NovelToon NovelToon
Bukan, Cinta Terlarang

Bukan, Cinta Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Keluarga / Percintaan Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Astri Reisya Utami

Nara, seorang gadis cantik yang tinggal bersama keluarga angkatnya sejak usia lima tahun karena semua keluarganya meninggal dalam sebuah bencana yang terjadi kampungnya lima belas tahun lalu.
Saat ini Nara sedang berkuliah di salah satu kampus swasta di kota tempat ia tinggal saat ini. Orang tua angkatnya bukan lah orang sembarangan mereka termasuk orang yang sangat berpengaruh di kota itu. Mereka tidak memiliki anak karena anak satu-satunya dinyatakan hilang di saat bencana yang terjadi di kampung halaman Nara.
Nara anak yang sangat patuh namun suatu hari dia jatuh cinta pada pria yang merupakan pengawal pribadi sahabatnya Airin yang bernama Iam.
Namun Iam pria yang dingin dan cuek sangat sulit untuk di dekati. Namun Nara memiliki banyak cara agar bisa dekat Iam. Namun di saat Iam mulai luluh dan sebuah kebenaran terbongkar membuat Nara harus patah hati karena Iam merupakan anak dari keluarga angkatnya yang hilang.
Bagaimana kelanjutan cerita mereka? simak yu ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Haikal gak ikut pulang.

Sepulang dari tugas Iam dia tidak melakukan apa-apa lagi dia hanya bersantai di kamar sambil bermain ponsel namun pikirannya terus mengulang kejadian tadi pagi.

"Ngapain gue ke ingat Nara terus, " gumam Iam sambil memegang dadanya.

"Apa jangan-jangan gue beneran suka sama dia, " ucapnya.

"Enggak-enggak gue gak boleh jatuh cinta sama dia, ".

Iam terus bicara sendiri dan itu di dengar oleh Haikal yang baru pulang.

"Kak Nafa cantik kok bang, " ucap Haikal tiba-tiba membuat Iam kaget.

"Kamu pulang bukannya mengucapkan salah malam main masuk aja, " omel Iam karena Haikal main nyelonong aja.

"Udah kali, cuman abang aja ya g gak dengar saking fokusnya mikirin kak Nara, " balas Haikal sambil melepas baju seragamnya.

"Oya besok abang ke sekolah kamu buat minta izin kalau hari senin depan kamu gak bisa masuk sekolah, " ucap Iam sambil bangkit dari duduknya dan melangkah menuju keluar.

"Jadi kita pergi Ziarah ke makan kakek? " tanya Haikal.

"Jadi lah, kali ini mungkin sedikit lama karena abang ingin pergi ke rumah nenek, " balas Iam dan Haikal hanya mengangguk.

Iam keluar dari kamarnya dan pergi ke dapur untuk membuat kopi namun tiba-tiba dia bertemu dengan ibunya Airin yaitu Ana.

"Bikin kopi Iam? " tanya Ana.

"Iya bu, " jawab Iam dengan tersenyum.

"Kamu setelah ini sibuk gak? " tanya Ana.

"Enggak bu, kenapa? " balas Iam.

"Kamu antar ibu ke supermarket, antar aja pulangnya nanti ibu di jemput bapak, "beritahu Ana.

" Boleh bu, "jawab Iam.

" Ya sudah ibu tunggu di depan ya!"ucap Ana dan dia langsung pergi meninggalkan Iam di dapur.

Iam pun mematikan kompornya dan kembali ke kamarnya untuk ganti baju, setelah selesai baru dia keluar dan menemui Ana.

"Mari bu! " ajak Iam dan Ana pun bangkit lalu berjalan keluar dan Iam sudah membukanya pintu mobil.

Setelah Ana masuk Iam juga masuk dan langsung g menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tak butuh waktu lama Ana pun tiba di supermarket dan dia pun hendak turun namun di tahan Iam.

"Bu, maaf, " ucap Iam.

"Iya ada iam? " tanya Ana.

"Saya mau minta izin buat pinjem mobilnya sebentar untuk beli sesuatu, " beritahu Iam.

"Pakai saja, jangan terlalu malam ya! " balas Ana dan Iam mengangguk lalu Ana keluar dan Iam langsung meninggalkan supermarket itu.

Iam tiba di tempat yang ia tuju dan dia langsung turun dan membeli yang dia butuhkan. Namun saat melewati sebuah toko kue dia melihat Nara berdiri entah menunggu apa. Iam mendekatinya lalu berhenti di depan Nara dan membuka kaca mobil.

"Bang Iam, kebetulan sekali. Aku boleh numpang? " tanya Nara saat tahu siapa yang ada di dalam mobil.

Iam pun langsung membukakan pintu mobil dan Nata dia langsung naik.

"Abang dari mana? " tanya Nara setelah mobil jalan.

"Natar bu Ana, "jawab Iam datar.

" Ponsel aku mati jadi aku gak bisa pesan taksi, untung ada abang jadi aku bisa pulang deh, "ucap Nara sambil tersenyum lebar.

Iam dia hanya diam saja tidak menanggapi ucapan Nara karena dia berusaha menetralkan jantungnya yang berdegup kencang.

"Bang, lusa kita gak akan bertemu, " ucap Nara dan iam melirik Nara.

"Aku mau antar bunda Ziarah ke makan kakek, " lanjut Nara.

Iam dia hanya diam saja tidak menanggapi ucapan Nara.

"Abang jangan kangen ya! " ujar Nara membuat Iam ngerem mendadak karena kaget dengan ucapan Nara.

"Abang aku masih mau hidup ya, " omel Nara karena kesal Iam tiba-tiba berhenti.

"Ya lagian kamu ngomong sembarangan aja, " ucap Iam lalu menjalankan lagi mobilnya.

Nara pun akhirnya diam tidak bicara sampai dia tiba di rumahnya. Nara turun dan dia tidak lupa mengucapkan terimakasih. Iam pun langsung meninggalkan rumah Nara dan dia kembali ke rumah Airin. Iam turun dan saat masuk dia melihat Haikal sedang makan mie di dapur.

"Kenapa makan mie? " tanya Iam.

"Pengen aja bang, " jawab Haikal santai.

Haikal pun menaruh makanan di depan Haikal dan Haikal langsung membukanya dan memakannya. Iam di memilih masuk kamar dan rebahan, lagi dan lagi dia kepikiran Nara. Karena gak mau mikirin Nara akhirnya dia memilih pergi mandi agar otaknya seger.

hari Kamis pun tiba dan Iam seperti biasa dia mengantar Airin ke kampus namun sampai Kelas masuk dia tidak melihat Nara muncul. Setelah kelas selesai karena penasaran Iam bertanya pada Airin.

"Nara kenapa gak masuk? " tanya Iam dan Airin dia tersenyum.

"Kangen ya? " ledek nya. "Dia pergi ke kampung halaman bundanya tadi pagi, " beritahu Airin.

"Bukan nya besok ya? " ucap Iam.

"Harusnya tapi bundanya ngajak hati ini jadi dia langsung berangkat tadi pagi, " balas Airin.

Iam pun dan Airin langsung pulang karena sejak putus dengan Indra Airin selalu langsung pulang. Tibanya di rumah Iam dia langsung berkemas karena besok pagi dia harus berangkat ke kampung halaman bundanya untuk ziarah ke makam kakek, nenek dan omnya. Haikal dia baru saja pulang dengan wajahnya di tekuk.

"Ada apa? " tanya Iam saat Haikal masuk.

"Besok aku boleh gak ikut? " tanya Haikal karena besok ada pertandingan basket dan dia ingin ikut main.

"Abang tau kamu pengen banget ikut lomba tapi abang gak bisa biarkan kamu disini tampa abang, " ucap Iam menjelaskan.

"Haikal ngerti bang, " balas Haikal dan dia langsung pergi ke kamar mandi.

Iam dia hanya menatap punggung Haikal karena dia sebenarnya gak tega lihat Haikal murung akhirnya dia keluar dan pergi menemui bi Minah asisten rumah ini.

"BI, " panggil Iam.

"Ada apa Iam? " tanya bi minah yang sedang menyiapkan makan malam.

"Aku boleh minta tolong sama bibi? " tanya Iam membuat bi Minah kaget.

"Minta tolong apa? " tanya bi Minah.

"Besok aku harus kembali ke kampung halaman tapi Haikal gak mau ikut karena dia ingin ikut lomba. Jadi aku titip Haikal bi, " penjelasan Iam dan Minah mengerti.

"Kamu pergi saja dengan tenang, bibi pasti jagain Haikal, " ucap bi Minah sambil memegang pundak Iam.

"Makasih lo bi, " balas Iam.

Iam pun kembali ke kamar dan dia melihat Haikal sedang membereskan bajunya ke dalam tas.

"Besok kamu gak usah ikut, biara bang saja yang pergi sendiri, " ucap Iam membuat Haikal kaget dan melirik Iam.

"Kamu baik-baik disini selama abang gak ada disini, " pesan Iam.

"Iya bang, makasih abang udah ngertiin aku, " bals Haikal lalu memeluk Iam.

Iam dia tersenyum lalu pergi tidur karena besok dia harus berangkat pagi sekali.

1
Anto D Cotto
lanjut crazy up donk Thor
Anto D Cotto
cerita nya sangat menarik, tapi kebanyakan typo nya Thor..
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!