NovelToon NovelToon
Selir Centil Untuk Kaisar Impoten

Selir Centil Untuk Kaisar Impoten

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Harem / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Rebirth For Love / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Wulandari

Zhen Nuo editor di salah satu platform novel online. Secara tidak sengaja terjebak di dalam dunia novel yang penuh intrik pernikahan. Dengan semua kemampuannya ia berusaha merubah takdirnya sebagai pemeran pendukung. Yang akan terbunuh di bab kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekacauan di halaman taman Lili

"Semua ini!" Kaisar Xiao Chen melihat lebih mendetail setiap gambar yang ada pada lembaran kertas di meja.

"Gambar kerangka beberapa bangunan yang aku inginkan," jawab Selir Yu. Dia mengambil satu buah jeruk lalu mengupasnya. "Kau mau?" Menyodorkan buah jeruk yang ia kupas.

Di saat Kaisar Xiao Chen berniat mengambilnya. Buah jeruk di tarik kembali. Pria itu hanya tersenyum tipis.

Tapi tidak seperti yang di pikirannya.

Selir Yu menyodorkan satu helai buah jeruk yang telah di kupas bersih tepat pada bibir Kaisar Xiao Chen.

Membuat pria itu terdiam tanpa bisa memberikan tanggapan.

"Cepat, tangan ku sudah pegal."

Mendengar itu Kaisar Xiao Chen langsung memakan buah jeruk yang ada di tangan Selir Yu. Buah jeruk hanya tercium samar. Bau wewangian tercium lebih pekat pada tangan lembut wanita itu.

"Bagaimana menurut mu?" Ujar Selir Yu dengan binar di matanya. "Aku pikir kerangka yang aku buat sudah cukup mendetail. Namun tetap saja aku membutuhkan pendapat dari beberapa orang. Agar tidak ada kesalahan saat pengerjaan."

Kaisar Xiao Chen tidak melewatkan detail sekecil apapun. "Untuk Paviliun akan lebih baik tidak di berikan dinding pembatas. Agar lebih nyaman saat di tempati." Sesekali memperhatikan ke arah pemetakan bangunan yang akan di buat Paviliun. "Dari mana kau mencari para pekerja itu?"

"Kenapa? Apa ada yang salah?" Tanya Selir Yu.

"Tidak. Mereka sangat ahli. Ketua pekerja melakukan pembagian pekerjaan kepada setiap pekerjaannya dengan sangat baik. Dia bisa tahu keahlian masing-masing dari para pekerjanya," jelas Kaisar Xiao Chen. "Dia pasti seorang ahli di bidangnya yang telah memiliki banyak pengalaman."

Teh di cangkir di minum dalam satu tegukan. Setelahnya Selir Yu menengadahkan tangan kearah suaminya.

Kaisar Xiao Chen menatap binggung.

"Pisau. Bukankah kau selalu menyembunyikan pisau di tubuh mu. Keluarkan aku ingin meminjamnya," ujar Selir Yu tanpa rasa sungkan.

Kaisar Xiao Chen tidak habis pikir dengan tingkah Selir Yu. Meski begitu dia tetap mengeluarkan pisau yang ia sembunyikan dalam ikat pinggangnya.

Dengan santainya Selir Yu menggunakan pisau itu untuk mengupas buah apel. Selesai mengupas buah apel. Wanita itu menggunakan sapu tangan miliknya untuk menyeka pisau. Baru setelahnya pisau di berikan kepada pemiliknya. "Terima kasih. Kressszzz..." Satu gigitan besar ia dapatkan. "Emmm... Sangat segar. Kau mau?" Menyodorkan buah apel bekas gigitannya.

Kaisar Xiao Chen menggelengkan kepalanya.

Setelah menunggu sekitar dua jam.

Kue bunga persik telah matang. Pelayan Guyi bersama seluruh pelayan wanita di halaman taman Lili. Saling bergotong-royong membantu mengeluarkan semua hidangan. Yang tidak hanya kue namun juga banyak makanan lainnya.

Para pekerja di dapur juga ikut membantu.

Jari-jari lentik itu membuka kipas bambu yang ia gunakan menutupi wajahnya. Kedua matanya memerah setelah terbangun dari tidur siangnya. Hanya memejamkan mata setengah jam. Namun sudah dapat menghilangkan rasa kantuk yang ia rasakan. Di saat Selir Yu menoleh ke kiri. Dia mendapati Kaisar Xiao Chen masih ada di tempat yang sama. Pria itu menggunakan tangan kanannya sebagai sandaran kepalanya. Lalu ia pejamkan kedua matanya dengan sangat tenang.

Pelayan Guyi mendekat. Dia berbisik pelan, "Selir Yu semua makanan telah siap."

Selir Yu bangkit. "Minta semua pekerja untuk berhenti. Biarkan mereka beristirahat untuk beberapa saat sebelum melanjutkan kembali pekerjaannya."

"Baik." Pelayan Guyi bergegas menghampiri semua pekerja.

"Pekerjaan baru tahap awal. Kenapa meminta mereka berhenti?" Ujar Kaisar Xiao Chen. Ia buka kedua matanya lalu menarik napas dalam dan mengeluarkannya. Kelegaan terasa di dadanya.

"Mereka juga manusia. Membutuhkan istirahat, ketenangan, dan kenyamanan dalam bekerja. Jika harus memaksa mereka bekerja sepanjang waktu tanpa henti. Bukankah sama saja dengan perbudakan tanpa rasa kemanusiaan." Selir Yu melirik sekilas lalu melangkah pergi. Gaun yang ia kenakan terlihat indah namun jauh lebih sederhana dari biasanya. Tapi kesederhanaan itu yang membuat dia semakin berbeda.

'Apa selama ini aku telah salah menilainya?' Batin pria itu berkecamuk tanpa henti.

Para pekerja yang di berikan waktu untuk istirahat dan menikmati jamuan. Terlihat semakin penuh semangat.

"Apa kita benar-benar bisa merasakan semua makanan ini?" Tanya salah satu pekerja.

"Semua hidangan yang ada di sini. Telah di khususkan untuk para pekerja. Tentu kalian bisa memakan sepuasnya," jawab salah satu pelayan wanita."

"Seumur hidup. Baru kali ini aku dapat merasakan kue seenak ini." Remah kue memenuhi mulut pekerja itu.

"Nona, apa aku boleh membawa satu potong kue ini untuk aku bawa pulang? Aku ingin putri ku juga dapat mencicipi kue mahal dan seenak ini."

"Semua hidangan yang ada di sini tidak dapat di bawa pulang," tegas Selir Yu.

Wajah pekerja itu menjadi sedih.

"Setelah pekerjaan kalian selesai. Aku akan meminta pihak dapur menyiapkan kue untuk kalian bawa pulang." Selir Yu melanjutkan perkataannya.

Ucapan itu membuat semua pekerjaan menatap bahagia. "Terima kasih atas kemurahan hati Selir Yu."

"Kalian berkerja untuk ku. Sudah selayaknya aku memberikan pelayanan terbaik. Agar pekerjaan bisa terselesaikan dengan baik." Selir Yu melihat ke arah pelayan Guyi.

Pelayan Guyi mendekat. "Selir Yu."

"Siapkan seperti yang aku katakan." Selir Yu berdiri tegap dengan kedua tangan di kaitkan di belakang punggungnya.

"Baik."

Benar saja, cara yang di gunakan Selir Yu sangatlah efektif. Setelah istirahat selesai. Semua pekerja memulai kembali pekerjaan mereka. Bahkan semangat mereka jauh lebih menggebu dari sebelumnya.

Melihat itu Selir Yu menatap senang.

"Cara yang kau gunakan sangat berguna dengan baik." Kaisar Xiao Chen mendekat. Dia berdiri di samping Selir Yu. Ikut memperhatikan para pekerja.

"Mereka yang pernah merasakan bagaimana kerasnya dunia kerja. Akan jauh lebih mengerti keinginan setiap pekerja. Mereka hanya ingin di hargai hasil dari jerih payah yang mereka lakukan." Tegas Selir Yu. "Sebelum kita berharap untuk di hormati. Belajarlah menghormati orang lain terlebih dulu. Tidak ada salahnya memanusiakan manusia. Karena kita juga salah satu bagian dari manusia itu sendiri." Memandang kearah Kaisar Xiao Chen.

Kedua pandangan mata mereka saling bertemu.

Untuk kesekian kalinya. Pria itu di buat kagum dengan setiap ucapan, tindakan dan perilaku wanita di depannya. "Apa kau benar-benar Yu Qianlu?"

Senyuman mengembang di wajah Selir Yu. "Aku kembaran Yu Qianlu. Dia sudah aku bunuh dan tubuhnya aku kubur di hutan istana belakang."

Kaisar Xiao Chen seketika menyentuh kening Selir Yu. "Demam mu sudah sangat parah. Bahkan telah mempengaruhi pemikiran konyol mu."

"Hayah." Selir Yu menepis tangan Kaisar Xiao Chen. "Kau yang memulainya."

"Yang Mulia, kau harus membuat keadilan untuk ku." Teriakan Selir Zhang terdengar sangat kencang dari arah pintu masuk.

Selir Yu melangkah mundur. Dia membuat jarak yang nyata untuk dirinya dan Kaisar Xiao Chen.

"Apa yang kau lakukan?"

"Bagi ku kau adalah bom waktu. Salah sedikit dalam penempatan atau pengendalian. Kehidupan tenang ku bisa hancur dalam hitungan detik," ujar Selir Yu.

Mendengar itu kedua alis Kaisar Xiao Chen menyatu.

"Yang Mulia." Selir Zhang langsung berlutut. "Aaa... Iisss... Sakit." Menyentuh lututnya. "Yang Mulia, lihat yang Selir ini alami. Kau harus membela ku."

Kaisar Xiao Chen berdiri dengan tatapan dingin.

Selir Yu melirik kearah pelayan Guyi.

Pelayan Guyi mengangguk mengerti. Dia berjalan cepat mengambil piring berisi kacang goreng juga kastanye goreng. Salah satu piring hidangan penutup itu di berikan kepada Selir Yu. Satu piring berisi kastanye goreng ia bawa. Dan satu piring lainnya berisi kacang goreng di bawa Selir yu.

"Yang Mulia." Air mata membasahi wajah Selir Zhang. Dia berjalan dengan lututnya mencoba meraih jubah suaminya. Sebelum tangannya menyentuh jubah merah keemasan itu. Kaisar Xiao Chen terlebih dulu mundur.

"Yang Mulia, kau harus memberikannya keadilan. Lihat wajahnya yang sudah penuh lebam. Bagaimana dia bisa berhadapan dengan orang lain di masa depan. Dengan wajah penuh luka seperti itu," ujar Selir Yu menatap iba. Kaisar Xiao Chen seketika menatap dirinya dengan tajam. Dia langsung diam. Memakan kembali kacang goreng tanpa gangguan.

Kaisar Xiao Chen menghela dalam. Dia kembali melihat kearah salah satu selirnya yang sudah di penuhi sandiwara.

"Eemm..."Selir Zhang mengangguk. Setuju dengan ucapan Selir Yu. Sekalipun wanita itu salah satu musuhnya. Tapi perkataannya sangatlah benar.

"Selir Zhang, tidak seharusnya kau datang mengganggu ketenangan Yang Mulia. Masalah mu dengan ku harus kita selesaikan sampai akhir." Selir Cheng datang penuh amarah menggebu dalam dirinya. Suaranya menekan cukup kuat. "Yang Mulia, dia yang telah memulai semua pertikaian ini. Jika bukan karena gulungan sutra yang telah aku pilih di rebut paksa olehnya. Aku tidak akan mungkin datang ke istananya dan membuat keributan ini." Berlutut.

"Yang Mulia." Selir Mei dan Selir Xing juga datang. Mereka ikut berlutut tepat di belakang Selir Cheng.

"Selir Zhang, kau juga salah. Tidak seharusnya merebut benda yang bukan milik mu," Selir Yu menyulutkan api yang semakin berkobar.

Selir Cheng mengangkat wajahnya karena merasa telah mendapatkan pembelaan.

"Selir Yu, sebenarnya kau memihak kepada siapa?" Selir Zhang menatap kesal.

"Aku?" Menatap kearah Selir Zhang dan Selir Chang. "Tentu saja tidak memihak." Mengunyah kacang yang sudah memenuhi mulutnya.

"Tidak bisakah kau diam!" Gertakan gigi terdengar di saat Kaisar Xiao Chen menatap ke arah Selir Yu.

"Baik. Kalian bisa melanjutkan." Selir Yu melangkah mundur satu langkah ke belakang. "Tapi, Selir Cheng kau juga salah. Hanya karena satu gulungan sutra. Kau membuat wajah Selir Zhang tidak dapat di kenali."

"Yu Qianlu." Kaisar Xiao Chen membentak.

Selir Yu seketika membuat gerakan mengunci mulutnya.

"Aaaaaa.... Yang Mulia." Tangis Selir Zhang semakin pecah. "Lihat, Selir Yu bahkan tidak lagi dapat mengenali wajah ku. Kau harus memberikan keadilan untuk ku."

Wanita itu semakin melebih-lebihkan masalahnya.

"Aaaaa..."

Selir Cheng menjambak rambut Selir Zhang. "Aku sudah tidak lagi bisa bersabar. Kau sangat keterlaluan."

"Kau berani menyentuh rambut ku. Aku akan melawan mu sampai matiiii..." Selir Zhang juga langsung melawan. Dia menjambak rambut Selir Cheng.

Selir Mei dan Selir Xing saling berpandangan. Di detik berikutnya mereka ikut membantu Selir Cheng.

Tangan kiri Selir Zhang menjambak rambut Selir Cheng. Dan tangan kanannya mencoba melawan dua Selir lainnya.

Kaisar Xiao Chen hanya bisa memijat keningnya. Melihat kekacauan yang ada di hadapannya.

"Yang Mulia tenang saja. Aku akan membantu mu." Selir Yu memberikan piring di tangannya kepada pelayannya. "Tunggu aku." Wanita itu terlihat antusias. Dia menggulung lengan gaunnya. "Semua pelayan bantu aku melerai mereka semua."

"Baik."

Tangan kanan Selir Yu, ia gunakan menjambak rambut Selir Cheng.

"Yu Qianlu, kau ingin wajah mu hancur seperti dia?" Selir Cheng melotot. Dia menjambak ujung rambut Selir Yu.

"Siapa bilang aku membantunya." Tangan kiri Selir Yu menjambak rambut Selir Zhang.

"Kau, lancang." Teriak kuat Selir Zhang. Dia juga ikut menjambak ujung rambut Selir Yu.

Selir Yu berdiri sembari mencoba melepaskan kedua wanita yang masih tidak bisa di lerai. Meski dengan cara yang sangat brutal. Dengan menarik rambut mereka.

Bantuan yang wanita itu maksudkan. Justru membuat kekacauan semakin parah.

Semua pelayan ikut membantu melerai meskipun pada akhirnya mereka kewalahan.

"Berhenti." Ucapan Kaisar Xiao Chen masih belum di gubris. "Berhenti... Atau kalian semua aku berikan hukuman yang jauh lebih berat." Teriaknya frustasi.

Semua orang langsung berhenti. Meksi tangan mereka masih pada tempatnya.

Tatapan tajam Kaisar Xiao Chen. Membuat semua orang melepaskan perlahan cengkeraman kuat tangan mereka pada tubuh yang lainnya.

"Yu Qianlu." Gertakan gigi Kaisar Xiao Chen semakin terdengar.

Selir Yu yang masih mencengkeram rambut Selir Cheng dan Selir Zhang. Segera melepaskannya. Dia mundur berdiri tegap seperti tidak terjadi apa-apa.

"Aku bisa mati muda jika terus seperti ini." Kaisar Xiao Chen menelan ludah pahit di tenggorokannya. Menatap tajam ke arah semua Selirnya. "Kalian semua tidak di izinkan keluar dari halaman kediaman masing-masing selama satu minggu. Jika ada yang melanggar. Semua rambut kalian akan aku gunduli."

Selir Yu mencoba menyembunyikan senyuman puasnya.

Kaisar Xiao Chen menangkap basah tatapan kepuasan dari Selir Yu. "Kau juga. Tanpa terkecuali." Melangkah pergi.

"Aku hanya berniat baik untuk membantu. Kenapa aku ikut terkena hukuman. Heeehhh... Sangat tidak adil." Selir Yu menyilangkan kedua tangannya di dada.

Selir Zhang bangkit dengan tatapan sinis. "Heh..." Melangkah pergi. Dua pelayan yang mengikutinya berjalan tepat di belakangnya.

Selir Cheng juga bangkit di bantu Selir Mei dan Selir Xing. Tatapan mereka penuh dengan keangkuhan. "Kita kembali." Melangkah pergi. Bersama semua pelayan yang mengikuti mereka bertiga.

Di saat halaman taman Lili kembali tenang. Selir Yu berjalan santai menuju kursi. Dia duduk kembali menikmati waktunya.

Pelayan Guyi menuangkan air dingin di cangkir kosong. Dia memberikan cangkir itu kepada wanita yang ada di kursi.

Setelah air dalam cangkir habis. Selir Yu meletakkan cangkir di meja. Dia memejamkan kedua matanya merasakan semilir angin sore yang sejuk.

Pelayan Guyi dan pelayan Nuan Nuan juga semua pelayan halaman taman Lili. Berdiri di tempat masing-masing menjaga kenyamanan wanita yang tidak lagi terganggu dunia luar.

Semua pekerja taman terus mengerjakan tugas mereka. Tanpa memiliki keberanian menyaksikan keramaian yang baru saja terjadi.

1
Dian Haerani
sudah jatuh cinta sejatuh-jatuhnya pada sang selir fenomenal ini, tapi jalan mereka tidak mudah semoga kekuatan cintanya dapat meruntuhkan semua penghalang itu...
semangat dan sehat terus kak 🤲
Sri wulandari: siap kk. 🌹❤️🤗
total 1 replies
Susilawati
lanjut thor
Susilawati
kaisar benar2 sdh jatuh cinta sekarang, tapi sayang nya yg dicintai nya bukan orang yg sama.
Susilawati
wow bagus selir Yu, kalo orang lain bisa bermain licik maka bals mereka dgn kelicikan juga
Ai
ayo kaisar xiao chen yakinkan istrimu kalau km bnr2 mencintainya
Ai
bagus.. aku suka selir yu yg hebat 💪
Dian Haerani
semangat selir yu, seperti othornya selalu berusaha untuk update diantara kesibukan kehidupan nyata dan dunia halu ini /Determined//Determined/
thanks Thor, lanjut
Sri wulandari: siap kk. 🤗
total 1 replies
Susilawati
ayo lanjut lagi thor 👍
Susilawati
semangat selir Yu, tunjukkan pada ayah mu yg jahat itu kalo kamu bukan boneka yg bisa di mainkan dan atur seenaknya.
Ai
ayo selir yu kamu hrs menjadi lbh kuat gunakan otak dan latih otot mu.. 💪
Dian Haerani
hehehe jadi ingin tau mode cemburu kaisar yang mulai bucin, jika mendengar pertemuan selir tercinta dengan sang mantan /Chuckle/
Ai
ayo semakin kuat selir yu pake licik jg gpp jgn terlalu lurus 🤣
Susilawati
lanjut thor
Susilawati
apa rencan selir Yu sebenarnya
Susilawati
cie cie kaisar ternyata bisa juga cemburu
Dian Haerani
hidup adalah pilihan, apapun itu akan menghasilkan resiko yang harus dihadapi dan menjadikan kita hancur atau kuat, itulah warna kehidupan jadi tetap semangat menjalani jangan pernah menyerah juga putus asa, karena takdir itu pasti datangnya /Determined/
Susilawati
kaisar gelisah karena sedang kangen selir Yu
Ai
ayo selir yu jadilah kuat tp jgn cm mengandalkan otot.. kekuatan otot tanpa otak itu bodoh.. cerdas dan kuat itu baru top bgt💪
Ai
kalo suka tuch ngomong kaisar jgn diem diem bae salah phmkan jadinya😄
Dian Haerani
cemburu artinya cinta, meskipun istilah itu umum tetap aja jadi terasa manis saat sang penguasa begitu lemah dihadapan sang pujaan hatinya /Chuckle/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!