Raka terlahir dari keluarga kaya raya.
Raka hidup bergelimang harta, dengan semua kekayaan yang ia miliki, raka menjadi semau mau nya, berfoya foya bahkan pergaulan nya sangat bebas.
Al hasil kedua orang tua nya tidak tahan terhadap diri nya kemudian mengirim raka ke kampung halaman sang nenek.
Di sanalah cerita di mulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ril, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Draft
Keesokan hari nya.
Para warga tengah gempar membicarakan tentang kebakaran yang terjadi di lahan milik ust maliki dan juga pak kepala adat.
Nenek bae menaruh curiga kepada raka setelah pak dul bercerita kemarin jika raka sempat cekcok dengan ust maliki, apalagi memang raka sangat tidak menyukai pak kepala adat.
“Raka nenek mau ngomong,” Ucap nenek bae
“Ngomong apa nek?,” Sahut raka
“Raka kamu jawab jujur, pasti kamu kan yang membakar jerami di sawah ust maliki dan pak kepala adat?,” Sahut nenek bae
“Hehehe, iya nek itu kerjaan raka, habis nya raka kesel sama mereka,” Sahut raka
Nenek bae berjalan kemudian mencubit perut raka.
“Kamu ini bandel sekali, untuk apa kamu melakukan nya, untung saja tidak sampai ke pemukiman, bagaimana jika saja sampai di pemukiman,” Sahut nenek bae
“Nek raka gak tau kalo api nya bakalan sebesar itu,” Sahut raka
“Raka kamu ini benar benar kelewatan, sudahlah kamu jangan macam macam, ini sampai kakek mu tau, dia pasti akan marah besar,” Sahut nenek bae
“Ya jangan beritahu kakek nek, bahaya entar, biar nenek saja yang tau,” Sahut raka
Pov.
Di area persawahan.
Ust maliki tengah melihat keadaan yang ada di sawah nya.
Jerami padi yang kemarin ia bawa habis terbakar. Padahal jerami itu sebentar lagi akan di gunakan untuk menanam tembakau.
“Aku melihat sialan itu kemarin berjalan ke arah sini, aku tidak menuduh, tapi aku sekarang ini tengah cekcok dengan nya, aku akan menemui nya,” Ucap ust maliki
Para warga yang ada di sawah ust maliki heran dengan pak ust, siapa yang dia maksud.
*
Raka baru saja di marahi oleh kakek nya habis habisan karna sudah membakar jerami milik kepala adat dan ust maliki.
Raka yang kesal dimarahi oleh kakeknya ,Ia pun pergi dari rumah untuk sedikit menenangkan pikirannya
Raka berjalan dan tak lama berhenti di sebuah warung yang ada di pinggir jalan.
“Haus banget, di rumah payah bener. Kena marah terus gue,” Ucap rey
Rey duduk di sebuah meja yang di sediakan oleh warung tersebut.
“Bik pesen es dong, panas banget ini, Es nya yang banyak ya,” Ucap raka
“Iya. Tunggu sebentar,” Sahut pemilik warung
Tak lama kemudian terlihat jika zea berjalan entah ia mau kemana.
Raka belum sadar jika ada zea yang berjalan di jalan.
Setelah zea lewat, baru lah raka menyadari nya.
“Oy gadis ninja.”
Seketika zea berbalik namun tak lama kemudian ia kembali berjalan.
“Nama nya zea bukan gadis ninja,” Ucap pemilik warung
“Dia gadis ninja, Lihat saja pakaian nya, pakaian nya serba hitam, penutup wajah nya saja hitam, sama persis dengan penampilan ninja,” Sahut raka
“Kamu jangan seperti itu, dia itu gadis sholeha, kamu belum melihat nya secara langsung, jangan sampai nanti kamu kalo sudah melihat nya, kamu akan langsung terpikat, dia itu sangat cantik,” Sahut pemilik warung
“Ah itu tidak mungkin, Aku tidak mungkin suka dengan gadis ninja seperti itu,” Sahut raka
Raka meminum es yang sudah di pesan.
Terlihat jika ust maliki dan beberapa warga berjalan entah kemana.
Raka yang tengah meminum es di warung melihat ust maliki.
“Ust sialan itu mau kemana?,” Ucap raka