Perjodohan yang sudah berlangsung selama 8 tahun, akhirnya kini berakhir dengan sebuah pernikahan. Ya, Jamie Shaga Richardo akhirnya resmi telah menikahi Sheana Zaen Xavier, putri dari Levi dan Lucia. Namun, dibalik pernikahan itu siapa sangka Jamie menyembunyikan sebuah rahasia besar dari semua orang.
Bahkan tidak hanya rahasia itu yang harus Shea hadapi dalam kehidupan pernikahannya? Akan tetapi, pihak lain yang sudah lama mengincar keluarga Richardo dan banyaknya rahasia dalam keluarga itu akan menjadi jalan terjal bagi pernikahan Shea dan Jamie?
Apakah Shea akan mampu bertahan dengan pernikahannya? Lalu rahasia apakah yang Jamie dan keluarga Richardo sembunyikan? Sheana Zaen Xavier yang akan mengungkap semuanya satu persatu!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32. Kekuasaan Besar Dibelakang Shea
“Mana mungkin aku dan Shea keberatan untuk membantumu.” Nathan menjawab penuh keyakinan, “Kau tenang saja untuk masalah kesehatan dan kepribadian ganda yang Jamie miliki, karena aku akan menanganinya. Kau fokus ‘lah dengan para musuhmu, Shea!” sambungnya.
“Terima kasih, aku merasa lebih baik sekarang karena ada Kak Nath dan Shea yang akan membantuku,” ucap Shea dengan sepenuh hatinya.
“Jangan sungkan, bukankah kita sudah menjadi keluarga sekarang?” balas Nathan dengan senyuman yang merekah di wajah tampannya.
“Benar kita adalah keluarga,” gumam Shea yang turut tersenyum.
“Sepertinya kita harus kembali, karena istriku tercinta baru saja mengirim pesan bahwa Jamie sudah sadar sekarang.”
Nathan memberitahukan pesan yang Zhea kirimkan padanya, dimana Shea langsung beranjak dari tempat duduknya untuk menemui suaminya yang sudah pasti akan mencarinya itu. Namun, sebelum membuka pintu, Shea berbalik menatap bingung pada Nathan yang masih duduk di kursinya.
“Kau tidak ikut pergi, Kak Nath?” tanya Shea, sebab dia mengira mereka akan pergi bersama ke ruangan dimana Jamie di rawat.
“Kau duluan saja, masih ada beberapa hal yang harus aku bereskan di sini,” jawab Nathan menyuruh, Shea untuk pergi lebih dulu sementara dia akan menyusulnya. Shea hanya menganggukkan kepalanya dan langsung membuka pintu, meninggalkan ruangan baru Nathan itu tanpa merasa curiga sedikitpun.
Begitu Shea meninggalkan ruangannya, Nathan langsung beranjak dari tempat duduknya untuk memastikan bahwa Shea sudah benar-benar berjalan pergi. Setelah di rasa aman, Nathan pun segera mengeluarkan ponsel miliknya yang lain.
“Kalian mendengarnya sendiri, bukan? Shea tidak ingin melibatkan kalian dan akan berusaha menyelesaikannya sendiri,” ujar Nathan pada Papah Rayden, Levi dan yang lainnya melalui panggilan video call. Ya, Papah Rayden, Levi dan Lucia memang sengaja mengumpulkan keluarga besar Xavier untuk membantu permasalahan yang tengah
“Tentu saja kami sudah menduganya sejak awal, karena putriku memang sangat mandiri dan bisa di andalkan. Bahkan jika bukan karena Shea, kita mungkin tidak pernah menemukan Zhea. Meskipun harus berhadapan dengan musuh berbahaya.” Levi tidak melewatkan kesempatan tersebut untuk membanggakan putrinya.
“Aish, dia cucuku makanya dia hebat sepertiku,” sela Papah Rayden yang tidak melewatkan diri membanggakan cucunya.
“Meski begitu Shea dan Zhea bisa secantik serta sehebat itu jelas karena benihku.” Levi tidak mau kalah.
“Hai, apakah kau tidak pernah bercermin, Hah? Mereka cantik dan hebat karena yang mengandungnya adalah putri kesayanganku.” Papah Rayden pun sama saja, tidak mau kalah.
Hingga terjadilah aksi saling klaim yang membuat Mamah Zhia dan Lucia tidak dapat menahannya lagi. Secara serentak Mamah Zhia dan Lucia langsung memukul suami masing-masing cukup keras yang membuat yang lainnya tertawa puas menyaksikannya. Begitu juga Nathan yang memperhatikan kelakuan keduanya yang sudah seperti anak kecil.
Plakk ….
“Aduuh … Kenapa memukulku?” Anehnya Papah Rayden dan Levi mengatakan hal yang sama persis secara serentak membuat yang lainnya semakin tertawa puas.
“Masih bisa bertanya kenapa aku memukulmu, hmm?” geram Mamah Zhia menatap tajam Papah Rayden dan Levi secara bergantian.
“Sepertinya pukulan tadi kurang keras, Mah! Haruskah kita memukulnya sekali lagi,” imbuh Lucia sembari melakukan peregangan pada kedua tangannya yang membuat nyali Papah Rayden maupun Levi seketika langsung menciut.
“Cobalah untuk serius menangani masalah ini, kita semua berkumpul di sini untuk membantu Shea dan Keluarga Richardo, bukan? Bukan malah menyaksikan kalian bertengkar seperti anak kecil,” ujar Luca mengambil alih situasi.
Papah Rayden dan Levi hanya bisa tertunduk diam, tidak berani berkata sepatah kata pun lagi menghindari pukulan kedua dari istri masing-masing. Luca membuka beberapa berkas hasil penyelidikan yang dia dapatkan sendiri, sekaligus yang dikirimkan oleh Zef secara diam-diam tanpa sepengetahuan Shea dan yang lainnya.
“Aku sudah mencocokkan informasi yang telah aku dapatkan dengan informasi yang Zef kirimkan dan hasilnya hampir seratus persen sama persis. Kemampuan Noah sepertinya semakin baik saja, dia bahkan bisa memulihkan file rusak beberapa tahun yang lalu dalam beberapa hari saja,” ujar Luca memuji kemampuan Noah.
“Haruskah kita ke sana untuk membantu yang lainnya?” tanya Felix yang merindukan saat menggila, meski dia usianya tidak muda lagi tetapi jiwanya masih jiwa muda jika membahas pertarungan.
“Aish, sadar dirilah dengan penyakit encokmu! Bukankan kemarin baru kumat lagi gara-gara terlalu bersemangat menggempur istrimu,” celetuk Will mengingatkan sekaligus menyindir Felix.
“Sialan, kenapa kau malah membahasnya di sini,” umpat Felix memukul bahu Will cukup keras.
“Hahaha … Sepertinya kau benar-benar sudah menjadi Pak Tua, Felix!” ledek levi tertawa bahagia.
“Bee, diam!” Perkataan Lucia dan tatapan dinginnya menjadi pengingat Levi untuk tidak kembali bertingkah.
“Nathan, ikuti saja keinginan Shea! Sementara kami akan memantaunya dari sini. Jika ada pergerakan yang membahayakan dari mereka, maka kami akan langsung menanganinya secara diam-diam. Lindungi Shea dan Jamie di sana, bekerjasama ‘lah dengan Zef dan yang lainnya,” perintah Lucia yang ingin menghargai keputusan putrinya.
Dan lagi, New Trio jomblo, Noah, Nathan dan Zhea sudah berada di sana untuk membantu. Jadi, Lucia tidak begitu khawatir lagi dengan keadaan putri dan menantunya karena sudah ada beberapa orang terpercaya yang bisa melindunginya.
“Benar, lakukan saja seperti yang cucuku inginkan! Apapun yang terjadi kami di sini akan menjadi kekuatan terhebat untuk melindungi dan mendukungnya.” Papah Rayden kembali ikut bicara.
“Baiklah, aku dan yang lainnya pasti akan melindungi Shea dan Jamie di sini semaksimal mungkin,” balas Nathan mengikuti keputusan keluarga besarnya.
“Ouhya, Nath! Bagaimana dengan pesanan Papah?” Will tiba-tiba saja membicarakan hal pribadi dengan putranya dengan tatapan penuh harap.
“Sedang On The Way, Pah! Tenang saja, pasti gacor,” jawab Nathan sembari mengedipkan sebelah matanya.
“Hai, apa lagi yang dilakukan bapak dan anak ini di rapat penting ini?” Felix kembali bertingkah menangkap sesuatu yang mencurigakan dari pembicaraan Will dan Nathan, “Dan ngomong-ngomong kenapa Triple R sang biang onar ini hanya diam saja? Belum lagi Kay yang petakilan dan pecicilan? Kalian semua sungguh mencurigakan?” sambung Felix seolah dia paling mengerti semua orang.
“Mereka pasti berencana untuk diam-diam datang ke Negara Z dan membantu Shea serta yang lainnya,” celetuk Jaydon yang sedari tadi diam menyimak pembicaraan seolah bisa menebak pikiran Triple R dan Kay.
“Yeee … Jangan fitrah yah!” seru Kay tidak terima.
“FITNAH … KAYVARAN! Bukan fitrah tapi fitnah … F I T N A H!” Semua orang berseru membenarkan, bahkan Felix sampai mengeja kata fitnah untuk memperjelasnya.
Sudahlah, Nathan pusing sendiri dengan kelakuan keluarganya dan keluarga istrinya yang tidak jelas kelakuannya. Namun, jangan tanyakan bagaimana kelakuan keluarga Xavier jika berhadapan dengan musuh dan menggila. Mereka akan menjadi kekuatan terbesar yang akan saling mendukung satu sama lain sampai titik darah penghabisan. Ini lah keunikan keluarga Xavier yang selalu menghibur para pembaca setianya.
Bersambung ….
nah lo rasain Rega penderitaanmu,,, apalagi kau akan jadikan kambing hitam oleh saudara tirimu
Semangat terus Thor .