Zian Arsya, seorang laki-laki mandiri dan sukses di usia 29 tahun, telah menjadi tulang punggung keluarga setelah di percaya ayah dan ibunya untuk mengelola usaha Hotel dan Restoran. Namun, di balik kesuksesannya, Zian menyembunyikan masa lalu pahit yang membuatnya menjadi pendiam dan jarang bicara. Dia pernah dikhianati kekasihnya semasa kuliah, yang memilih laki-laki lain, membuatnya kehilangan kepercayaan pada cinta.
Suatu hari, Zian dijodohkan dengan Raya, seorang gadis cantik, ramah, dan pintar yang sangat perhatian. Zian setuju dengan perjodohan itu, tapi dia tidak berani mengungkapkan masa lalunya kepada Raya dan keluarganya. Dia takut kehilangan kesempatan untuk memiliki keluarga dan cinta yang sebenarnya.
Namun, kehadiran Raya membuat Zian perlahan-lahan membuka diri dan menghadapi masa lalunya. Apakah Zian akan mampu mengungkapkan kebenaran kepada Raya dan keluarganya? Atau akankah rahasia itu menjadi beban yang menghancurkan kebahagiaan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jejelak yang tidak bisa hilang
Keesokan Paginya Ruang Pribadi Zian.
Pagi itu tidak terasa seperti pagi biasanya.
Biasanya, ruang pribadi Zian dipenuhi ketenangan, aroma kopi hitam, suara AC yang lembut, dan Derry yang selalu masuk sambil berceloteh.
Tapi hari ini … udara terasa berat.
Zian duduk di kursinya dengan tangan mengepal. Ia belum tidur semalaman. Di meja, foto dirinya dan Yulia masih tergeletak, sesuatu yang selama tujuh tahun tidak pernah disentuhnya.
Ada dua ketukan di pintu.
Tok. Tok.
Zian mengangkat kepala. “Masuk.”
Pintu terbuka, Derry masuk menampakkan wajahnya. Berbeda dengan biasanya, pagi ini Derry tidak membawa candaan. Tidak ada senyum usil. Tidak ada komentar kocak.
“Bos…” Nada Derry rendah, serius. “Saya sudah cek laporan satpam. Orang semalam itu… ID-nya palsu semua.”
Zian menggeser kursinya. “Saya sudah menduga.”
“Tapi ada yang lebih parah,” lanjut Derry, menelan ludah.
“Dia nggak sendirian. CCTV luar lihat dia turun dari mobil yang sama kayak orang-orang yang dulu nanyain foto bos.”
Zian mengangkat wajah perlahan.
Derry tahu tatapan itu, tatapan Zian saat ia sedang menahan amarah paling besar.
“Berapa orang?”
Suara Zian pelan, tetapi mampu membuat ruangan seakan menciut.
“Tiga orang,” jawab Derry.
Zian berdiri, mengambil jasnya.
“Hubungi kepala keamanan. Perketat seluruh akses hotel. Mulai hari ini, semua orang asing yang masuk harus diperiksa dua kali.”
“Siap, bos. Tapi… bos mau ke mana?”
Zian merapikan kerah jasnya, mata menatap keluar jendela seolah melihat jauh melewati gedung-gedung kota.
“Aku mau memastikan sesuatu…”
"a ... Iya, Boss." jawab Derry sedikit terbata.
...
Lantai Front Office.
Raya memasuki area front office dengan senyum rapi seperti biasa, tapi pagi itu terlihat berbeda. Ada gelisah di matanya, namun ia berusaha menyembunyikannya.
Supervisor menyapanya. “Pagi, Raya. Pelatihanmu semalam lancar?”
Raya mengangguk. “Iya, Bu.”
Namun senyumnya tidak selebar biasanya.
Ia meletakkan tas, memakai name tag, lalu menyalakan komputer.
Di layar pantulan monitor, ia melihat wajahnya sendiri masih pucat.
Tangan Raya menggenggam di atas meja.
"Tuhan… kalau semalam, pak Zian tidak datang … aku…"
Ia mengusap lengannya sendiri, berusaha menghilangkan getaran yang masih tersisa.
Namun saat bersamaan dengan itu, “Pagi, Nona Raya!”
Suara ceria yang sangat familiar muncul dari sampingnya.
Derry berdiri dengan senyum lebarnya, memegang papan klip dan kopi dalam satu tangan.
Raya tersenyum kecil. “Pagi, Mas Derry.”
Derry menatapnya beberapa detik, lalu mencondongkan tubuh, berbisik.
“Kamu masih kepikiran soal semalam, ya?”
Raya mengalihkan pandangannya, tidak menjawab.
Derry menghembuskan napas. “Normal kok kalau takut. Siapa juga yang nggak ngeri digituin di lorong gelap?”
Raya menggigit bibir.
“Tapi tenang, Zian sudah...”
“Derry.”
Suara itu membuat keduanya tersentak.
Zian berdiri tidak jauh, tangan di saku, tatapannya langsung jatuh pada Raya.
Raya menegakkan tubuhnya spontan.
“P… pagi, Pak.”
Zian mengangguk kecil. “Ada waktu sebentar? Saya ingin bicara sebentar dengan Anda.”
Raya melihat supervisor untuk memastikan. Supervisor mengangguk mempersilakan.
Raya mengikuti Zian menuju lounge VIP kecil di belakang front office.
---
Lounge VIP Percakapan yang Tidak Terhindarkan, Ruangan itu sepi, hanya ada suara gemericik air dari ornamen kecil di sudut ruangan.
Zian berdiri dengan tangan menyilang, menatap jendela kaca besar.
Raya berdiri menunggu, tidak berani duduk.
Zian menghela napas.
“Bagaimana keadaanmu pagi ini?”
Raya menatap sepatu haknya. “Baik, Pak.”
“Jangan berbohong.”
Raya terdiam.
Zian berbalik menghadapnya. Tatapan itu tidak marah, lebih seperti… cemas.
“Kalau kamu butuh waktu untuk pulih, bilang. Saya bisa atur jadwalmu.”
Raya menggeleng cepat. “Tidak perlu! Saya masih bisa bekerja.”
Zian menyempitkan mata. “Yakin?”
“Iya.”
Ada jeda hening.
Zian menatapnya lama, seolah menilai apakah perempuan ini berkata jujur atau hanya berusaha terlihat kuat.
Akhirnya, Zian berkata,
“Baik. Tapi ingat, Raya. Kalau ada apa pun yang membuat kamu tidak nyaman… sekecil apa pun… kamu langsung bicara ke saya.”
Raya mengangguk.
Namun sebelum ia pergi, Raya bertanya pelan,
“Pak … orang semalam itu … siapa sebenarnya?”
Zian mengencangkan rahangnya.
“Aku masih selidiki.”
Ia menatap Raya lurus-lurus.
“Tapi yang jelas, dia bukan orang hotel. Dan dia datang dengan tujuan tertentu.”
Raya memeluk dirinya spontan. “Tujuan… tertentu?”
“Ya.”
Zian menatap lantai sejenak, lalu kembali menatap Raya.
“Aku hanya ingin kamu tahu satu hal.”
Raya mengangkat wajah, menunggu.
Zian berbicara dengan suara yang rendah tetapi sangat tegas.
“Kalau sesuatu terjadi padamu … aku tidak akan diam.”
Jantung Raya berdetak keras.
Bukan hanya karena kata-kata itu… tapi karena bagaimana Zian mengatakannya ... Seakan Raya bukan sekadar staf. Seakan dirinya adalah seseorang yang harus ia lindungi.
...
Parkiran Basement.
Di tempat lain, jauh dari cahaya hangat lobi hotel... di basement parkiran, tempat CCTV jarang menjangkau…
Seseorang berdiri bersandar pada mobil hitam, memainkan korek api kecil di tangannya.
Pria yang sama yang mengintai Raya semalam. Ia tersenyum tipis saat ponselnya bergetar.
“Bos,” ucapnya menjawab telepon. “Target ceweknya masuk kerja…”
Suara berat di seberang telepon terdengar lagi.
“Bagus. Lanjut amati dari jauh. Jangan tersentuh dulu.”
Pria itu tertawa lirih. “Siap. Tapi bos yakin ceweknya istimewa buat dia?”
Suara di telepon membalas dingin,
“Zian nggak pernah peduli sama siapa pun.”
Hening sejenak.
“Kalau dia peduli sama perempuan itu… berarti dia lemah.”
Tot.
Telepon ditutup.
Pria itu memasukkan korek api ke saku jaketnya …
dan menatap pintu lift karyawan yang sebentar lagi akan terbuka.
“Siap-siap ya, cantik. Permainan baru mulai.”
...
Setelah Percakapan di Lounge VIP bersama Zian.
Raya kembali ke meja front office, mencoba menenangkan napas yang masih tidak stabil. Ia menunduk, memeriksa daftar check-in, tetapi pikirannya terus berputar.
Kata-kata Zian terngiang.
"Kalau sesuatu terjadi padamu… aku tidak akan diam."
Mengapa kalimat itu terasa begitu… berat?
Begitu tulus, tapi sekaligus menakutkan?
Raya menelan ludah, menekan dadanya pelan.
Ia hanya pegawai baru. Baru kemarin masuk.
"aku baru salah apa, aku anak Baru' tapi kenapa harus ada seperti ini?" pikir Raya mendengus, "heuhf... Gak pernah aku pikirkan sebelumnya."
duhh Derry jahil mulu suka godain Zian 😄😄
di tunggu updatenya ya Sayyy quuu Author kesayangan🥰🤗 semangat terus Sayyy🤗
duhh Derry godain Raya dan Zian mulu bikin ngakak 😆😆😆
penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy quuu 🥰🤗💪
jangan² Raya juga jatuh cinta sama Zian 😄😄
bener kata Zian ada seseorang yang harus dia jaga yaitu Raya..
perhatian nya ma Raya,
Zian sepertinya emang jatuh cinta sama Raya 😅😅
duhh Zian minta Derry antar Raya plg gk tuh 😅😅
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu 🥰 semangat terus Sayyy 🤗💪
tapi bnr kok Zian emng sepertinya jatuh cinta sama Raya 😅😅😅
tapi Zian gk mengakuinya 😅😅😅
ledekin terus Zian ya Derry lucu soalnya 😅😅😅
untungnya Zian baik baik Saja...
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy makin seru cerita nya🥰🤗
Derry ada² saja blg nnt juga bakal tau
tau apa yaa kira² apakah Zian dan Raya akan menikah? 😄😄
bener banget Raya hrs mengenal Zian lagi...
tinggal di tunggu kapan nikah nya😄😄
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
jgn dong Zian harus menjauh dari Raya 🥲..
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
duhh gmn yaa klo Raya dan Zian tau soal perjodohan 😌😌
Ya ampuun Derry usil banget suka jailin Raya sampai malu malu dong 😆😆😆
. penasaran dg lanjutannya, di tunggu kekocakan Derry Sayyy quuu Author kesayangan tetap semangat ya Sayyy 🤗quuu🤗 🥰💪
Zain minta Derry antar Raya plg buat mastiin Raya aman gk tuh 😄😄
ciieee Raya dahh nyaman tuh dg Zain 😄😄
namun gmn dg perasaan Zain? mungkin Zain juga sama😄😄
penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy quu🤗🥰💪
siapa tuhhh yg menghubungi Raya?? jgn² masa lalu Zian duhh Raya dalam bahaya dong 😌😌
yg menghubungi Raya cowok yaa, ada hubungan apa Raya dg cowok itu?
l
penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quu 🤗🥰💪
Duhh Raya merasa ada yg mengikutinya... 😄😄
Derry blg ke Zian lapor polisi dong... 😁😁
Siapa yaa yg mengikuti Raya 🤔🤔
Derry menggaruk kepala gk tuh 😆😆
Derry bingung dong menatap bos nya 😄😄
Zian blg Raya harus mendapatkan pengawasan khusus gk tuh 😆😆
Bener tuh Derry sejak kapan Raya sepenting itu buat bos 😄😄
Duhhh siapa sihh pria bertato leher itu... 😌😌
Waduhh Derry ngomong Bos yang dulu belain cewek waktu itu, berani nyaa Derry 😆😆
Derry di suruh diam gk tuh 😆😆
Derry nanya mulu 😆😆
Penasaran dg lanjut nya.
Di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu
Tetap semangat Sayyy 🥰🤗💪
Zian pasti nya akan cari tau siapa mereka 🥲🥲
duhhh Zian blg ke Raya klo ada apa-apa ksh tau dong 😄😄
mengapa tuh Raya berdebar debar jgn² Raya bnran suka sama Zain 😄😄
duhh siapa yaa Pria yg mengintai Raya??
penasaran dg lanjut nyaa...
Di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu
Tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
duhhh Zian tiba ingat masaalu nya 🥲
ada seseorang yg mengancam Zian dongg...
kasihan Zian🥲🥲
penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy 🤗🥰💪
duhhh seperti nya Zian bakal suka sama Raya😄😄