Bagas Pratama seorang pria lemah lembut serta penyayang.
Namun satu kejadian membuatnya berubah dalam sekejap saja, kecelakaan dua tahun lalu membuat dirinya menjadi pria dingin, kejam serta emosi.
Kecelakaan itu membuatnya dirinya menjadi lumpuh bahkan dia tidak ingin mendekat dengan siapapun, selama dia lumpuh dia hanya mengurung dirinya didalam kamar..
Dia tidak ingin bertemu siapapun, bahkan dia juga membenci wanita terkecuali Sang Ibunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merasa Paling Sempurna
Dimana Anna yang masih terduduk dilantai dengan luka dibagian sikunya. Anna menatap Lily dengan begitu tajamnya sekali.
Ingin rasanya melawan namun dia tidak ingin membuat Bagas malu,
Tiba-tiba.
" Apa yang terjadi disini?" tanya Alesha membuat Lily menatapnya
Alesha adalah Putri dari Arion, ini adalah acaranya. Alesha yang baru saja hadir dipesta itu namun saat dia ingin mendekat kearah Daddynya dia melihat ribut-ribut dibagian meja hidangannya.
Karena merasa penasaran Alesha pun menghampirinya, dan ternyata Lily serta gadis dilantai membuatnya sangat terkejut sekali.
" Lily, apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Alesha dengan nada lembutnya
" Dia membuatku selalu kesal Alesha"
Alesha hanya bisa menggelengkan kepalanya saja, dimana Alesha mencoba untuk membantu Anna.
" Alesha, untuk apa kamu membantunya?"
" Memangnya kenapa?"
" Dia wanita yang merebut Bagas dariku Alesha, itu pantas dia dapatkan"
Alesha hanya menghelakan nafasnya.
" Bukannya kamu sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi bersama dia?" tanya Alesha dengan herannya
" Iya apa salahnya jika aku ingin kembali kepada dia"
" Aku sangat tidak mengerti dengan jalan pikiranmu Lily"
Kini Alesha berjongkok tepat disampingnya Anna dan mencoba untuk membantunya.
" Apa kamu baik-baik saja?" tanya Alesha kepada Anna
" Iya aku baik-baik saja" jawab Anna dengan tersenyumnya
Namun.
" Ya ampun, kamu terluka lihatlah"
Anna mencoba melihat kearah sikunya, ternyata benar bahwa sikunya kini terluka.
" Itu hanya luka kecil saja"
" Maupun kecil atau besar, harus cepat diobatin agar tidak infeksi"
Lily yang merasa kesal kini dia menarik Alesha sehingga membuat Alesha langsung berdiri.
Alesha benar-benar sangat terkejut dengan tingkahnya Lily.
" Lily, kamu apa-apaan sih langsung main tarik-tarik saja?"
" Kamu yang apa-apaan Alesha? Mengapa kamu membantunya"
" Apa ada yang salah?"
" Tentu saja salah, dia hanya gadis miskin tidak perlu kamu bantu Alesha biarkan saja itu karma seorang yang telah merebut priaku"
Alesha benar-benar sangat tidak suka dengan sikap angkuhnya Lily, tidak selalu merasa sangat sempurna sekali.
" Miskin ataupun kaya, kita sama-sama manusia Lily jangan hanya memandang kekayaan atau harta Lily, seharusnya sebagai manusia saling menolong bukannya membully"
Semua orang yang ada disana kini mulai berbisik-bisik, hal itu membuat Lily menjadi semakin sangat kesal karena gara-gara ucapan Alesha.
" Jangan sok baik Alesha, sebenarnya kami juga begitu kan?"
" Sudahlah, aku benar-benar sangat muak dengan sifatmu Lily yang selalu merasa sempurna dan paling kaya"
Dimana Alesha kembali ingin membantu Anna, namun lagi-lagi Lily menariknya sehingga membuatnya berteriak.
" Cukup Lily" teriak Alesha membuat Lily terkejut
Lily sangat terkejut mendengar teriakannya Alesha, begitu juga Bagas serta Kenzo mendengar suara teriakkan kini mereka langsung berlari menghampiri.
Arion juga merasa sangat penasaran sebenarnya apa yang terjadi? Sehingga membuatnya juga pergi melihatnya.
" Mengapa kamu berteriak kepadaku Alesha? Apa salahku?"
" Kamu masih bertanya apa salahmu? Kau menahanku untuk membantunya, dan lagi kamu harus sadar diri jangan menghancurkan acara pertunanganku Lily"
" Seharusnya kamu marah kepada dia, mengapa dia hadir disini?"
Dimana para pria sudah tiba dikerumunan itu, kini Kenzo langsung mendekat kearah Alesha yang sudah sangat marah sekali.
" Darling, what happened?" tanya Kenzo saat tiba disana
Belum sempat Alesha menjawabnya, kini Bagas langsung menghampiri Anna.
" Anna, apa yang sudah terjadi kepadamu?" tanya Bagas dengan nadanya begitu khawatir
Lily melihat Bagas yang sedang peduli sekali kepada Anna membuatnya sangat kesal sekali, seharusnya Bagas peduli kepadanya.
" Tuan Bagas, sepertinya wanita didepan anda yang telah membuatnya terluka" kata Alesha membuat Bagas menatapnya
Dimana tatapan Bagas langsung tajam kearah Lily. Kini Bagas berdiri dan langsung menghadap Lily.
" Apa yang kamu lakukan kepada Anna?"
" Mengapa kamu peduli sekali dengan dia Bagas?"
" Karena dia adalah Calon Istriku" teriak Bagas
Teriakkan Bagas membuat Lily semakin merasakan cemburu dan tidak terima.
" Dia hanya gadis miskin Bagas, mengapa kamu begitu tertarik dengan dia?"
Plak!
Satu tamparan melayang kearah wajahnya Lily, dimana semua orang disana serta Alesha dan Kenzo sangat terkejut bahwa Bagas menampar wajah Lily.
" Jaga omonganmu Lily, jangan pernah kau menghina dia" kata Bagas dengan nada marahnya
Dimana Arion yang baru saja tiba merasa sangat terkejut sekali, kali ini apakah acara pertunangan Alesha akan hancur gara-gara Lily?
Arion saat tiba, dia terfokus dengan Anna yang sedang duduk dilantai sambil memegangi tangannya..
Namun tatapannya tertuju salah satu tangannya Anna, dimana terlihat ada sebuah tanda lahir yang seperti gelang.
Mata Arion terbelalak, lalu jantungnya berdebar dengan sangat kencang sekali saat melihat tanda lahir itu.
" Mengapa kau menamparku Bagas?" teriak Lily yang tidak terima
" Karena kau sudah menghina Calon Istriku" bentak Bagas
Air mata Lily mengalir dipipinya sambil memegangi wajahnya, terlihat jelas warna kemerahan yang ada diwajahnya Lily.
Mungkin sangking kerasnya Bagas menampar Lily sehingga meninggalkan bekasnya.
Bagas kembali membalikkan badannya, lalu berjongkok didepannya Anna.
" Tuan, apa anda tidak ingin mengobati dulu lukanya?" tanya Alesha dengan nada pedulinya
" Tidak perlu, aku akan membawanya kembali" jawab Bagas sambil menggendong Anna
Anna hanya bisa terdiam saja, dia begitu sangat terkejut melihat Bagas menampar wajah Lily.
" Tuan Kenzo serta Nona Alesha, maaf telah membuat keributan sebagai permintaan maaf, aku sudah menyuruh sekretarisku mengirimkan sesuatu untuk kalian berdua"
" T-tidak perlu begitu tuan, ini semua bukan salah dia" jawab Alesha dengan nada pedulinya
" Yang dikatakan Alesha benar, tidak perlu melakukannya seperti itu Tuan Bagas"
" Tidak apa-apa, anggap saja itu adalah kado kalian berdua kalau begitu aku pamit dulu"
Bagas berjalan sambil menggendong Anna dan melewati Lily, dimana Lily hanya bisa menatap kepergiannya Bagas.
Semua orang disana saling berbisik satu sama lainnya, mereka sangat merasa geli melihat Lily yang begitu memaksakan kehendaknya.
Kini Alesha menatap kearah Arion yang sedang menatap kearah depan namun tatapannya kosong.
" Daddy, ada apa denganmu?" tanya Alesha dengan nada lembutnya
Seketika Arion langsung tersadarkan lalu menatap wajah Putrinya.
" Daddy tidak apa-apa princess, hanya saja Daddy tidak menyangka acaramu akan seperti ini"
Alesha hanya bisa menghelakan nafasnya saja, lalu dia menatap kearah Lily.
" Ini semua gara-gara Lily Daddy, dia penyebab semua kekacauan ini"
Lily langsung menatap Alesha dengan rasa tidak percayanya,
" K-kamu menyalahkanku Alesha? Bukannya kita adalah berteman yang sudah lama?"
" Kita memang berteman sudah sangat lama Lily, tetapi aku tidak suka dengan sikapmu yang sombong dan angkuh itu. Dan ingatlah kamu Lily Perusahaanmu ada ditangan Kenzo dan Daddyku jika kamu mencoba merusaknya jangan salahkan mereka berdua"
Dug!
Jantung Lily berdebar dengan sangat kencang sekali saat mendengar jawabannya Alesha, rasanya ada sesuatu yang menjatuhi dirinya sehingga membuatnya merasakan begitu sesak sekali.
Lily tidak menyangka bahwa Alesha akan berbicara seperti itu kepadanya. Dimana Kenzo mencoba untuk menenangkan Alesha.
" Darling it's okey, kita sekarang bisa keaula tengah dan memulai semuanya"
Alesha menghelankan nafasnya saja, lalu mencoba menenangkan dirinya..
" Baiklah ayo kita keaula saja dan memulai semuanya, jangan hiraukan dia lagi"
Rasanya benar-benar tidak percaya sekali apa yang telah diucapkan oleh Alesha. Kini mereka meninggalkan Lily yang masih mematung karena mendengar ucapannya Alesha.
Memang benar Perushaan Lily sekarang ada ditangan Arion dan Kenzo, karena dia mengalami penurunan sangat drastis sekali.
Namun Lily masih saja sombong dan angkuh, dia merasa dia sangat sempurna serta kaya.
Tetapi dia tidak sadar diri bahwa dirinya sudah diambang kebangkrutan.
******
Sementara diperjalanan.
Bagas hanya diam saja, dia begitu sangat marah sekali karena sudah dua kalinya Lily melukai Anna.
Untungnya hasil make-up dari toko gaun itu membuatnya tidak terlihat namun apalah daya Bagas masih tetap saja marah.
" Anna, apa kamu tidak bisa melawannya?"
Anna menarik nafasnya lalu menghembuskannya secara perlahan-lahan.
" Aku ingin Bagas, tapi aku tidak ingin membuatmu malu karena itu adalah acara yang penting"
" Tapi bukannya kamu harus diam terus saat ditindas Lily"
" Aku tidak ingin membuat masalah Bagas"
" Lalu kamu membiarkannya selalu menyiksamu dan menindasmu terus-menerus ha?" bentak Bagas membuat Anna terkejut
Anna benar-benar sangat terkejut saat Bagas membentaknya, rasanya membuat dadanya begitu sesak sekali.
Ingin rasanya menangis namun Anna menahannya, dimana Anna memalingkan pandangannya kearah jendela dia tidak menjawab pertanyaannya Bagas.
Bagas yang merasa Anna hanya diam saja kini dia kembali membuka suaranya.
" Mengapa kamu hanya diam dan tidak menjawabnya?" tanya Bagas kepada Anna
Namun Anna hanya diam saja, rasanya saat ingin membuka mulutnya air matanya ingin juga mengalir.
Makanya Anna lebih memilih untuk diam daripada membuat masalahnya menjadi sangat panjang.
" Anna, aku sedang berbicara kepadamu"
Anna tetap semakin diam, dia tidak ada satupun menjawab ucapannya Bagas.
Bagas hanya bisa menghelakan nafasnya saja melihat Anna yang begitu terdiam sekali.
𝙖𝙠𝙝𝙧 𝙣𝙮...
𝙨𝙠𝙧𝙜 𝙩𝙜𝙡 𝙩𝙜𝙠𝙥 𝙡𝙞𝙡𝙞 𝙨𝙚𝙩𝙖𝙣