NovelToon NovelToon
Kebangkitan Dewa Pedang Abadi

Kebangkitan Dewa Pedang Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Kelahiran kembali menjadi kuat / Romantis / Epik Petualangan / Reinkarnasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Cerita ini adalah kelanjutan dari Reinkarnasi Dewa Pedang Abadi.

Perjalanan seorang dewa pedang untuk mengembalikan kekuatannya yang telah mengguncang dua benua.

Di tengah upaya itu, Cang Yan juga memikul satu tujuan besar: menghentikan era kekacauan yang telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu, sebuah era gelap yang pada awalnya diciptakan oleh perang besar yang menghancurkan keseimbangan dunia. Demi menebus kesalahan masa lalu dan mengubah nasib umat manusia, ia kembali melangkah ke medan takdir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 : Sembilan Sinar yang Tak Sempurna

Begitu layar besar menampilkan nama-nama peserta untuk pertarungan keempat, kegaduhan kembali memenuhi tribun. Pertarungan kali ini mempertemukan perwakilan Sekte Bayangan Malam melawan perwakilan Sekte Kabut Ungu.

Penonton langsung riuh. Sekte Kabut Ungu adalah salah satu sekte yang terkenal dengan teknik ilusi kabutnya yang selalu membingungkan lawan, sementara Sekte Bayangan Maman dikenal dengan kecepatan serta serangan mematikan yang muncul dari kegelapan.

"Ini akan menjadi pertarungan yang sulit ditebak!" seru seorang murid dari tribun.

"Sekte Kabut Ungu punya ilusi yang hebat, tetapi jika mereka tidak bisa menahan gerakan Sekte Bayangan Malam, mereka akan berada dalam bahaya."

Di arena, kedua peserta mulai melangkah maju. Wei Xian dari Sekte Bayangan Malam bertubuh kurus dengan jubah hitam yang nyaris tak bersuara.

Sementara itu, Mo Liang dari Sekte Kabut Ungu adalah seorang pemuda dengan tatapan tenang, tubuhnya telah dikelilingi kabut tipis berwarna ungu.

"Pertarungan di mulai!" teriak juri utama.

Mo Liang langsung menyerang. Pada saat tangannya terangkat seketika arena diselimuti kabut pekat, suasana pun berubah menjadi mencekam.

"Seperti yang kita duga, dia langsung menutupi arena dengan kabutnya." komentar seorang penonton.

Namun, Wei Xian tetap tenang. Tubuhnya bergetar lalu menghilang begitu saja di dalam kabut, membuat para penonton terperangah.

"Teknik Pengaburan Bayangan." seru Tetua Sekte Bayangan Malam dengan senyum tipis.

"Kabut ilusi? Itu tidak akan berguna melawan Wei Xian."

Di dalam kabut, Mo Liang berusaha mendeteksi keberadaan lawannya. Tetapi tiba-tiba, sebuah serangan singkat dan cepat menyambarnya.

"Ugh!" Mo Liang terpelanting, darah mengalir dari pundaknya. Wei Xian telah menyerang tanpa terlihat.

"Tidak... aku tidak akan kalah seperti ini!" Dia segera mengaktifkan teknik lain, Seketika Kabut menjadi lebih padat, dan lima bayangan Mo Liang muncul mengelilingi arena.

Wei Xian yang masih tak terlihat hanya diam sesaat sebelum akhirnya bergerak dengan "Langkah Bayangan".

Dalam sekejap, Mo Liang merasakan sesuatu yang dingin menempel di lehernya. "Aku sudah menang," bisik suara Wei Xian dari belakangnya.

Saat kabut mulai memudar, semua orang melihat Wei Xian berdiri di belakang Mo Liang dengan pisau belati hitamnya yang sudah berada di leher lawannya.

Juri utama pun akhirnya mengangkat tangannya. "Pemenangnya, Wei Xian dari Sekte Bayangan Malam!"

Sorak-sorai penonton segera memecah kesunyian. Kemenangan itu dicapai dengan begitu cepat dan pasti.

Tidak lama setelah pertarungan keempat berakhir, suasana arena kembali memanas. Nama Sekte Kabut Ungu dan Sekte Seribu Pedang kini terpampang di layar besar.

"Ini akan jadi pertarungan yang menarik. Kabut Ungu mungkin kalah tadi, tapi kali ini mereka pasti mengeluarkan petarung terbaik mereka," gumam seorang penonton di tribun.

"Tapi Sekte Seribu Pedang terkenal dengan teknik pedangnya yang luar biasa. Ini bukan pertarungan mudah," sahut yang lain.

Di tribun utama, seorang pria paruh baya mengamati dengan saksama. "Aku penasaran, apakah Sekte Kabut Ungu akan memakai strategi yang sama seperti sebelumnya? Jika iya, mereka sudah kalah sejak awal."

Rekannya di samping menjawab dengan senyuman, "Ilusi dan kabut memang merepotkan, tapi tak akan berguna melawan serangan pedang yang begitu tajam dan cepat."

Dari sisi peserta Sekte Kabut Ungu, Liu Fan melangkah maju. Rambut panjangnya terurai, dan kabut ungu tipis mulai membentuk aura misterius di sekelilingnya.

Di seberangnya, Zhao Feng dari Sekte Seribu Pedang berdiri dengan tenang. Jubah putih keperakannya berkibar lembut, dan tangannya dengan santai menggenggam gagang pedang. Matanya yang tajam menatap lurus ke arah lawannya tanpa berkedip.

"Pertarungan dimulai!" seru juri utama

Liu Fan segera membentuk segel tangan. Seketika Kabut ungu pekat meledak dari tubuhnya, memenuhi arena dalam sekejap.

Pandangan penonton kembali kabur. Namun, kali ini ada yang berbeda. Di dalam kabut, terdengar langkah kaki yang bergerak cepat, bukan dari satu sumber, melainkan puluhan.

Tiba-tiba, bayangan Liu Fan muncul dari segala penjuru. Lebih dari sepuluh sosok identik bergerak dengan aura yang sama, menciptakan ilusi yang hampir sempurna.

Namun, di tengah kabut yang pekat, Zhao Feng tetap tenang. Tangannya perlahan menarik pedang dari sarungnya.

"Kabut? Ilusi? Bukan masalah." Dengan gerakan lembut, ia mengayunkan pedangnya ke samping. Bilah itu bergetar halus dan mulai memancarkan cahaya keemasan.

Seketika Ratusan bayangan pedang tiba-tiba tercipta dan menyebar ke segala arah, menembus kabut serta merobek semua ilusi Liu Fan satu per satu.

Liu Fan, yang merasa terpojok, segera mencoba teknik lain, Dua bayangan muncul di sisi kiri dan kanan Zhao Feng menyerang dengan belati ungu. Namun, Zhao Feng dengan gesit berbalik dan menangkis keduanya dalam dua sabetan cepat. Kabut akhirnya menghilang sepenuhnya, menyisakan Liu Fan yang terengah-engah.

Zhao Feng menatapnya dengan dingin. "Taktik yang bagus, tapi belum cukup." Seketika Pedangnya diangkat tinggi, lalu diayunkan dengan kekuatan penuh.

Gelombang energi pedang melesat cepat, membelah udara dengan suara gemuruh. Liu Fan berusaha menghindar, tetapi serangan itu terlalu cepat. Tubuhnya terlempar keluar arena dan jatuh keras di luar batas. Seketika, arena menjadi sunyi sebelum sorakan akhirnya meledak.

"Pemenangnya: Zhao Feng dari Sekte Seribu Pedang!"

Kemenangan mutlak itu membuat Tetua Sekte Kabut Ungu menghela napas pasrah, dua perwakilan nya dari tahap Awal Pembentukan Inti telah gugur sepenuhnya.

Sementara Tetua Sekte Seribu Pedang tersenyum bangga. Zhao Feng kembali ke tempat duduknya dengan wajah tenang, seolah pertarungan itu hanyalah pemanasan belaka.

Bagi peserta lain yang menyaksikan, kemenangan itu menanamkan rasa waspada yang mendalam, Sekte Seribu Pedang benar-benar kekuatan yang harus ditakuti.

Ketegangan menyelimuti area peserta Sekte Pedang Langit. Sekarang giliran Zhao Fan untuk menuju ke arena, Lawannya adalah seorang perwakilan dari Sekte Bunga Teratai.

"Bertarunglah dengan hati-hati Zhao Fan," pesan Ketua Sekte Tian Ling dengan penuh perhatian.

"Terima kasih Ketua Sekte. Aku akan memberikan yang terbaik," jawab Zhao Fan penuh dengan tekad sebelum melangkah ke arena.

Di tengah arena, dia sudah berhadapan dengan Xue Lian dari Sekte Bunga Teratai, wajahnya yang tenang namun memancarkan kepercayaan diri yang kuat.

Juri utama memberi aba-aba. "Pertarungan dimulai!"

Zhao Fan segera melesat maju. Tombak panjang muncul dari cincin penyimpanannya. "Bersiaplah."

Xue Lian melayang mundur dengan lincah bagaikan kelopak bunga yang dihembuskan oleh angin.

Tiba tiba muncul lima ilusi dirinya yang mengelilingi Zhao Fan, semuanya tampak nyata dan bergerak dengan cepat.

Penonton berdecak kagum. "Itu adalah teknik ilusi dari Sekte Bunga Teratai!"

Namun, Zhao Fan tidak goyah. Dia mengangkat tombaknya tinggi tinggi dan energi spiritual berkumpul di ujung mata tombak.

Swoosh...

Sembilan sinar cahaya kebiruan melesat, menghantam setiap ilusi dengan presisi sempurna hingga satu per satu hilang, menyisakan sosok asli Xue Lian yang terpaksa mundur selangkah.

"Bagaimana dia bisa...?!" gumam Xue Lian dengan terkejut.

Di tribun utama, Ketua Klan Zhao tiba-tiba membelalak. "Itu..." serunya dengan terkejut,

Sementara di sampingnya Ketua Klan Yin menatap ke arah Ketua Klan Zhao dengan penasaran.

"Apa yang terjadi, Zhao Xuanji?"

"Teknik yang digunakan anak itu... itu adalah 'Sembilan Sinar Tombak'! Salah satu teknik tertinggi klan ku!" jelasnya.

"Tapi teknik itu seharusnya sudah tidak diajarkan lagi."

Sementara itu di arena Xue Lian semakin fokus. Tangannya membentuk segel dengan rumit.

Kelopak-kelopak bunga teratai bercahaya muncul berputar di sekelilingnya, membentuk badai pemotong yang siap menghancurkan apa pun.

Zhao Fan memegang tombaknya lebih erat, lalu mengerahkan tenaganya dengan penuh. Sembilan gelombang energi menyatu dalam satu tusukan dahsyat.

Booo ....

Serangan itu menghancurkan badai kelopak bunga, namun ketika debu berhamburan, Zhao Fan justru terkejut. Xue Lian masih berdiri dengan tegap, tubuhnya terlindungi lapisan kelopak yang berpendar lembut. Senyum tipis terlukis di bibirnya.

Sebelum Zhao Fan sempat berpikir, Xue Lian sudah mengayunkan tangannya. Ratusan kelopak cahaya melesat seperti hujan panah.

Boom...

Zhao Fan berusaha menghindar, tetapi serangan itu terlalu cepat. Tubuhnya terlempar dan jatuh tersungkur di tanah.

Di tribun utama, Ketua Klan Zhao menggeleng kepalanya dengan pelan. "Seperti yang kuduga. Menguasai 'Sembilan Sinar Tombak' butuh dasar yang kokoh. Pengendaliannya masih belum sempurna."

Zhao Fan berusaha bangun, tetapi kakinya gemetar. Dengan napas berat dia menyerah. "Aku... kalah."

"Pemenangnya: Xue Lian dari Sekte Bunga Teratai!" Teriak juri utama.

Sorakan terdengar, terutama dari kubu Sekte Bunga Teratai. Ketua mereka mengangguk puas, sementara itu Ketua Sekte Tian Ling terdiam.

1
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Kenapa pertempuran mesti menghasilkan dendam
Nanik S
Keren dan keren Xue"er
Nanik S
Li Wei.... orang yang menyukaimu
Nanik S
Lanjut terus
Nanik S
Laaaanjuuuutkan
Nanik S
Li Wei bikin penasaran para Tetua
mazz ul
tokoh utamanya mna woi
Nanik S
Sehat selalu Tor dan Gas Pooool
Nanik S
God Joooob Tor 💪💪💪
Nanik S
Mantap.... Dua gadis yang sama sama menyukai Cang Yan
Nanik S
Mcnya lebih baik tidak membiarkan kedua wanita mendekat lebih serius
Nanik S
Mantap
Nanik S
God Joob
Nanik S
Masa iblis punya rasa takut 🤣🤣🤣
Nanik S
Cang Yan... Ahli Pedang dari Alam Abdi... cang si Iblis hanya mimpi kalau mau menang
Nanik S
Li Wei.... sikat habis bayangan Malam
Nanik S
Kejutan Besar... mantap
Nanik S
Shiiiiip
Nanik S
Keren 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!