NovelToon NovelToon
Bos Hyper Itu Mantanku

Bos Hyper Itu Mantanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Kehidupan di Kantor / CEO / Romantis / Mantan
Popularitas:19.3k
Nilai: 5
Nama Author: Kinamira

"Jika Bos mengajak kamu berhubungan apa kamu bersedia?" "Berhubungan?""Berhubungan intim. Itu adalah salah satu syarat diterima kerja di sini.""Hah?" Lily Gabriella tak pernah menyangka tempat ia melamar pekerjaan karyawan kecil dan bergaji besar tak ada bedanya dengan orang-orang yang dibayar menyenangkan pelanggannya.
Meski tau persyaratan itu, mau tak mau ia harus menerima demi biaya pengobatan ibunya. Namun dalam sekejap ia langsung menyesal saat tau mantan kekasihnya Axton Fernando adalah bos Hyper itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kinamira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

"Axton apa tidak bisa kamu menekan sedikit emosimu itu?" sahut Lily mendelik kesal memarahi Axton.

Bagaimana tidak. Ia yang tidak ingin peduli, namun hatinya sakit, melihat beberapa karyawan yang mendapat perilaku kasar Axton.

Dan lagi, semenjak orang tau siapa dirinya. Mereka terkadang mengeluh terang-terangan.

"Mereka menyebalkan Lily," sahut Axton membela diri.

Lily mendengkus. "Axton, semua orang mengakui, orang yang bekerja di sini adalah yang terbaik, dengan kamu yang menghajar mereka dan membuat mereka takut, apa kamu tidak takut perusahaan keluargamu hancur huh!" sentaknya mengomel.

Axton mendongak, menatap Lily dan tersenyum manis. Terlihat wajahnya pun segar, seolah diomeli seperti itu oleh Lily adalah sebuah kebahagiaan.

"Tenang saja, perusahaan ini bangkrut, masih ada investasiku di perusahaan asing, cukup untuk membiayaimu," godanya yang justru membuat Lily mendelik jengkel menatapnya.

Lily menghela nafas kasar, ia berkacak pinggang, matanya semakin tampak garang, tangannya terulur, menarik dagu Axton agar menatapnya lebih jelas.

"Dengar ya Axton, aku tidak peduli tentangmu, atau perusahaan bodoh ini. Aku hanya tidak mau melihat karyawanmu mengeluh padaku!" sahut Lily dengan tegas.

Dengan santai, Axton menjawab. "Perlu ku hajar agar tidak mengeluh padamu?"

Mendengar tanggapan itu, membuat Lily menggeram, kesal tak berujung, membuat Lily menarik rambut Axton dan mengguncangnya.

"Jangan menganggu siapapun lagi!" teriaknya.

Axton justru tertawa kecil sembari meringis pelan. Ia lalu menarik pinggang Lily hingga duduk di pangkuannya.

Lily membulatkan matanya menatap Axton, ia hendak berdiri, namun Axton memeluknya erat.

"Aku merindukanmu," bisik Axton di depan telinga Lily yang membuat Lily merinding merasakan nafas hangatnya.

"Nggak, jangan harap bisa menyentuhku!" Sahut Lily mengetahui apa yang akan terjadi.

"Satu kali saja Ly, sepuluh menit ya," pinta Axton dengan tatapan melemas.

"Tidak! Aku panggilkan Aline saja," ucap Lily cepat mendorong tubuh Axton berharap di lepaskan.

"Ly, mereka semua hanya mainan sesaat, dan aku tidak mau lagi. Aku mau kamu, ya," bujuk Axton penuh harap.

Lily menggelengkan kepalanya, kekeh menolak. "Aku tidak mau Axton! Tidak!"

Axton memejamkan mata sesaat, lalu menyahut. "Maaf, Lily. Aku benar-benar tidak bisa tahan. Aku menginginkanmu," ucap Axton tanpa peduli penolakan Lily lagi.

Ia menarik tengkuk Lily, mempertemukan bibir mereka dan mencium dengan agresif.

Lily menggelengkan kepalanya mencoba melawan. Ia berusaha mendapatkan mendorong Axton agar terlepas.

Ciuman Axton beralih pada leher Lily, di saat yang sama. Suara langkah masuk terdengar, dan berhenti mendadak.

Axton menoleh menatap tajam Aline yang tampak gugup dan wajahnya pucat menatap.

"Siapa yang mengizinkanmu masuk!"

"Em, ee aaa, anu Pak." Aline gugup tak bisa bicara.

"Ada apa bodoh!" Maki Axton yang tetap memeluk erat Lily di depannya.

Teriakannya yang menusuk telinga Lily, membuat Lily memukul bahunya.

"Lepaskan aku!" sentaknya.

Wajah Axton melunak menatapnya. "Diam dulu sayang," ucapnya lembut, lalu menatap Aline lagi.

"Ada apa?"

Aline menghela nafas pelan, lalu menyahut. "Maaf menganggu Pak. Bu Liana Tendra sedang menuju ke sini, sekarang sudah ada di lift."

Kening Axton mengerut, wajahnya tampak tak suka. Nafasnya berembus kasar.

"Resepsionis mencoba menahannya tapi Bu Liana tidak peduli dan terus berjalan," lanjut Aline menjelaskan.

Axton menghela nafas panjang. Ia menatap Lily yang diam di pangkuannya.

"Kamu ke Pantry dulu diam di sana," sahut Axton melepaskan Lily.

Lily turun dari pangkuannya. "Aku mau turun ke lantai lima," sahutnya mengatakan lantai tempat kerjanya.

"Iya tapi tunggu sepuluh menit dulu baru turun lewat lift," ucap Axton lagi.

"Aline bawa Lily," ucapnya menatap Aline, membuat Aline mengangguk segera menarik Lily.

Saat keluar, Aline melihat ke arah kanan memastikan Liana belum muncul. Baru setelahnya ia menarik Lily membawanya ke ujung di mana sebuah ruangan pantry kecil ada di sana.

"Diam di sini," ucap Aline kemudian mengambil cangkir dan mulai membuat minuman.

Sementara Lily diam menunggu, tanpa bersuara membuat Aline menyahut. "Tidak ingin bertanya siapa Liana?" tanyanya melirik sekilas Lily.

"Tidak perlu," jawab Lily cepat, acuh tak acuh.

Aline terdiam, gerakan terhenti, ia menatap Lily yang tampak diam dan tenang.

Mulutnya kemudian terbuka dan mengeluarkan suara. "Kamu benar-benar tidak menginginkan Pak Axton kembali?"

Dengan santai Lily menjawab dengan gelengan kepala. "Aku saat ini, hanya ingin menenangkannya, agar kalian tidak kena marahnya terus menerus," jelas Lily.

"Tapi Pak Axton benar-benar mengharapkan mu," ucap Aline, namun tak mendapat tanggapan Lily.

Aline berbalik menghadapnya, menatap Lily lebih jelas. "Kalau soal aku Ciara, dan yang lainnya yang tidur dengan Pak Axton. Ketahuilah, Ly. Pak Axton selalu memakai pengaman, jadi tidak ada yang pernah benar-benar merasakannya langsung," ucap Aline membuat bola mata tenang Lily menjadi melebar terkejut.

"Hah?" Lily mendelik, dan mendengkus. "Biasa-biasanya kamu bicara hal seperti itu!"

"Kenapa ada yang salah?" tanya Aline mengerjapkan mata dengan wajah polos kebingungan.

Lily memutar bola matanya malas. Jelas apa yang disampaikan, adalah hal yang tak ingin dia dengar ataupun diketahui.

"Tetap saja, menjijikkan!"

Aline menaikkan sebelah alisnya, menatap Lily dari atas ke bawah. "Jangan munafik, seolah kamu tidur dengan satu pria saja."

Lily menatap Aline dengan sinis dan ketus menjawab. "Maaf mengecewakanmu, Axton yang membobol pertahananku. Dan sampai saat ini hanya Axton pria satu-satunya yang pernah menyentuhku!"

Ia lalu melanjutkan. "Aku setia, tapi bukan berarti masih mau dengannya!" sahutnya tegas, membuat Aline terdiam.

"Baiklah, aku bawa minuman ini dulu," ucap Aline membawa dua cangkir kopi itu pergi dari sana.

Lily diam memperhatikan, namun dalam benaknya sedang bergumam. "Liana Tendra, bagaimana mungkin aku tidak tau."

Sementara itu Axton menerima tamunya dengan tatapan dingin dan tajam.

"Hay Axton."

"Jangan basa-basi, apa yang membawamu kemari?" sahut Axton tanpa senyum menatapnya.

Liana tersenyum, namun bukan sebuah senyuman manis, atau terpaksa. Namun, sebuah senyum yang menunjukkan kekuasan.

"Ah, tidak. Hanya merindukan tunangan aku, yang tidak pernah datang ke perjamuan kedua keluarga kita," sahutnya santai.

Axton memutar bola matanya malas, ia menyahut. "Hubungan kita hanya status, agar Pak Tua itu menyerahkan posisi direkturnya, selebihnya aku tidak akan pernah mengakui mu!" ucap Axton mengangkat jarinya memperlihatkan jemarinya yang kosong tak memakai cincin mereka.

"Memakai cincin itu pun hanya sampai aku mendapat posisi itu, setelahnya aku sudah membuangnya di sungai, dan entah sudah bagaimana," sahutnya sembari mengulum senyum seringaian.

Liana tetap tersenyum tenang, tanpa menunjukkan sedikitpun emosi. "Aku tidak peduli itu. Meski kamu tidak peduli, tapi dunia tau kita adalah satu. Kamu milikku, dan kita akan segera menikah, dan melahirkan keturunan berkualitas!"

Axton menyinggung senyumnya, "pernikahan itu hanya sekali, dan sekali itu harus dilakukan dengan bahagia. Apa kau tidak takut, menjalani pernikahan bisnis ini?"

Liana menggelengkan kepala. "Ini memang pernikahan bisnis, tapi aku menyukaimu. Jadi, sama sekali tidak merugikan."

Axton mendengkus. "Hapus perasaanmu itu, karena aku mencintai wanita lain, dan itu tidak akan pernah berubah!"

"Wanita bernama Lily dan bekerja sebagai Cleaning service di tempat ini kan?" sahut Liana santai namun membuat Axton menggebrak meja.

"Wanita sialan, jangan pernah kau mengganggunya!" sentaknya.

Liana tersenyum santai. "Aku tidak menganggapnya saingan. Dia hanyalah wanita biasa."

Axton mengepalkan tangannya menatap tajam Liana. Hingga Liana kembali menyahut. "Jika tidak ingin dia kenapa-kenapa. Datanglah malam ini ke pertemuan keluarga kita. Bicara tentang kerja sama bisnis kita, dan ... acara lamaran kita."

Axton menghela nafas kasar, tangannya semakin mengepal hingga seluruh tubuhnya menegang. "Kau tidak akan mengubah pendirian ku!" ucapnya tegas.

"Jangan lupa aku tidak takut berhenti bekerja sama dengan perusahaan Tendra! Meski aku akan rugi hingga triliunan, tapi ingat perusahaan Tendra juga akan mengalami kerugian yang mungkin lebih besar!"

Axton mengambil nafas panjang dan menghembuskannya. "Kali ini kau mengancamku dengan menggunakan wanitaku. Aku tinggal berada di sisinya, menjaganya langsung dan tidak perlu meladeni ancamanmu!" sahutnya penuh penekanan dan penolakan yang kali ini berhasil menunjukkan emosi kesal pada Liana.

"Bahkan sampai ancaman ini, pendiriannya masih begitu kuat."

1
kalea rizuky
tp acton bercinta ma jalang depan lily itu fatal bgt menjijikkan
Gaga
suka cerita nya/Heart/
Sarinah Quinn
apakah Alin anak axton dan Lily yah thor🤔
kalea rizuky
andai Acton g celup. celup q rela. lily balik. tp liat dia nganu tresome jijik q Thor mual. perut ku
kalea rizuky
mual bgt baca klo. lily balikan berati wanita bodoh bekas pelacur aja doyan najis sumpah astaga
kalea rizuky
entah jijik liat Aston nganu lili yg harus liat
kalea rizuky
anjing bgt kelakuan
kalea rizuky
jijik bgt g rela lily dpet laki. gini
kalea rizuky
najis amat ne laki
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
kereennn lily 👏👏👏👏
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
hayooo aki2 licik.. hadapi anak mu dlm versi iblis nya.. jgn cuma bisa mancing gara-gara nya aja😒
Happy Kids
sadis sii manusia macam axton. regulasi emosi yg labil. gampang meletup2. dia jg tipe yg ga mikir jernih dan bijak.
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
kejar axton ly.. kamu akan dpt jawaban nya
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
kaaannnn🤔
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
luna🤔
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
hati-hati mulut mu ax.. mana tau alin itu anak mu n lily yg di culik ayah mu c bandot tua itu😒
Happy Kids
lagian najong bgt axton uda celapcelup kmana manaa
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
pindahin ke apartemen ax.. bahaya klo bapak mu masih mantau lily terus
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
makin njlimet😓
Siti Sa'diah
apakah anak perempuan yg d bawa ayah axton adalah anak lily dan axton/Shhh/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!