NovelToon NovelToon
Kembali Bersamamu

Kembali Bersamamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Romansa / Cintapertama / Cinta Murni / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:26.9k
Nilai: 5
Nama Author: Renjanaa

“Aku ingin kita kembali seperti dulu lagi, Alisha. Jangan berpikir untuk meninggalkan aku lagi.” Albiru Danzel berkata dengan sangat lembut ketika memohon pada Alisha.

“Bukannya kamu membenciku, Albi?”

“Mungkin dulu aku benci karena ditinggalkan olehmu, tapi sekarang, aku sadar kalau kehadiranmu jauh lebih aku inginkan.” Alisha Malaika menunduk dengan tangan yang masih digenggam oleh Albiru.

Akankah mereka bisa bersama kembali setelah perpisahan di masa lalu yang sempat merebut kebahagiaan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renjanaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 32

Aksi kejar-kejaran mobil berlangsung cukup lama hingga Theo berhasil mengelabuhi Albiru. Albiru tentu tidak tinggal diam, dia memotret plat mobil Theo dan akhirnya kehilangan jejak pria itu. Albiru memukul setir mobil berulang kali ketika dia kehilangan jejak, kepanikan semakin melanda saat dia tidak menemukan Alisha. Segera dia ke kantor polisi untuk melaporkan kejadian ini dan memberikan plat nomor mobil Theo. Albiru juga menghubungi beberapa anggotanya untuk mencari keberadaan Alisha.

Di sisi lain, Gavin langsung membawa Alisha bersama dengan Theo menggunakan jet pribadi. Mereka tidak mau berlama-lama dan langsung melakukan penerbangan ke Rusia hari itu juga. Sebelumnya, Alisha kembali dibius agar tidak bangun hingga mereka sampai di tempat tujuan.

Cukup lama perjalanan yang ditempuh hingga sampai di kediaman Gavin yang ada di Moskow. Gavin menempatkan Alisha di dalam sebuah kamar sempit yang tidak memiliki jendela sama sekali. Ruangan itu kosong, tidak ada apapun selain lantai yang dingin dan dinding yang polos putih bersih. Gavin menidurkan Alisha di lantai tanpa peduli dengan kondisi Alisha yang tengah hamil muda. Gavin jongkok di depan perempuan itu dan tersenyum, sungguh cantik dia di mata Gavin tapi sayangnya, kecantikan itu sudah dimiliki oleh Albiru— musuh bebuyutannya sedari dulu.

“Kamu akan menderita di sini, Alisha. Anggap saja ini sebagai bentuk rasa sakitku karena sudah ditolak oleh dirimu.” Gavin berkata pelan lalu mengusap pipi Alisha lembut. Dia pergi meninggalkan ruangan sempit itu dan menguncinya dari luar.

“Apa kau sudah mengurus kepergian ini dengan baik? Aku tidak ingin kau meninggalkan jejak.” Gavin memperingati Theo kembali.

“Aku melakukannya dengan baik, Bos. Tidak ada jejak yang mengarah pada anda bahkan Albiru tidak tahu kalau anda yang membawa Alisha. Kepergian kita tidak akan terlacak oleh siapapun termasuk polisi sekaligus.” Theo memberikan penjelasan.

“Bagus. Ini yang aku sukai darimu, Theo.”

Keesokan harinya, Alisha terbangun dengan seluruh tubuh yang terasa sakit, perutnya juga kram dan kepalanya pusing. Dia mengedarkan pandangan ke ruangan serba putih itu dan tersentak kaget. “Ini di mana?” gumamnya lalu berdiri dengan susah payah. Alisha menggedor pintu dan merasa pengap di dalam sana, hanya ada ventilasi kecil di atas pintu tapi tidak ada jalan apapun untuk keluar selain melewati pintu yang dia gedor saat ini.

“Siapapun di luar sana, tolong buka pintunya!” Alisha terus berteriak hingga terdengar suara langkah kaki mendekat, tak lama pintu terbuka dan Alisha bersiap untuk kabur namun Gavin menahannya lebih dulu dan mendorong tubuhnya hingga masuk ke dalam.

“Gavin,” lirihnya ketika melihat pria itu.

Gavin menyeringai tipis. “Sudah bangun?” sapanya pelan.

“Apa-apaan ini? Kenapa kau membawaku? Aku mau pulang,” berontak Alisha yang mencoba melewati tubuh Gavin tapi dengan kasar, Gavin menamparkan kuat hingga kepala Alisha terhuyung ke samping. Dia memegangi pipinya yang terasa amat panas, lalu Gavin menarik rambut Alisha ke belakang hingga kepala Alisha mendongak.

“Pulang ke mana? Kau tenang saja Alisha. Aku akan segera mengantarkanmu pulang ke rumah Tuhan tapi tidak secepat itu, kau akan ke sana secara perlahan.” Alisha menitikkan air mata sambil memegang tangan Gavin yang semakin kuat meremas rambutnya.

“Kenapa kau menculik aku? Salahku apa?” tangis Alisha.

“Salahmu adalah menolak cintaku dan bahagia bersama Albiru. Aku tidak bisa menerima semua itu, Alisha. Dan untuk membalaskan rasa sakit hatiku ini, kau akan aku siksa di sini hingga mati dan Albiru tidak bisa berbahagia dengan dirimu.” Gavin tertawa ketika mengatakan rencananya pada Alisha.

“Jangan Gavin, aku sedang hamil. Tolong jangan lakukan apapun padaku, aku mohon.” Gavin semakin tertawa saat Alisha memohon.

“Bagus kalau begitu, aku bahkan bisa menghilangkan dua nyawa sekaligus. Kau dan calon anakmu.”

“Jangan Gavin, aku mohon.”

“Kenapa dulu kau menolak diriku hah? Padahal kita sudah dekat sejak awal kau masuk SMA dan tiba-tiba kau menjauh dariku lalu menolakku. Disaat kuliah, kau malah menerima cinta dari Albiru, apa kurangku?” hardik Gavin meminta penjelasan.

“Karena aku hanya menganggapmu sebagai saudara, Gavin. Tidak lebih, aku nyaman denganmu karena kau selalu melindungi aku dan aku tidak mencintaimu.”

“Saudara? Cih aku tidak mau menjadi saudaramu Alisha. Aku mencintaimu dan kau sudah menyakiti hatiku. Kini, terima rasa sakit yang akan aku berikan dan itu jauh lebih sakit dari apapun.” Alisha kemudian didorong hingga punggungnya membentur dinding.

Gavin berjalan ke arah pintu dan menguncinya. Lalu dia mendekati Alisha kembali dan melayangkan tamparan berulang kali ke pipi Alisha hingga pipi itu memerah sempurna.

Alisha hanya bisa pasrah menerima karena tidak memiliki tenaga untuk melawan. Gavin yang sudah kesetanan, melirik ke arah perut Alisha lalu menendangnya dengan kuat hingga Alisha memuntahkan darah.

“S-sakit, Gavin. Cukup, ini sakit.” Alisha merintih memegangi perutnya, dia meringkuk kesakitan hingga darah mengucur dari jalan lahirnya. Gavin tersenyum melihat hal itu, dia berjongkok dan mencengkeram rahang Alisha dengan kuat, wanita itu tak lagi mampu melawan atau berontak.

“Aku sudah mengakhiri hidup janinmu, Alisha. Kau tidak boleh mati begitu saja, kita akan lanjutkan penyiksaan besok.” Gavin meninggalkan Alisha di sana lalu menyiapkan mobil, dia akan membawa Alisha ke rumah sakit terdekat agar wanita itu diobati.

Beberapa hari di rumah sakit setelah dinyatakan keguguran, Alisha kembali dibawa pulang oleh Gavin, kedua tangannya dirantai dan kakinya juga. Dia kembali dimasukkan ke dalam ruangan sempit itu namun kali ini, Alisha tak lagi berontak ataupun melawan, dia hanya pasrah menerima perlakuan Gavin yang kerap kali berbuat kasar padanya.

Alisha duduk di pojok ruangan, lingkar matanya menghitam, wajahnya pucat dan rambutnya kusut. Gavin hanya memberikan dia makan sekali sehari dan segelas minuman setiap hari. Pagi ini, Alisha yang masih tertidur di lantai seketika bangun saat Gavin datang, pria itu menaruh piring makanan dengan kasar hingga makanan tersebut tumpah ke lantai.

Alisha segera menghabiskan makanan itu dan memakan yang ada di lantai juga, dia hanya ingin bertahan hidup sampai nanti suaminya datang menolong. Gavin mendekati Alisha dan mencengkeram kembali rahangnya dengan kuat.

“Bagaimana kehidupanmu denganku, Alisha? Bahagia kan?” Alisha tidak menjawab, dia hanya meneteskan air mata lalu menunduk.

“Maafkan aku kalau penolakanku membuatmu sakit hati, tapi sungguh, aku tidak bermaksud begitu. Kau bunuh saja aku, jangan siksa begini, aku tidak kuat,” keluh Alisha sembari menunduk takut, tidak tahan lagi dia kalau harus dipukul oleh Gavin lagi.

“Aku tidak akan membunuhmu semudah itu Alisha. Kau akan tetap hidup sampai aku melihatmu tidak berdaya lagi dan kau akan mati di tanganku, itu pasti.” Gavin melayangkan tinju ke wajah Alisha, tidak cukup kuat tapi sukses membuat Alisha kesakitan.

Pintu ruangan itu dikunci kembali, Gavin sedikit tersentuh dengan ucapan Alisha namun dia masih menahan ego.

1
Mediterina
Aku mikir ya kalau Alisha selalu menderita karena Albiru deh, berawal dari Naya yg obses sama Albi terus Alisha yg disekap, lanjut ke Dafrina, Alisha juga yg dibikin gak nyaman, dan skrg Gavin musuh Albi, Alisha juga yg menderita. Intinya sih karna Albiru makanya Alisha mulu yg kenak
Yeyen Niri
Albi pas meluk dan cium Dafrina aja udah salah loh, ini malah mempekerjakan Dafrina, stres emang ni orang
Yeyen Niri
Gila ya Gavin, ampe segitunya
Yeyen Niri
Udah sama Albi tapi Alisha masih bisa diculik
Annissa Riani
Khawatir sih oke ya tapi kalau nyuruh dafrina yg jagain kayaknya gak masuk akal deh si albi ini
Rina Meylina
Bibit bibit mau selingkuh nih
Anita Lare
Kok masih belum bisa percaya sama Dafrina ya/Smug/
Veer Kuy
Harusnya albi gk sampai memberi peluang gitu buat dafrina, ntar mlah berujung selingkuh lgi
Kenzia Dira🦋
Albiru ini kayak ngasih angin gak sih, takut banget ntar dia sendiri yg nyaman sama Dafrina
Mediterina
Masih blum percaya sepenuhnya sama dafrina euy
Yeyen Niri
Siapa lagi sih yg bklan ngusik pasangan ini😣
Yeyen Niri
Kali ini dengerin albi deh sha, biar lu aman
Annissa Riani
Jadi Dafrina sakit sih sebenernya
Annissa Riani
Bener kata Albi
Rina Meylina
Albiru udh bener sih nyuruh dafrina pergi
Anita Lare
Takut bnget ntar dafrina ambil kesempatan, msih blum prcaya ama dia sih
Anita Lare
Dafrina ni gk punya malu
Veer Kuy
Alisha sebaik ini ya pasti albiru gk akan berpaling y
Veer Kuy
Albiru suami idaman sih ini
Mediterina
Albiru mah bisa dipercaya ueiy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!