NovelToon NovelToon
Encrypted Hearts

Encrypted Hearts

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Trauma masa lalu / CEO / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Anfi

Sequel Langit Senja Galata

Pernikahan adalah suatu hal sakral untuk menyatukan dua hati dalam satu ikatan janji suci. Lalu bagaimana jika pernikahan tersebut terjadi antara dua orang yang tidak pernah akur satu sama lain? Alvin adalah CEO yang dingin, sedangkan Nana adalah gadis yang terlihat sempurna tapi memiliki gangguan duck syndrome. Baik Alvin maupun Nana memiliki ke hidupan lain di balik layar, tanpa ke duanya tahu bahwa mereka adalah musuh bebuyutan di dunia cyber.

Adik Lunara Ayzel Devran tersebut tanpa pikir panjang menujuk gadis yang sedang duduk di samping sang kakak adalah calon istrinya. Hanya demi menghindari kehidupannya diusik oleh sang kakek yang telah membuat hati sang kakak banyak tersakiti.

“Aku akan menikah dengan Nana,” ucap Alvin.

Nana yang sedang minum terkejut, dia tidak sengaja menyemburkan minumannya.

“Onty jolok! Baju Ezza jadi bacah,”

Apa alasan Nana akhirnya menyetujui permintaan Alvin? Lalu bagaimanakah kehidupan ke duanya setelah menikah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Couple Bracelet

Dua hari berlalu semenjak Alvin dan Alvaro pergi untuk urusan bisnis, pagi itu di meja makan terlihat suasana yang lesu tidak seperti biasanya. Dua orang beda generasi terlihat menghela napas bersamaan.

“Heuuhh!”

Nana dan Altezza saling tatap, jika Nana menyangga dagunya dengan satu tangan. Berbeda dengan Altezza yang menempelkan pipi kanannya di meja makan. Haziel menepuk-nepuk kepala Altezza yang duduk tepat di sampingnya, Altezza diam saja. dia tidak merasa terganggu dengan ulah adik kesayangannya tersebut.

Ayzel mengerutkan dahinya melihat Nana dan putranya yang terlihat lesu di meja makan, istri Alvaro tersebut baru saja kembali dari dapur membuatkan MPASI untuk putra ke duanya.

“Adek! Nanti kepala abang bisa sakit,” Ayzel meletakkan mangkok berisi MPASI di meja, dia lantas meraih tangan mungil putra ke duanya yang menepuk dan memainkan rambut sang kakak.

“Tat…tat, da…da.” Haziel terus mengoceh, seolah dia bertanya pada sang kakak kenapa bersedih.

“Maafin adek ya, abang. Sepertinya adek mau main sama abang,” ucap Ayzel pada putra sulungnya. Ayzel mencoba menjauhkan tangan Haziel dari Altezza, dia mengangkat Haziel dari kursi namun sang adik justru merengek. Seolah dia paham kesedihan sang kakak yang merindukan papa mereka. “Da…da…ba…ba!” seolah mengomel pada sang mama dengan tanganya terentang kearah sang abang.

“Ndak apa-apa mama. Adek bial duduk cini caja!” pinta Altezza pada sang mama. “Abang tidak keberatan kalau adek nanti jahilin?” Ayzel memastikan dan diangguki Altezza.

Ayzel memarik kursi Haziel lebih dekat pada Altezza, bocah satu tahun tersebut kembali mengganggu abangnya.

“Cucu nenek kenapa sedih, hmm?” tanya bunda Anara. “Ini calon mantu bunda juga kenapa lesu? Padahal sudah cantik begini,” lanjut bunda Anara mengusap lengan Nana, bunda Anara dan ayah Devran baru saja datang ke meja makan bergabung untuk sarapan bersama anak dan cucu mereka.

Nana menggeleng sambil tersenyum. “Tidak apa-apa bun,” jawabnya.

“Ezza kangen papa, nenek. Kalau yang satu ini kangen calon suami kayaknya,” sahut Ayzel memberitahu sang bunda.

“Eh? Bu-bukan begitu mbak,” jawab Nana sedikit tersipu.

Ayzel dan bunda Anara terkekeh, sejak kemarin gadis itu terus saja di goda Ayzel dan bunda Anara hingga tersipu malu.

“Hari ini papa dan uncle pulang. Cucu kakek tidak boleh sedih, oke!” ucap ayah Devran pada cucunya.

Altezza mengangguk. “Papa pulang jam belapa, kakek?” tanya bocah itu. “Nanti malam papa dan uncle sampai,” jawab ayah Devran.

Altezza kembali menghela napas. “Macih lama,” keluhnya, sang kakek yang tadinya sudah duduk di kursi meja makan kembali berdiri dan mendekat pada sang cucu. Dia mengusap kepala Altezza. “Mau duduk sama kakek?” tanyanya pada Altezza.

Altezza menggeleng. “Nanti adek tantlum kalo abang na pindah,” jawabnya.

“Cucu nenek manis sekali,” sahut bunda Anara.

Ayah Devran lantas kembali  ke tempatnya duduk, mereka memulai sarapan pagi itu. Bunda Anara mulai mengambilkan suami dan dirinya sendiri sarapan. Begitu juga dengan yang lain, Nana pagi itu memilih sarapan salad sayur dan toast.

“Abang mau sarapan apa, nak?” tanya Ayzel pada putranya.

“Mau papa,” ucapnya dengan sendu, Ayzel menghela napas.

Sebenarnya dari semalam putra sulungnya tersebut sudah merengek rindu pada papa Alvaro, Ayzel sengaja tidak melakukan panggilan telepon maupun panggilan video. Karena sudah pasti Altezza tantrum kalau melihat wajah ataupun mendengar suara papanya.

 “Papa mau kamu jadikan sarapan, boy?” Altezza langsung mendongak, dia mencari sumber suara tersebut.

Begitu juga dengan Nana dan yang lain, Nana menoleh ke belakang. Memastikan suara tersebut benar adanya, bukan halusinasinya. Nana bernapas lega saat melihat seseorang yang entah bisa di kata dia rindukan atau khawatir karena tidak ada kabar selama dua hari.

Alvin bersama Alvaro baru saja sampai. “Maaf tidak mengabari lebih dulu,” ucap Alvin pada ke dua orang tuanya, namun tatapanya tertuju pada Nana.

Harusnya adik dan kakak ipar tersebut sampai di rumah nanti malam, namun entah kenapa mereka berdua justru sudah sampai saat jam makan pagi.

“Ehek…papa,” pekik Altezza dengan girang saat melihat sang papa baru saja sampai sambil menarik satu koper kecil, bocah tiga tahun tersebut hendak meluncur turun dari kursi. Namun sang mama menahannya. “Papa harus mandi dulu, sayang. Papa bawa bakteri dan virus dari luar,” ucap Ayzel dengan lembut, dia memberi pengertian pada putranya.

“Hubby sama Alvin mandi ganti baju, sana! Anaknya sudah mau nangis ini,” pinta Ayzel, karena Altezza sudah hampir menangis.

Alvaro mengangguk. “Papa mandi sebentar, boy. Ezza anak pintar tidak boleh menangis, oke!” Alvaro mengangkat ke dua jempolnya kearah Altezza, bocah kecil itu mengangguk.

Plak

Alvaro menggeplak lengan Alvin. “Mandi, Vin. Mandi! Nana tidak ke mana-mana,” ledek Alvaro yang menotice Alvin dari tadi menatap Nana.

“Bahaya ini, ayah. Jangan sampai minta akad nikah siang ini juga,” imbuh bunda Anara.

Ucapan bunda Anara membuat Nana maupun Alvin tersipu, Ayzel sampai tertawa kecil melihat itu. “Sudah sana! Makin lama nanti,” celetuk Ayzel.

Ke dua pria dewasa tersebut lantas menuju kamar mereka masing-masing untuk membersihkan diri, Nana dan yang lain tetap melanjutkan sarapan sementara Alvin dan Alvaro mandi. Lagi pula mereka tidak butuh waktu lama untuk mandi, karena benar saja. Tidak sampai tiga puluh menit mereka sudah kembali turun dan ikut duduk di kursi meja makan. Alvaro langsung mengambil duduk di samping putra sulungnya. “Papa cuapi!” pinta Altezza langsung saat sang papa sudah duduk.

“Ezza belum mau makan kalau kamu belum di sini, hubby. Katanya mau nungguin papa,” ucap Azel.

Alvaro mengusap puncak kepala putra sulungnya. “Baiklah! Hari ini apapun yang Ezza mau, papa kabulkan. Papa suapi Ezza,” jawab Alvaro mengambil piring Altezza dan mulai menyuapi putranya, Ayzel berhenti menyuapi Haziel sejenak untuk mengambilkan suaminya sarapan.

Sedangkan Alvin juga sudah duduk di sebelah Nana, dia melirik gadis itu. “Sejak kapan?” tanya Alvin datar.

“Kemarin pagi,” jawabnya diangguki Alvin. “Cantik!” ucap Alvin, Nana langsung tesipu saat Alvin memujinya.

“Diajarin mamanya Altezza sama Haziel. Ini juga punya mbak Zeze,” beritahu Nana pada Alvin.

“Nanti kita beli yang banyak buatmu,” celetuk Alvin.

***

Sarapan pagi selesai, Alvaro kini menemani dua buah hatinya bermain. Sesuai janjinya, hari itu waktunya hanya untuk Altezza dan Haziel. Terkhusus untuk putra sulungnya Altezza, Ayzel ikut menemani mereka bermain. Hingga Haziel akhirnya berjalan menghampiri sang mama, bocah itu langsung duduk di pangkuan Ayzel dengan posisi merebahkan tubuhnya miring menghadap sang mama. Haziel bahkan mengangkat hijab Ayzel, kepalanya masuk ke dalam hijab mencari sumber nutrisi.

“Aku ke kamar dulu, hubby! Adek mau nen,” ucapnya diangguki Alvaro.

Ayzel meninggalkan putra dan suaminya yang masih asik bermain, dia menggendong putra ke duanya yang nampaknya sudah ingin mengambil nutrisi dari sang mama. Memang sudah pada jamnya untuk bocah satu tahun tersebut untuk tidur setelah sarapan pagi, setidaknya Haziel akan tidur sampai jam sebelas siang atau kadang baru bangun saat jam makan siang.

Jika di lantai bawah Alvaro sedang menemani putranya bermain, maka Alvin sedang dalam mode canggung. Dia dan Nana duduk di sofa yang ada di luar kamar, di luar kamar mereka memang tempat untuk santai. Mereka tidak perlu turun ke lantai satu jika ingin menonton TV atau film, karena di lantai dua juga ada ruangan untuk bersantai dan berkumpul.

“Terimakasih,” ucap Alvin singkat, datar juga dingin. Namun ada ketulusan dari sorot matanya.

“Haah! Kenapa berterimakasih padaku?” bingung Nana.

“Karena memenuhi permintaanku, bahkan sebelum kita menikah. Kamu cantik pakai hijab,” ucapnya pada Nana.

Nana tersipu, dia menunduk. “Tapi aku masih harus belajar,” jawabnya.

“Tidak apa-apa, Nana. Semua tidak instan, kamu butuh belajar dan berproses. Ada aku nanti setelah kita menikah,” lagi dan lagi ucapan Alvin membuat Nana tersentuh.

Alvin kemudian mengambil paper bag yang dia taruh di sampingnya duduk, dia mengeluarkan box ukuran sedang dari dalamnya. Box bludru berwana hitam di buka Alvin, dia mengambil isinya dari dalam box tersebut.

“Kemarikan tanganmu!” pinta Alvin.

Nana menurut, dia mengulurkan tangan kanannya pada Alvin. Pria itu memasangkan bracelet tali giok berwarna hitam dengan inisial nama A & N pada tangan Nana. “Cantik,” monolog Alvin setelah memasangkan pada tangan Nana.

Nana menatap bergantian kearah tangan dan wajah Alvin, terkejut? Sudah pasti.

“Ini apa, bang?” tanyanya polos, padahal dia tahu itu gelang.

“Biar kamu tidak kabur,” jawab Alvin datar, Nana mencebik. “Memang mau kabur kemana aku,” gerutunya.

“Ezza bilang kamu suka kabur,” Skakmat Alvin, Nana hanya bisa diam. Karena ucapan Alvin yang di dengar dari keponakannya itu benar. “Kemanapun kamu pergi dan di manapun jangan pernah lepas gelang itu! Atau aku hukum kamu, jangan sampai hilang!” peringat Alvin diangguki Nana.

Alvin lantas mengambil satu lagi gelang dengan warna dan model yang sama. “Aku juga pakai satu,” dia menunjukkanya pada Nana.

“Abang beli couple bracelet?” tanya Nana.

“Anggap saja begitu,” jawab Alvin datar seperti biasanya.

Nana hanya mengangguk, namun dia langsung merampas gelang yang di pegang Alvin. “Nana yang pasangin! Biar adil,” Nana berdiri dari sofa, dia memutari meja dan berjongkok di depan Alvin duduk. Gadis itu memasangkan gelang yang sama dengan yang dirinya pakai pada tangan Alvin.

“Hmm. Thanks,” ucap Alvin.

Nana mencebik. “Bunda benar. Dia kulkas 100 pintu,” batin Nana.

 

 

 

1
partini
bias aja nih bocil 🤣
partini
bocil cadel 👍👍👍
aku kalau baca bocil candel gumusss bnggt suka suka ❤️
punya nada dan author Kenz ketawa sendiri,pada di luar Nurul kata" mereka
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🫣 trmksh kk... ❤️❤️❤️
total 3 replies
partini
betul na di novel lain kalau ga ada kontrak ga afdol satu lagi masa lalu yg kaya jelangkung 🤣🤣🤭🤭🤭
partini: wkwkkw emang iya kan Thor tiba" nongol menyesal minta maaf minta balikan lagi lope ❤️ and then suami oleng kalau bini udah minggat baru dah kelimpungan 95% kaya gitu cerita nya 🤭
total 2 replies
partini
aduhhh ni bocil lagi suasana syahdu dan terhuraaaaaahhh ada aja 🤭
menyakiti istri sama anak dan suatu saat paham ,ada gitu yah
ga ngeh aku
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkwkw enaknya lgsg di buang aja ya
total 3 replies
partini
di kasih wejangan apa yah
secar mereka hampir gagal
partini: 🤣🤣🤣 iya betul
total 2 replies
partini
Thor banyakin baby cadel dong
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭🤭 di ushkn ya kk nnti
total 1 replies
partini
dihhh tuh tua Bangkotan bikin esmosi dah,,kasih sianida aja lah
partini: sama aja Thor cepet methong,yg pelan" apa yah
total 2 replies
partini
tenang nanti tuh kulkas freon nya habis sudah tidak cool lagi 🤣🤣🤣🤭
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwk berubh jd kulkas rusak ya kk🤣
total 1 replies
Mar lina
kita" apa ya
kejutan untuk Nana?
Hanya Author yg tau
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭 tgg ya kk.. maaf ya up telat2 mulu.. kegiatan realq akhr2 ini numpuk
total 1 replies
partini
masa lalu juga ayo Yo,, kenapa masalalu selalu menggatal end then yg laki ikut gatal
kaya lagi viral lakinya menggatal ma LC 🤭
a yulaela_fa(Ayu Anfi): tenang kk... kalau di sini si cow g akan menggatal, modelan alvin 100 kulkas soalnya... tp tetep ya ada bumbu2 wkwwk.

kalau kim roan emag dia yg krg tegas jd mlh bikinistrinya slh paham. d r dl mrk jd kisah pelangkap dn pemanis terus sih 🤭🤭.

eh? alu salfok jd mkr siapa, kirain msh berita yg lm.. ada berita br lg ternyata.. g lht sosmed pusing, lihat mkin pusing 🫣🤣
total 1 replies
partini
masa lalu emang kamfreeet 🤣🤣
berperang sama masalalu tuh capek karena apa saraf"nya yg lembut kaya lelembut jadi terganggu alias oleng tapi bentar doang sih ya kan Thor
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkwkbnr bgt, sakinglembutnya hrs pake kaca pembesar kk..

he em olingnya g smpe ngebuat pecah pokoknya... tetap hrs sadar wkwkw
total 1 replies
Mar lina
aku mampir, kak
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimaksih kk... smg tdkmengecewkn kk sbg pembaca nvlku🙏🙏💗
total 1 replies
lyla lafiya
👍
a yulaela_fa(Ayu Anfi): trmksh kk❤️
total 1 replies
partini
ini nanti yg bucin duluan siapa yah
tapi aku suka gaya Nana sih
partini: dua"nya Thor boleh"
total 2 replies
partini
kakek benci banget sama nana aihhh no good suatu saat pasti bangga punya cucu mantu BADAS
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkw blm th dia siapa nana kan ya. tak kenal maka hrs kenalan 🤭
total 1 replies
Ira Indrayani
/Good//Good//Heart//Heart//Heart/
a yulaela_fa(Ayu Anfi): trmksh kk ❤️
total 1 replies
partini
tua Bangkotan emang susah karena udah alot
moga kena stroke 🤣🤣🤣🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): ekwkkw. hrs dibasmi biar g ganggu ya ka🤭
total 1 replies
partini
na tadi kamu jawab aja ,,aku ga bisa
ga bisa nolak 🤣🤣🤣
partini: yah udah expired Thor 🤭
total 2 replies
partini
Alvin keren 👍👍👍 like someone yg selalu selangkah di depan
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkw sat set dia
total 1 replies
partini
so sad bnggt ini jirr mewek akuhhh
a yulaela_fa(Ayu Anfi): cup kkk jgn nangis... kita temani kawal Nana biar bhgia nnti ❤️❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!