Bagaimana jika kamu memasuki novel yang baru saja kamu baca dan menjadi tokoh utama wanita dalam novel itu.
Rachel Jeshly gadis ini terjebak dalam novel dan ber transmigrasi ke tubuh Ashley istri seorang CEO terkenal.
Bagaimana cerita kehidupan Rachel saat memasuki dunia novel, yuk simak ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon crowell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
marah
Bruk
SWOOSH!
THWACK!
Cambukan demi cambukan mengenai tubuh satu persatu bodyguard yang tadinya menjaga Ashley, dan beberapa bodyguard lainnya di hukum mereka harus berdiri di Atas paku yang kelihatan tumpul tetapi jika mereka bergerak paku paku itu akan menusuk delam kulit mereka.
Ashley yang berjalan masuk dengan mengunyah makanan di dalam mulutnya pun,. lebarkan matanya sempurna bagaimana tidak Sura cambukan terus terdengar di tambah banyak bodyguard yang di hukum berdiri di atas paku.
"Gila apa tuan mu sudah gila Sonia?"tanya Ashley sambil memberikan makanan nya untuk di pegang asisten pribadi nya.
"saya juga tidak tau nyonya"Jawab Sonia menundukkan kepalanya merasa takut untuk menatap ke arah pintu mansion.
"simpan makanan ku, seperti nya manusia kolot itu sudah gila" ujar Ashley kemudian berlari memasuki Mansion ada rasa takut tetapi dia tak menunjukkan nya.
"apakah kalian tidak tau caranya menjaga seorang gadis ha ?!"bentak Louis mengema membuat seisi mansion gemetar ketakutan.
Ashley memasuki Mansion tetapi ia bingung harus mengucapkan apa , apalagi Louis terlihat sangat marah sekarang.
Ashley memasuki Mansion, tapi dia bingung harus mengucapkan apa, apalagi Louis terlihat sangat marah sekarang. Dia berdiri di tengah-tengah ruang tamu, mencoba mencari kata-kata yang tepat, tapi pikirannya kosong. sambil melihat ke arah Louis yang masih berdiri dengan wajah yang marah.
"Is...," Ashley mulai berbicara, tapi suaranya terhenti.
"Jangan jangan..."
"Su...ihhhh,"
"Pe... ah, jangan permisi," katanya, dengan nada yang tak yakin, sambil menggaruk garuk kepalanya
"As... ih, apa yah, kolot aja deh," katanya, dengan nada yang sedikit marah pada dirinya sendiri.
"Kolot, apa yang kau lakukan ha? Mengapa kau menghukum bodyguard ku?!" teriak Ashley, dengan nada yang keras, sambil menunjuk Louis dengan jari yang bergetar sedikit.
Louis berhenti mencambuk bodyguard yang terkapar di lantai, wajahnya berubah seketika, Dia meluruskan tubuhnya, lalu melangkahkan kakinya mendekati Ashley, membuat Ashley sedikit mundur ke belakang, tapi dia mencoba untuk tak menunjukkan rasa takutnya.
Kemudian Louis mengisyaratkan dengan mata kepada bodyguard itu, dan mereka segera keluar dari dalam Mansion, meninggalkan Ashley dan Louis berdua di ruang tamu.
"Kau monyet kecil, tau rumah juga, ternyata aku kira kau lupa akan rumah," ujar Louis, datar dan menekan, sambil tersenyum sinis.
Dia terus mendekati Ashley, membuat Ashley semakin mundur ke belakang sampai akhirnya punggungnya menabrak dinding.
"Me-mengapa kau menghukum mereka?" tanya Ashley, dengan nada rendah, sambil mencoba menatap mata Louis.
Louis tertawa kecil, dengan nada yang tidak menyenangkan, sambil menggelengkan kepala.
"Kau karena kau, sudah ku bilangkan kau jangan dekat dengan orang luar tanpa sepengetahuan ku, dan kau tak boleh keluar dari Mansion sampai lupa waktu," ujar Louis, dengan nada tegas sambil menarik tangan Ashley dengan kasar.
Ashley mencoba melepaskan tangannya, tapi Louis menggenggamnya dengan lebih erat.
"Auh, sakit! Kolot, lepasin!" teriak Ashley kesakitan, sambil mencoba melepaskan diri dari genggaman Louis. Matanya mulai berkaca-kaca karena sakit.
Louis menatap Ashley dengan mata tajam. "Kau harus belajar untuk mendengarkan, Ashley. Aku tak ingin kau terluka karena kecerobohanmu sendiri," katanya dingin, sambil menarik Ashley menuju ke arah tangga.
Ashley mencoba melawan, menarik tangannya kembali, tapi Louis tak melepaskannya. "Aku bukan anak kecil, kolot! Aku bisa menjaga diri sendiri!" teriak Ashley, sambil mencoba melepaskan diri dari genggaman Louis.
Louis berhenti di tengah tangga, menatap Ashley dengan mata tajam nya. "Kau akan belajar untuk mendengarkan, Ashley. Sekarang, kau akan ke kamar dan tak boleh keluar sampai aku bilang boleh," perintah Louis, dengan nada yang tak bisa dibantah, sambil mendorong Ashley ke arah kamar.
"Ihh, Louis kau kasar, bukan pintu nya!!" teriak Ashley, dengan nada yang keras sambil menendang-nendang pintu kamar dengan kaki yang terbungkus sepatu.
ia berdiri di depan pintu,matanya berkaca-kaca karena sakit. Ashley terus mengetuk-ngetuk pintu dengan kepalan tangan, mencoba untuk membuka pintu yang sudah dikunci dari luar.
Louis, yang sudah berjalan menjauh dari kamar Ashley, berhenti sejenak dan menoleh ke arah pintu kamar dengan ekspresi yang tak peduli. ia mengabaikan teriakan Ashley dan melanjutkan langkahnya, meninggalkan Ashley yang masih terus mengetuk ngetuk pintu dengan frustrasi.
Di koridor, Sonia berdiri dengan ekspresi yang sedikit cemas, menatap Louis yang baru saja melewatinya. Louis berhenti di depan Sonia dan memberikan perintah.
"Siapkan baju-baju nyonya, dia akan menemaniku ke Korea."
Sonia menganggukkan kepalanya dengan cepat
"Ba-baik, tuan," ujar Sonia, dengan gemetar, sambil menundukkan kepala.
Louis menganggukkan kepala, lalu melanjutkan langkahnya meninggalkan Sonia, yang masih berdiri di koridor, menatap ke arah pintu kamar Ashley dengan cemas.
Di dalam kamar, Ashley masih terus mengetuk-ngetuk pintu dengan frustrasi, suaranya mulai serak karena terus berteriak. "Louis manusia kulot!" teriak Ashley,semakin keras, tapi tak ada jawaban dari luar.
Ashley berhenti mengetuk pintu, lalu menghempaskan dirinya ke lantai, dengan ekspresi yang murung. Dia menyilangkan tangan di depan dada, mencoba untuk menenangkan dirinya, tapi kemarahan dan kekesalan masih terlihat jelas di wajahnya.
"aku lapar, perut ini selalu saja lapar jika saat aku marah"gerutu Ashley
"jangan jangan dia lihat gue sama axsel lagi atau dia cemburu " ujar Ashley menembak nembak
"huaaaaaa jangan paksa aku berpikir otak aku lapar!!"
...----------------...
"belikan kulkas mini, sebelum antar ke sini ini kulkas itu dengan cemilan dan eskrim istri ku pasti lapar jika sedang kesal dengan ku, dua jam sudah di sini "perintah Louis kepada seseorang di sebrang sana