Menikah selama 12 tahun, Siti Nurmala yang begitu setia kepada suaminya sampai mengorbankan mimpinya sebagai dokter spesialis, malah dikhianati Suami dan anak-anaknya.
Yusuf Kaliandra, berselingkuh dengan Keponakan Nurmala dan menikahinya secara siri, bahkan didukung oleh anak-anaknya, Raden dan Sofia.
Nurmala yang sakit hati pergi dengan gugatan cerai.
Di tengah usahanya mencari pekerjaan, Ia bertemu dengan juniornya saat kuliah. Dewangga Pramudya!
Pria tampan pemilik rumah sakit, duda anak 1 yang kemudian dengan gigih mengejarnya!
Akankah Nurmala bisa menerima cinta baru diantara ketakutan dan ketidakpercayaan diri yang timbul akibat pengkhianatan Yusuf?
Bagaimana reaksi anak-anaknya melihat Nurmala yang begitu menyayangi putra dari Dewangga?
Selamat membaca, semoga terhibur!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maufy Izha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamu Hebat Kak!
Untungnya, Mereka sampai di rumah sakit tepat waktu. Jadi, Ibu Isti bisa mendapatkan penanganan secepatnya.
Dewangga, Nurmala dan Hastari menginap di rumah sakit malam itu, tidak lupa juga Isti yang tertidur di kursi tunggu karena kelelahan.
"Gimana jadinya ya kalau nggak ada Kita, bisa jadi Ibunya Isti..." Ucap Hastari selepas menenggak air mineralnya. Sebagai tenaga medis yang sudah berkecimpung di dunia pengobatan selama hampir separuh hidupnya, Hastari sudah terbiasa berhadapan dengan kejadian-kejadian mendadak semacam ini.
"Sssst... Itu namanya takdir, bersyukurlah Kita bisa jadi perantara kebaikan" Sahut Dewangga.
Hanya Nurmala yang sedari tadi diam saja, sepertinya tenggelam dalam pikirannya sendiri.
"Dokter Nurma?" Panggil Hastari seraya menepuk punggung Nurmala dengan lembut, lalu menyodorkan air mineral untuk Nurma.
Nurma yang tengah melamun seketika tersadar, Ia pun tersenyum dengan canggung lalu menerima botol itu dengan penuh terima kasih.
"Ada apa?" Hastari bertanya lagi. Nurmala tersenyum, kemudian menjawab,
"Saya tadinya berfikir masalah hidup Saya sudah sangat berat, ternyata di dunia ini ada yang ujiannya lebih berat berkali-kali lipat daripada Saya, Saya jadi malu karena kurang bersyukur"
"Sama, Saya juga sering merasakan hal itu dok, tapi wajar kan? Kita manusia biasa, iman Kita kadang naik kadang turun. Yang penting saat sadar, Kita harus banyak-banyak bersyukur. Setidaknya Kita diberi kelebihan kemampuan dan rezeki yang lebih baik dari Mereka yang tidak seberuntung Kita"
"Dokter Hastari benar, terima kasih nasihatnya"
"Kamu hebat Kak, Kamu wanita yang kuat"
Sambung Dewangga tiba-tiba.
"Jadi, dokter Nurma aja nih yang hebat?" Sindir Hastari, tapi tentu saja Ia hanya bercanda.
Dewangga terkekeh, lalu berkata,
"Ya Allah, Teh Hastari juga hebat bangettt deh pokoknya paling jos gandos"
"Hahahha, syalannnn" Sahut Hastari, Dewangga dan Nurmala pun ikut tertawa.
"Oh iya, Aku punya rencana mau merenovasi rumah Ibunya Isti, tadi Aku tanya-tanya ke kepala desa, Ibunya isti itu janda, Suaminya meninggal setahun yang lalu, Kakek-neneknya Isti dari pihak Ibu juga sudah meninggal. Sementara dari pihak Ayah nggak di ketahui keberadaannya. Jadi rumah itu memang peninggalan Kakek dan Neneknya Isti"
"Aku setuju, nanti Aku join ya buat donasinya. Aku boleh nggak calling-calling teman-temanku, siapa tahu ada yang mau ikutan donasi"
"Boleh dong"
"Aku juga mau join, boleh ya?"
"Boleh dong Kak, kenapa enggak?. Oke deh, jadi karena udah sepakat, rumahnya akan di bongkar besok, terus langsung dibangun. Nggak usah yang terlalu bagus yang penting kokoh dan layak huni terus sanitasi nya bagus. Nanti Isti Dy rawat sama tetangga, pak lurah udah nyari orang yang mau nampung Isti sementara, sampe Ibunya selesai menjalani perawatan dan rumahnya selesai dibangun. Kayaknya butuh waktu sebulan sampai rumahnya jadi" Papar Dewangga dengan gamblang.
"Ok deh. Kebetulan saudaraku tinggal nggak nggak jauh dari desa Barusel. Nanti Aku minta Dia buat sering ngecek setelah Kita balik ke Bandung" Sahut Hastari.
"Ok, makasih teh Hastari" Ucap Dewangga yang kemudian diangguki oleh Nurmala.
"Sama-sama" jawab Hastari.
Mereka berdua adalah orang-orang yang luar biasa dan berjiwa sosial tinggi. Nurmala merasa beruntung di pertemukan dengan orang-orang seperti Dewangga dan Hastari.
Setelahnya Mereka bertiga pun beristirahat sebisanya, dan bangun secara bergantian untuk menjaga Isti dan Ibunya.
Setelah dirawat selama sehari, akhirnya Ibu Isti telah sadarkan diri. Nama aslinya adalah Asih.
Asih masih harus di rawat intensif selama beberapa hari, jadi Isti di pulangkan terlebih dahulu karena harus sekolah. Sementara rumah Mereka sudah mulai di renovasi per hari ini.
Setelah membereskan banyak hal termasuk membayar orang desa Barusel untuk membantu menjaga Asih. Dewangga, Nurma dan Hastari pun kembali ke Bandung dengan mengendarai mobil.
Meski sudah bekerja keras, Namun Dewangga masih mampu menyetir mobilnya sendiri dengan aman sampai tiba di Bandung dengan selamat.
Setelah mengantar Hastari, Dewangga kini tengah mengantar Nurmala.
"Makasih ya, Dewangga -"
"Panggil Dewa aja Kak"
"Oh, Iya. Dewa. Makasih ya, berkat Kamu Aku jadi dapat pengalaman yang luar biasa"
"Sama-sama. Jadi, enggak kapok kan?"
"Enggak lah, malah ketagihan Aku tuh" Sahut Nurmala. Dan itu benar-benar jujur. Kegiatan flying doctor seperti ini sangat disukainya ternyata.
Dan jujur saja, selama menjalani kegiatan itu, Nurmala benar-benar melupakan Yusuf dan anak-anaknya yang telah memberikan luka batin padanya.
Selain itu, Nurmala juga merasa lebih hidup saat ini. Seolah menemukan jati diri yang telah lama hilang.
"Tapi, next kunjungan agak jauh loh Kak, Kamu mau nggak?"
"Oh ya? Memangnya Dimana?"
"Pulau Miangas, Sulawesi Utara"
"Oh, jauh juga ya, Pulau Miangas yang berbatasan sama Filipina kan? tapi nggak apa-apa, Aku tetap mau ikut"
" Iya betul, berbatasan sama Filipina, Untungnya sekarang sudah ada bandar udara disana, jadi kita bisa menempuh perjalanan dengan pesawat. Kita akan bertugas di sana selama 1 bulan, nanti ada tim lain yang datang gantiin Kita, jadi sistemnya kaya rolling gitu kak"
"Oooh, gitu... Ya, ya, Aku paham"
Setelahnya Mereka berdua terlibat perbincangan yang cukup seru sampai tidak terasa sudah sampai di rumah Ibunda Nurmala.
Kebetulan sekali, Ibu Nurmala tengah duduk di teras rumah.
Begitu melihat mobil terparkir di depan rumahnya, Aminah sudah tahu bahwa itu adalah Putrinya, Nurmala.
Dia pun berdiri dan menyambut kepulangan Nurmala dengan... Seseorang?
"Assalamualaikum!"
"Waalaikumsalam.... Alhamdulillah, Kamu pulang dengan selamat nak"
"Iya Bu, Alhamdulillah... Kenalin Bu, ini dokter Dewangga Pramudya, atasan sekaligus rekan dokter Nurma"
"Assalamualaikum Bu, Say Dewangga, biasa dipanggil Dewa"
"Oh, iya... Waalaikumsalam nak Dewa, mari-mari, duduk dulu biar Ibu siapkan minum ya"
Dewangga menatap Nurmala seolah-olah meminta persetujuan, Nurmala tersenyum lalu mengangguk dengan tenang. Dewangga pun kemudian menerima tawaran Aminah dengan senang hati.
Ia mengekori langkah Aminah dan Nurmala yang berjalan di depannya.
Beberapa saat kemudian....
"Jadi, nak Dewa ini dulu juniornya Nurma?"
"Iya Bu, betul... Kak Nurma dulu jadi Asisten dosen, jadi sering jadi pembimbing juga kalo pas ada tugas"
"Oh, begitu rupanya... ngomong-ngomong, terima kasih ya, nak Dewa sudah bersedia memberi kesempatan sama Nurma untuk bekerja di rumah sakit nak Dewa, walaupun pengalamannya masih sedikit"
"Nggak Bu, Kak Nurma sangat cerdas dan juga pekerja keras, jadi Saya percaya, walaupun pengalamannya sedikit, tapi beliau bisa bekerja dengan baik"
"Alhamdulillah, Ibu jadi lega mendengarnya. Semoga ya, Nurma tidak mengecewakan"
"Insya Allah enggak Bu, Saya yakin. Kak Nurma pasti bisa berkembang dan menjadi dokter spesialis terbaik suatu saat nanti"
"Jangan memuji terlalu tinggi, nanti Aku terbang" Ucap Nurma yang baru saja ikut bergabung setelah izin membersihkan diri dan berganti pakaian terlebih dahulu.
"Enggak kok, ini berdasarkan penilaian Aku yang udah lama kenal sama Kak Nurma"
Mendengar jawaban Dewangga, Nurma tidak tahu harus berkata apa. Sementara Aminah diam-diam merasa terharu, karena Putrinya di pertemukan dengan orang-orang baik seperti Retno dan sekarang Dewangga.
harus ada anti hero yang membuat cerita seruu🎸🎸