NovelToon NovelToon
Encrypted Hearts

Encrypted Hearts

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Trauma masa lalu / CEO / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Anfi

Sequel Langit Senja Galata

Pernikahan adalah suatu hal sakral untuk menyatukan dua hati dalam satu ikatan janji suci. Lalu bagaimana jika pernikahan tersebut terjadi antara dua orang yang tidak pernah akur satu sama lain? Alvin adalah CEO yang dingin, sedangkan Nana adalah gadis yang terlihat sempurna tapi memiliki gangguan duck syndrome. Baik Alvin maupun Nana memiliki ke hidupan lain di balik layar, tanpa ke duanya tahu bahwa mereka adalah musuh bebuyutan di dunia cyber.

Adik Lunara Ayzel Devran tersebut tanpa pikir panjang menujuk gadis yang sedang duduk di samping sang kakak adalah calon istrinya. Hanya demi menghindari kehidupannya diusik oleh sang kakek yang telah membuat hati sang kakak banyak tersakiti.

“Aku akan menikah dengan Nana,” ucap Alvin.

Nana yang sedang minum terkejut, dia tidak sengaja menyemburkan minumannya.

“Onty jolok! Baju Ezza jadi bacah,”

Apa alasan Nana akhirnya menyetujui permintaan Alvin? Lalu bagaimanakah kehidupan ke duanya setelah menikah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di sini lebih nyaman

Ayzel dan Alvaro sudah membawa ke dua putra mereka ke kamar, sudah waktunya untuk Altezza dan Haziel tidur. Satu persatu mulai meninggalkan ruang keluarga dan masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat. Tersisa Nana dan Alvin, ke duanya lantas memutuskan untuk istirahat.

Alvin berjalan di belakang Nana, ke duanya berjalan menaiki tangga menuju kamar mereka berada. Alvin memandangi punggung Nana, dia merasa tidak asing dengan postur tubuh gadis itu jika di lihat dari belakang. Atau mungkin mereka pernah bertemu di belahan bumi lain, karena Alvin yang suka menjelajah dunia. Ada kemungkinan mereka pernah bertemu, namun tidak  saling mengenal satu sama lain.

“Tunggu, Na!” ucap Alvin saat Nana hendak menuju kamarnya.

“Hmm?” Nana menoleh. “Kemarikan ponselmu!” pinta Alvin.

Nana menaikkan satu alisnya. “Untuk apa?” tanya Nana.

“Nanti juga tahu, sini!” jawab Alvin datar seperti biasanya, CEO muda tersebut mengulurkan tangannya kearah Nana.

“Ck...pemaksaan,” gerutu Nana, namun tak urung juga dia berikan ponselnya pada Alvin.

Entah magnet apa yang ada pada pria itu, Nana selalu saja menurut saja pada Alvin. Padahal dengan Alvaro atau Kim Roan yang adalah sepupunya, Nana tidak serta merta menurut pada ke duanya. Berbeda dengan Alvin, ucapan Alvin seolah adalah titah baginya.

“Password!” Alvin mengarahkan ponsel kearah Nana, sebenarnya Alvin bisa membukanya sendiri. Tapi tidak mungkin dia melakukan itu, identitasnya bisa terbuka. Apalagi Alvin tahu Nana paham tentang IT, walaupun dia mengira kalau Nana hanya sebatas paham. Padahal gadis dua puluh empat tahun tersebut lebih dari kata paham, jika Alvin rajanya dunia cyber. Maka Nana adalah ratunya dunia cyber.

Nana mengambil ponselnya. “Nih!” dia menyodorkan ponselnya kembali kearah Alvin.

Alvin mengambilnya dan mengetik sesuatu pada layar ponsel Nana, beberapa saat kemudian dia mengembalikan ponsel tersebut pada pemiliknya.

Drrt...drrt

Ponsel Nana berbunyi, ada panggilan masuk. “Ini nomor abang?”

“Nomor petugas telkom,” jawabnya dingin, Nana mencebik. “Ada petugas telkom namanya GC,” gerutu Nana.

“Hubungi nomor itu kalau butuh sesuatu atau ada apa-apa, itu nomor pribadiku. Hanya mbak Zeze dan bunda juga ayah yang tahu punya nomor itu,” ucap Alvin.

Nana langsung tersenyum. “Sekarang aku juga punya,” ceplosnya tanpa sadar.

Alvin mengangguk. “Istirahat sana! Biar tidak ada kerutan,”

Nana reflek memegang ke dua pipinya. “Mana ada kerutan? Aku merawat kulitku dengan baik,” protesnya pada Alvin, pria itu hanya mengangkat bahunya.

Mereka lantas berjalan saling memunggungi untuk masuk ke dalam kamar.

“Nana!” panggil Alvin sebelum mereka masuk kekamar masing-masing.

“Ya?”

“Boleh aku minta satu hal setelah kita menikah nanti?” Alvin menoleh kearah Nana, begitu juga dengan Nana.

“Apa?”

“Rambutmu terlalu indah untuk di lihat orang lain, dan hanya aku yang boleh melihat kecantikanmu setelah kita halal. Aku mau kamu belajar menutup auratmu, tidak perlu tergesa dan langsung. Belajar pelan-pelan dari mbak Zeze,” ucap Alvin kali ini dengan penuh hangat.

Hati Nana bergetar, bibirnya kelu. Tenggorokannya tercekat, tak ada suara yang keluarg dari bibirnya. Namun kepala Nana mengangguk sebagai jawaban, Alvin tersenyum tipis saat melihat Nana mengangguk.

“Terimakasih,” ucap Alvin diangguki Nana, mereka berdua lantas masuk ke dalam kamar masing-masing.

Nana bersandar pada pintu kamar, dia memegangi dadanya. “Apa aku sakit jantung, ya? Kenapa jantungku jadi berdetak cepat,” monolognya.

Hati Nana tersentuh dengan ucapan dan perlakuan Alvin barusan, dia tinggal di negara yang bukan mayoritas muslim. Tentu dengan budaya yang berbeda pula, terlebih di dalam rumahnya hanya dirinya yang muslim. Nana baru akan merasakan menjadi muslim seutuhnya saat menginap di rumah Ayzel atau di rumah mama Haruna.

***

Paman dan bibi Nana akhirnya sampai di Indonesia, tadinya Alvaro sudah menyiapkan hotel untuk mereka istirahat lebih dulu. Namun paman dan bibinya memilih untuk langsung menuju Bandung, karena itu Alvaro tidka jadi menjemput mereka.

Paman Haejong dan bibi Haruna pulang ke rumah lama mereka, beruntungnya rumah tersebut masih di huni para karyawan yang tinggal di sana. Jadi rumah tetap bersih dan berpenghuni, mereka memilih untuk tinggal di sana selama di Bandung.

Malam harinya paman dan bibi diundang makan malam di rumah keluarga Devran, Alvaro yang menjemput paman dan bibinya. Selain itu bibi Haruna adalah teman akrab bunda Anara, sudah bisa di pastikan bagaimana kehebohan dua sahabat yang sudah lama tidak bertemu tersebut.

“Anara!” panggil bibi Haruna saat dia sampai di rumah keluarga Devran.

Bunda Anara mendekat, dia memberikan pelukan hangat pada sahabatnya yang bernama Haruna tersebut. “Bagaimana kabarmu, Run?”

“Aku baik, Anara. Kamu sendiri bagaimana?”

“Seperti yang kamu lihat,”

Bunda Anara membawa Haruna masuk ke dalam ruang keluarga, mereka saling sapa satu sama lain.

“Di mana dua kesayanganku itu, Zeze?” Haruna menanyakan Altezza dan Haziel.

“Sudah tidur, bi. Tadi sempat rewel,” jawab Ayzel.

“Padahal aku kangen berat sama mereka,”

“Besok juga masih bisa ketemu, Run. Kamu di sini bukan hanya satu dua hari,” sahut bunda Anara diangguki mama Haruna.

Tidak lama dari itu Nana dan Alvin bergabung dengan mereka semua, paman dan bibi Nana memang sudah mengenal Alvin. Jadi tidak ada rasa canggung antara mereka.

Nana menyapa paman dan bibinya, dia kemudian memilih duduk di samping sang bibi. Nana memeluk Haruna dari samping, Haruna menepuk lengan keponakannya tersebut. “Sepertinya kamu lebih betah di sini dari pada di negaramu,” ucap Haruna pada Nana.

Nana mengangguk. “Di sini lebih nyaman, bibi. Nana punya bunda dan ayah yang baik,” jawabnya dengan jujur.

Haruan menatap Anara, sahabatnya tersebut tersenyum. “Terimakasih, Anara. Kamu menerima Nana dengan baik,” ucapnya pada bunda Anara.

“Sama-sama, Run. Nana baik-baik saja di sini,” jawab bunda Anara.

Sang pemilik rumah kemudian mempersilahkan mereka ke meja makan, bunda Anara terlihat bahagia saat kembali bertemu dengan sahabatnya, mungkin mereka tidak akan bertemu kalau bukan karena Alvian.

Sebenarnya ada tujuan di balik mengundang mereka makan malam, mereka ingin membahas tentang rencana pernikahan Alvin dengan Nana. Kim Haejong dan Haruna menjadi salah satu perwakilan dari keluarga Nana, mengingat respon sang papa saat Nana menghubungi mereka tidaklah baik. Jadi baik Alvaro maupun Nana sepakat paman dan bibi mereka yang akan menjadi wali dari pihak perempuan.

1
Mar lina
aku mampir, kak
lyla lafiya
👍
partini
ini nanti yg bucin duluan siapa yah
tapi aku suka gaya Nana sih
partini: dua"nya Thor boleh"
total 2 replies
partini
kakek benci banget sama nana aihhh no good suatu saat pasti bangga punya cucu mantu BADAS
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkw blm th dia siapa nana kan ya. tak kenal maka hrs kenalan 🤭
total 1 replies
Ira Indrayani
/Good//Good//Heart//Heart//Heart/
a yulaela_fa(Ayu Anfi): trmksh kk ❤️
total 1 replies
partini
tua Bangkotan emang susah karena udah alot
moga kena stroke 🤣🤣🤣🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): ekwkkw. hrs dibasmi biar g ganggu ya ka🤭
total 1 replies
partini
na tadi kamu jawab aja ,,aku ga bisa
ga bisa nolak 🤣🤣🤣
partini: yah udah expired Thor 🤭
total 2 replies
partini
Alvin keren 👍👍👍 like someone yg selalu selangkah di depan
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkw sat set dia
total 1 replies
partini
so sad bnggt ini jirr mewek akuhhh
a yulaela_fa(Ayu Anfi): cup kkk jgn nangis... kita temani kawal Nana biar bhgia nnti ❤️❤️
total 1 replies
partini
Alvin selangkah di depan weh
a yulaela_fa(Ayu Anfi): gaspoll dia kk... sblm ke duluan kakeknya🤣
total 1 replies
partini
Alvin kaya kulkas 100 pintu
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwk perlu di lelehin makanya dia kk 🫣🤣
total 1 replies
partini
dapat notif,,tapi mesti baca yg dulu" ini maklum Mak Mak memory cuma 4 GB gampang ful 🤣🤣🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkwk...g hrs bc sequel yg lm kk. soalnya g trll ngaruh jg nnti
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!