan Shin nggak jauh jauh dari orang berkuasa.
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: emang gitu, Mak?🤓
total 1 replies
Be___Mei
Nahhh, kan. Gerak-gerik Nyonya Lim nggak bisa. Orang kaya elit emang begitu 🤧
Be___Mei
Pinter juga Nyonya ini
Be___Mei
Ian, cewek???
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Laki, Mak.
Ian Haris🤓
total 1 replies
Be___Mei
Cobain masakan Kalimantan juga ya 😂
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Jangan bilang buaya goreng?🤣
total 1 replies
Be___Mei
kwkwkwk barulah terungkap bahwa Shin tajir melintir 😂😂
Be___Mei
Udahlah, Shin. Cewek banyak kok di dunia. Salah satunya aku 🤭 cuma aku sedikit berbeda dengan Ana. Kalau Ana biasanya pakai gaun seksoi, aku pakainya daster 😂😂
Be___Mei
Aishhh!! Ana Sibal ****
Be___Mei
Ya elah, Neng! Dikasih aman malah kabur.
Be___Mei
Mamam tuh calon mantu idaman
Be___Mei
Iya juga. Ngapain coba meladeni Gibek padahal dia udah hapus ikatan kontrak sama Shin. Apakah dia mau berpijak di dua perahu?? Ana oh Ana
Be___Mei
Bayangin wajah visual artis kpopnya kebingungan. Pasti lucu tapi kasihan juga 🥲🤣
Be___Mei
Istri mana yang bisa menolak pesona seorang Shin?! Walaupun nikah kontrak, tapi mereka pasangan sah 🤧
Be___Mei
Teman Anda! Teman baru Anda 🤧 orang yang selalu kau andalkan, itu dia suami Ana
Be___Mei
Perasaanku mengatakan Takeda masih hidup. Pria sekuat itu tidak mudah jadi ubi kan mak???
Machan
kurang menantang ye, Shin😆
Machan
bisa jujur juga ternyata mulutnya
Machan
anjay, keren tatonya
Machan
pernah ngalamin ini saat rapat pembentukan anggota OSIS🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!