NovelToon NovelToon
APA SALAHKU MAS

APA SALAHKU MAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Poligami / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Wanita perkasa
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: bundae safiq

Dewi seorang istri yang di tinggal merantau suaminya Abi ke Kalimantan dan harus tinggal di kampung merawat mertua dengan uang kiriman seadanya dari sang suami, Dewi pun harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup dengan sang mertua.
Hingga suatu ketika Dewi mendapati sebuah rahasia besar dari teman Abi, ternyata Abi diam-diam menikah lagi, hati Dewi hancur dan dia pun nekat ke Kalimantan untuk memastikan sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bundae safiq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bu Raminah sakit

Setelah menunggu beberapa lama kemudian Team dokter pun keluar dari ruang pemeriksaan, Dewi dengan tak sabar bertanya pada dokter tentang keadaan Ibu mertuanya tersebut.

''Dok, bagaimana keadaan ibu mertua saya?''

''Mertua Anda mengalami luka bakar akibat air panas yang mengenai kulitnya jadi untuk sementara harus di rawat inap sampai keadaan beliau membaik, dan lagi penyakit bawaannya juga kambuh jadi kami sebagai Team dokter akan berusaha semaksimal mungkin yang terbaik untuk kesembuhan mertua Anda'' jelas Dokter pada Dewi.

''Baik dok terima kasih sudah merawat mertua saya'' ucap Dewi dengan tulus.

''Sama-sama itu sudah jadi tugas saya sebagai seorang dokter, mohon nona melakukan pendaftaran dulu di depan biar pasien bisa langsung di pindahkan ke ruang rawat inap'' ucap Dokter sebelum pergi meninggalkan Dewi.

''Baik dok'' jawaab Dewi patuh, kemudian Dewi pun segera pergi ke bagian pendaftaran, untung saja Bu Raminah punya BPJS dari pemerintah sehingga pengobatan kali ini gratis namun untuk penyakit Bu Raminah sebelumnya Dewi membawa sang mertua ke dokter specialis sehingga obat yang di minum juga mahal, namun itu Dewi lakukan semata-mata demi kesehatan sang mertua karena saat di rumah sakit nggak ada perubahan sama sekali.

Setelah mendaftar Dewi pun kembali ke Ugd, di sana Bu Raminah pun segera di pindahkan ke ruang rawat inap.

''Wi ibu pulang dulu ya, besok ke sini lagi bawain baju ganti kamu sekalian ngirim makanan'' ucap Bu Kokom pada Dewi.

''Iya bu, maaf sudah ngerepotin kalian semua'' ucap Dewi tak enak hati pada para tetangga yang sudah membantunya.

''Jangan gitu, kita ini sebagai tetangga memang harus saling tolong menolong, ya sudah ibu pulang dulu ya, jaga baik baik mertua kamu, ingat untuk menghubungi suami kamu, biar dia tau keadaan ibunya, jangan kamu sendiri yang ngerasain susah begini dia malah enak-enak di sana nggak mikir yang di rumah'' pesan Bu Kokom sebelum pergi.

''Insya Allah bu nanti saya kabarin mas Abi'' jawab Dewi ragu-ragu.

Bu Kokom dan beberapa warga yang lainnya pun segera pulang setelah Bu Raminah di pindah ke ruang rawat inap. Dewi pun perlahan mengambil Hp nya dengan gugup Dewi memberanikan diri menghubungi suaminya Abi yang sedang merantau di Kalimantan beberapa tahun yang lalu setelah menikah dengan Dewi dan hanya pulang setahun sekali pas lebaran saja.

Dengan gemetar Dewi memencet nomer hp suaminya.

''Halo mas'' sapa Dewi saat sambungan terhubung.

''Halo, ada apa?'' jawab Abi cuek dari seberang telepon.

''Mas...ibu..'' ucap Dewi ragu-ragu.

''Ada apa...ibu kenapa, ngomong yang jelas!'' sahut Abi dengan tidak sabar.

''Anu mas, ibu masuk rumah sakit, tadi sore jatuh dan pingsan'' ucap Dewi dengan pelan.

''Apa?!...bagaimana bisa, emangnya kamu kemana kok bisa ibu jatuh?!'' ucap Abi marah-marah dari seberang telepon.

''Aku belum pulang kerja mas, mana aku tahu ibu bakal jatuh'' jawab Dewi membela diri.

''Dasar nggak becus, ngapain kerja segala, tugas kamu itu jagain ibu aku, selama ini kan sudah aku kirimi uang masak nggak cukup dasar boros, kamu tau nggak aku di sini bela-belain hemat makan seadanya buat ngirimi kalian uang malah kamu di situ seenaknya pakai uangku!'' oceh Abi dengan tak tau dirinya.

''Astagfirullah mas uang yang kamu kirim itu buat beli obatnya ibu mas, 500 ribu setiap bulannya sedang uang yang kamu kirim hanya satu juta yang 500 mana cukup buat kebutuhan rumah kami berdua, kalau aku nggak kerja mau makan pakai apa?, pakai daun!'' bantah Dewi kesal.

''Ah sudahlah kamu pikirin sendiri aja urusan di situ, aku sudah lelah bekerja d sini'' ucap Abi yang langsung mematikan sambungan teleponnya sepihak, Dewi hanya bisa menghela nafas setelah suaminya marah-marah seperti itu.

''Wi...'' panggil Bu Raminah lirih.

''Ya Bu...bagaimana keadaan ibu, apa yang di rasain bu, mana yang sakit?'' tanya Dewi dengan cemas.

''Ibu nggak papa, maaf ya Wi, ibu lagi-lagi nyusahin kamu, tadinya ku pikir aku bisa sendiri dari pada ngerepotin kamu terus, nggak taunya malah jadi kayak gini, maafkan ibu ya Wi, ibu memang ceroboh'' ucap Bu Raminah penuh penyesalan.

''Ibu ini ngomong apa sih, Dewi nggak merasa di repotin kok Bu, Dewi tulus ngerawat ibu'' jawab Dewi dengan yakin.

Bu Raminah merasa bersyukur mendapat menantu yang baik hati dan berbakti seperti Dewi, sedang anaknya sendiri malah nggak perduli sama sekali.

Sementara itu di tempat lain Abi sedang bercengkerama dengan seorang wanita yang tak lain adalah istri keduanya yang berada di Kalimantan.

"Telpon dari siapa tadi mas, kenapa marah-marah gitu?" tanya Wulan sembari membelai wajah ganteng Abi.

"Ah hanya kerabat yang mau pinjem uang kok sayang, nggak usah di pikirin" jawab Abi berbohong, Abi nggak memberitahu Wulan jika dirinya punya istri Dewi sedang di KTP statusnya masih perjaka.

"Kalau memang butuh banget nggak papa lah kamu pinjemin mas, kan kita juga nggak kekurangan uang" ucap Wulan yang memang memiliki hati yang baik.

Wulan nggak tau jika pernikahan bahagianya dengan Abi itu telah menyakiti perasaan wanita lain.

"Nggak-nggak, nanti mereka malah tuman kalau tau aku punya uang, nanti malah keseringan minta uang lagi!" tolak Abi dengan tegas.

"Ya sudah deh terserah kamu saja" ucap Wulan patuh.

"Nah gitu dong, mas jadi makin sayang sama kamu istriku" bisik Abi yang kemudian langsung mencumbu Wulan, dan mereka pun melakukan ritual suami istri malam itu dengan sepuasnya, sedang di seberang pulau Dewi malah kedinginan dan kelaparan bergadang menunggui sang mertua yang sering bangun.

"Kamu tidurlah Wi, ibu nggak papa kok" ucap Bu Raminah saat melihat Dewi sudah sayu kedua bola matanya.

"Nggak papa bu, Dewi juga nggak bakal bisa tidur, apa ibu lapar biar Dewi cariin makanan sebentar di luar?" ucap Dewi dengan sabar.

"Iya Wi, ibu lapar makanya nggak bisa tidur" jawab Bu Raminah dengan jujur, Dewi pun tersenyum mendengar pengakuan sang mertua, bahkan Dewi sendiri pun merasakan hal yang sama.

"Sebentar ya bu, Dewi pergi cari makan dulu" pamit Dewi sem bari membenahi selimut Bu Raminah.

Bu Raminah pun mengangguk setelah itu mencoba memejamkan matanya sembari menunggu Dewi.

Sementara itu Dewi segera ke depan mencari pedagang kaki lima yang biasa mangkal di depan rumah sakit saat malam-malam begini.

"di beliin apa ya enaknya buat ibu?" gumam Dewi sembari berfikir dan membayangkan makanan yang enak-enak.

Bruuuuukkkkk!

"Aaaaahhhhhhh!!!!"

1
R⁵
duuhh mak nya oneng amat siihhh😒
R⁵
widiiihh berkhianat 2 tahun tanpa ketahuan..
R⁵
lugu bgt c dewi nya..
cinta boleh wi gobloogg jangan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!